NovelToon NovelToon
Dinikahi Konglomerat Sejagat

Dinikahi Konglomerat Sejagat

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhiy Navya

Sudah direvisi lebih bagus, silakan dibaca dari awal. Terima kasih!

Tidak kenal, tapi menikah. Nadin menyetujui surat perjanjian karena ditolong oleh tuan muda, saat hendak dijual dengan temannya sendiri. Nadin tidak menyia-yiakan kesempatan, dia berusaha membuat Argan jatuh cinta padanya. Akankah dia berhasil mencapai tujuannya, disaat banyak rintangan yang menghalangi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Pijat

Seseorang mengendap-endap di luar gerbang rumah Argan. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan di dalam istana itu. Andi sempat melihatnya, dan mengajak Fendi untuk mengejarnya. Mereka mengejar orang tersebut menggunakan motor.

"Eh botak, cepat sedikit kamu nyupirnya. Kita harus segera mengejar orang yang mengendap-endap di depan gerbang istana."

"Iya kriwil, sabar sebentar."

Andi menggelitik pinggang Fendi. Dia yang sedang menyupir motor menjadi tidak konsentrasi.

"Hentikan botak, nanti kita bisa jatuh." Fendi kegelian.

Motor yang dikendarai mereka oleng, dan akhirnya menabrak pohon.

"Botak tolong aku." Fendi tersangkut di dahan pohon.

"Waduh!" Andi tersungkur dan kepalanya masuk ke dalam got. Kaki Andi terangkat ke atas. Andi segera bangun dari posisinya ke semula.

"Hahaha kamu lucu juga botak." ujar Fendi.

"Kamu berkaca lah, rambutmu juga lucu karena menyangkut di dahan pohon."

"Tapi lebih lucu kamu." Andi berkilah, padahal dia juga lucu karena rambutnya penuh kotoran.

"Kamu juga lucu, lihat lah kepalamu hahaha..."

Mereka berdua sama-sama tertawa. Sepulang dari kantor, Argan mendengar Nadin sedang mengaji.

”Merdu sekali suaranya. Sudah berapa kali aku memujinya di dalam batinku. Tidak, tidak, aku tidak boleh terpesona padanya.” batin Argan.

Argan segera pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Tak berselang lama, dia keluar dan berganti baju.

"Nadin!" panggil Argan.

"Iya tuan muda." jawabnya.

"Besok lusa ikut aku, ke acara pesta pernikahan."

"Baiklah."

"Sini, mendekat lah."

Nadin berjalan mendekat, dan berdiri di depan Argan.

"Duduklah di sampingku." titahnya.

Nadin tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Menatap penuh tanya mau apa suaminya ini. "Kenapa tuan?" tanya Nadin.

"Laksanakan tanpa bertanya kenapa." Menjawab dengan datar.

Nadin duduk di samping Argan. Dia menurut saja, dan diam di tempat.

"Kamu bisa memijat?"

"Sedikit tuan." jawabnya.

"Pijat tubuhku, aku merasa capek."

"Ba...baik tuan." jawabnya gelagapan.

Argan hendak membuka bajunya, namun Nadin mencegahnya. "Angkat saja tuan ke atas, tidak perlu dilepaskan."

"Jangan mengaturku." jawabnya.

Argan melepaskan baju lalu merebahkan tubuhnya ke atas ranjang tidur, dengan posisi tengkurap. Nadin mengoles minyak zaitun di tubuh Argan, lalu memijatnya dengan perlahan.

”Enak juga pijatannya, ini yang dibilang sedikit. Bilang saja, kamu tidak mau memijat ku.” batin Argan.

"Nadin, kamu pernah belajar di pondok pesantren?" tanya Argan.

"Tidak tuan."

"Suaramu merdu juga, eh maksudku biasa saja. Lupakan lah jangan mengingatnya, nanti kamu bisa kepedean."

Nadin mengangguk, Argan hampir ketiduran menikmati urutan dan pijatan Nadin di punggungnya.

"Kamu kurang pintar juga iya memijat. Bagaimana bila kamu kursus pijat, dengan yang sudah profesional." ujar Argan.

"Aku setuju." Nadin menjawab cepat.

"Mengapa sangat bersemangat?" Argan heran.

"Kalau tuan capek, aku bisa memijat tubuhmu lagi." jawab Nadin.

"Kenapa aku tidak datang ke Spa, daripada mengandalkan tanganmu." ujar Argan.

"Jangan, nanti wibawa tuan muda turun. Semua orang akan beranggapan macam-macam, karena SPA pegawainya kebanyakan perempuan." jelas Nadin.

Argan tersenyum-senyum sendiri. "Kamu benar, aku harus menjaga harga diri."

Nadin hanya mengangguk. "Benar 'kan yang aku bilang."

Keesokan harinya, para penghuni rumah lagi menikmati makan siang. Nadin hari ini tidak ikut, karena sedang berpuasa.

"Nadin, asal kamu tahu iya. Suami kamu itu sudah memiliki kekasih dan belum putus." Niken memancing emosi.

"Lalu, apa urusanmu?" jawab Nadin.

"Urusanku itu sangat penting diharuskan memberitahu orang sepertimu, supaya bersiap-siap menyandang status janda." ucap Niken.

Nadin manggut-manggut saja. "O ..."

Pletak!

Tiba-tiba saja sebuah mainan robot melayang mengenai dahi Niken.

"Aduh, sialan. Siapa yang berani melemparkan mainan murahan ini." teriak Niken.

"Aku yang melemparnya." Sebuah suara dengan tenangnya mengakui. Dia adalah Sahara, yang muncul di depan mereka.

"Eh nona kecil, kamu berani iya melakukan ini padaku."

"Memangnya kenapa? Kakakku pemilik rumah ini, dia bisa mengeluarkan kakak dari sini kapan pun juga."

"Satu hal yang harus kamu tahu, aku adalah kepercayaan Papa kamu." jawab Niken dengan percaya diri.

”Hah kepercayaan? Memangnya tuan besar memberikan dia tugas apa? Ini pasti ada yang tidak beres, aku harus menyelidikinya.” batin Nadin.

"Sekali libas beres, kalau Kak Argan yang mengerjakan." tantang Sahara.

Niken memilih untuk pergi, malas untuk meladeni anak sekecil biji jagung di matanya.

"Kakak tidak diapa-apakan sama pelayan itu kan?" tanya Sahara khawatir.

Nadin tersenyum. "Tidak sayang, tapi kenapa kamu harus melempar dahinya dengan mainan robot?" Nadin menjawab, lalu setelahnya balik bertanya.

"Karena aku kesal dengannya. Dia terlihat seperti menghina Kakak. Aku bisa melihatnya, walau pun dari kejauhan." ujar Sahara.

"Kamu jangan membencinya, lupakan saja." jawab Nadin.

"Bagaimana bisa aku melupakannya. Dia berani mengganggu Kakak mutiaraku."

"Kamu lucu sekali sih, ayo kita baca buku lagi." Menggandeng tangan Sahara.

"Ayo Kak, pasti seru. Sekarang ayo kita lihat, makanan-makanan khas Indonesia." ajak Nadin.

"Nanti kalau papa marah bagaimana iya Kak? Aku sebenarnya ingin bermain bersama Kak mutiara."

"Sayang, kalau kamu takut Papa marah, lebih baik sekarang kembali ke kamar."

"Aku tidak mau, aku mau bermain bersama Kakak mutiara."

"Iya sudah, ayo kita ke kamar Kakak lagi."

”Lihatlah, di rumah ini susah sekali untuk menjaga privasi kecuali di dalam kamar. Pengawal ada di setiap ruangan, bahkan aku tidak bisa untuk keluar rumah.” batin Nadin.

"Kak, bagaimana kalau kita bermain bola kaki bersama kak Argan."

"Sekarang kakakmu 'kan lagi kerja."

"Maksudku nanti saat pulang kerja Kak." Sahara tertawa kecil.

"Oh iya sayang, nanti kita main kalau ada waktunya."

Sepanjang perjalanan mereka bergandengan tangan. Sesekali Sahara menunjuk dinding, menyebutkan satu persatu barang yang menempel di sana.

"Nona muda, kenapa tidak naik mobil saja. Kami bisa mengantar nona ke kamar tanpa perlu merasa lelah." ujar Andi.

"Maaf Pak, aku sudah terbiasa melakukan langkah-langkah kecil seperti ini. Lagipula ini baik untuk kesehatan, karena sekalian olahraga." jawab Nadin.

"Heheh iya juga." Andi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Permisi Pak, kami mau ke kamar dulu." ujar Nadin.

"Silakan nona muda." jawab keduanya.

Setelah berjalan lumayan lama, akhirnya mereka tiba di kamar Nadin. Sahara masuk ke dalam kamar terlebih dahulu.

Karena tidak sabar Sahara langsung membuka buku-buku itu "Lihat lah, makanannya cantik-cantik disusun rapi."

"Iya sayang, itu sate dan soto Padang." Nadin membaca lembaran, yang ada di sebelah kiri Sahara.

Sahara membuka ke lembaran selanjutnya. "Enak itu gulai itiak." ujar Sahara.

"Eh yang ini juga seru waktu mengerjakannya, kakak jadi ingin membuatnya." Nadin terkesima. Ingin rasanya dia berkutat di dapur seperti dulu. Dia rindu dengan aktivitas lama, sebelum menjadi ratu konglomerat sejagat.

"Iya Kak, itu pempek Palembang 'kan?"

"Iya sayang."

"Kapan-kapan kita buat ayo Kak."

"Boleh juga." jawab Nadin.

1
Hj Hasmiati
Biasa
Rahma Inayah
gila ja rumh sdh spt hotel bintg 5 aja ..es jagung lgi viral.skrg ..ya..
Rhiy: Lebih dari fasilitas bintang lima hhh
total 1 replies
Yuniati Widya Amastuti
thor perbaiki kosa kt dlm penulusan ..contohnya..oermisi dl ya..bkn permisi dulu iya..🙏🙏🙏
maaf krn sukak dg ceritax,semiga makin sukses..💪💪💪
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Rhiy
Jangan lihat komentar masa lalu, namun baca isi novelnya sekarang. 👍
Meity Manoppo
Lantai berlian, dinding emas, stap kristal...seribu kamar, seribu toilet, seribu pelayan, yg tinggal di situ hanya tuan muda...halu nya tingkat dewa..thor, tp lanjut baca aja deh namanya jg novel 😆😆😆
Lisma Wati
jangan kebanyakan ngmng dlm batin Thor ,cerita nya jd ga seru ,udah serius baca ujung2 nya batin yg ngomong ,jd ky di prank .
Besse sumarniekarani Ekarani
knp banyak bahasa dlm hati si nadin
Besse sumarniekarani Ekarani
aku suka crt ceo
yg jahat tp nanti bucin
walau crt sama tp beda nama doang
tp aku suka crt ceo
tiya amelia
suara nada ponselnya itu loh
mbek mbek mbek 😂😂😂
achie puspita
seru
Rhiy: Terima kasih
total 1 replies
Amanah Amanah
kucing dn tikus
Amanah Amanah
suka dh dg kejailn Sahara dn argan
Amanah Amanah
👍👍🥰🥰👍
Amanah Amanah
katanya nadin sudh tidur thooor koq Sling pndng SMA dera
Amanah Amanah
ga ada insyapnya ya vahisa dn niken
Amanah Amanah
tooobbat vahisa ,,,nikeen
Amanah Amanah
semoga happy smuanya
Amanah Amanah
semoga g ada lgi yg mengganggu nadin dn argan
Amanah Amanah
suka thooor
Amanah Amanah
syukur dh argan waspada thdp minuman itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!