Omar Barrakh
Luka masa lalu yang begitu mendalam membuat Omar tidak percaya bahkan tidak ingin lagi mengenal wanita. Tetapi kedudukannya sebagai pemilik perusahaan besar dan sangat terpandang dikotanya menuntut dia harus segera memiliki pasangan.
Sebuah rahasia yang harus disembunyikan dan tidak ada yang boleh mengetahuinya termasuk istrinya kelak.
Jasmine Ardhan
Gadis biasa yang sengaja dipilih untuk menjadi pendamping Omar. Jasmine tidak menyangka dia harus menikah dengan seorang laki-laki yang berhati dingin dan sangat membenci wanita.
Tidak ada yang menyangka gadis polos yang lemah lembut dan keibuan ini bisa membongkar rahasia seorang Omar bahkan Omar sendiri tidak menduganya sama sekali.
Akankah Jasmine dapat menghapus luka dihatinya dan menyembuhkannya?
Happy reading buat pembaca 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Apa yang sudah kamu lakukan pada kami?" tanya Omar pura-pura marah pada Kevin.
"What's up Bro?" tanya Kevin tanpa beban. Dia tidak mengerti maksud Omar. Dia kira masalah antara Omar dan Jasmine sudah selesai.
"Kamu lihat foto yang kamu kirimkan padaku" ucap Omar sambil menunjukkan Hpnya ke arah Kevin.
Sebelumnya Omar mengetik pesan kepada Kevin.
Hey bodoh, cepat kamu mengaku kalau kamu telah memasukkan obat perangsang dalam minuman kami.
Kevin tersenyum membaca pesan yang ditulis Omar.
Sialan, ternyata kamu memang sangat bodoh berhubungan dengan wanita. Aku kira semua sudah selesai ternyata... Batin Kevin.
"Sorry Bro tadi aku iseng pada kalian. Aku memasukkan obat perangsang dalam minuman kalian" ucapnya tanpa beban.
"Apa?" Omar pura-pura terkejut.
"Mengapa kamu lakukan itu?" Bentak Omar pura-pura marah.
"Aku kesal melihat tingkah kamu yang selalu menghindar jika berhadapan ataupun berdekatan dengan wanita" jawab Kevin.
"Tapi mengapa harus denganku? Mengapa aku yang jadi korbannya?" tanya Jasmine. Tangisnya kembali pecah, dia tidak menyangka Kevin tega melakukan semua itu padanya.
"Karena aku melihat kamu juga sama dengan Omar, selalu menghindari laki-laki. Jadi sekalian aja aku kerjain kalian berdua. Yah hasilnya seperti yang kalian lihat sendiri di dalam foto itu" jawab Kevin sambil tersenyum licik.
"Bangsat!" Teriak Omar. Dia menarik kerah baju Kevin dan melayangkan tiga pukulan untuk lebih meyakinkan sandiwara mereka.
August masuk kedalam kamar pribadi dan melerai Omar dan Kevin. Dia heran mengapa mereka berdua malah berkelahi. Tapi August hanya diam saja mencoba mempelajari situasi.
"Tenang Bos!" lerai August.
"Tenang lagi kamu bilang" teriak Omar.
"Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Jasmine pada Omar sambil menangis.
"Aku tidak memperkosa kamu. Kita melakukannya atas dasar suka sama suka" jawab Omar dengan nada yang tinggi.
Nyali Jasmine langsung menciut. Dia takut mendengar bentakan Omar. Mahkota yang selama ini dia jaga sudah hilang. Apa yang harus dia katakan pada orangtuanya. Tidak mungkin dia menuntut Omar, kenyataannya mereka melakukannya tanpa paksaan.
"Hei bro kamu tega sekali pada Jasmine. Bagaimanapun kalian sudah menikmatinya bersama-sama. Kamu harus tanggung jawab" ucap Kevin.
"Tanggung jawab bagaimana maksud kamu?" tanya Omar.
"Ya kamu nikahi dia. Setidaknya nama baiknya sebagai wanita baik-baik tetap terjaga. Hanya kita yang ada diruangan ini yang mengetahui kejadiannya. Dan Aku dan August berjanji tidak akan membocorkan rahasia ini pada siapapun" jawab Kevin.
"Kalau bocor keluar sana aku pastikan aku akan membunuhmu. Kamu yang menyebabkan semua ini" ucap Omar.
Omar kembali menarik kerah baju Kevin dan hendak berkelahi. Omar memberi kode pada August untuk membawa Jasmine keluar.
"Sebaiknya Nona keluar dari ruangan ini. Biar mereka menyelesaikan permasalahan mereka secara jantan" August mengajak Jasmine keluar.
Jasmine berjalan dengan lemahnya ke dalam ruang kerja Omar.
"Aku mau pulang" pinta Jasmine.
"Baiklah kalau itu mau Nona. Saya akan pastikan Tuan akan segera menghubungi Nona. Nona tidak perlu khawatir. Tuan kami adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Dia pasti akan menyelesaikan semua ini dengan Nona" August berusaha meyakinkan Jasmine.
Jasmine melangkah keluar ruang kerja Omar dan berjalan dengan cepat. Dia ingin segera meninggalkan gedung ini secepatnya. Saat ini hatinya sangat hancur. Dia tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.
Sebentar saja dia sudah menjadi wanita yang sudah tidak suci lagi. Jasmine menjalankan mobilnya menuju arah pulang. Dia mengirimkan pesan pada Sheila kalau hari ini dia tidak datang ke toko kue karena sedang tidak enak badan.
Sesampainya dirumah Jasmine memperbaiki riasan wajahnya. Dihapusnya airmatanya dan dia memberikan polesan make up yang tipis ke wajahnya agar tidak terlihat kalau dia baru selesai menangis.
"Lho tumben kamu pulang cepat hari ini sayang. Kamu tidak ke toko kue hari ini?" tanya Mamanya.
"Nggak Ma. Aku lagi gak enak badan. Aku mau istirahat dulu ya Ma" ucap Jasmine mengelak dari pertanyaan Mamanya. Dia takut rahasianya akan terbongkar.
Jasmine segera naik dan masuk kedalam kamarnya. Setelah pintu terkunci Jasmine kembali menangis di dalam kamarnya sampai dia tertidur karena kelelahan menangis.
**
Di ruang kerja CEO.
"Gila lu bro sakit banget pukulan kamu. Mana aku harus pura-pura tidak melawan lagi" ucap Kevin kesal.
"Itu balasan atas ide gila kamu" jawab Omar.
"Aku kira kamu bisa menyelesaikan urusan kamu sendiri, ternyata aku harus ikut campur lagi" umpat Kevin.
"Kamu yang memulai kamu juga yang harus mengakhirinya" jawab Omar tegas.
Sekarang August sudah mengerti apa yang sedang terjadi pada dua sahabatnya ini.
"Aku kira kalian memang benar-benar berkelahi ternyata hanya sandiwara" ucap August.
"Gimana akting kami?" tanya Kevin tertawa.
"Keren, aku saja mengira itu emang kejadian sungguhan. Aku rasa Nona Jasmine juga akan berfikiran begitu" jawab August.
"Besok kita harus datang ke toko kuenya. Kita harus menemuinya. Aku akan meminta maaf atas kelakuanku pada nya yang dengan sengaja memberi obat perangsang dalam minumannya. Sementara kamu mempertanggung jawabkan apa yang telah kamu lakukan padanya. Gimana, mantapkan ideku?" tanya Kevin dengan bangga.
"Kamu yakin dia akan mau menikah denganku?" tanya Omar tak yakin.
"Dia itu wanita baik-baik, pasti dia akan memikirkan nama baik keluarganya. Dia berfikir dia sudah melakukannya pada kamu mana mungkin ada pria lain yang mau menikahinya" ucap Kevin yakin.
"Sekarang zaman modern Vin, hal itu sudah tidak tabu lagi di masyarakat, sudah merupakan hal biasa" jawab Omar.
"Dia wanita yang masih menjunjung tinggi sebuah kesucian. Tentu dia takut aib ini akan diketahui orang lain. Kalau dia menikah dengan pria lain tentu aibnya akan terbongkar" jelas Kevin.
"Hah..." Omar membuang nafasnya dengan kasar.
Dia tidak menyangka dia telah berbuat sejauh ini demi mencari seorang calon istri.
"Teringatnya mengapa Bos tidak muntah saat berada dalam selimut dan memeluk Nona Jasmine?" tanya August penasaran.
"Iya, aku juga heran. Mungkin karena aku mencium aroma vanila dari tubuhnya. Wanginya manis, mengingatkan aku pada wangi cake dan roti" jawab Omar polos.
"Itu namanya jodoh Bro. Yakinlah kamu pasti akan merasa nyaman berada di dekatnya" ucap Kevin.
"Bacot kamu" umpat Omar.
Kevin tertawa melihat tingkah sepupunya itu.
Sepertinya aku harus turun tangan pada pernikahan kalian. Kevin tersenyum jahil. Dia punya siasat baru untuk sepupunya ini.
Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua. Kevin tertawa dalam hati.
August merasa ada sesuatu yang berubah pada Bosnya. Tapi dia belum bisa memastikan secara nyata apa perubahan itu. Semoga saja perubahan yang lebih baik. Doa August buat sahabat merangkap Bosnya itu.
.
.
BERSAMBUNG
Jangan lupa kata sandinya....
like dan comment.
Tinggalkan jejak kalian.
Terimakasih
waduuuh
sedih dan bangga