Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.
Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.
Pras terjebak di antara dua wanita.
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemeja dari Shella
Keceriaan yang terbias di wajah cantik Shella adalah pancaran yang keluar dari dalam hatinya. Shella selalu menunjukkan senyum manis dari kedua sudut bibirnya.
"Shell, aku minta maaf ya, sudah buat kamu menunggu" ucap Pras di sela keheningan mereka selama perjalanan pulang dari rumah Dina.
"Nggak apa - apa kok. Justru aku yang seharusnya minta maaf sama kamu. Aku udah ngerepotin kamu. Ganggu waktu kamu juga" jawab Shella.
Pras hanya melemparkan senyuman kecil.
Memang kamu sih yang ngerepotin aku. Bukan sebaliknya.
"Aku antar kamu ke rumah ya?!" ucap Pras.
"Kamu ada acara lagi gak?" tanya Shella.
"Gak ada sih, cuma pengen langsung pulang aja, mau istirahat. Biar besok ketika terbang badannya seger aja." balas Pras.
"Kalau boleh tau, kamu mau kemana sih?" tanya Shella yang dari tadi sudah penasaran.
"Kalimantan" jawab Pras singkat sambil tetap fokus dengan kemudinya.
"Lama" tanya Shella lagi ingin tau lebih jauh.
"Ya sekitar satu atau dua mingguan lah" terang Pras.
"Oh gitu ya, Kamu bisa anter aku kesitu gak? Nemeni aku sebentar aja,yaa..?! mau ya..??" rengek Shella kepada Pras tanpa rasa malu.
"Harus dengan ku??" tanya Pras.
Shella hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah, sebentar saja kan?" jawab Pras yang mengabulkan permintaan Shella.
Pras memarkirkan mobilnya. Mereka turun dari mobil dan segera masuk kedalam toko pakaian khusus pria.
"Selamat datang di toko kami mbak, untuk pacar atau suaminya mbak?" tanya salah satu penjaga toko.
"Mbak, tolong carikan kemeja yang bagus, ukurannya sesuai dengan mas yang disebelah saya ini" ucap Shella.
"Kamu bisa kan bantu aku? pilihan kamu pasti yang terbaik" ucap Shella kepada Pras.
Akhirnya Pras menemukan pilihannya. Dan setelah memakainya dia menunjukkan kepada Shella. Shella mengacungkan kedua jempol tangannya. Setelah selesai mereka pun keluar dari toko itu.
"Pras, ini buat kamu, terima ya" ucap Shella.
"Buat aku??" jawab Pras sambil mengarahkan ibu jarinya ke hidung nya sendiri.
"Ya, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih aku ke kamu. Sudah buat kamu repot. Pertama Syal waktu itu, sampai kamu paketin. Nah sekarang, karena mobil aku" terang Shella.
"Aku ikhlas kok bantuin kamu" jawab Pras.
Meskipun demi ibu.
"Pokoknya kamu harus terima, aku bakalan sakit hati kalau kamu menolak pemberianku" ungkap Shella.
"Baik lah, kalau kamu memaksa. Aku terima hadiah kamu" balas Pras.
"Kalau begitu ayo aku antar kamu ke rumah." ucap Pras.
"Gak perlu Pras. Aku naik taksi aja. Lagian aku mau singgah lagi ke butik." ucap Shella.
"Oh begitu?! Ya sudah.. aku duluan ya" ucap Pras dan segera meninggalkan Shella.
"Pras!" Panggil Shella. Pras pun menolehkan kepalanya.
"Makasih yaa.." teriaknya.
Setidaknya aku sudah selangkah lebih dekat dengannya.
Pras hanya mengacungkan jempolnya.
Pras masuk kedalam mobil yang membawa dirinya sampai ke rumah.
Setelah memarkirkan mobilnya, dia segera masuk ke rumah.
Dia membersihkan dirinya. Dan seperti biasa sebelum tidur dia menyempatkan diri untuk membaca buku meskipun hanya sedikit.
Tak lama kemudian dia menjatuhkan tubuh atletis nya di atas kasur yang sangat nyaman baginya.
Hari yang sangat melelahkan. Tapi sepertinya akhir - akhir ini sudah ada beberapa perubahan. Ya sejak aku mulai membuka diri berteman dengan yang namanya perempuan.Ayah akan belajar untuk membuka hati kembali demi Zylva, sayang.
Ayah akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Zylva.Ayah akan berusaha belajar mencintai perempuan lain yang juga mencintai Zylva.
Pras hanyut dalam kata - kata batinnya, dan terlelap dalam tidurnya.
****
Kumandang suara azan membangunkan Pras dari lelapnya tidur. Dia segera bangkit dari peraduannya, bergegas bersiap memenuhi panggilan penciptanya.
Setelah berbenah dia kembali memeriksa file - file yang akan di bawanya. Tak ingin ada yang tertinggal.
"Hallo, ko. Pagi ini aku nggak ngantor ya.Aku langsung ke airport nanti," Ucap Pras melalui sambungan telepon.
"Oke, bro. Safe flight ya" balas Diko yang sudah seperti saudara bagi Pras meskipun Diko adalah atasannya.
"Oke, Thanks ya.. bye!!" ucap Pras mengakhiri pembicaraan nya.
"Hallo, Jen. Kegiatan saya satu minggu kedepan kamu scedule ulang ya" ucap Pras kepada sekretarisnya dari balik telepon.
"Ya baik. Pak. Oh iya pak hati hati selama perjalanan" Ucap Jenny memberanikan diri.
"Oke, terima kasih Jenny, Assalamualaikum" ucap Pras sambil menutup teleponnya.
Pras yang sudah rapi meninggalkan rumah. Dalam perjalanan menuju bandara, taksi yang ditumpanginya tiba - tiba berhenti.
"Pak, kenapa dengan mobilnya?" tanya Pras kepada sopir taksi itu.
"Maaf pak, saya periksa sebentar ya, pak" Ucap sopir taksi itu sambil mengecek mesin nya.
"Pak, kira - kira gimana, lama atau tidak? nanti saya ketinggalan pesawat" ucap Pras.
"Mas, naik taksi lain saja ya, sepertinya lama mas" terang pak sopir.
"Ya sudah kalau begitu, pak?! saya harus bayar berapa ini?" tanya Pras lagi.
"Sudah mas, nggak usah, kan gak jadi saya anterin si mas nya." jawab pak sopir.
"Ya sudah, pak saya tinggal ya. Terima kasih sudah membawa saya sampai sini." ucap Pras sambil merogoh kantongnya. Dan meninggalkan uang 50000 ke saku baju pak sopir.
"Mas, terima kasih mas!!" teriak pak sopir.
Pras hanya melambaikan tangannya. Tanpa membalikkan tubuhnya.
Setelah beberapa menit, akhirnya taksi yang ditunggu pun tiba. Tak jauh beda dengan sebelumnya, taksi kali ini berjalan sangat lambat.
"Maaf, pak. Saya mau ke bandara. Bisa agak di percepat gak lajunya. Takut terlambat saya pak." ucap Pras.
"Maaf ya mas, ini sudah maksimal. Nggak bisa lagi di percepat" jawab sopir yang sudah berusia senja itu.
Pras hanya menghela nafas panjang. Hanya bisa pasrah.
"Pak, boleh saya yang menyetir mobilnya?" tanya Pras yang sudah mulai gelisah.
"Wah.. nanti malah saya yang kena peringatan mas" jawab pak sopir itu.
"Ya sudah, saya pinjam baju bapak. Yang penting saya harus segera sampai ke bandara" ucap Pras sambil meminta pak sopir menghentikan mobilnya dan mereka segera bertukar posisi.
Akhirnya mereka pun sampai di bandara. Pras yang tidak menyadari bahwa baju yang dipakai nya adalah baju sopir taksi itu.
"Mas!! baju saya.. kembali kan!" teriak sopir taksi.
"Maaf, pak. saya lupa 😂" ucap Pras sambil mengembalikan baju yang dipakai nya.
"Iya, mas. Gak apa-apa" sopir itu memakai kembali baju seragamnya.
"Terima kasih ya, pak" jawab Pras dan berlalu masuk ke dalam bandara dengan tergesa-gesa.
"Ouugh.." ucap seorang perempuan yang tanpa sengaja tertabrak oleh Pras.
"Ma maaf, mbak. Saya tidak sengaja, Saya terburu-buru" ucap Pras, kemudian meninggalkan perempuan itu.
Perempuan itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Senyuman manis itu.. cantik..
kenapa seperti ada yang berbeda ya.
tunggu kisah selanjutnya ya..
jangan lupa untuk 👍 dan Vote jg ya ☺️
sabar yaa
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Patrick atau Hulk?? ☺️