Spin Off dari novel Pernikahan Paksa Sang Pewaris. Visual berada di part 14.
Angel dihantui oleh rasa penasaran saat menerima surat dan paket dari seseorang yang misterius. Namun dia tak bisa menemukan petunjuk apapun tentang orang tersebut. Dan akhirnya mau tidak mau Angel mengabaikannya saja.
Hingga suatu malam dia ditolong oleh seorang pria yang dia yakini adalah sosok misterius itu. Benarkah itu adalah pria yang selama ini Angel sebut sebagai peneror dirinya?
Temukan semua jawaban atas pertanyaan dalam benak kalian di sini.
Diusahakan update setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 14 - Pria Irit Bicara
Bisakah aku mendengar suaramu lebih banyak lagi? Karena aku suka. Aku ingin hanyut di dalamnya.
🌷Happy Reading🌷
Pagi berganti siang. Siang berganti sore. Dan kini sore pun perlahan mulai beranjak malam. Mentari sudah mulai kembali ke peraduannya, digantikan dengan rembulan yang perlahan muncul dengan kerlip bintang yang menghiasi.
"Apa kau lapar, Nona?" tanya Ben.
Angel mengangguk singkat. "Ya."
"Kau mau makan apa, Nona?" tanya Ben lagi yang malah terdenger menggelikan di telinga Mr.J.
Memangnya kalau tahu dia mau makan apa, kau mau membelikan jauh-jauh? Yang kita punya hanya roti, Ben. Pria itu berbisik dalam hati yang tentu saja tak bisa didengar oleh Ben.
"Bisakah aku makan nasi goreng?" tanya Angel. Dia membasahi bibir bagian bawahnya membayangkan betapa lezatnya kalau makanan itu sampai di lidahnya.
Ben menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Eh, itu... Maaf Nona, aku lupa kalau yang kami punya di sini hanyalah roti."
Angel mendesis pelan menunjukkan aksi protes singkatnya. "Kalau tahu begitu, kenapa sok menawari aku mau makan apa?"
"Aku lupa, Nona. Maaf." Ben berkata dengan sedikit sungkan.
Mr.J yang melihat itu hanya bisa mengulum senyum. Sudah paham dengan kelakuan Ben.
"Sudahlah, tak apa-apa Tuan."
"Kalau begitu Nona mau makan sekarang?" tanya Ben lagi.
Angel mengangguk. "Ya, dan minum. Aku haus."
Mr.J memberi isyarat pada Ben agar dia saja yang memberikan makanan dan minuman pada Angel. Ben yang langsung mengerti langsung memberi ruang bagi Mr.J.
"Tuan..." panggil Angel tiba-tiba saat Mr.J sudah berada dekat dengan Angel.
"Iya Nona?" sahut Ben.
"Kenapa rekanmu tidak pernah bicara? Apa dia begitu pendiam?" tanya Angel penasaran.
Ben melirik pada Mr.J. Pria itu hanya memandang lurus ke depan. "Ahh, ya. Dia sangat pendiam dan irit bicara."
Angel ber-oh riah. "Apa suaranya cempreng sampai dia tak mau bicara, Tuan?" tanya Angel sedikit lancang.
Ben hampir saja tertawa mendengar pertanyaan konyol Angel. Namun buru-buru dia menutup mulut dengan tangan kanannya.
"Ehem..." Mr.J berdehem singkat.
"Oh. Rekanmu ternyata dekat denganku ya Tuan? Itu dia berdehem," sambung Angel lagi.
"I-iya Nona," jawab Ben terbata.
"Apa dia marah? Kenapa Tuan jadi gugup begitu?" Angel tersenyum canggung. Wanita itu menggigit bibir bagian bawahnya karena ia juga ikut merasa gugup seketika.
"Ahh itu... Dia sedikit marah? Mukanya tampak masam," jawab Ben jujur.
Mr.J memang tampak sedikit kesal karena dikatai begitu. Tapi kekesalan dalam dirinya lebih kepada kedekatan yang terjadi di antara Angel dan Ben.
"Oh maaf Tuan. Aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya bercanda," ujar Angel pelan.
"Ya," jawab Mr.J singkat, padat dan begitu jelas.
"Suaramu ternyata begitu manly Tuan. Maaf tentang yang sebelumnya. Sungguh aku hanya bercanda karena memang tak sekali pun pernah mendengarmu bicara," sesal Angel.
"Hmm..."
Ini orang benar-benar irit bicara.
"Tuan yang akan memberi aku makan dan minum?" tanya Angel lagi. Wanita itu bisa merasakan kalau pria yang sedang bicara dengannya ini, selain pendiam juga sedikit lebih kaku dibandingkan yang satunya lagi.
"Ya."
"Baiklah. Aku akan membuka mulutku. Aaa," kata Angel. Berusaha untuk mencairkan suasana.
Mr.J menunggu Ben untuk memberikan roti padanya. Lalu dia meraih roti dan air mineral, menyuapi Angel dengan perlahan.
Angel diam saja sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya. "Tolong minumnya, Tuan."
Mr.J membuka tutup botol lalu memberikan Angel minum dengan perlahan. "Aaaaa..." kembali Angel membuka mulutnya untuk makan.
"Lapar?" tanya suara yang terdengar berat tersebut.
Angel mengangguk cepat. "Ya, Tuan. Sangat lapar." Angel menjawab di tengah kunyahan roti di mulutnya.
Tunggu dulu... Aku sepertinya pernah mendengar suara ini. Tapi dimana? Siapa orang ini?
"Tuan..." panggil Angel terdengar ragu.
"Hmm..."
Mungkin sudah ciri khas pria itu berdehem lebih sering dan bicara lebih irit. Angel membenarkan posisi duduknya. Tubuhnya dia tegakkan.
"Apa aku bau?" tanya wanita itu dengan polosnya.
Terdengar dengusan sebal di telinga Angel. Sementara Ben hanya bisa terkikik geli mendengar pertanyaan konyol tersebut.
"Tidak," jawab Mr.J singkat. Tangannya masih setia menyuapi Angel dengan roti isi cokelat.
Apa wanita ini tak punya pertanyaan lebih penting untuk ditanyakan. Oh ayolah... Dia disekap, bukankah harusnya pertanyaan yang dia ajukan "kapan aku akan dilepaskan?" Dasar wanita aneh.
"Ahh begitu ya. Ternyata parfumku yang tidak mahal itu bisa juga bertahan cukup lama." Angel sedikit berbasa-basi. Berusaha untuk mencairkan suasana di antara dirinya dan pria pendiam itu.
Mr.J diam saja, hanya berdehem kembali tanda dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Angel. Saat dia akan kembali memberikan suapan lainnya, pertanyaan Angel malah membuat tangannya terhenti.
"Apa kau pernah mencium parfum seperti ini sebelumnya? Dan apa kau pernah mendengar suaraku? Karena bagiku, suaramu sepertinya familiar Tuan. Tapi aku lupa kapan dan dimana kita pernah bertemu."
Akhirnya Angel bisa mengutarakan maksud pertanyaannya dengan lancar. Dia menunggu respon dari pria tersebut.
"Tidak." Jawaban satu kata yang super singkat kembali Angel dapatkan.
Angel melengos. Percuma saja berharap dijawab oleh pria irit bicara tersebut. Pria itu sepertinya kekurangan kosa kata dalam otaknya. Atau memang dia hanya hobi menjawab ya dan tidak.
"Ahh... Kalau begitu mungkin aku yang salah ingat. Ingatanku kadang memang payah. Mungkin karena aku terlalu banyak berpikir belakangan ini." Angel menggeleng pelan.
"Memangnya belakangan ini apa yang kau pikirkan, Nona? Apa memikirkan kekasih hati?" tanya Ben sok kenal sok dekat.
Mr.J kontan langsung melayangkan tatapan tajam. Sorot matanya seakan meminta Ben untuk menutup mulutnya saat itu juga.
Ben sedikit menunduk. Ditatapnya ujung sepatu miliknya. "Maaf kalau pertanyaanku lancang, Nona. Abaikan saja," cicit Ben tanpa berani lagi mendongakkan kepala.
"Tidak apa-apa, Tuan. Haha aku tak punya kekasih, jadi tidak ada yang perlu dipikirkan tentang hal itu. Hanya masalah pekerjaan."
Ben akhirnya mengangkat kepalanya. Tampak tertarik dengan jawaban Angel. "Ooh. Begitukah? Kau bekerja di perusahaan IT kan, Nona? Apa masalah pekerjaanmu berat? Coba sebutkan mana tahu aku bisa membantu."
Kening Angel sedikit berkerut. "Apa di jidatku tertulis bahwa aku bekerja di perusahaan IT, Tuan? Atau apa kau ini cenayang yang bisa menebak hal-hal pada orang lain??"
"Di jidatmu memang tidak tertulis, tapi di data profil yang diberikan pada kami ada tertulis, Nona."
Mr.J hanya memandang malas pada Ben. Ben? Kali ini dia mengedikkan bahunya seolah berkata 'sudah terlanjur bertanya, lagi pula mungkin saja aku bisa membantu'
"Oh iya ya. Benar juga. Aku hampir lupa kalau aku berada di sini sekarang karena salah satu oknum yang tak senang kalau aku aktif di perusahaan. Ya, aku bekerja di perusahaan IT milik kakekku. Tapi maaf Tuan, aku tidak bisa membicarakan masalah dapur perusahaan dengan orang asing. Takutnya rencana yang sudah kubuat malah hancur lagi kalau Tuan sampai memberi tahu hal ini pada orang yang menyuruh kalian."
"Oh tidak tidak. Kami tidak dibayar untuk melakukan hal sampai sejauh itu."
Ya tidak sejauh itu. Tapi bajing*n yang meminta kami untuk menyekapmu memberi izin pada kami untuk menyicipi tubuhmu seolah dia adalah orang yang berkuasa atasmu. Siapa pria sial*n itu? Sambung Mr.J dalam hatinya saja.
--- TBC ---
Hey readers, it's my birthday (14 Dec) so wish me a happy birthday.
Hey pembaca, hari ini ulang tahunku (14 Des) jadi ucapkan selamat yuk.
udah tah kek?
salken from me..