WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******
Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya
Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya
Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGALAHKAN NAUMI
Pukul 06:00 Alluna sudah terbangun dari tidurnya, melakukan aktivitasnya di pagi hari mandi, berpakaian sekolah tidak lupa merias tipis dan memakai lipbam di bibir cerynya
Setelah selesai Alluna menuju meja makan yang sudah didahului oleh papa, mama dan Rey
"Pagi sayang" ucap mama melani
"Pagi mah" balas Alluna dan langsung duduk untuk sarapan
"Kak, rey ikut.." perkataan Rey lebih dulu dipotong oleh Alluna
"Ngga" ujar Alluna datar
"Ck kok gitu si kak lagian yah
mereka juga tau gue adik kakak, anak Alexander" ujar Rey dengan bangga
"Mereka gak tau Rey" balas sang papa
"APA, papa emang gak ngakuin aku" ujar Rey terkejut
"Ngga sayang, hanya kepala sekolah yang tau kamu, kakak kamu juga gitu, kan identitas kalian emang di tutupin lagian kamu harus deketin saudara kamu kan" ucap lembut mama melani
"Pah, mah luna pamit" ucap luna menyalami mamanya tidak dengan papanya
"Anak itu selalu saja kurang ajar denganku" ujar Alexander tersenyum tipis
"Pah, mah Rey juga pamit"
Alluna sudah sampai di sekolah,
banyak siswa siswi yang memang menunggu kedatangan murid baru bernama Alluna yang sudah berani melawan Naumi ratu bully sekolah dan juga menolak Aldo sang Playboy sekolah, mereka masih menatap kagum Alluna yang baru turun dari mobilnya, bahkan makin banyak siswi yang iri kepadanya karna sudah jadi bahan perhatian cowok-cowok disekolah ini
Alluna melewati parkiran motor disana terdapat Langit, Arga dan juga David yang baru tiba, David menghalangi jalan Alluna
"Hai gue David, kita sekelas" ujar David mengulurkan tangannya
Alluna tidak membalas uluran tangan david tapi dia membalas ucapannya
"Luna" setelah mengatakan itu
Alluna pergi melewati mereka
"Gila tuh cewe sudah cantik, tatapannya tajam batt". Ujar David
"Cabut" ujar langit
Alluna memasuki kelas dia sudah melihat Lisa yang sedang membaca di mejanya
Lisa menyadari kedatangan Alluna karna kursi di sebelahnya sudah bergerak
"Pagi lun" sapa lisa
" Hm" hanya itu balasan Alluna, lisa tidak mempermasalahkan itu lagipula lisa juga tau Alluna orang yang cuek
"Lo kerja kan, gak ngantuk" Tanya Alluna penasaran
"Ngantuk sih, ngantuk banget malah, gue pulang kerja jam 10, trus lanjut bantuin ibu buat kue, tidurnya paling jam dua, trus subuhnya bangun lagi nganterin kue biar gak telat ke sekolah" jawab Lisa yang masih memperhatikan buku bacaannya
"Lo cewek kuat lisa" batin Alluna
Jam pelajaran pertama di kelas Alluna, jam olahraga, semua siswa di kelas 12 Ipa 1 Ini harus berganti pakaian
"Lun ayo ke loker" ajak lisa untuk mengambil pakaian olahraga mereka yang disimpan di loker ruang ganti
Saat lisa membuka lokernya dia sangat terkejut melihat baju olahraganya yang sudah robek seperti digunting-gunting, lisa hanya memandang bajunya sedih sungguh dipikirannya saat ini dia gak punya uang untuk mengganti pakaian olahraganya
"Siapa yang tega ngelakuin ini" ujar lirih lisa sangat pelan yang hanya di dengar luna
"Nih pake baju gue" Alluna memberikan bajunya
" Gak usah lun nanti lo di hukum lagian bajunya aja yang rusak celananya ngga kok , gue bisa pakai baju kaos" ujar lisa dia tak enak alluna selalu membantunya
"Ambil ini atau gue gak mau jadi teman lo lagi, cepetan ambil pegel tangan gue lis"
Lisa akhirnya mengambil baju Luna dengan berat hati
"Trus lo gimana lun" tanya lisa khawatir
" Tenang aja lo gak usah mikirin gue" ujar Alluna tersenyum
Alluna menyuruh lisa untuk ke lapangan terlebih dahulu biar nanti dia menyusul
" Sial kok itu anak punya baju olahraga sih" ujar Naumi ke teman-temannya
"Iya yah perasaan kita udah robekin deh" jawab meli
"Pelankan suara lo tolol" sambung siska
Sedangkan di ruang ganti Alluna menelepon seseorang
"Periksa cctv di loker perempuan dan ambil vidio seseorang yang sedang menggunting sebuah pakaian sekarang, dan kirimkan padaku" ucap Alluna kepada anak buahnya yang ahli dalam meretas cctv
"Baik nona"
"Kita lihat siapa yang bermain-main di sekolah ini, sepertinya tebakan gue akan benar" smirk Alluna
Alluna keluar dari ruang ganti menuju lapangan, semua orang memandang takjub Alluna terutama cowok-cowok yang melihatnya
Bagaimana tidak Alluna memakai celana olahraga dengan atasan kaos hitam yang mengikuti bentuk tubuh idealnya jangan lupakan rambut yang dia gulung ke atas memperlihatkan leher jenjangnya yang seputih susu itu sehingga membuat Alluna tiga kali lipat lebih cantik dari biasanya
Langit yang melihat itu hanya menatap tajam Alluna matanya tidak lepas dari gadis yang baru dia tau namanya itu
"Luna mana baju olahraga kamu".
Tanya sang guru
"Ada yang merobeknya" jawab singkat Alluna
"Minggu depan kamu harus pakai baju olahraga " sambung sang guru
Alluna tidak menjawab dia langsung ikut berbaris bersama lisa
"Baik anak-anak hari ini kita akan bermain Basket dimana bapak akan membagi 2 tim putra dan 2 tim putri"
Guru itu membagi tim putri dengan melihat kalangan atas dan rendah, memisahkan orang-orang dari kalangan atas dengan siswa yang masuk dengan beasiswa
Suara Alluna menghentikan ucapan guru itu
"Bisakah anda membaginya dengan Adil tanpa melihat standar kalangan anda" ujar Alluna dingin
"Yang guru disini saya, kamu hanya murid jadi ikuti saja arahan saya" bentak sang guru
"Oke, saya pindah di kelompok mereka, dan itu HAK saya" ucapan mutlak Alluna, menuju kelompok dari kalangan bawah yang ada lisa di dalamnya
Arga yang melihat sahabatnya Langit terus memandang ke arah murid baru itu tersenyum miring
"Kedip kali, dia gak bakal lari kalo lo cuma kedip doang" ujar arga yang terkesan mengejek itu
"Siapa juga yang liatin dia" balas Langit yang salah tingkah saat tertangkap basah melihat gadis itu
Tim putri sudah di bagi dengan Naumi ketua dari Tim 1 dan Luna dari Tim 2
"Tim cupu kaya lo bakal kalah sih lawan kita" ujar Naumi yang di sahuti teman satu Timnya
Alluna hanya mengangguk malas meladeni anak-anak manja itu
Tim putri menuju posisi masing-masing sebelum mereka sudah berdiskusi untuk menentukan posisi masing-masing
Permainan dimulai dengan Tim Naumi yang unggul, Alluna terlihat santai bahkan tidak terlihat Agresif untuk menang, sampai di pertengahan waktu pertandingan, Alluna tersenyum miring dan mulai bermain dengan serius memburu angka yang di cetak oleh tim Naumi, bahkan hampir semua bola masuk di ring Naumi karna Alluna
Di akhir permainan Tim Alluna keluar menjadi pemenang, Alluna berjalan ke arah Tim Naumi
Banyak cowok-cowok yang heboh melihat tim Alluna menang, wajahnya yang berkeringat tidak membuat kadar kecantikannya menurun justru itu terlihat seksi dimata mereka, bahkan Aldo dan teman gengnya yang tau kelas ipa mengadakan tanding basket di jam olahraganya, memilih membolos pelajaran mereka dan guru yang melihat itu hanya diam saja , ingat anak dari kalangan atas tidak akan mendapatkan masalah
"Lo liat, tim lo jauh di bawah tim gue, kurangin sombong lo malu kan sekarang" ujar Luna mengejek
"Lo.. " ucapan Naumi terpotong oleh Luna
"Loser!" Ucap singkat Alluna lalu menuju ke tribun untuk mengistirahatkan dirinya dan teman-temannya karna selanjutnya pertandingan para tim cowok
"Nih buat lo" ujar Aldo yang mendatangi Alluna dengan sebotol mineral
"Thanks" Alluna tidak menolak lagian dia haus sekarang,, Aldo yang melihat itu tersenyum senang pasalnya dia sedang serius menaklukan perempuan dingin ini
Langit yang sedang melakukan pertandingan tidak sadar bolanya di rebut oleh tim lawan dia terlalu fokus memandang sinis Aldo yang mendekati gadis itu
"Fokus bro, nanti aja cemburunya" celetuk Arga yang hanya di dengar Langit karna Arga berbisik di telinganya
"Mau mati lo" tatap tajam langit ke Arga yang hanya dibas kehan kecil dari Arga namun mampu membuat siswi yang melihatnya berteriak heboh
LIKE DONG GUYS CAPEK TAU BIKIN NYA TAPI ENGGK ADA YANG MAU LIKE, OUTHOR SEDIH BANGET ՞߹ - ߹՞