Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DILANDA BADAI
Sinar matahari menerobos masuk dari jendela kamar hotel lantai 15 dimana seorang wanita masih lemas akibat kejadian yang tidak ia inginkan.
Berlahan matanya terbuka. Menatap ke langit langit kamar dengan mata langsung berkaca kaca hingga menetes air mata.
Semakin lama isakan tangis wanita itu terdengar menyayat hati.
"Aku..aku sungguh hina" lirihnya.
Ia mengingat kejadian tadi malam dimana tubuhnya dimiliki oleh pria yang bukan suaminya.
"Maafkan aku, Abraham" lirihnya lagi.
Dia sampai memukul mukul tubuhnya sendiri, menampar wajahnya hingga ia kesakitan.
Sampai beberapa menit kemudian, ia mendudukan diri. Menyeka air mata dan memutuskan untuk segera pulang.
Ia turun dari ranjang dan langsung mengambil ponsel di tasnya. Ia pikir pasti suaminya mencari sejak semalam. Tapi ternyata dugaannya salah. Hanya ada 1 pesan yang ia terima dari suaminya.
"Ayah mengatakan jika kamu tidur menemani ibumu, jadi aku akan tidur dirumah temanku saja" isi pesan Abraham.
Gina hanya tersenyum tipis penuh arti pengabaian dari suaminya membuatnya tidak berarti.
Kemarin Gina memang pulang lebih awal dari kantor sedangkan suaminya, Abraham, masih harus mengantar bosnya pulang sebagai driver karena ada meeting.
Gina berprofesi sebagai pengacara dan saat ini berusia 28 tahun. Setahun sudah ia menikah dengan Abraham, seorang driver di kantor firma Mapoleon California atau disingkat firma MC.
Cerita Gina dengan suaminya bermula 2 tahun lalu, saat Gina baru saja diangkat menjadi pengacara senior karena sudah bekerja 5 tahun.
Saat kenaikan pangkatnya itu, ia diajak oleh atasannya atau managernya yaitu Haile Jackson untuk makan malam bersama beberapa rekan pengacara satu firma.
Nah, saat dinner, ternyata Haile membawa sepupunya yang sedang kabur dari London sebagai supirnya.
Sepupunya ini sedang kabur dari perjodohan keluarga hingga menyamar menjadi pria lain.
Mau tidak mau Haile menuruti kemauan sepupunya yang usianya dibawahnya 1 tahun dan sudah dianggap seperti adik sendiri.
Jatuh cinta pada pandangan pertama bagi sepupu Haile saat melihat Gina pertama kali.
Dan saat mereka pulang dinner, sepupu Haile bertekad untuk bekerja sebagai driver di kantor hukum pengacara Jackson yang tidak lain dimiliki oleh Pamannya.
Abraham Louis, nama sepupu Haile itu. Lebih lengkapnya Abraham Louis Alexander, putra kedua dari salah satu keturunan keluarga bangsawan kerajaan Inggris yang memiliki perusahaan tambang emas.
Ia kabur karena akan dijodohkan oleh putri dari rekan bisnis keluarganya yang terkenal suka main pria. Abraham tidak mau dan kabur ke California, Amerika dimana keluarga ibunya berasal.
Eh, niat kabur malah menemukan jodohnya.
Tapi Abraham sudah sadar kedudukannya sebagai orang kaya dengan status bangsawannya tidak akan membuatnya mudah menikahi wanita dari kalangan biasa.
Saat Abraham kabur, ancaman ayahnya untuk mencabut semua fasilitas di London tidak ia pedulikan.
"Pergi sana! Jangan kembali jika kamu tidak menerima perjodohan dari keluarga! Dasar anak nakal!" ucap Charles
"Semua fasilitas kekayaanmu dari ayah akan dicabut!" lanjutnya.
Setelah yakin jika Abraham mencintai Gina selama pendekatan dengan wanita itu setahun, apalagi Gina juga merespon baik meskipun perbedaan profesi yang mencolok, akhirnya mereka menikah.
Keluarga Gina awalnya menolak Abraham yang pekerjaannya sebagai supir, tapi Gina memaksa untuk menikahi supir di kantornya.
Pernikahan Gina dan Abraham dilakukan diam diam. Di gereja untuk pemberkatan sederhana tanpa disaksikan orang tua masing2. Hanya ada keluarga Haile beserta beberapa pengacara di firma MC.
Lalu pernikahan tersebut disah kan di kantor catatan sipil California. Sederhana dan cepat.
3 bulan menikah, Gina hamil namun mengalami keguguran karena kecapekan bekerja.
Abraham sangat marah. Harga dirinya tercoreng namun tidak bisa membongkar penyamarannya.
"AKU MENIKAHIMU BUKAN UNTUK KAMU MELARANGKU BEKERJA!" teriak Gina ketika mereka bertengkar karena Abraham menyuruh Gina untuk mengambil istirahat lebih lama dengan izin Haile.
"AKU JUGA SEDIH KEHILANGAN CALON BAYI KITA TAPI BUKAN BERARTI AKU HARUS BERISTIRAHAT TERUS!" lanjutnya.
"AKU SUAMIMU! AKU BISA MEMBIAYAI MU UNTUK MAKAN DAN HIDUP!" balas Abraham.
"TAPI AKU JUGA MEMBIAYAI ORANG TUAKU! IBUKU SAKIT DAN AYAHKU TUKANG JUDI! GAJIMU TIDAK MENCUKUPI UNTUK SEMUA INI, ABRAHAM!" sahut Gina emosi.
Deg!
Abraham merasa terhina. Jika bukan karena ingin mendapatkan wanita yang tulus mencintainya saat tidak memiliki apa apa, mungkin sekarang dia akan mengungkapkan siapa dirinya dan kekayaan yang ia punya selain menjadi keturunan bangsawan Inggris.
"Baiklah! Terserah kau saja. Jika ingin bekerja hari ini silahkan, tubuhmu milikmu" ucap Abraham menyerah.
Lalu ia memilih pergi meninggalkan apartemen pagi pagi.
Gina pun terduduk lesu setelah mengucapkan kalimat kalimat hinaan kepada suaminya. Tapi hari ini ia ingin bekerja setelah 1 minggu istirahat pasca keguguran. Tugas sidangnya masih banyak.
Kliennya ada 20 untuk ia selesaikan dalam bulan ini.
Dengan kesadaran penuh, ia pun berangkat kerja sendiri menggunakan taxi online.
Setelah kejadian keguguran yang Gina alami, sikap Abraham berubah. Akhirnya sikap Gina pun berubah.
Mereka seperti membuat medan perang diantara keduanya.
Melakukan hubungan suami istri pun tetap mereka lakukan daripada jajan diluar. Meskipun terasa senyap, setidaknya nafsu mereka tersalurkan.
Diam diam pun Gina meminum pil kontrasepsi karena ia berfikir saat ini belum waktunya untuk dia hamil apalagi situasi rumah tangganya sedang dingin.
Dan setelah 1 tahun menikah, Gina melakukan hubungan terlarang dengan pria lain akibat perbuatan biadab ayahnya sendiri yang berani menjualnya demi 1 juta dollar.
Pagi ini, Gina merasa sangat hina akan dirinya sendiri.
Jam 7 pagi, Gina memutuskan keluar hotel.
Baru saja akan memesan taxi online, suaminya menelepon.
"Kamu dimana? Aku menjemputmu di rumah orang tuamu gak ada? Hanya ada ibumu" ucap Abraham langsung tanpa menyapa.
"Aku membeli sarapan. Kamu mau sarapan apa?" alasan Gina tanpa pikir panjang.
"Kamu dimana? Aku tanya kamu dimana, Gina" tanya suaminya lagi.
"Apa pedulimu hah? Sudahlah Abraham, aku lelah. Hari ini hari Minggu dan aku tidak ingin bertengkar denganmu" jawab Gina.
"Oke jika maumu begitu. Lebih baik kita bercerai saja" ancam Abraham.
Deg!
Hati wanita mana yang tidak sakit mendengarkan kata cerai dari suaminya melalui telepon?
"Ka..kamu..kamu ingin menceraikan ku?" tanya Gina tak percaya.
"Iya. Kamu tidak bahagia bersamaku, Gina. Kamu pun tidak jujur kepadaku dimana kamu sekarang? Apa yang kamu sembunyikan hah?" tanya balik Abraham.
Gina sungguh lelah. Tubuhnya yang belum pulih setelah dihabiskan tenaganya semalam orang pria asing sekarang mentalnya dihabiskan juga oleh sang suami.
"Aku belikan sarapan untukmu dan ibu. Tunggu aku" ucapnya dengan nada lembut lalu Gina matikan panggilan suaminya itu.
Gina benar benar lelah. Tidak ada tenaga lagi untuk berdebat dengan suaminya.
Sampai dirinya lupa jika tadi malam tidak meminum obat pencegah kehamilan setelah berhubungan.
Saat ini yang ia pikirkan hanya tidur di kamarnya sendiri.
Taxi online sudah datang, ia masuk dan menuju tempat makan langganannya dengan sang suami.
Setelah membeli sarapan, ia langsung ke rumah orang tuanya.
Abraham menemani sang ibu mertua. Veronica Penelope nama ibu dari Gina.
"Apakah hubungan mu dan Gina sedang tidak baik baik saja?" tanya Veronica.
"Hmm..kami baik baik saja, Bu. Hanya saja memang sering miss komunikasi" jawab Abraham.
"Ya namanya tidak baik baik saja, Abraham" sahut sang ibu mertua.
Uhuuk..uhuk..
Suara batuk Veronica yang selalu hadir disela sela pembicaraan antara ibu mertua dan menantu.
lanjut thor