NovelToon NovelToon
Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern

Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.

sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Mendengar seluruh kisah pembantaian dan kepedihan yang dialami oleh para muridnya tiga puluh tahun yang lalu, Gu Tian menarik napas panjang. Dia mengulurkan tangan kanannya, menepuk pelan pundak tua Lu Chen dengan sentuhan yang mantap dan hangat.

"Tenangkan hatimu, murid Chen," ujar Gu Tian dengan suara yang tenang namun sarat akan ketegasan. "Mulai saat ini, biarkan seluruh beban dan rasa sakit itu aku yang menanggungnya kembali. Bagaimanapun juga, benih dari bencana ini bermula dari diriku sendiri."

Lu Chen menengadahkan kepalanya, menatap wajah Leluhurnya dengan pandangan penuh haru dan kehangatan yang tak terlukiskan.

Pandangan mata Gu Tian kemudian berganti melirik ke arah gadis kecil yang sejak tadi berdiri gemetaran sambil memeluk erat pinggang Lu Chen. Gadis itu menatap Gu Tian dengan mata bulatnya yang polos namun diselimuti ketakutan.

"Murid Chen, siapa gadis kecil di sampingmu ini?" tanya Gu Tian dengan nada bersahabat.

Lu Chen melirik cucu kesayangannya, lalu tersenyum lembut sembari mengelus rambut gadis kecil itu.

"yui'er, cepat sapa Leluhur Agungmu," bisik Lu Chen penuh kebanggaan. "Pria hebat di hadapanmu inilah pendiri dari sekte kita."

Gadis kecil bernama Lu yui itu tersentak pelan. Dengan jemari kecilnya yang gemetaran, dia melepaskan pegangannya dari baju Lu Chen, melangkah satu tindak ke depan, lalu berlutut dan menjatuhkan dahi kecilnya ke lantai batu di depan kaki Gu Tian.

"M-Murid generasi muda, Lu yui... menyapa Leluhur Agung Gu Tian!" cicit gadis kecil itu dengan suara cemberut dan gemetar khas anak-anak.

Gu Tian mengulum senyum tipis. Mengibaskan lengan jubahnya, seutas angin lembut mengangkat tubuh Lu Mei berdiri kembali secara perlahan tanpa membuat gadis itu merasa kaget.

"Bangkitlah," kata Gu Tian pelan. "Coba julurkan tangan kananmu ke depan."

Lu yui melirik kakeknya ragu-ragu, dan setelah Lu Chen menganggukkan kepala memberi dorongan, Lu yui perlahan menjulurkan lengan kecilnya yang kurus ke arah Gu Tian.

Gu Tian menempelkan telapak tangannya di atas jemari Lu yui. Seberkas cahaya keemasan redup mengalir menembus kulit gadis itu, menyusuri jalur meridian serta memeriksa struktur tulang dan pembuluh jiwanya.

Seketika itu juga, alis Gu Tian terangkat pelan. Matanya berkilat oleh kejutan kecil.

"Struktur tulang meridian yang sangat bersih... dan jiwa yang murni," batin Gu Tian terkesima. Bakat kultivasi yang dimiliki oleh cucu Lu Chen ini bisa dikatakan sangat luar biasa, jauh di atas rata-rata anak seusianya di benua ini! Jika diberikan bimbingan serta sumber daya yang tepat, gadis kecil ini memiliki potensi besar untuk menjadi pilar baru di masa depan.

Gu Tian menarik kembali tangannya, lalu menatap Lu Chen secara serius.

"Murid Chen... untuk saat ini, gurumu ini belum bisa langsung melangkah keluar dan membantai para musuh untuk membalaskan dendam kalian," ujar Gu Tian secara jujur. "Kuatku saat ini masih jauh dari kata pulih sepenuhnya jika dibandingkan dengan masa kejayaanku dulu."

Lu Chen dengan cepat menggelengkan kepalanya seraya membungkuk hormat.

"Leluhur tidak perlu merasa bersalah! Hanya dengan melihat Anda kembali dengan selamat dan bernapas di depan kami, itu sudah merupakan berkah terbesar bagi kami semua! Hamba percaya penuh, suatu hari nanti Anda pasti akan bangkit kembali dan menumpas seluruh serigala musuh yang telah meruntuhkan sekte kita!"

"Bagus," Gu Tian mengangguk puas atas kesetiaan muridnya. "Namun untuk sekarang, berita tentang kembalinya diriku sama sekali tidak boleh bocor ke dunia luar. Jika sekte-sekte musuh itu tahu aku masih hidup, akibatnya akan sangat berbahaya bagi kita yang belum siap."

Gu Tian menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan batu yang sepi itu.

"Di mana tempat tinggalmu sekarang, murid Chen?"

"Melapor Leluhur," jawab Lu Chen penuh hormat, "setelah sekte hancur, hamba bersama keluarga kecil hamba menetap di salah satu lembah tersembunyi di bagian timur wilayah bekas Sekte Dao Langit ini."

"Baiklah, kita ke sana sekarang."

Sebelum Lu Chen atau Lu yui sempat mengucapkan sepatah kata pun untuk bersiap, Gu Tian mengibaskan jubah birunya.

SWOOSH!

Sebuah kubah cahaya keemasan yang hangat dan tebal melingkupi tubuh Lu Chen serta Lu yui. Tanpa buang waktu, Gu Tian mengangkat kakinya melayang ke udara dan melesat cepat keluar dari aula batu, membelah awan tipis menuju ke arah Lembah Timur dengan kecepatan luar biasa.

Hanya dalam hitungan beberapa menit melintasi tebing-tebing curam, langkah kaki Gu Tian mendarat anggun di tanah berumput sebuah pelataran rumah kayu sederhana yang tersembunyi di balik gumpalan kabut lembah.

Suasana lembah itu sangat asri dan sunyi. Namun, begitu mata Gu Tian menyapu area halaman utama rumah kayu tersebut, alisnya langsung bertaut tajam.

Di sudut halaman, tampak seorang pria muda berusia sekitar tiga puluh tahunan tengah terduduk lemas di atas tanah. Wajah pria muda itu sangat pucat pasi bagaikan mayat, dengan garis-garis hitam kebiruan melingkar di sekitar matanya dan darah segar yang mengering di sudut bibirnya. Tubuhnya bergetar hebat, menahan rasa sakit luar biasa dari timbal balik (rebound) energi Qi yang bergejolak ganas di dalam Dantian-nya.

Pria muda ini adalah Lu Ying, ayah dari Lu yui sekaligus anak kandung Lu Chen. Dia mengalami kegagalan parah saat mencoba menerobos ranah kultivasinya, dipicu oleh kutukan energi racun kuno yang ditinggalkan oleh para kultivator musuh saat menghancurkan Sekte Dao Langit tiga puluh tahun yang lalu!

"Ying'er!" jerit Lu Chen panik begitu kakinya mendarat di tanah, langsung merangkak menggunakan satu kakinya mendekati anaknya.

Mendengar suara keributan di halaman, pintu rumah kayu mendadak terbuka lebar. Seorang wanita muda berparas anggun namun mengenakan pakaian kain sederhana berlari keluar dengan wajah cemas. Wanita ini adalah Wang Jiyi, ibu dari Lu Mei sekaligus istri dari Lu Ying.

"Ayah! Yui'er!" panggil Wang Jiyi legat melihat mertua dan anaknya kembali.

Namun, begitu langkah kaki Wang Jiyi mendekati mereka, pandangannya mendadak berbenturan dengan sosok pria paruh baya berambut perak yang berdiri tegak di tengah halaman.

DEG!

Langkah kaki Wang Jiyi terhenti seketika. Tubuhnya membeku kaku di tempat.

Meskipun pria paruh baya di hadapannya itu hanya berdiri diam tanpa memegang senjata apa pun, aura wibawa yang begitu mendominasi, dingin, dan anggun terpancar kuat dari setiap inci tubuhnya. Aura itu begitu menekan hingga membuat kedua kaki Wang Jiyi gemetaran hebat dan bulu kuduknya berdiri. Kehadiran pria ini bagaikan sosok penguasa tertinggi yang sanggup meratakan lembah ini hanya dengan satu kedipan mata!

"I-Ibu...!" Lu Yui berlari kecil memeluk gaun ibunya.

Lu Chen yang memegangi tubuh Lu Ying segera menoleh ke arah Wang Jiyi, seraya berteriak tegas, "Jiyi! Cepat berlutut! Pria berwibawa di hadapan kita ini adalah Leluhur Pendiri Sekte Dao Langit... Leluhur Gu Tian!"

Mendengar nama legendaris itu, mata Wang Jiyi membelalak lebar bagaikan tersambar petir di siang bolong. Sosok mitos yang selama tiga puluh tahun ini hanya ia dengar dari cerita-cerita nostalgia mertuanya... kini berdiri nyata di halaman rumahnya!

Tanpa ragu sedikit pun, Wang Jiyi langsung menjatuhkan kedua lututnya ke tanah, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "H-Hamba... Wang Jiyi... menyapa Leluhur Agung Gu Tian!"

Melalui perkenalan singkat namun menegangkan tersebut, baik Wang Jiyi maupun Lu Ying yang terbaring lemas akhirnya menyadari identitas asli dari pria paruh baya yang dibawa oleh Lu Chen.

Gu Tian tidak menghiraukan formalitas berlebihan itu. Langkah kakinya bergerak perlahan mendatangi tubuh Lu Ying yang terkapar pucat di tanah. Matanya menatap dingin pada jejak-jejak kutukan hitam yang merayap di leher pria muda itu.

"Kutukan busuk dari teknik aliran hitam..." bisik Gu Tian dengan nada suara yang membuat udara di sekitarnya mendadak mendingin.

1
syarif ibrahim
jangan terlalu lama cerita di penerimaan murid baru.... 🤔🤔🤔
Hindra Hin: siap, terimakasih atas sarannya. itu sangat membantu
total 1 replies
syarif ibrahim
bunuh semua musuh mu yg dulu.... 👍
syarif ibrahim
perlahan-lahan saja.... yang penting bertambah kuat setiap hari..... 👍
syarif ibrahim
jadi sakti kayaknya nih... 🤔🤭
Hindra Hin: nikmati prosesnya 🙏🙏👍
total 1 replies
syarif ibrahim
lanjutkan petualanganmu.... 👍
zerotwo
Bagus up terus 🤭🤭🤭
Hindra Hin
Jangan lupa di komen dan like cerita ini, jika kalian suka.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!