NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Teeet.

Sirine berbunyi sangat keras dan kedua tim langsung berlarian menuju meja masak raksasa yang sudah disiapkan.

"Tim Biru, dengarkan aku baik baik!" teriak Danang sambil menepuk tangannya keras keras.

"Kita akan membuat menu Western kelas atas untuk membungkam mulut para kritikus itu."

"Menu utamanya adalah Pan Seared Salmon dengan saus Lemon Butter dan mashed potato."

Mendengar menu tersebut Aldo langsung mengerutkan dahinya dengan sangat dalam.

"Tunggu dulu, Mas Danang. Menu itu terlalu berisiko untuk kita," sela Aldo cepat.

"Berisiko bagaimana maksudmu, anak muda?" tanya Danang tidak suka dibantah.

"Salmon adalah ikan yang sangat rapuh dan butuh tingkat kematangan yang sangat presisi."

"Kita harus memasak lima puluh porsi dalam dua jam, sebagian besar dari kita tidak terbiasa menangani salmon dalam jumlah besar."

"Kalau ada satu saja salmon yang terlalu matang atau hancur, kritikus akan langsung memberi nilai buruk."

Rina juga mengangguk setuju dengan argumen logis dari Aldo tersebut.

"Mas Danang, lebih baik kita memasak menu Nusantara saja seperti Ayam Bakar Bumbu Rujak atau Rendang," saran Rina lembut.

"Makanan Nusantara itu terlalu biasa dan murahan untuk disajikan kepada tamu VIP," bantah Danang kasar.

"Kalian berdua ini masih amatir yang tidak tahu selera pasar elit."

"Aku kaptennya di sini, jadi ikuti saja perintahku atau kalian akan aku laporkan ke juri karena membangkang!"

Ancaman Danang membuat anggota tim lain langsung terdiam ketakutan dan tidak berani melawan lagi.

Aldo mengepalkan tangannya kuat kuat menahan amarah yang mulai mendidih di dadanya.

Sikap Danang yang otoriter dan merendahkan masakan Nusantara benar benar menyulut emosi Aldo.

"Baiklah, kalau itu keputusan mutlakmu. Tapi jangan salahkan kami kalau rencanamu hancur berantakan," ucap Aldo dingin.

"Tutup mulutmu dan cepat pergi ke pantry ambil lima puluh potong salmon segar sekarang!" perintah Danang semena mena.

Aldo menarik nafas panjang lalu berlari menuju pantry diikuti oleh beberapa anggota tim lainnya.

Di sebelah meja mereka, Tim Merah terlihat sangat rapi dan terorganisir di bawah komando Kevin.

"Tim Merah, kita buat Beef Wellington mini dengan saus truffle," perintah Kevin dengan sangat tenang.

"Kalian bagi tugas dengan jelas, jangan ada yang saling bertabrakan di depan kompor."

Kevin memang sombong tapi tidak bisa dipungkiri dia memiliki jiwa kepemimpinan dan pengetahuan restoran yang nyata.

Sementara itu di Tim Biru, suasana langsung berubah menjadi sangat kacau balau sejak menit kelima belas.

Prang.

Seorang anggota menjatuhkan panci besar hingga menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

"Hati hati kerjanya, dasar ceroboh!" bentak Danang dari arah meja utama tempat dia berdiri.

Danang menugaskan dirinya sendiri untuk memasak lima puluh potong salmon tersebut di atas wajan pipih raksasa.

Sedangkan Aldo hanya ditugaskan untuk mengupas puluhan kilogram kentang di sudut meja.

Sret sret sret.

Tangan Aldo bergerak seperti mesin mengupas kentang dengan pisau kecilnya.

Meski mendapat tugas rendahan, Aldo tetap mengerjakannya dengan sangat serius dan presisi.

Matanya terus mengawasi pergerakan Danang yang sedang menuangkan minyak zaitun ke dalam wajan raksasa.

"Minyak itu belum cukup panas, dia tidak akan mendapatkan kulit salmon yang renyah," batin Aldo menganalisis.

Srenggg.

Suara desisan ikan salmon yang masuk ke wajan terdengar sangat lemah dan tidak agresif.

Itu adalah tanda pasti bahwa suhu wajan terlalu rendah untuk teknik pan seared.

Danang malah membalik ikan salmon itu terlalu cepat padahal bagian bawahnya belum membentuk kerak.

Brak.

Daging salmon yang rapuh itu menempel di dasar wajan dan hancur berantakan saat Danang memaksanya lepas dengan spatula.

"Sialan, wajannya lengket sekali," umpat Danang mulai panik dan berkeringat dingin.

Dia membolak balik sisa salmon lainnya namun hasilnya sama saja, dagingnya hancur dan warnanya pucat.

Bau amis khas ikan yang kurang matang mulai tercium kuat memenuhi area dapur Tim Biru.

Waktu sudah berjalan selama empat puluh lima menit dan protein utama mereka kini berwujud seperti makanan kucing.

Chef Arya yang berjalan memantau langsung berhenti di depan meja Danang dengan wajah murka.

"Apa apaan ini, Kapten Danang?" bentak Chef Arya menunjuk tumpukan salmon hancur di atas wajan.

"M-maaf Chef, kualitas wajannya kurang bagus jadi ikannya lengket," jawab Danang mencari alasan bodoh.

Brak.

Chef Arya memukul meja baja itu dengan sangat keras hingga Danang melompat mundur ketakutan.

"Jangan pernah menyalahkan alat dapur atas kebodohan teknik memasakmu!"

"Salmon hancur ini bahkan tidak pantas kuberikan kepada anjing peliharaanku di rumah."

"Jika kalian menyajikan sampah ini kepada kritikus nanti, aku akan memastikan seluruh Tim Biru pulang hari ini juga!"

Ancaman mengerikan dari Chef Arya membuat seluruh anggota Tim Biru berhenti bekerja dan mematung ngeri.

Rina bahkan sudah mulai menangis diam diam di sudut meja karena takut tereliminasi.

Chef Arya meninggalkan meja Tim Biru dengan langkah lebar dan raut wajah sangat kecewa.

Danang berdiri mematung menatap salmonnya dengan tubuh gemetar hebat dan pikiran yang benar benar kosong.

Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyelamatkan waktu yang terus berjalan menipis.

"Waktu tersisa tujuh puluh menit lagi!" teriak panitia mengingatkan penderitaan mereka.

Aldo meletakkan pisau pengupas kentangnya dan mencuci tangannya dengan cepat di wastafel.

Dia berjalan mendekati Danang dan menatap kekacauan di atas wajan itu dengan tatapan dingin.

"Sudah aku peringatkan dari awal, tapi egomu terlalu besar untuk mendengarkan orang lain," ucap Aldo datar.

"Diam kau anak ingusan, ini semua hanya kecelakaan kecil!" balas Danang masih berusaha mempertahankan sisa harga dirinya.

"Kecelakaan kecil yang akan membawa kita semua pulang malam ini."

Aldo langsung merebut spatula besi dari tangan Danang dengan gerakan paksa yang sangat cepat.

Sret.

"Hei, apa yang kau lakukan? Kembalikan spatulaku!" teriak Danang tidak terima.

"Mulai detik ini, aku yang mengambil alih komando dapur Tim Biru," ucap Aldo dengan suara sangat keras dan berwibawa.

Seluruh anggota Tim Biru langsung menoleh ke arah Aldo dengan wajah terkejut sekaligus penuh harapan.

"Kau tidak berhak melakukan itu, aku kapten resminya!" bantah Danang sambil mencoba merebut kembali spatulanya.

Aldo menatap mata Danang dengan tatapan membunuh yang membuat pria sombong itu langsung ciut seketika.

Aura yang dipancarkan Aldo saat ini bukanlah aura seorang pemuda miskin, melainkan aura seorang koki kepala yang sangat buas.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!