Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15
"Tidak." Albert menggeleng dengan raut wajah sedih.
"Tidak apa-apa tidak usah terlalu di paksakan. Nanti kalau bapak sudah punya cukup uang bapak bakal bawa kamu ke rumah sakit di kota. "
Ucapan pak Pohan ini semakin membuat hati Albert tersentuh di tengah kekosongan yang ia rasakan saat ini karena sama sekali tidak bisa mengingat apapun selain bayangan samar soal pernikahan yang bahkan dia tidak tau itu bayangan pernikahan siapa dia sangat bersyukur bisa di pertemukan dengan keluarga pak Pohan yang begitu baik.
Satu tahun telah berlalu semenjak kecelakaan yang dk alami oleh Farhan. Berkat kesabaran Humaira dan Aisyah Karisa kini sudah bisa menjalani kehidupannya dengan normal kembali.
Ia juga sudah kembali mengajar di TK tempat ia mengajar dulu.
"Kak Karisa coba lihat lebih bagus yang mana?" Aisyah mengangkat dua buah baju kebaya berwarna putih dan coklat muda.
"Aku sih lebih suka yang coklat muda tapi kalau untuk acara pertunangan sepertinya lebih cocok yang putih deh!"
"Isss.... kak Karisa buat tambah bingung deh." Aisyah memanyunkan bibir nya.
"Kamu pakai yang manapun tetap cantik, kok. Jadi nggak usah bingung."
"Bantu pilih dong kak!" Aisyah malah merengek seperti anak kecil membuat Karisa terkekeh.
"Sudah mau nikah kok masih kayak anak kecil. Pakai yang putih saja lebih cocok. "
"Oke deh kak terimakasih!" Aisyah pergi dari kamar Karisa dengan menenteng kedua baju kebaya miliknya itu.
Sejak di bawa kerumah Kiyai Usman setahun yang lalu Karisa masih tinggal dj rumah mertua nya itu hingga sekarang.
"Mas kapan kamu pulang? Lihat tu Aisyah sudah mau bertunangan dan sebentar lagi menikah, apa kamu tidak mau melihat dia menikah?" Karisa membelai wajah Farhan yang ada di dalam pigura foto pernikahan mereka.
"Pak Pohan selamat ya akhirnya punya mantu juga. Saya pikir nggak akan ada yang mau sama Jesica maklum mulutnya itu lo. " Ucap salah seorang tetangga pak Pohan.
"Bu hari ini hari bahagia putri saya jadi tolong jangan merusak suasana. " Tegur pak Pohan.
"Ayo bu, kita segera berangkat ke gereja takutnya Albert dan Jesica sudah menunggu lama. " Pak Pohan langsung mengajak istrinya pergi meninggalkan terengganu yang mulutnya usil itu.
Ya, hari ini adalah hari pernikahan Albert dan Jesica. Awalnya Pak Pohan masih enggan menikahkan mereka berdua karena sampai kini Albert belum juga bisa mengingat masa lalunya. Namun melihat Jesica yang sudah terlanjur memiliki perasaan untuk Albert akhirnya Pak Pohan setuju. Dan saat ini Albert dan Jesica sudah berada di gereja terlebih dahulu untuk di dandani barulah setelah itu mereka akan mengucap janji suci di depan pendeta.
"Pak apa keputusan kita ini benar? Bagaimana kalau ternyata Albert itu sudah menikah dan bayangan pernikahan yang sering muncul di benaknya itu adalah bayangan pernikahannya di masa lalu. " Bu Maria mengungkapkan kegundahan hatinya kepada pak Pohan suaminya.
"Mau bagaimana lagi bu, ibu kan tahu sendiri bagaimana sifat putri kita Jesica kalau sudah ada maunya tidak bisa di larang. Lagi pula bapak sudah bertanya kalau ternyata nanti terungkap bahwa Albert sudah mempunyai istri bagaimana? Ibu tau apa yang di katakan Jesica, dia bisa Terima asal Albert adil kepada mereka berdua. Kalau sudah begitu bapak bisa apa?" Pak Pohan terlihat tidak berdaya.
"Tapi menurut bapak Nak Albert itu pria baik dia pasti akan memperlakukan Jesica dengan baik apapun yang terjadi nanti. Walaupun bapak masih berharap semoga bayangan pernikahan yang sering di mimpikan oleh Albert adalah bayangan pernikahan adik atau kerabatnya. "
"Semoga saja. " Ucap Maria pelan.
Acara pernikahan berjalan lancar, rombongan pengantin pun sudah kembali kerumah untuk menjamu para tetangga dan kerabat.
Sesuai adat yang ada di kampung itu setelah selesai mengucapkan janji suci di depan pendeta pasangan pengantin baru akan disuapi berbagai hidangan terbaik dari para kerabat yang pertama menyuapi adalah pak Pohan dan bu Maria, berbagai kata nasehat di ucapan untuk putri dan menantunya itu sebelum akhirnya menyuapkan nasi dengan Lauk rendang ayam kampung kemulut Albert dan Jesica.
Kemudian disusul dengan Namboru dari Jesica ia juga melakukan hal yang sama yaitu memberi Kata-kata nasehat untuk mereka menjalani bahtera rumah tangga nantinya dan di lanjutkan dengan menyuapi masakan yang ia bawa. Kali ini ia menyuapkan nasi dengan lauk daging babi kecap.
Namun anehnya begitu hidangan itu masuk ke mulut Albert dia langsung muntah-muntah dengan hebatnya hingga tubunya lemas dan wajahnya pucat.
"Albert, apa yang terjadi kamu kenapa?" Jesica dan yang lainnya menjadi panik karena kejadian itu. Berbagai spekulasi pun terdengar dari bisik-bisik para tetangga dan kerabat.
Ada yang bilang mungkin Albert alergi daging babi ada juga yang bilang masakan Namboru Jesica tidak bersih dan ada juga yang berteriak bilang "cepat bawa kerumah sakit mungkin keracunan makanan. "
Tubuh Farhan semakin lemas karena terus saja muntah, bahkan untuk berdiri saja dia tidak mampu.
"Seseorang tolong panggilkan dokter desa. " Pak Pohan memohon bantuan dari tetangga yang hadir di sana.
" Biar saya yang panggil pak. "Seorang pemuda langsung bergegas pergi untuk memanggil dokter desa.
Sementara Farhan sudah di bopong kedalam kamar dan di jaringkan diatas tempat tidur.
"Kamu kenapa sih Albert? Jangan bikin aku cemas. " Jesica mengucapkan minyak kayu putih ke punggung dan dada Albert berharap bisa mengurangi rasa mual yang sedang di alami oleh Albert.
"Entah lah aku tidak tau!" Ucap Albert lemah.
30 menit berlalu, pemuda yang tadi pergi untuk memanggil dokter desa sudah kembali dengan membawa dokter desa tersebut.
"Dokter tolong periksa menantu saya dia muntah-muntah terus setelah memakan masakan babi kecap. " Pak Pohan langsung membawa dokter itu masuk ke kamar Albert dan Jesica.
Dokter itu segera mendekat dan melakukan pemeriksaan terhadap Albert.
"Sepertinya menantu anda alergi terhadap daging babi sebaiknya untuk kedepannya hindari untuk mengkonsumsi daging babi dan hidangan yang mengandung lemak tinggi." Dokter itu pun pergi setelah meninggalkan beberapa jenis obat untuk Albert.
"Bagaimana perasaan kamu?" Mata Jesica sedikit memerah melihat kondisi Albert. Hari pernikahan yang seharusnya bahagia malah terjadi hal seperti ini.
"Maafkan aku karena aku acara kita jadi berantakan. " Ucap Albert merasa bersalah.
"Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan, yang penting kamu baik-baik saja. Aku keluar dulu lihat para tamu. Nggak enak juga kalau cuma bapak sama ibu yang ada di sana. "
Albert hanya mengangguk dan memperhatikan wanita yang sudah menjadi istrinya itu pergi meninggalkan kamar mereka. Bukan tidak ingin ikut tapi tubuh Albert benar-benar sangat lemah hingga untuk mengangkat kepala pun rasanya ia tidak mampu.