NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Terbuang

Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Ruang Ajaib
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.

Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.

Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.

Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Malam ini sepertinya langit di atas kediaman Wen tampak bersih, bertabur bintang yang berkelap-kelip lembut. Sementara seluruh keluarga sedang duduk santai di ruang tengah berbincang, Feng Wu diam-diam menyelinap pergi menuju dapur besar di bagian belakang kediaman.

Ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuk keluarga yang baru saja menerimanya dengan begitu hangat, dia ingin memasak makan malam buatan tangannya sendiri. Selama ini ia selalu dilayani, namun malam ini ia ingin melayani mereka.

Sesampainya di dapur, Feng Wu langsung menyingsingkan lengan bajunya dan mulai bergerak lincah. Para pelayan dapur yang sedang bersiap untuk memasak tertegun melihat sosok gadis muda itu.

"Nona Feng Wu? Apa yang Nona lakukan di sini?" tanya kepala pelayan dapur dengan bingung. "Ini bukan tempat bagi Nona. Biarkan kami yang menyiapkan makan malam."

Feng Wu tersenyum ramah. "Tidak apa-apa. Malam ini biarkan aku yang memasak untuk keluarga. Aku ingin memberi kejutan. Kalian boleh tetap di sini, tapi biarkan aku yang mengerjakannya."

Para pelayan saling berpandangan, merasa heran. Seorang putri bangsawan bahkan kini menjadi Tabib Khusus Istana, justru berdiri di dapur dan ingin memasak sendiri? Namun melihat ketegasan dan keramahan Feng Wu, mereka akhirnya mengangguk dan membiarkannya, tetap berdiri di pinggir untuk membantu jika diperlukan.

Feng Wu mulai bekerja. Dengan gerakan cekatan dan teratur, ia mengolah bahan-bahan yang tersedia.

"Siapkan daging sapinya, tolong cincang sampai halus" perintah Feng Wu pada para pelayan dapur.

Feng Wu hendak membuat bakso, karena di dapur ada daging sapi.

Setelah daging sapi itu selesai dihaluskan dengan cara dicincang lalu dibentuklah bulat-bulat sempurna, lalu direbus hingga mengapung. Kuahnya dibuat dari kaldu tulang yang dimasak lama dengan rempah-rempah rahasia, berwarna bening namun kaya rasa.

​

"Emmm, berhasil" kata Feng Wu.

Selanjutnya, Feng Wu akan membuat capjay

karena di dapur banyak aneka sayuran segar.

"Tolong potonglah sayuran yang sudah aku pilih ini, lalu cuci bersih sebersih mungkin" perintah Feng Wu pada pelayan dapur.

Selesai dibersihkan, ia segera menumis sayuran itu dengan api besar agar tetap renyah, dibumbui dengan kuah kental yang gurih dan beraroma harum.

​

Karena masih ada sisa daging, dan ada udang segar, pikiran Feng Wu langsung menuju ke dimsum.

"Selanjutnya, buatlah adonan tepung lalu buat adonannya setipis mungkin gunakan cetak bulat itu" kata Feng Wu yang memerintah para pelayan dapur.

Adonan kulit tipis yang di isi udang dan daging cincang itu dibumbui lezat, dikukus hingga transparan dan berkilau menggugah selera.

Aroma harum mulai memenuhi seluruh ruangan dapur, lalu menyebar hingga ke lorong-lorong rumah. Para pelayan yang tadinya hanya memperhatikan, kini semakin penasaran. Bau masakan itu begitu memikat harum, segar, dan membuat perut terasa lapar seketika.

Setelah semua masakan matang, Feng Wu mengangkat tutup panci. Uap panas mengepul membawa aroma yang semakin kuat. Kepala pelayan dapur tak tahan lagi, ia memberanikan diri meminta izin untuk mencicipi sedikit kuah bakso.

"Silakan coba," ucap Feng Wu tersenyum.

Pelayan itu menyendok sedikit kuah, lalu menyesapnya perlahan. Matanya membelalak seketika, tak kuasa menahan kekaguman.

"Wah...!" serunya tertahan. "Ini rasanya luar biasa! Kuahnya begitu gurih, segar, hangat di tenggorokan dan rasanya begitu sempurna, tak ada yang kurang, tak ada yang berlebihan. Ini masakan terenak yang pernah kurasakan seumur hidup!"

Pelayan lain pun segera ikut mencicipi capcay dan dimsum. Satu per satu mata mereka melebar, takjub hingga tak mampu berkata-kata.

"Nona, masakan ini namanya apa?" tanya salah seorang pelayan dengan mata berbinar antusias.

Feng Wu tersenyum tipis, lalu menjelaskan satu per satu dengan sabar. "Yang bulat kenyal ini namanya Bakso. Tumisan sayuran segar ini Capcay. Dan yang dikukus ini Dimsum."

Setelah semua masakan tersusun rapi di atas nampan-nampan indah, Feng Wu beserta para pelayan membawanya ke ruang makan besar. Aroma harum yang menggugah selera segera menyebar ke seluruh ruangan, memenuhi setiap sudut. Jenderal Wen dan keluarga yang sudah duduk menunggu pun serentak menoleh, tampak bingung dengan aroma masakan tersebut, aroma itu sama sekali bukan aroma masakan yang biasa mereka santap.

"Ini... aroma apa ini begitu harum?" gumam Paman Wen sambil menghirup udara dalam-dalam.

Feng Wu tersenyum lebar, meletakkan nampan terakhir di tengah meja makan yang panjang itu.

"Kakek, Paman, Bibi, Kakak Jin... malam ini aku memasak sendiri untuk kalian. Silakan dicicipi, ini makan malam buatanku."

Semua orang serentak terdiam, tertegun. Melihat hidangan yang tampilannya cantik dan aromanya begitu menggoda itu, hati mereka terasa hangat, dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan yang tak terlukiskan.

"Mari kita makan bersama," ucap Jenderal Wen pelan, matanya berkaca-kaca karena bahagia. "Malam ini adalah malam yang paling berharga di kediaman Wen."

Mereka pun mulai menyantap. Tak lama berselang, suara kekaguman terdengar satu per satu.

"Hmm... masakan apa ini? Rasanya luar biasa enak. Baru kali ini aku memakan masakan sedemikian rupa," ujar Paman Wen sambil kembali mengambil suapan berikutnya.

"Dan sayuran tumis ini... sungguh lezat. Aku sangat menyukainya. Ternyata Wu'er begitu pandai memasak," kata Bibi Yun sambil tersenyum puas.

"Dan ini... bentuknya seperti bakpao kecil, namun rasanya sungguh luar biasa enak!" tambah Wen Jin tak kalah kagum.

Jenderal Wen berhenti sejenak, menatap cucunya dengan tatapan lembut sekaligus heran. "Wu'er? Darimana kau mendapatkan resep sedemikian rupa? Sepertinya Kakek belum pernah mendengar masakan seperti ini sebelumnya."

Feng Wu tersenyum manis, menatap keluarga yang kini menerima dirinya dengan tulus.

"Oh, itu adalah resep buatanku sendiri, Kek. Kelak, jika sempat, aku ingin membuka kedai makan dan membagikan rasa ini kepada semua orang," jawabnya lembut namun penuh keyakinan.

1
jenny
jangan² pria selingkuhan selir Yu nih yang menebarkan racun atas usulan selir Yu
Dian Utami
feng Wu terlalu egois thor dan bertindak sesuka hati, giliran di perhatikan dia kesel
ummu syafanah
lanjut thor
jenny
semoga wen qi tersadar dan gak perlu marah² ke su meng
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please🙏Thor, thank you 🌹
jenny
permainan segera dimulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!