NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.15 Perbincangan di cafe

"Oh ya Lun, beberapa hari kemaren ibu angkat kamu datang ke tempat kerja kita dia marah-marah pada boss dan menuduh telah menyembunyikan kamu selama ini karena kamu tidak pulang ke rumahnya. Terus dia juga menuduh aku yang menyembunyikan kamu dan dia juga mengancam aku kalau sampai kamu tidak kembali dia akan mencari aku lagi dan membuat perhitungan dengan aku karena aku adalah orang yang paling dekat dengan kamu," ucap Susan sambil meletakkan jus alpukat yang barusan di minumnya itu ke meja.

"Maafkan aku ya Susan, aku sudah membuat kamu terlibat dalam masalah aku ini, aku memang tidak memberitahu mereka tentang keberadaanku selama ini dan aku tidak akan pernah memberitahukan hal ini pada mereka sebab kalau ayah dah ibu angkatku tahu kalau aku sudah menikah dengan pria yang kaya seperti Leon pasti mereka akan memeras aku terus-menerus," ucap Luna pada Susan.

Susan mengangguk-anggukkan kepalanya "Kamu benar Lun, sebaiknya kamu rahasiakan semuanya dari kedua orang tua angkat kamu yang gila harta itu," ucap Susan dengan kesal karena dia tahu kelakuan bejat kedua orang tua angkat Luna yang hanya menjadikan Luna sebagai sapi perah mereka sementara mereka hanya bermalas-malasan saja.

Setelah berbincang cukup lama akhirnya merekapun berniat untuk pulang, Luna dan Susan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari cafe itu "Aku tunggu kamu di sini Susan, sampai taxi yang kamu pesan datang," ucap Luna.

"Boleh," ucap Susan.

Dan di saat mereka berdua sedang berdiri di jalan depan cafe itu tiba-tiba saja datang sebuah mobil Van hitam yang berhenti di hadapan mereka, terlihat dua laki-laki bertubuh tinggi besar keluar dari dalam mobil itu dan dengan serta merta mendekati Luna dan mencengkeram lengan Luna dengan kuat.

"Kalian siapa!? Kalian mau ngapain!?" teriak Luna berusaha melepaskan diri dari cengkeraman dua laki-laki yang berbadan besar itu.

"Eh...kalian mau ngapain...!! lepaskan...lepaskan ....!!" teriak Susan sambil memukuli lengan laki-laki yang mencengkeram lengan Luna itu.

"Berisik, pergi sana!!" salah satu dari laki-laki itu mendorong tubuh Susan hingga tersungkur.

"Susan....!!" teriak Luna yang sudah di seret masuk ke dalam Van hitam itu oleh kedua laki-laki beringas itu.

"Luna...!!" teriak Susan yang masih bersimpuh di aspal jalanan itu "Luna, bagaimana ini....aku harus hubungi siapa ini ...," dengan tertatih Susan berusaha berdiri untuk mencari pertolongan tapi sialnya tidak ada seorang pun yang bisa dia temui untuk di mintai tolong, tiba-tiba mata Susan tertuju pada sebuah benda pipih yang tergeletak di pinggir jalan. Susan berjalan menghampiri benda pipih itu dan berjongkok memungut benda itu "Ini handphone Luna, aku harus segera hubungi Leon," ucap Susan tanpa ragu dan segera mengutak-atik handphone milik Luna itu tapi sayangnya handphone Luna butuh pasword untuk membukanya.

"Ya Tuhan....bagaimana ini...," Susan menggenggam handphone Luna sambil berjalan mondar-mandir kebingungan.

"Aku harus ke sekolah Pelita hati menemui Emily," ucap Susan yang kemudian bergegas berjalan menuju ke sekolah Emily meskipun kakinya terluka akibat tersungkur tadi.

Dan saat sudah tiba di depan sekolah taman kanak-kanak Pelita hati Susan berdiri di depan gerbang sekolah itu sambil menunggu jam pulang sekolah.

Dan bel pulang sekolah pun berbunyi anak-anak pada berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, Emily berlari dengan riang keluar dari dalam kelasnya. Dia berlari menuju ke ruang tunggu wali murid tapi sesampainya di sana Emily terkejut dia tidak melihat Luna ada di tempat itu "Mami Luna, mami Luna kemana...?"ucap Emily dengan wajah sedih dan hampir menangis kemudian Emily berjalan dengan lesu keluar dari sekolah itu.

Pengawal Leon yang di tugaskan untuk menjemput Emily sudah siap di samping mobil mewah keluarga Leon menunggu Emily keluar dari sekolah itu.

Pengawal itu terkejut saat melihat Emily yang keluar sendirian dari gerbang sekolah tanpa ada Luna di sampingnya, Buru-buru pengawal itu berlari menghampiri Emily dan bertanya padanya "Non Emily kok sendirian? Mami Luna kemana?" tanya pengawal itu panik melihat wajah sedih Emily.

Emily menggelengkan kepalanya sambil berkata "Emily tidak tahu, tadi pagi sebelum Emily masuk ke dalam kelas, mami Luna menunggu Emily di ruang tunggu sana tapi tadi pas Emily pulang cari mami Luna di sana sudah tidak ada," Emily menangis. Pengawal itu mencoba menenangkan Emily sambil berkata padanya "Non Emily tenang ya, kita cari lagi mami Luna di dalam sana, mungkin mami Luna masih ke kamar mandi atau...ke mana, yuk kita cari dulu," Pengawal itu menggandeng tangan Emily dan ketika mereka hendak beranjak dari tempat itu tiba-tiba Susan yang sedari tadi berdiri di dekat mereka dan menguping pembicaraan mereka menghadang langkah pengawal itu dan berkata padanya "Maaf, aku adalah sahabatnya Luna dan aku tahu keberadaan Luna saat ini," ucap Susan pada pengawal itu.

"Kamu tahu? Dimana Nyonya Luna?" tanya pengawal itu menatap Susan penuh selidik.

"Luna di culik oleh seseorang dan di bawa kabur oleh mereka, tadinya kami ngobrol di cafe dan saat kami keluar ada dua orang preman yang tiba-tiba saja menangkap Luna dan membawanya pergi entah kemana, aku berusaha menghubungi seseorang lewat handphonenya yang terjatuh tadi tapi tidak bisa karena kendala pasword, aku mohon tolong Luna dan selamatkan dia...," Susan memegang lengan pengawal itu berharap padanya.

Dan tanpa pikir panjang lagi pengawal itupun langsung menelepon Leon "Tuan, Nyonya Luna di culik," ucapnya pada Leon.

"Apa!!" Leon memukulkan tangannya ke atas meja kerjanya dengan geram, Kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruang kantornya, Leon berjalan dengan langkah memburu dan terlihat aura pembunuh yang sangat pekat di wajahnya membuat karyawan yang berpapasan dengannya merinding ketakutan.

Sesampainya di basement Leon masuk ke dalam mobilnya dan membanting dengan kasar pintu mobil itu lalu dengan kecepatan penuh dia pun melesat menyusuri jalanan untuk mencari keberadaan Luna.

...----------------...

Sementara itu dalam mobil Van itu Luna berteriak-teriak pada penjahat itu minta di lepaskan "Diam...!!!" bentak salah satu laki-laki yang duduk di sebelah temannya yang sedang mengemudi itu.

Mobil Van itu berhenti di depan rumah orang tua angkat Luna, kemudian dua laki-laki itu menarik lengan Luna dengan kasar dan menggiringnya masuk ke dalam rumah itu saat sudah tiba di depan pintu rumah yang sedang terbuka itu kedua laki-laki yang berbadan besar itupun mendorong tubuh Luna hingga tersungkur ke lantai ruang tamu.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!