Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Hari sudah berganti malam, indahnya kerlap kerlip lampu kota Jakarta membuat Acha ingin mengabadikan momen itu dengan berfoto. Acha si paling suka bikin konten itu mengajak Alina dan Fara untuk makan malam bersama di cafe. Kini, mereka bertiga sedang berada di sana. "Bestie! terima kasih banyak ya, sudah mau di ajak ke sini." Ucap Acha dengan menangkupkan kedua tangannya seraya tersenyum.
"Sama - sama, Bestie!" Jawab Fara, lalu memeluk Acha.
Alina tersenyum dan mengangguk.
Fara sedang sibuk memantau komentar dari followers-nya Acha yang sedang menonton live mereka. Sedangkan Alina sedikit menjauh karena ia tidak ingin tersorot oleh kamera.
"Eh, ada yang komen!" Ucap Fara dengan nada tinggi.
Acha masih sibuk menikmati mie ayam.
"Komen apa emangnya, Dek?" tanya Alina.
"Bentar lagi tahun baru, pas liburan jangan lupa live ya, katanya gitu." Jawab Fara.
Acha mengambil handphone-nya yang di pegang oleh Fara.
"Oke, guys! di tunggu ya." Ucap Acha seraya melambai - lambaikan tangannya ke arah kamera.
"Eh, sekalian aja nggak sih, kita bahas sekarang untuk rencana liburannya? atau nanti aja melalui chat grup?" kata Alina.
"Mending sekarang, sih. Kalau Bayu sama Kevin kita video call mereka aja," Jawab Acha.
Alina terdiam.
"Hmmm, gini aja deh. Acha kabarin Kevin, tanyain keadaan dia sekarang gimana gitu. Terus, Fara kabarin Bayu, tanyain dia bisa video call sekarang nggak."
Acha menggembungkan pipinya. Fara yang mengerti maksud dari sikap Acha, ia pun tertawa.
"Oh iya, lagi live kan. Ya udah, pake handphone Adek aja. Kakak nggak bisa karena habis baterai."
"Asyiiiik, terima kasih atas pengertiannya, Wahai Bu Bos!" Ucap Acha dengan riang.
"Iyaaa."
"Kebetulan aku bawa power bank. Ini kak, pake aja punya aku."
Alina mengambil power bank yang di sodorkan oleh Fara.
Fara membuka handphone-nya.
"Kabarin siapa dulu ya, Kak Bayu atau Kak Kevin dulu," batin Fara.
Akhirnya, Fara memutuskan untuk mengabari Bayu terlebih dahulu.
Kak Bayu
Kakak, bisa video call sekarang nggak?
aku sama kak Alina dan Kak Acha lagi mau bahas untuk rencana liburan nanti.
Fara sudah mengirim pesan tersebut kepada Bayu. Beberapa detik kemudian, sudah ada notifikasi balasan chat dari Bayu.
Ting!
Kak Bayu
Kakak lagi di klinik, Dek. Nganter kak Kevin berobat. Lagi penuh banget ini, nunggu antrian. Kalian yang cewek - cewek atur aja dulu ya, kakak ikut keputusan kalian.
Fara pun memberitahukan hal tersebut kepada Acha dan Alina.
"Kakak, Kak Bayu nggak bisa video call sekarang, karena lagi di klinik," kata Fara.
"Hah, sakit apa dia?" tanya Alina dengan raut wajah sangat cemas.
Acha yang sedang makan mie ayam pun seketika berhenti. Ia berkata, "Serius? Padahal tadi dia kelihatan baik - baik aja, waktu lagi kerja."
Fara menoleh ke arah Alina.
"Masih mengantri kak, belum di periksa oleh dokter. Kita tunggu aja dulu satu jam lagi, lalu telepon Kak Bayu. Cieee... Ada yang khawatir nih. Yang sakit bukan Kak Bayu, tapi Kak Kevin. Kak Bayu cuma nemenin aja," goda Fara.
Acha menutup mulut dengan kedua tangan, ia berusaha menyembunyikan tawanya dari Alina.
"Apa sih, Dek. Cuma rekan kerja aja, Kakak dadakan kamu itu, nggak ada hubungan apapun dengan kakak selain rekan kerja."
"Itu kan, cuma kata Kakak aja. Emangnya Kak Alina tahu bagaimana perasaan Kak Bayu terhadap Kakak?" tanya Fara.
Alina mengelus pundak Fara dan berbicara dengan nada lemah lembut, ingin rasanya Alina mencubit pipi Fara karena sangat gemas dengan tingkah teman yang satunya itu.
"Faraaaa.... cukup ya, kita langsung bahas aja sekarang, rencana mengenai liburan itu. Sambil nunggu kabar mengenai Kevin satu jam lagi."
"Hehehe, Oke."
1 jam kemudian....
"Oke, rencana untuk liburan berarti kedua tempat. Lalu, nanti kita adakan camping juga. Untuk berangkat pagi sedangkan pulangnya sore, karena cuacanya lebih adem juga, jadi nggak panas. Kalau seragam team Vin Books, kurang lebih 2 minggu kayaknya bakalan selesai. Tadinya mau berangkat bareng Kevin ke tukang jahitnya, tapi dia lagi sakit. Besok temenin aku ke sana ya, bisa nggak Dek?"
"Oke, kak!" jawab Fara dengan mengacungkan jempol tangannya.
"Hmm, apa lagi ya?" lirih Alina.
Tiba - tiba, Bayu menelepon Fara dan menanyakan keberadaannya.
"Halo, lagi dimana kamu?!" Bentak Bayu.
"Masih di Cafe, sama Kak Alina dan Kak Acha. Kakak sekarang masih di klinik?"
"Lagi di jalan, bareng Kak Kevin juga. Bentar lagi nyampe rumah."
Acha memberikan isyarat kepada Fara untuk menanyakan Keadaan Kevin.
"Oh iya, Kak Kevin sakit apa kak?" tanya Fara.
"Dia demam. Kamu jangan lupa pulang Dek. Cepat pulang, ya!"
Belum juga Fara menjawab, Bayu sudah menutup teleponnya lebih dulu.
"Hahaha, di marahin Bayu berasa denger kamu lagi di marahin sama Papa, Dek." Ucap Acha seraya merapikan tas dan memasukkan buku catatan miliknya.
Fara mendengus kesal.
"Ini dek, terima kasih." Ucap Alina seraya menyodorkan power bank.
Fara mengangguk dan menerimanya.
"Guys, kapan - kapan kita lanjut lagi live nya, ya. Bye, selamat tidur semua!" ucap Acha dengan riang, lalu menghentikan live-nya.
"Ayo, sebelum dia menelepon lagi kita harus cepat - cepat pulang." Kata Alina membuat Fara seketika ikut membereskan alat tulis dan bukunya.
...----------------...
Sementara itu, di rumah Sarina malam ini sangat terasa ramai. Luthfi yang biasanya pulang malam atau bahkan pergi pagi pulang pagi, saat ini ia sedang menikmati waktunya bersama Sarina dan Maira. Selain itu, Bi Tuti juga ikut serta merasakan kebahagiaan mereka. Setelah pulang dari Cafe tadi siang, Luthfi mengajak Sarina untuk pergi ke mall membelikan Maira beberapa mainan baru, seperti boneka, buku gambar dan pensil warna. Selain mainan, Luthfi juga membelikan Maira buku dongeng. Sesampainya di rumah, Maira sangat senang mendapatkan semua itu. Ia mengajak Luthfi untuk mewarnai bersama, tetapi justru Sarina melarang karena sudah waktunya untuk makan malam. Maira sempat menolak, tetapi berhasil menurut juga karena Luthfi memberitahukan Maira bahwa ia telah membelikan makanan kesukaannya.
Setelah makan dan mewarnai, Maira tampak kelelahan dan mengantuk. Sarina akan menggendong Maira dan membawanya ke kamar. Namun, Luthfi berkata, "Biar aku saja dan kamu tolong ambilkan buku dongeng yang kita beli tadi, ya."
Luthfi menggendong Maira.
"Bunda, kejar aku!" ujar Maira yang sudah di bawa lari oleh Luthfi. Sarina tersenyum melihat kebersamaan suami dan anaknya yang jarang dia lihat.
"Ayo, Nyonya." Ucap Bi Tuti seraya mengelus pundak Sarina.
Sarina pun mengejar Maira dengan membawa buku dongeng yang di pegangnya.
Bi Tuti pun ikut terharu, matanya berkaca - kaca. Ia senang sekali, bisa melihat kebersamaan dalam keluarga itu.
Bersambung....