NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku mencoba kuat

Aku hampir ikut terlelap di samping Aldi. Rasa lelah yang menyerang tubuh membuatku sangat mengantuk.

Aku memandang Aldi yang masih terjaga menonton tv. Lalu Aira yang tetap asik bermain dengan bonekanya.

Ingin sekali rasanya memejamkan kedua mataku , meskipun hanya beberapa menit saja.

terdengar suara Aira memanggilku.

"Mama, ada telepon." Ucap Aira sambil menyodorkan ponsel kepadaku.

Aku segera meraihnya dan melihat layar ponsel , ternyata Mas Rama yang menelepon.

"Assalamualaikum, Mas. Ada apa?" Tanya ku.

"Yang, tolong belikan kau paket data, ya. Paket dataku habis. Aku tidak bisa membelinya sendiri karena rapat ku belum selesai. Kamu belikan sekarang, ya." Ucap nya terdengar terburu-buru.

Aku terdiam sebentar. Aku ingin mengatakan jika aku sedang menjaga Aldi yang sedang sakit dan tidak bisa meninggalkannya. Namun, sebelum aku sempat menjawab, Mas Rama lebih dulu berkata.

"Cepat ya yang, aku tunggu." Katanya.

Aku menghela napas pelan. Mau tidak mau aku harus segera membelikannya.

"Baik, Mas. Aku akan segera membelikannya ke konter dekat rumah." Ucapku.

Sambungan telepon langsung terputus. Tanpa ada ucapan apapun lagi dari Mas Rama.

Aku menoleh ke arah Aldi dan juga Aira.

"Sayang, Mama pergi keluar sebentar, ya. Papa barusan telepon minta di belikan paketan. Abang sama Adik tunggu dirumah, ya. Mama cuma sebentar keluarnya." Ucap ku kepada kedua anakku.

Kedua anak ku mengangguk polos. Kemudian aku segera bangkit. Aku mengambil jilbab yang tergantung di dekat pintu lalu memakainya. Aku mengenakan jilbab sekenanya, tanpa bercermin atau pun berdandan. Yang terpenting saat ini adalah aku harus cepat membelikan paket data untuk Mas Rama.

Aku pun keluar rumah, tak lupa menutup pintu kembali rapat-rapat ,karena kedua anak ku berada dirumah tanpa ada yang menjaganya. Untung saja di dekat rumah ada konter jadi hanya berjalan kaki beberapa menit saja sudah sampai. Langkahku kupercepat supaya segera sampai. Pikiranku tidak tenang jika meninggalkan kedua anak ku dirumah. Dan juga memikirkan Mas Rama yang pasti sudah menunggu paket datanya masuk.

Apapun yang di butuhkan suamiku, aku harus siap melayaninya. Kalau tidak ia pasti akan kesal dan marah. Bahkan saat tubuhku membutuhkan istirahat, aku tetap harus bangkit dan menuruti perintahnya. Apapun yang diminta aku harus melakukannya.

Kadang aku merasa benar-benar lelah, merasa tak sanggup. Tapi aku menyadari, mungkin inilah tugas seorang istri yang menginginkan surga. Setidaknya, itulah yang aku percayai hingga saat ini.

Tak kurang dari 5 menit, aku telah sampai di konter. Bersyukur karena tidak tutup.

"Mbak, Saya mau beli paket data untuk nomer ini." Ucap ku kepada penjual.

"Silahkan, di tulis disini kak nomornya." Jawab penjaga konter tersebut sambil menunjuk sebuah buku.

Lalu segera aku menuliskan nomor Mas Rama di buku tersebut.

Saat aku sedang menulis nomor. Tiba-tiba ponselku berdering. Mas Rama memanggil lagi. Segera ku angkat.

"kenapa paket nya belum masuk, kamu udah beli apa belum, yang?" Ucap Mas Rama terdengar kesal.

"Ini aku lagi di konter, Mas. Sebentar lagi paket data nya pasti masuk." Jawab ku pelan.

Mas Rama langsung menutup teleponnya begitu saja.

Setelah selesai, dan di pastikan paket data nya sudah masuk. Aku segera bergegas pulang kerumah. Karena pasti Aldi dan Aira sudah menungguku.

Di sepanjang perjalanan pulang, tiba-tiba perasaan aneh muncul. Entah perasaan apa.

Tapi yang jelas bukan perasaan marah, bukan perasaan kecewa. Tapi lebih perasaan lelah yang aku rasakan. Lelah menjadi sesorang yang harus selalu siap, tanpa di hargai dan di pahami. aku merasa seakan akan semua beban tertimpa padaku tanpa ada timbal balik.

Selama pernikahan aku selalu memberikan banyak hal yang baik untuk keluarga kecilku , terutama untuk suamiku. Waktu, perhatian, tenaga, cinta, kasih sayang. Semua seluruh raga aku berikan untuk rumah tanggaku. Berharap keluarga kecilku ini akan selalu utuh hingga akhir hayat.

Aku menarik napas panjang dan berjalan menunduk kembali menuju rumah.

Sesampainya dirumah setelah dari konter. Aku membuka pintu perlahan.

"Assalamualaikum..," Kata ku mengucapkan salam.

Namun tidak ada jawaban. Suasana rumah sunyi sekali, tidak terdengar suara ocehan Aira. Aku segera melangkah menuju kamar anak ku.

Begitu membuka pintu kamar, ternyata kedua anak ku sudah tertidur lelap. Terlihat Aldi tidur sambil memeluk guling, sedangkan sang Adik memeluk boneka kesayangannya.

Aku tersenyum tipis. perasaan khawatir yang sejak tadi aku rasakan seketika menghilang. Aku berjalan mendekat. Mengusap lembut kepala Aldi, lalu beralih membelai lembut kepala Aira.

"Anak-anak Mama. Terimakasih sudah menjadi anak yang baik dan nurut sama orang tua." Ucap ku lirih, tak terasa air mataku menetes.

Mereka berdua adalah kekuatanku. Setiap kali aku merasa lelah, melihat wajah mereka semangatku kembali bangkit.

Mungkin pernikahan memang tak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun, aku tidak pernah menyesal memiliki mereka. Anugerah yang begitu sangat berharga bagiku.

Aku mencium kening anak ku secara bergantian. Lalu perlahan berdiri agar tidak membangunkan mereka.

Aku melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu siang. Seketika aku langsung teringat ,kalau aku belum sholat zuhur. Aku segera melepas jilbab dan segera bergegas kekamar mandi untuk mengambil air wudhu.

Setelah berwudu. Kupakai mukenaku dan menggelar sajadahku. Kulakukan sholat dengan kusyuk.

Setelah selesai sholat, kupanjatkan doa-doa untuk keluarga ku. Tak lupa untuk diriku sendiri, yaitu kekuatan.

"Ya Allah...kuatkan aku." Gumamku.

Kalimat sederhana itulah yang ku panjatkan untuk diriku sendiri. Aku ingin kuat untuk suamiku, aku ingin kuat untuk anak-anak ku, aku ingin kuat untuk keutuhan rumah tangga ku.

Aku ingin keluargaku baik-baik saja. Aku ingin anak-anak ku tumbuh dengan bahagia dan cinta kasih yang utuh.

Setelah selesai memanjatkan doa. Aku melipat mukenaku dan menyimpannya.

Aku kembali kedapur. Karena disana masih berantakan. Sebagian piring bekas sarapan tadi pagi belum sempat aku bereskan semuanya. Dan beberapa peralatan memasak masih berserakan di atas meja dan kompor.

Aku menghela napas sejenak. Lalu mulai membereskannya satu persatu. Semua piring dan wadah kotor aku cuci bersih. Meja dan kompor aku lap. Lantai aku sapu bersih dan mengepelnya.

Setelah dapur sudah terlihat rapi. Aku berganti ke belanjaan yang tadi pagi aku beli. Aku mengeluarkannya satu persatu. Sayuran aku cuci bersih. Setelah itu aku susun rapi ke dalam kulkas untuk stok makanan beberapa hari kedepan.

Setelah semuanya benar-benar beres dan rapi, aku berdiri di tengah dapur, melihat sekeliling sambil menghela napas panjang.

"Alhamdulillah, sudah rapi." Gumamku pelan.

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Setelah seharian melakukan aktivitas , baru terasa badanku sangat lelah. Aku memutuskan untuk mengistirahat kan badanku sejenak dengan tidur.

Aku melangkah menuju kamar kedua anak ku. Kemudian aku membaringkan tubuhku di samping Aldi. Karena lelahnya tubuhku tak butuh waktu lama , aku langsung tertidur lelap. Sejenak mengistirahat kan badanku yang dari pagi sudah terkuras tenaganya. Berharap setelah bangun nanti kembali segar lagi.

...****************...

Terimakasih sudah membaca..

Jangan lupa follow ya 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!