NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Cinta Terlarang Putri Raja Dan Anak Penempa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cintapertama / Fantasi
Popularitas:713
Nilai: 5
Nama Author: Ayyasy Asy-Syaif

Di sebuah kerajaan yang megah dan disegani, hiduplah Celestia, putri bungsu Raja David. Sebagai anak ketiga sekaligus putri terakhir dari tiga bersaudara, Celestia selalu hidup dalam kemewahan dan aturan kerajaan yang ketat. Berbeda dengan kedua kakaknya yang telah terbiasa dengan kehidupan istana, Celestia diam-diam mendambakan kehidupan bebas tanpa harus selalu memikirkan statusnya sebagai seorang putri.

Di sisi lain kerajaan, hiduplah seorang pemuda yatim piatu bernama Zass. Sejak kecil ia hidup seorang diri dan bekerja sebagai anak penempa pedang. Walaupun berasal dari kalangan rakyat biasa dan hidup sederhana, Zass memiliki keahlian luar biasa dalam menempa pedang. Ia tidak memiliki keluarga ataupun gelar bangsawan, tetapi ia memiliki tekad untuk menjadi seorang penempa pedang terbaik.

Takdir memperte

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Pertama dan Langkah Baru

Matahari sore mulai bergeser ke ufuk barat, memancarkan warna jingga keemasan yang hangat menyelimuti jalanan batu Kerajaan Molten. Lima anggota party—Zass, Ryu, Ken, Okta, dan Kayla—berjalan berdampingan menuju Bar Gurun Perbatasan. Langkah kaki mereka terasa jauh lebih ringan dibandingkan saat berangkat tadi. Rasa lelah di tubuh seolah-olah terbayarkan oleh keberhasilan misi pertama mereka yang berjalan tanpa hambatan berarti.

Di genggaman tangan Ken, sebuah kantong kain berserat tebal berukuran sedang berdenting halus setiap kali ia melangkah. Kantong itu berisi koin-koin tembaga dan perak hasil imbalan resmi yang baru saja mereka cairkan dari kantor balai kota atas pembersihan Lembah Jurang Merah.

Kring!

Lonceng pintu bar berdenting nyaring saat Ryu mendorong pintu kayu tebal tersebut. Suasana di dalam bar masih sepi, sama seperti saat mereka tinggalkan tadi siang. Robert tampak berdiri tenang di balik meja bar, sedang membersihkan permukaan kayu jati dengan kain lap kusam. Pria tua itu mengangkat pandangannya, menatap satu per satu anggota party-nya yang baru saja kembali.

"Kami pulang, Ketua!" seru Kayla dengan antusiasme yang membubung tinggi seraya melompat kecil mendekati meja bar.

Ken melangkah maju dan dengan bangga meletakkan kantong kain berukuran sedang itu di atas meja jati tepat di hadapan Robert. Suara dentingan koin-koin di dalamnya terdengar begitu renyah di tengah ruangan yang hening.

"Hasil imbalan misi pembersihan Lava Golem di Lembah Jurang Merah," ujar Ken dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya. "Hasilnya tidak terlalu buruk untuk misi tingkat B di kerajaan ini."

Robert memandangi kantong koin itu sejenak, lalu beralih menatap Zass yang berdiri agak di belakang, memegangi gagang pedangnya. Pria tua itu mengamati raut wajah Zass—tidak ada luka parah, hanya sedikit debu dan peluh yang membasahi pakaian pemuda itu.

"Bagaimana dengan Zass?" tanya Robert pendek namun penuh makna.

Okta terkekeh keras sambil merangkul pundak Zass, membuat pemuda 17 tahun itu sedikit terkejut. "Tanya bagaimana dengannya? Pria muda ini memotong pimpinan Lava Golem raksasa hanya dalam satu tebasan, Paman! Petir Ungu miliknya benar-benar gila! Kulit batu tebal itu terbelah seperti memotong roti hangat!"

Ryu dan Kayla mengangguk cepat, membenarkan perkataan Okta. Robert yang mendengar hal tersebut tersenyum tipis, sebuah binar kebanggaan terpancar jelas dari matanya yang mulai berkerut. Pria tua itu meraih kantong koin di atas meja, membukanya, lalu menuangkan seluruh koin perak dan tembaga itu ke atas meja.

"Kerja bagus untuk kalian semua," tutur Robert dengan suara beratnya yang hangat. "Meskipun imbalan di Kerajaan Molten tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerajaan kaya lainnya, setiap koin ini adalah bukti dari kerja keras dan kerja sama tim kalian."

Robert kemudian membagi koin-koin tersebut menjadi beberapa bagian. Sebagian ia sisihkan ke dalam kotak kas kayu untuk biaya perbaikan dinding bar yang retak kemarin, sedangkan sisanya ia bagikan merata kepada seluruh anggota, termasuk Zass.

Zass menatap tumpukan koin perak yang disodorkan Robert ke hadapannya. Ini adalah pertama kalinya setelah bertahun-tahun ia menerima bagian hasil kerja keras sebagai anggota sebuah tim, bukan sekadar upah serabutan yang ia dapatkan dengan tatapan dingin dari orang-orang asing.

"Ambillah, Zass," kata Robert lembut. "Ini adalah bagianmu. Kau adalah anggota resmi party ini sekarang."

Zass menerima koin-koin itu dengan jemari yang sedikit gemetar. Ia memasukkannya ke dalam kantong kecil di pinggangnya, lalu menatap Robert dan teman-temannya satu per satu. "Terima kasih... Paman, semuanya."

"Nah! Karena misi pertama kita sukses besar dan kita dapat uang, bagaimana kalau malam ini kita makan enak?" usul Kayla seraya menepuk tangannya girang. "Ryu yang masak!"

"Kenapa harus aku lagi?" protes Ryu berpura-pura kesal, meski wajahnya tetap tersenyum. "Tapi ya sudahlah, demi menyambut keberhasilan Zass, aku akan masak sup daging spesial malam ini."

Sorak gembira kembali pecah di dalam bar tua itu. Suasana hangat yang tercipta malam itu benar-benar mengikis sisa-sisa rasa dingin yang selama ini mengendap di dalam jiwa Zass. Saat menikmati sup hangat bersama di tengah tawa canda para kru, Zass sadar bahwa dirinya telah menemukan keluarga baru yang siap berdiri bersamanya.

Beberapa minggu berlalu dengan cepat. Kehidupan di Bar Gurun Perbatasan berjalan dengan rima yang makin teratur. Setiap kali ada misi dari balai kota Kerajaan Molten, party mereka selalu menyelesaikannya dengan efisiensi yang luar biasa. Kombinasi serangan berkecepatan tinggi dari Ken, eksekusi tak terduga Ryu, pertahanan kokoh Okta, daya ledak Kayla, serta tebasan pemungkas dari Petir Ungu Zass membuat reputasi mereka sebagai party ber-Tier SSS makin tak tergoyahkan, meski mereka tetap hidup dalam kesederhanaan.

Setiap malam setelah bar ditutup, Zass selalu melatih penguasaan Petir Ungunya di halaman belakang bersama Robert. Pria tua itu mengajarinya cara mengalirkan energi petir secara lebih efisien tanpa menguras stamina secara berlebihan, serta cara memadukan energi petir ke dalam teknik pedang dasar yang diajarkan oleh almarhum ayahnya dulu.

Di usianya yang makin matang, kemampuan bertarung Zass meningkat pesat. Tatapan matanya tidak lagi dingin meratapi nasib, melainkan tajam, fokus, dan dipenuhi oleh tekad yang tak tergoyahkan.

Pada suatu sore yang tenang, saat Zass sedang membersihkan pedang peninggalan ayahnya di meja bar, Robert melangkah mendekat dan mendudukkan diri di hadapan pemuda itu. Pria tua itu memperhatikan liontin belah ketupat ungu yang tergantung di leher Zass.

"Penguasaan Petir Ungumu makin stabil, Zass," puji Robert pelan.

"Ini semua berkat bimbinganmu dan bantuan yang lain, Paman," jawab Zass jujur seraya menyarungkan pedangnya kembali.

Robert mengangguk-angguk kecil, lalu terdiam sejenak. Pandangannya menerobos jauh ke luar jendela bar, menatap hamparan padang pasir dan pegunungan di kejauhan.

"Zass," panggil Robert dengan nada yang mendadak serius. "Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu."

Zass menegakkan tubuhnya, merasakan perubahan emosi pada nada suara pria tua di hadapannya. "Ada apa, Paman?"

"Perjalananmu tidak boleh berhenti hanya di bar kecil ini," ujar Robert mantap. "Kerajaan Molten dan bar ini adalah tempatmu tumbuh dan menemukan kembali dirimu. Tapi kau punya takdir yang jauh lebih besar di luar sana. Kau adalah putra dari Lion, pemilik Petir Ungu Legendaris. Suatu hari nanti, dunia akan memanggilmu."

Zass menggenggam liontin ungu di dadanya. Di dalam benaknya, sebuah ingatan tua yang selalu ia simpan rapat-rapat kembali membayang—bayangan wajah cantik Putri Celestia yang menangis di balik gerbang besi, serta sosok Raja David yang membuangnya dengan penuh hinaan.

"Aku tahu, Paman," bisik Zass dengan suara rendah namun berbobot. "Aku tidak pernah melupakan janji yang kubuat di malam saat aku diusir dari Kerajaan Imperial. Suatu hari nanti, aku akan kembali ke sana."

Robert tersenyum penuh arti, memegang bahu tegap Zass dengan mantap. "Bagus. Jangan pernah padamkan api itu. Kembangkan terus kekuatanmu bersama party ini. Saat waktunya tiba, kau tidak akan lagi berdiri di hadapan mereka sebagai anak penempa besi yang lemah, melainkan sebagai seorang kesatria legendaris yang tak bisa dihentikan oleh siapa pun."

Zass mengangguk pelan. Tatapan matanya berkilat menatap lurus ke depan. Bersama party petualang yang ia miliki sekarang, dan kekuatan Petir Ungu yang makin menyatu di dalam jiwanya, Zass siap menyongsong takdir apa pun yang menunggunya di masa depan.

1
Guzzie
next
Guzzie
lanjut
Guzzie
💪💪💪
Guzzie
keren
Ayyasying
TIDAKKKKK CELESTIAAA!!!
Ayyasying
lah! tiba-tiba berubah pikiran nih orang?
Ayyasying
ga ekspet ternyata temen bapaknya
Ayyasying
bau bau adventure nih
Ayyasying
celestia mimpin perang? terkejut aku wak
Ayyasying
kapan romance nya bg
Ayyasying
akhirnya ketemu arwah bapaknya
Ayyasying
segala di puyengin Ama labirin
Ayyasying
🔥🔥🔥🔥
Ayyasying
update terus bang. resep bet ceritanya
Ayyasying
rasain lu David! malu malu sonoh
Ayyasying
apakah zass bakalan sama celestia lagi?
Ayyasying
si bro pake nama samaran euy
Ayyasying
woy lah! hampir aja itu!
Ayyasying
semangat zass!!!🔥🔥🔥
Ayyasying
zass kuat kuat ya😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!