Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 15 bertemu Lilis
Kami pulang, dapat sayur pakis lumayan buat makan malam nanti, dan aku khusus ambil yang muda tiba tiba ada wanita cantik mendatangi kami
" Ih bi Rahayu cari apa di hutan, nggak kuat beli ya jadi mencari yang gratis" kata wanita itu cantik sih tapi mulutnya pedas
" eh kamu Lis ngapain kamu di kebun Bu fatima" tanya bi Rahayu
" mencari mas Arya bi aku kangen ingin bertemu" jawab Lilis
" den Arya sudah punya istri nggak usah di cari lagian kan kamu sudah nikah sama fajar PNS itu" kata bi Rahayu
" Itu kah! Isti bang Arya, jelek, dekil, cantik kan juga aku" jawab Lilis
" kamu cantik tapi murahan kamu hitung sudah berapa lelaki yang bawa kamu, ingat kamu yang meningalkan den Arya" Kata bi Rahayu
Tiba tiba Lilis marah dan menampar bi Rahayu " plak"
" eh pembantu tua kamu jangan ikut campur urusan ku sama Arya kamu cuma pembantu ku hajar kamu," kata Lilis
Mereka sama sama pasang kuda kuda dan saling menyerang ternyata bi Rahayu bisa silat juga, ku taruh bawaanku di bawah, aku juga pasang kuda kuda bi Rahayu kalah tenaga biar ku bantu, bi Rahayu sudah tak kuat berdiri sekarang Lilis menyerang aku lumayan juga ilmu bela dirinya kayaknya di atas ku.
Kami saling menyerang seperti seorang pendekar yang tanding dengan kekuatan dan ilmu masing masing, bi Rahayu teriak meminta tolong dan muncul pak Samsul, kami yang saling emosi dan bermusuhan nggak bisa di kendalikan, tetap bertarung, bahkan pak Samsul kena tonjokan Lilis,tapi Lilis berhasil di kalahkan dan dia dipegang pak Samsul, aku yang sudah bonyok,nggak terima, ku tonjok saja beberapa kali saat Lilis di pegang pak Samsul yah aku curang, biar saja yang penting menang dan pak Samsul mengedipkan matanya pada ku.
" Ada apa ini kalian kok bonyok semua " tanya mas Arya sedang kan bi Rahayu nggak kuat berdiri, kemudian mas Arya mendekati
" Dek Nadia ayo kita tolong bi Rahayu dulu, dia tenaga nya habis" kata dia
" Aku juga nggak kuat mas, aku kalah tanding dengan mantan pacarmu kami di serang" kataku lemas
Para pemetik kopi,menolong aku dan bi Rahayu Lilis di pegangi pak samsul kemudian di ikat,pak Samsul mengendong bi Rahayu, mas Arya mengendongku ,Lilis di angkat orang tiga para pemetik kopi, karena dia masih berulah, kami naik di mobil pick up Mas arya memangku aku dan bi Rahayu sedangkan pak Samsul memegangi Lilis dia mau berontak ingin lepas.
kami sampai di puskesmas bi Rahayu yang sudah lemas di bawa dulu dengan brangkar kemudian mas Arya mengendong ku dan Lilis sudah di jinakkan dia di suruh jalan sama pak Samsul.
Mama Fatima datang dia melihat bi Rahayu masih di infus dan di obati lukanya, aku juga di obati luka ku kalau Lilis hanya bonyok sedikit, Mama Fatima diam tapi auranya sangat mematikan
" Arya kamu nggak bisa jaga istri dan bibi mu Sampai seperti itu" kata mama marah sama mas Arya
" Jangan marah ma, si Lilis menyerang bi Rahayu, saya hanya membela tapi di hajar juga sama dia dan aku kalah ma " jawabku
" Tapi kamu curang,kau tonjok aku saat aku sudah di pegangi pak Samsul" kata Lilis dengan wajah ganas
" iya dong masa aku saja yang sakit kamu juga harus merasakan tonjokankan ku dong" jawab ku,
"sudah dek jangan ladeni orang sinting "kata mas Arya sambil meniup luka ku
" Istriku dan bi Rahayu sudah perjalanan pulang, Arya melanjutkan petik kopi tiba tiba ada yng bilang bi Rahayu di hajar sama gadis sinting itu"jawab mas Arya.
Bi Rahayu hanya mengangguk anguk karena bibirnya monyong tadi kena bogem mentah dari Lilis
" Lilis bertengkar sama bi Rahayu karena dia ingin menemui mas Arya lagi,dan dia bilang istrinya jelek nggak pantes buat mas Arya jadi siap merebut kembali, bi rahayu marah karena Lilis sudah sering di bawa lelaki lain, masak masih mau ngejar mas Arya lagi, jadi bi Rahayu di serang" Jawaku menjelaskan dan hadapan banyak orang
" Kamu membela bibi tapi kamu kalah" tanya mama Fatima aku menganguk
" Bibi kok bisa kalah?" tanya mama aneh
" bibi sudah tua neng tulangnya sudah rapuh" jawab bibi
" Nadia kok bisa kalah?" tanya mama
" Iya ma semalam kan kerja keras, manjain anak mama jadi sekarang dia lemas, coba kalau dia fit, dekor dan tenda saja habis sama dia" jawab mas Arya asal
Semua tertawa kecuali Lilis dia manyun tapi nggak bisa berbuat apa apa, tak lama dia jemput sama bapaknya
" kamu itu sudah punya suami saja masih sulit di kendalikan orang tua, kamu hajar orang nggak ada sopan santunnya ayo pulang saja jangan bikin gara gara" kata seorang yang usianya sama dengan bi Rahayu.
Mereka pulang tanpa pamit mungkin malu sama kami sekarang kami menunggu bi Rahayu saja sampai infusnya habis
" Nadia sudah kuat, kalian pulang biar bi Rahayu mama yang menunggu di sini, pak Samsul juga pulang ya waktunya makan siang" saran mama Fatima
" Ayo dek kita pulang kamu bisa istirahat di rumah" kata mas Arya kemudian aku di gendong di punggungnya dan di masukan mobil kemudian dia mengemudi dan aku duduk di samping mas Arya,pak Samsul duduk di belakang dalam perjalanan pulang mereka tertawa terbahak bahak.
" kenapa kalian tertawa tadi pada diam?" tanyaku penasaran
" kami takut sama ndoro, jurangan, ketua, karena kami tak bisa menjaga kamu dan bi Rahayu kesayangan ndoro pasti nanti ceramahnya berlanjut" kata pak Samsul
" ilmu karate nya hebat dia, aku lho kalah bi Rahayu juga hebat tapi sudah tua jadi ada asam urat" jawabku
" Itu murid terbaiknya ndoro ketua,nduk! yang bisa mengalahkan cuma den Arya" kata pak Samsul
" pak Samsul bisa mengalahkan tadi" kata ku
" Bukan mengalahkan, tapi tadi bapak membantu kamu memegangi dia biar kamu bisa balas dendam" kata pak Samsul sambil terkekeh
" Tapi istri aden hebat dia mengerti kode mataku kemudian dia menghajar Lilis jadi lilis juga bonyok" kata pak samsul sambil terkekeh
Sampai dirumah bi Rina dan suaminya menyambut kami
" bi di mobil ada wadah kosong bekas tempat sarapan kami dan ada sayur pakis tadi aku cari bibi ambil ya" kata ku
" Iya neng itu, pakisnya si masak apa?" tanya bi Rina
" Di tumis saja bi pasti enak" jawabku
" den Abang kembali ke gudang lihat hasil petik kopi yang tadi" kata pak Samsul kepada mas Arya
Aku di gendong sama mas Arya di bawa ke kamar kemudian di tidurkan ke sofa dia keluar mengambil air hangat untuk mandi seko, dia membuka semua bajuku dan memeriksa yang lebam di tubuhku aku meringis kesakitan.
Mas Arya mengambil handuk kecil dan mengambil air hangat kemudian di peras dan di usapkan ke tubuhku pelan pelan kerana sakit semua kemudian mengolesi salep ke badan ku yang lebam,
" Ganti celana dalam dan bra nya di sini atau di kamar mandi" tanya dia
" Di kamar mandi mas aku mau pipis sekalian" kata ku. Aku masuk kemar mandi aku pipis kemudian mas Arya keluar dan masuk lagi ke kamar mandi dengan membawa celana dalam dan bra gambar loopi dia masih bercanda padahal istrinya dalam keadaan KO
" lucu dek mama beli di mana ya" kata mas Arya sambil terkekeh
Mas Arya memakaikan bra dan celana dalam ku sambil memeriksa lebamku dan meremas pepaya ku
" Jangan minta jatah sekarang loopi, kan aku baru saja KO" kata ku
" Nggak dek, sini mas pakaikan dasternya dan kamu bisa istirahat" kata dia dan aku pun nurut kemudian bi Rina mengetuk pintu kamarku, memberikan bubur dan obat yang tadi di beri oleh puskemas, kemudian dia mengambil baju kotor yang tadi aku pakai ke kebun, mas Arya menyuapi ku dengan bubur kemudian aku minum obat dan aku di suruh istirahat.
Bang Arya pamit mandi dan akan menjemput mama dan bi Rahayu di puskesmas, karena infusnya sudah habis, bi Rina bilang ke mas Arya tadi di telephon mama,selesai mandi dan ganti baju dia pamit dan mencium aku.
" dek kamu tidur ya nanti setelah mas jemput mama dan bi Rahayu nanti mas kesini keloni kamu" kata dia random, aku menganguk dan akhirnya aku tertidur.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣