NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Transmigrasi: Lo Licik? Gue Lebih Licik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Idola sekolah
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Klarina_za29

Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.

Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.

Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.

Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.

Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?

Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.

Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Selalu Berbohong?

Di meja tempat Freya yang tadinya hanya dihuni oleh empat orang, sekarang malah menjadi lebih banyak.

Kenan, Arga, dan dua temannya malah ikut bergabung di sana.

Hingga Clara, Esa, dan Karin menjadi canggung tidak tau ingin melakukan apa. Ditambah makanan mereka juga sudah habis.

Sedangkan Freya malah asik makan sendiri.

"Kita balik aja yok. Gue nggak nyaman disini" bisik Karin pada Clara.

Dari tadi semua siswa disana selalu melirik ke arah mereka. Karin serasa tidak bisa melakukan apapun di sini.

Clara juga sama dengan dua temannya. Ia memang suka melihat pertunjukkan yang selalu terjadi di kantin ini. Tapi ia tidak pernah berfikiran untuk terlibat di sana.

Sekarang ia malah berteman dengan adik dari pria yang katanya paling tampan di sekolah ini. Sudah dipastikan ia juga akan terlibat dengan mereka.

"Sebentar, gue coba tanya Freya" jawabnya dengan nada pelan.

Karin dan Esa mengangguk, mereka akan berbicara lagi dengan Freya nanti. Untuk sekarang mereka lebih baik pergi dari sini.

Terlebih mereka juga tau Freya dan dua abangnya itu baru bertemu dari sekian lamanya.

"Reya, kita bertiga dulan ke kelas ya. Ada hal yang harus kami lakukan" ucap Clara menatap ke arah Freya.

Freya terdiam kemudian menatap kedua abangnya yang masih saja menempel dan asik memasukkan makanan ke dalam piringnya.

"Baiklah...., nanti aku akan menyusul kalian" ucap Freya tersenyum kepada mereka.

Clara dan lainnya melambaikan tangan kemudian pergi dari sana.

Kenan kemudian menatap ke arah kedua temannya, "Bukankah kalian ada tugas dari Pak Doni!" ujarnya menekankan beberapa kata.

Rendi mengernyitkan dahinya, "Kapan? Kita kan gak ada belajar sama pak Doni hari ini" ujarnya merasa bingung.

Plak...

Bara memukul pelan lengan Rendi, "Ahh iya Pak Doni meminta kita ke ruang kepala sekolah. Iya kan Ren" ucapnya menatap tajam Rendi agar mengerti maksud Kenan.

Rendi masih tidak mengerti, ia ingin bertanya lagi. Tapi ketika matanya bertubrukan dengan mata tajam Kenan. Akhirnya ia sadar.

"Astaga gue lupa" ucapnya memukul pelan dahinya. "Ayo bar" ajaknya menarik Bara pergi dari sana.

Freya yang melihat semua itu hanya diam saja. Ia sudah tau apa yang mereka berdua katakan itu hanya kebohongan belaka.

Jika saja yang di sini Freya asli sudah dipastikan ia tidak paham dengan apa yang terjadi. Sayangnya ia bukan Freya asli.

"Aya.., kamu tidak mau memberitahu Abang apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kenan merasa ada yang di sembunyikan oleh Freya.

Freya yang ditanya menampakkan wajah terkejut nya kemudian ia menampilkan senyum yang biasa ia perlihatkan pada semua orang.

"Maksud Abang apa? Aku tidak mengerti. Aku hanya ingin ke sini kok" jawabnya.

Arga dan Kenan saling pandang. Mereka sempat melihat ekspresi terkejut Freya makanya mereka semakin curiga.

Ting..

Freya membuka ponselnya dan melihat nama pengirim pesan. Senyum di bibirnya terbit dengan sendirinya.

Freya sedikit memiringkan ponselnya agar tidak bisa dilihat oleh mereka berdua.

[Reya, menurut ku kamu tidak perlu datang ke Indonesia sekarang ini. Cukup kirimkan hadiah mu seperti tahun lalu. Aku berjanji akan memberikannya kepada nenek] Selena

[Kalau aku hanya melihat dari jauh apa tidak masalah? Aku janji tidak akan muncul di hadapan semua orang] Freya

[Tidak bisa Reya..., mereka semua akan langsung tau jika kamu datang ke Indonesia] Selena

[Baiklah Selena...., Aku tidak akan melakukannya] Freya

[Terimakasih Reya...., aku sangat menyayangi dirimu] Selena

[Hmm, aku akan mengikuti ucapan mu] Freya

Freya menutup ponselnya dengan ekspresi sedih.

"Aya..., ada apa?" Tanya Kenan melihat ekspresi sedih Freya. Ia cukup penasaran siapa yang sudah mengirimkan pesan pada Freya.

Apalagi ia melihat Freya sangat sedih saat ini.

"Bukan siapa-siapa bang. Ahh iya kamar mandi perempuan dimana ya? Aku ingin ke sana" tanya nya mengalihkan percakapan mereka tadi.

Kenan menatap Arga, "Antar Aya" pintanya yang langsung diangguki oleh Arga.

Arga paham apa yang sedang dilakukan oleh Abang keduanya itu.

"Ayo ayaa.." ajak Arga sambil menarik lembut Freya hingga berdiri.

Freya meletakkan ponselnya di atas meja kemudian mengikuti Arga yang sudah menggenggam tangannya dengan erat.

Kenan menatap kepergian mereka dengan intens. Ketika mereka berdua sudah tidak terlihat barulah Kenan mengambil ponsel yang ditinggalkan Freya.

Kenan menghidupkan ponsel itu dan langsung disuguhkan dengan sandi ponsel.

Kanan terdiam sebentar sambil mengingat-ingat apa sandi yang sudah dibuat oleh Freya.

"Apa hari ulang tahunnya" gumamnya mencobakan tanggal itu.

Ting....

Kenan tersenyum, ternyata Freya masih menggunakan sandi yang sama dari beberapa tahun lalu.

Kenan kemudian membuka aplikasi pesan di sana. Baru ingin menekan salah satu pesan, pesan baru masuk ke dalamnya.

Melihat nama Selena di sana, membuat kening Kenan berkerut. Ia masih ingat Selena pernah mengatakan pada keluarganya jika Freya memblokir no Selena.

Karna sudah sangat penasaran, akhirnya Kenan menekan bagian nama Selena.

[Jangan lupa hapus pesan ini seperti biasa ya Reya] Selena

Pesan baru itu membuat Kenan semakin merasa aneh. "Apa maksud nya" gumamnya mulai men scroll pesan itu ke atas.

Hanya saja pesan yang ada hanya hari ini saja. Kenan mulai membaca satu persatu pesan yang dikirimkan oleh Selena dengan mata yang melotot.

Kenan membaca lagi pesan dan balasan dari Freya secara berulang takut apa yang ia baca ada kesalahan.

Namun semuanya ternyata benar. Kenan mengirimkan semua pesan dan balasan itu ke no nya. Ia akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.

Dari pesan ini Kenan dapat menyimpulkan Freya ingin ke Indonesia untuk menemui anggota keluarga nya. Hanya saja Selena melarang Freya untuk melakukan nya.

Dan yang paling mencurigakan Selena meminta Freya untuk menghapus pesan yang sudah dikirimkan.

Dari pesan terakhir, Kenan rasa mereka berdua selalu mengirimkan pesan dan Selena selalu meminta Freya untuk menghapus pesannya.

"Jadi selama ini Selena selalu berbohong" gumamnya mengepalkan tangannya dengan kuat.

Kenan masih ingat bagaimana Selena selalu merasa sedih karna Freya tidak membalas pesannya. Terlebih semua orang juga mendapatkan perlakuan yang sama dari Freya.

Makanya mereka percaya jika Freya sengaja tidak ingin membalas pesan dari mereka.

"Sialan. Gue harus cari tau ini!" ujarnya sangat kesal.

Kenan sangat yakin Selena pasti mengatakan sesuatu yang membuat Freya menjauhi semua keluarganya.

Melihat Arga dan Freya sudah berjalan ke arah meja, Kenan menyimpan kembali ponsel Freya.

Wajah yang tadinya emosi sudah kembali seperti biasa. Ia menatap Freya dengan Senyumannya.

"Sudah selesai" ujar Kenan.

Freya tersenyum, "Sudah.., tapi bang aku mau langsung ke kelas sebentar lagi bel akan berbunyi" ucapnya.

Kenan mengangguk, "Yaa, Abang juga mau ke kelas" ujarnya mulai berdiri.

Freya menatap ponselnya di meja baru ia ambil. "Ayok..." ajaknya menggandeng kedua tangan mereka.

Arga dan Kenan dengan senang hati menggandeng tangan Freya.

Di sepanjang perjalanan Arga menatap Kenan untuk memberitahunya apa yang telah terjadi.

Kenan mengangguk kemudian menatap ke arah Freya. Arga yang paham hanya diam, walaupun ia sangat penasaran sekarang.

~ To Be Continue

1
Sulicungliieee
ᥣɑ𐓣ʝυ𝗍 𝗍𝗁𝗈𝗋....ᑯꪱᜒ𝗍υ𐓣𝗀𝗀υ υρ 𐓣ɣɑ

.
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu mereka berdua bertemu....
Yuyun Suprapti
up lg kk💪
Yuyun Suprapti
up lg yg banyak kk💪
Susi Nugroho
Nggak sabar nunggu lanjutannya.....
Susi Nugroho
Lanjut
aku
pesan apa
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu..... Nggak pake lama
Susi Nugroho
Basmi hama - hama yg nggak berguna.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!