NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Suami yang cemburuan.

Pukul tujuh malam, Nayla Atmaja sibuk berdandan di depan cermin. Sedikit berlebihan memang, karena biasanya dia jarang memakai riasan lengkap yang dibelikan kakak iparnya sebelum berangkat ke Hawaii. Namun malam ini, untuk pertama kalinya, dia tertarik mencoba memakai barang-barang itu, sedikit lipstik dan bedak tipis di wajahnya.

Bukan berarti dia tomboy sejak dulu. Sebenarnya sejak masa SMA, Nayla dikenal sebagai gadis yang anggun dan lemah lembut. Penampilannya berubah drastis empat tahun lalu, tepat saat dia kecewa berat karena tunangannya, Alex, yang berselingkuh tak lama sebelum pernikahan mereka.

Sejak saat itu, Nayla mulai mengubah penampilannya, menjadi cuek dan tak lagi peduli pada penampilan atau lawan jenis. Dia menjadi galak kepada setiap pria yang mencoba mendekat, kecuali Revo Nathan sahabatnya sejak kecil. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga Nayla lulus kuliah, dan akhirnya menjadi seperti sekarang.

Malam ini, Nayla mengenakan gaun berwarna abu-abu berbahan sifon yang terlihat anggun namun tetap memikat, dengan rok putih selutut yang menonjolkan kakinya yang jenjang dan halus.

"Kamu mau ke mana?" Ethan Spencer Argantara baru saja keluar dari kamar mandi, mengenakan kaos putih dan celana jeans hitam. Dia menyipitkan mata melihat penampilan Nayla yang tak seperti biasanya.

"Makan malam di luar. Aku diundang makan hidangan laut di kedai tepi pantai oleh teman baru. Aku juga ingin membeli es krim kesukaanku. Kamu tadi lelah sekali setelah menyelam, jadi pesan saja makanan ke kamar jika lapar. Aku berangkat dulu ya."

Ethan terdiam terpaku. Dia tak menyangka bahwa wanita yang sehari-hari bersuara lantang dan blak-blakan itu ternyata memiliki kecantikan yang luar biasa. Bahkan dengan riasan yang begitu sederhana dan alami, Ethan seakan tak mengenali istrinya sendiri.

"Pergi bersama siapa? Di tempat asing ini, mustahil kamu berani pergi sendirian, apalagi ke restoran yang letaknya cukup jauh dari sini." Ethan merasa curiga. Dia melangkah mendekat dan menggenggam lengan Nayla erat, menatap tajam ke arahnya yang tampak cantik memakai sepatu berwarna merah muda.

"Kenapa curigaan sih? Bukankah kesepakatan kita adalah saling tidak mencampuri urusan masing-masing?"

"Apa katamu? Dengarkan baik-baik. Jika kamu berniat berbuat macam-macam di belakangku, apalagi selingkuh jangan salahkan aku jika aku tak tinggal diam. Ingat itu!"

"Eh?!" Nayla terkejut sekaligus cemas. Sebenarnya dia memang berencana makan malam bersama dua orang yang baru saja dikenalnya.

"Kenapa diam saja? Hah?" Ethan menaik-turunkan alisnya, menatap Nayla yang tiba-tiba tampak gugup sambil meremas ujung roknya.

"Aku... aku pergi bukan bersama satu orang saja. Kamu saja yang selalu berprasangka buruk."

"Baiklah. Kebetulan aku juga lapar. Kalau begitu aku ikut bersamamu. Aku ingin berkenalan dengan teman-teman barumu itu." Nayla melongo tak percaya. Dia semakin kesal karena kebebasannya justru dibatasi, dan Ethan bertingkah seakan-akan pengawal pribadinya yang harus ikut ke mana-mana.

"Terserah saja! Kalau aku menolak pun kau pasti akan ribut! Aku tunggu di lobi! kalo lama aku tinggal!" Nayla menyambar tas selempang nya, melangkah keluar lebih dulu sambil membanting pintu kamar dengan kasar.

Seperti dugaan Ethan, teman baru yang dimaksud Nayla tak lain adalah dua pria yang jelas-jelas mencari kesempatan untuk mendekati istrinya. 'Berani sekali mereka. Apa mereka tidak sadar bahwa wanita ini sudah menjadi milikku?' pikir Ethan dalam hati.

"Selamat malam. Perkenalkan, namaku Ethan Spencer Argantara, panggil Ethan saja," sapa Ethan kepada dua pria itu — Jefri dan Ferry. Ia mengenali Jefri yang sempat mengobrol dan minum bersama Nayla dua hari lalu hingga istrinya mabuk. Namun pria satunya lagi tampak lebih berani, menatap Nayla dengan pandangan penuh kekaguman tanpa rasa takut sedikit pun.

"Anda berlibur ke sini berdua saja, Nayla?" tanya Ferry santai.

"Berlibur?" Ethan menatap istrinya dengan tatapan kesal. Enak saja mereka menyebutnya berlibur. Padahal mereka sedang berbulan madu, bukan sekadar berlibur biasa. "Eh... sebenarnya..."

"Kami ke sini untuk berbulan madu. Kebetulan kami baru menikah seminggu yang lalu. Benar begitu kan, Sayang?" potong Ethan tenang namun tegas sambil merangkul bahu Nayla erat.

Wajah Ferry seketika berubah pucat pasi karena terkejut. Begitu pula Nayla yang melotot tak percaya. Dia merasa gemas ingin mencubit laki-laki menyebalkan itu.

"Ah... begitu rupanya. Kalau begitu mari kita masuk dan makan malam," ajak Jefri memecah keheningan dengan senyum.

Ferry masih tertegun diam. Tatapan kedua pria itu seakan menyiratkan permusuhan, namun Ethan tetap bersikap tenang. Dia menggenggam tangan Nayla erat lalu melangkah masuk ke kedai hidangan laut itu bersama-sama.

"Kamu ini... kenapa harus berkata seperti itu?" bisik Nayla pelan.

"Lalu bagaimana menurutmu seharusnya?"

"Huh! Aku kesal sekali padamu!" Nayla mendengus kesal, lalu duduk dengan kasar di kursi dan segera memesan gurita bakar kesukaannya kepada pelayan.

"Mohon maaf sebelumnya, Tuan Ethan. Saya sungguh tidak tahu bahwa Nayla sudah menikah saat saya mengajaknya makan malam," ujar Ferry.

Ethan tersenyum miring tanpa kehilangan keramahannya. Dia menyesap minuman yang disodorkan Ferry sambil sesekali melirik istrinya yang tampak tak nyaman duduk di sampingnya.

Makan malam berakhir hampir pukul sepuluh malam. Sepanjang waktu, Ethan hanya minum sedikit dan menyantap kentang goreng, tak menyentuh hidangan laut sama sekali. Jawabannya saat Nayla bertanya sungguh membuatnya tertawa kesal.

"Aku tidak suka makanan laut. Nanti saja aku cari makanan lain." Kalau begitu, kenapa harus memaksa ikut makan malam ke sini? Dasar Ethan yang aneh, batin Nayla.

Sambil menunggu, Ethan mengantre membeli burger untuknya, es krim untuk Nayla, dan minuman dingin. Sekitar lima belas menit kemudian, dia kembali menghampiri Nayla dan menyodorkan es krim dan segelas minuman kopi vanila kesukaan istrinya.

"Terima kasih. Kalau begitu kita kembali ke kamar sekarang?" Nayla mulai menguap lelah. Dia melirik ke sekeliling kedai yang masih ramai meski malam semakin larut.

"Kamu tidak ingin berjalan-jalan sebentar lagi? Biasanya kau masih bersemangat. Kenapa tiba-tiba ingin cepat kembali ke kamar? Apa kau sudah ingin beristirahat lalu aku kelonin, dan..."

Tak!!

Nayla menginjak kaki Ethan keras.

"Aww aduh!"

"Saring dulu kalimatmu sebelum bicara, Tuan Mesum! Dan... sepatuku ini cukup keras buat menimpuk, kamu paham?!"

"Kamu... argh, kamu benar-benar ganas! Aduh kakiku remuk! Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga lho! Ingat perjanjian kita! Dilarang melakukan kekerasan kepada suami!"

"Terserah kamu saja! Bodoh amat!" Ethan meringis kesakitan saat Nayla berjalan mendahuluinya. Ia masih memegangi kakinya yang nyut-nyutan dan nyeri setelah diinjak sepatu istrinya. Untungnya ia memakai sepatu kets tebal, kalau tidak mungkin rasa sakitnya akan jauh lebih parah.

"Aduh... dasar wanita yang beringas dan galak sekali," gerutunya pelan.

Dulu kepalanya pernah di lempar sepatu, dan kini kakinya diinjak sepatu. Entah kenapa nasibnya selalu sial di dekat Nayla. Ethan sepertinya memang tak pernah bisa lepas dari perlakuan kasar istrinya yang galak itu.

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!