**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 : Pertukaran Teknik
Pagi itu, Kharos membawa seluruh muridnya ke area latihan yang berbeda dari biasanya.
Tempat itu jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Tidak ada jebakan mematikan atau tekanan gravitasi ekstrem.
Sebaliknya, area tersebut dipenuhi berbagai formasi energi yang digunakan untuk menganalisis teknik dan aliran kekuatan.
Kharos berdiri di tengah arena sambil menatap keempat muridnya.
"Hari ini kalian akan bertukar teknik." Tatapan emasnya tajam seperti biasanya. "Bukan untuk bersaing, tetapi untuk memahami."
Ia mulai berjalan perlahan. "Setiap orang akan menunjukkan spesialisasinya. Yang lain mengamati, bertanya, dan mempelajari prinsip di balik teknik tersebut."
Kharos berhenti dan menyilangkan tangannya. "Tujuannya bukan meniru, tapi memperluas pemahaman kalian."
"Inspirasi bisa datang dari mana saja. Kelemahan juga bisa ditemukan dari sudut pandang orang lain."
Tatapannya beralih pada Zhen'ar. "Zhen'ar kamu mulai lebih dulu, kamh yang paling berpengalaman."
Zhen'ar mengangguk kecil sebelum maju ke tengah arena.
Zhen'ar berdiri tenang sambil memegang tombaknya.
Tidak ada aura berlebihan. Namun justru ketenangan itu membuat semua orang fokus padanya.
"Teknik ini bernama Tiga Belas Bentuk Badai Sunyi." Suaranya rendah dan tenang.
"Gaya kuno bangsa Asura, telah diwariskan selama lima abad." Ia memutar tombaknya perlahan.
"Filosofinya sederhana, gerakannya seminimal mungkin, dan efisiensinya semaksimal mungkin."
Tatapan peraknya menyapu semua murid. "Aku akan menunjukkan lima bentuk pertama."
"Amati baik-baik."
Bentuk Pertama — Penusuk Ruang Hampa
Zhen'ar menusukkan tombaknya sekali.
Hanya sekali. Namun ruang di depan tombak itu langsung robek.
Suara ledakan bahkan muncul terlambat setelah serangan selesai.
Kecepatannya terlalu tinggi untuk langsung diproses indra normal.
Lin Tian langsung menyipitkan matanya.
Serangan itu terasa sederhana. Namun justru karena kesederhanaannya, kekuatannya menjadi mengerikan.
Tidak ada gerakan sia-sia sama sekali.
Bentuk Kedua — Arus Balik Samudra
Kali ini Zhen'ar menunjukkan teknik bertahan.
Tombaknya bergerak memutar kecil, dan energi yang ditembakkan Kharos sebagai simulasi serangan langsung dipantulkan kembali dengan sempurna.
Bukan dihancurkan.
Tetapi dialihkan.
Efisiensinya benar-benar luar biasa.
Bentuk Ketiga — Naga Pusaran Langit
Tubuh Zhen'ar berputar cepat sambil mengayunkan tombaknya membentuk lingkaran besar.
Gelombang energi pusaran langsung menyapu seluruh arena.
Serangan itu mampu menyerang dari segala arah sekaligus.
Cepat, luas dan sulit dihindari.
Bentuk Keempat — Langkah Bayangan
Begitu teknik ini digunakan, tubuh Zhen'ar seolah menghilang.
Puluhan bayangan muncul di seluruh arena secara bersamaan.
Kecepatannya bahkan terlihat seperti teleportasi. Namun Lin Tian bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dibanding Langkah Kekosongan miliknya.
Ini bukan perpindahan ruang. Melainkan pengaturan timing dan gerakan tubuh yang mencapai tingkat sempurna.
Bentuk Kelima — Pemecah Langit dan Bumi
Zhen'ar melompat tinggi sebelum mengayunkan tombaknya ke bawah.
BOOOOM!
Tekanan besar langsung menghantam arena. Tanah retak panjang hingga puluhan meter.
Bahkan ruang di sekitar serangan itu terlihat pecah sesaat.
Kekuatan penghancurnya benar-benar luar biasa. Namun setelah selesai, Zhen'ar perlahan menurunkan tombaknya.
"Konsumsi energinya besar, Jadi tidak bisa digunakan sembarangan."
Demonstrasi selesai.
Dan untuk beberapa detik, seluruh arena menjadi sunyi.
Bahkan Mira'tok terlihat terpukau. "Zhen'ar… itu gila." Tatapannya penuh kekaguman. "Bentuk Keempat tadi benar-benar tidak masuk akal, itu seperti teleportasi."
Mira'tok langsung mendekat dengan penuh semangat. "Kau bisa mengajarkannya kepadaku?!"
Zhen'ar menggelengkan kepalanya kecil.
"Menguasainya membutuhkan waktu bertahun-tahun, Tapi prinsip dasarnya bisa dijelaskan."
Ia mengetuk tombaknya perlahan. "Langkah Bayangan bukan tentang kekuatan, tapi tentang timing, gerakan yang minimal dan kecepatan yang maksimal."
Lin Tian yang sejak tadi mengamati langsung tenggelam dalam pemikirannya.
Teknik itu… Sangat menarik.
Langkah Kekosongan miliknya menggunakan manipulasi ruang untuk berpindah.
Sementara Langkah Bayangan memanfaatkan pengaturan gerakan dan momentum tubuh secara sempurna.
Prinsipnya berbeda. Namun ada kesamaan mendasar.
Kalau keduanya digabungkan… Mungkin kecepatannya bisa meningkat jauh lebih besar.
Lin Tian akhirnya bertanya,
"Senior Zhen'ar, Apakah prinsip Bentuk Keempat bisa diterapkan pada teknik lain?"
Mata perak Zhen'ar langsung menatapnya, dan untuk pertama kalinya, terlihat sedikit ketertarikan di matanya.
"Bisa, Prinsipnya bersifat universal, Jika timing sempurna, kecepatan teknik apa pun bisa meningkat drastis."
Ia berhenti sejenak. "Pemahamanmu cepat dan kecerdasanmu jelas terlihat."
Kharos tertawa puas. "Itu pertanyaan yang bagus Lin Tian, Prinsip teknik jauh lebih penting dibanding bentuknya!"
"Kalau kalian memahami prinsipnya, kalian bisa mengembangkan teknik nya sendiri!"
Tatapan emasnya menyapu seluruh murid. "Itulah tujuan latihan hari ini."
Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Khor'sal. "Sekarang giliranmu."
Demonstrasi Khor'sal — Gaya Gunung Tak Tergoyahkan
Khor'sal berjalan maju sambil membawa pedang raksasanya.
Meski masih terlihat sedikit kesal setelah kekalahannya kemarin, auranya tetap sangat kuat.
"Teknikku bernama Gaya Gunung Tak Tergoyahkan. Gaya turun-temurun keluarga Khor'sal." Ia menancapkan pedangnya ke tanah.
"Filosofinya sederhana, kekuatannya mutlak."
"Pertahanan melalui serangan dan menghancurkan lawan lewat dominasi penuh."
Nada suaranya lebih tenang dibanding biasanya. Mungkin kekalahannya dari Lin Tian kemarin sedikit mengubah sikapnya.
"Aku akan menunjukkan tiga bentuk." Ia mengangkat pedang besarnya tinggi-tinggi.
Bentuk Pertama — Hantaman Gunung
Khor'sal mengayunkan pedangnya lurus ke bawah.
DUAAAAAR!
Seluruh arena langsung bergetar keras. Retakan besar menyebar dari titik benturan seperti gempa kecil.
Tidak ada teknik rumit. Hanya kekuatan murni yang brutal. Dan justru karena kesederhanaannya, daya hancurnya terasa sangat menakutkan.
Bentuk Kedua — Gelombang Longsoran Mematikan
Khor'sal kembali mengangkat pedang raksasanya sebelum tiba-tiba menerjang lurus ke depan.
BOOM!
Setiap langkahnya membuat tanah bergetar keras. Dan semakin jauh ia bergerak, momentumnya semakin besar.
Kecepatannya terus meningkat. Tekanan kekuatannya juga ikut bertambah.
Pada detik terakhir, aura di sekitar pedangnya terasa seperti longsoran gunung yang tak bisa dihentikan.
Serangan itu tidak rumit. Namun jika terkena langsung, kehancurannya pasti mengerikan.
Bentuk Ketiga — Penghancur Bumi
Khor'sal melompat tinggi sebelum menghantamkan pedangnya ke tanah.
DUUUAAARRR!
Gelombang kejut besar langsung menyebar ke segala arah.
Tanah arena retak hingga radius seratus meter penuh, dan tekanan ledakan itu bahkan membuat beberapa yang hadir di kejauhan kehilangan keseimbangan.
Teknik ini jelas dibuat untuk menghancurkan formasi musuh sekaligus.
Demonstrasi selesai.
Khor'sal berdiri diam sambil menunggu reaksi orang lain.
Mira'tok langsung bersiul kagum. "Khor'sal… kekuatanmu memang selalu gila, Bentuk Ketiga tadi benar-benar brutal, bahkan gelombang kejutnya luar biasa."
Khor'sal hanya mendengus kecil, tetapi terlihat sedikit puas.
Sementara itu, Lin Tian justru tenggelam dalam pikirannya.
Gaya bertarung Khor'sal memang sangat sederhana.
Tidak ada manipulasi rumit atau teknik kompleks. Namun justru karena itu, semuanya terasa sangat efektif.
Kekuatan murni, langsung, dan benar-benar mematikan.
Kelemahannya memang cukup jelas.
Gerakannya mudah diprediksi, Tetapi jika lawan tidak cukup kuat untuk menahan serangannya, maka semua itu tidak penting.
Lin Tian akhirnya berbicara.
"Khor'sal." Tatapan semua orang langsung tertuju padanya.
"Teknikmu sangat kuat, terutama bentuk Ketiga."
Khor'sal sedikit mengangkat alisnya, tampak tidak menyangka akan mendapat pujian langsung. Namun Lin Tian melanjutkan,
"Tapi aku punya pertanyaan, Gelombang kejut Penghancur Bumi saat ini menyebar ke segala arah, itu juga berbahaya bagi rekan satu tim mu."
Tatapannya fokus pada retakan di arena. "Kalau arah ledakannya bisa dikendalikan ke satu sisi saja… efisiensinya akan meningkat jauh lebih besar."
Khor'sal tampak sedikit bingung. "Maksudmu memusatkan gelombang kejut ke arah tertentu?"
Lin Tian mengangguk. "Ya."
"Saat ini energimu terbuang ke seluruh area. Kalau dibuat terarah, daya hancurnya akan lebih kuat dan lebih aman untuk pertarungan kelompok."
Suasana langsung menjadi lebih sunyi. Khor'sal benar-benar memikirkan ucapan itu. Dan untuk pertama kalinya, ia mulai mempertimbangkan tekniknya dari sudut pandang kerja sama tim.
"Aku belum pernah mencoba." Ia menyilangkan tangan nya sambil berpikir. "Karena selama ini aku selalu bertarung sendirian."
Tatapannya perlahan kembali ke arah Lin Tian. "Tapi… masuk akal, Menarik."
Lin Tian sedikit terkejut.
Khor'sal benar-benar mendengarkan masukannya.
Kemajuan kecil, namun nyata.
Zhen'ar yang berdiri di samping langsung berbicara pelan.
"Pengamatan yang bagus, kau tidak hanya melihat kekuatan, tapi juga efisiensi."
Kharos tertawa puas.
"Bagus! Inilah tujuan pertukaran teknik!"
"Bukan hanya memamerkan kemampuan! Tapi belajar bersama dan berkembang bersama!"
Tatapan emasnya lalu beralih pada Mira'tok.
"Sekarang giliranmu."