NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TARING YANG TAK TERBENDUNG

​Gemuruh Stadion Utama pada pagi Hari ke-6 terasa begitu menegangkan. Turnamen resmi memasuki babak Semifinal Kategori Solo 1vs1. Di babak ini, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan taktis sekecil apa pun; hanya tersisa 4 petarung individu terbaik di masing-masing blok yang akan bertarung mati-matian demi mengamankan tiket menuju Grand Final Solo di Hari ke-7.

​Arkan berdiri di tengah arena pasir Blok A yang kini telah dibersihkan total dari sisa-sisa reruntuhan batu kemarin. Di seberangnya, berdiri seorang murid tingkat akhir Kelas 2-S bernama tora. Faksi Tora terkenal di akademi karena memiliki Astra bertipe pertahanan mutlak yang sangat ditakuti oleh para pengguna elemen energi jarak jauh.

​"Aku akui resonansi petir 70% milikmu kemarin sangat mengerikan, Arkan!" Tora berseru, suaranya menggema saat dia memicu 30% elemen tanah manusianya hingga lapisan kulit lengannya mengeras seperti batuan sedimen. Di depannya, seekor Astra berbentuk Kura-Kura Raksasa setinggi 2 meter dengan cangkang yang terbuat dari bongkahan kristal kuarsa bening bermanifestasi dengan anggun.

Angka digital melayang di atas kepalanya: [ LEVEL 13 ]. "Tapi cangkang kuarsa milik Astraku ini adalah bentuk padat dari elemen tanah murni yang memiliki atribut fisik pembiasan energi. Begitu petirmu menghantam cangkang ini, energinya akan memantul 50% dan langsung menyengat tubuh manusiamu sendiri!"

​Arkan tidak membalas provokasi tersebut. Di sampingnya, Volt yang telah menyentuh Level 13 mengeluarkan geraman rendah, sepasang matanya menatap tajam ke arah kilauan kristal kuarsa di depan mereka. Arkan menarik napas panjang, mengaktifkan katup pelepasan Aura Statis di sekujur tubuh manusianya sesuai dengan petunjuk taktis Grandmaster Joshua.

​PRIIIT! Peluit pertandingan dimulai berbunyi nyaring.

​"Kura-Kura Kuarsa, Crystal Mirror Wall!" Tora memberi perintah cepat. Astra kura-kura tersebut menghentakkan kaki depannya, membuat cangkang kristalnya memancarkan kilatan cahaya bening yang membentuk dinding pelindung transparan di sekeliling arena, siap memantulkan serangan energi apa pun.

​Penonton di tribun menahan napas, mengira Arkan akan melakukan kesalahan dengan menembakkan petir jarak jauh. Namun, Arkan justru melakukan hal yang sebaliknya.

​BZZZZZT!

​Arkan memicu 60% resonansi petirnya, namun dia memadamkan seluruh percikan listrik eksternal. Dia memusatkan seluruh energi listrik tersebut di dalam jaringan ototnya, lalu mengubah getaran Aura Statis di permukaan kulit manusianya menjadi getaran frekuensi kinetik tinggi yang sangat sunyi.

​Dalam satu kedipan mata, Arkan melesat maju dengan kecepatan yang menembus batas penglihatan biasa.

​BOOM!

​Arkan bermanifestasi tepat di depan dinding pelindung kristal Tora. Bukannya menembakkan jurus, Arkan langsung mengayunkan sebuah pukulan fisik murni yang digabungkan dengan getaran frekuensi tinggi ke arah dinding kuarsa tersebut. Prinsip fisika spiritual bekerja; elemen tanah dalam bentuk kristal yang kaku sangat rentan terhadap getaran frekuensi tinggi yang konstan.

​CRACK... PYAAAR!

​Dinding kristal kuarsa Level 13 yang digadang-gadang mampu memantulkan petir itu mendadak retak seribu dan pecah berkeping-keping menjadi butiran pasir halus dalam waktu 2 detik akibat kontak fisik murni dari tangan Arkan.

​"A-Apa?! Bagaimana bisa kamu menghancurkannya tanpa memicu pantulan energi?!" Tora berteriak histeris, wajahnya pucat pasi melihat taktik kebanggaannya hancur berantakan.

​"Karena aku tidak menyerangmu dengan petir, Tora. Aku menghancurkan struktur tanahmu menggunakan getaran fisik," Arkan berbisik dingin saat tubuh manusianya bergeser ke titik buta Tora. Atas instruksi mental dari Arkan, Volt Level 13 melompat dari arah atas, menghantamkan cakar raksasanya langsung ke arah kepala kura-kura tersebut hingga Astra Level 13 itu terpaksa kembali ke saku jiwa pemiliknya dalam bentuk serpihan cahaya. Di saat yang sama, satu pukulan rusuk dari Arkan membuat pertahanan tanah di tubuh manusia Tora hancur, mengirim senior tersebut tidak sadarkan diri di atas pasir arena.

​[ Pemenang Semifinal Blok A: Arkan. Durasi: 19 Detik. ]

​Paruh siang hari tiba, dan atensi seluruh stadion kini beralih sepenuhnya ke paruh kedua untuk Blok B kategori Solo 1vs1. Kali ini, Sky melangkah masuk ke tengah arena dengan jubah putihnya yang melambai ditiup angin sore. Bahu kanannya yang kemarin melepuh kini telah pulih 100% sempurna tanpa bekas luka sedikit pun, berkat khasiat luar biasa dari Liquid Essence of Yggdrasil pemberian Marsekal Wirya semalam.

​Lawan Sky di semifinal Blok B ini adalah Gani, murid elit tersisa dari faksi cabang Flamewing yang sengaja diturunkan untuk membalaskan dendam kekalahan memalukan Ignis kemarin. Gani memicu 45% elemen api manusianya, memanggil Astra berbentuk Kadal Komodo Berapi Level 13 yang langsung membuat pasir di sekelilingnya membara kemerahan.

​"Jangan mengira kamu bisa menang mudah seperti kemarin, Sky!" Gani berteriak penuh emosi, matanya merah menyala menatap sepupunya tersebut. "Ignis kalah karena dia meremehkan anak jalanan itu! Tapi di kategori Solo ini, api murniku akan membakar habis seluruh sirkulasi angin tipismu!"

​Sky perlahan membuka kipas peraknya yang kini telah diperkuat oleh struktur energi baru dari ramuan esensial semalam. Sepasang matanya menatap Gani dengan pandangan yang teramat dingin dan anggun. "Gani, kesombongan faksi kalian adalah alasan mengapa kalian selalu berada di bawah bayang-bayang Keluarga Utama."

​PRIIIT! Peluit babak kedua berbunyi.

​"Kadal Bara, muntahkan lautan api! Inferno Burst!" Gani meraung. Astra kadal raksasa itu menyemburkan gelombang api murni berskala masif yang langsung merayap cepat memenuhi separuh arena tanding, mengunci seluruh ruang gerak kaki Sky.

​Namun, Sky tidak bergerak mundur setapak pun. Berkat konsumsi ramuan Yggdrasil semalam, kapasitas saku jiwa Sky telah meluas drastis, meningkatkan sirkulasi energi elemen angin manusianya ke tingkat yang jauh lebih murni.

​"Zephyr, tunjukkan esensi langit yang sesungguhnya," perintah Sky dengan nada suara yang sangat tenang.

​Zephyr yang kini kokoh di Level 11 melesat tinggi ke angkasa, mengepakkan sayap kristal hijaunya hingga memicu desingan angin yang memekakkan telinga. Sky mengayunkan kipas peraknya ke depan dengan satu gerakan melingkar yang sangat elegan, memicu variasi baru dari jurus aktifnya: Aero Vacuum Vortex.

​WUUUUUUSH—!!!!!

​Sebuah mata badai angin topan mini setinggi 15 meter bermanifestasi tepat di tengah lautan api Gani. Berbeda dengan angin biasa yang justru memperbesar api, badai angin milik Sky kali ini adalah angin hampa udara murni bertekanan ekstrem. Badai tersebut menyedot seluruh pasokan oksigen di dalam arena tanding dalam hitungan detik.

​Sesuai hukum alam dasar 7 elemen, api tidak akan pernah bisa hidup tanpa adanya oksigen. Gelombang api murni milik Kadal Bara Gani mendadak mengecil, meredup, dan langsung padam total tersedot ke dalam pusaran hampa udara Sky sebelum sempat mendekati ujung sepatu manusianya.

​"T-Tidak mungkin! Apinya padam?!" Gani terbelalak horor, tubuh manusianya mulai terasa lemas karena seluruh pasokan udara di sekitar areanya ikut tersedot habis oleh manipulasi tekanan angin Sky.

​Sky tidak memberikan kesempatan bagi lawannya untuk bernapas. Dengan satu lambaian kipas terakhir, badai angin vakum tersebut melepaskan gelombang kejut kinetik yang sangat bersih, menghempaskan tubuh Gani beserta Astra kadalnya sejauh 20 meter hingga terlempar keluar dari garis batas arena tanding dan menghantam lantai beton pembatas luar.

​[ Pemenang Semifinal Blok B: Sky. Durasi: 28 Detik. ]

​Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai yang luar biasa meriah langsung pecah dari 50.000 penonton di tribun stadium. Dominasi anggun dari Sky di Blok B seolah melengkapi kemenangan brutal Arkan di Blok A tadi pagi.

​Arkan yang menonton dari tribun peserta menyunggingkan sebuah senyuman puas yang sangat lebar, melihat bagaimana Sky menghancurkan sisa faksi Flamewing dengan tingkat efisiensi elemen angin yang begitu mutlak. Layar holografis raksasa di langit stadion berkedip cepat, memperbarui bagan turnamen untuk hari terakhir esok pagi:

​[ GRAND FINAL KATEGORI SOLO 1vs1 - HARI ke-7 ]

[ Arkan & Volt (Blok A) VS Sky & Zephyr (Blok B) ]

​Melihat pengumuman resmi tersebut, Arkan dan Sky yang berada di ujung arena yang berbeda saling bertukar pandang dari kejauhan. Panggung Grand Final esok hari ternyata tidak mempertemukan mereka dengan faksi elit mana pun, melainkan menghadapkan mereka satu sama lain sebagai lawan.

Namun, bukannya merasa canggung, seulas senyuman penuh gairah bertarung justru terukir di wajah kedua anggota Duo Badai ini. Hari ke-6 resmi ditutup dengan kesuksesan mutlak, dan esok pagi, panggung puncak turnamen tertinggi telah menanti pembuktian akhir siapakah yang paling layak menyandang gelar nomor 1 di Akademi Astra Nusantara.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!