NovelToon NovelToon
KATAKAN CINTA

KATAKAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:266
Nilai: 5
Nama Author: Raden Saleh

Orang bilang, cinta masa SMA itu, adalah cinta monyet? Aku rasa iya. Tapi ini berbeda, sejak mengenal gadis cantik bernama Cinta Alisya, disitulah aku sadar, kalau ini lebih dari sekedar cinta monyet. Aku Rangga 18th. Aku akan berjuang demi Cinta, untuk sebuah ungkapan... KATAKAN CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Saleh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arus Balik

 Waktu tidak pernah berjalan mundur, namun bagi mereka yang memiliki tekad baja, waktu adalah sahabat terbaik untuk membuktikan diri. Narasi waktu bergerak sangat cepat membelah sisa-sisa hari di kota London. Satu tahun masa pelatihan kerja Rangga selesai dengan hasil yang teramat gemilang. Kejeniusan insting mekanik jalanannya yang dipadukan dengan penguasaan teknologi modern Eropa membuat perusahaan induk otomotif raksasa tersebut enggan melepas aset berharganya kembali ke Jakarta.

Rangga direkrut secara eksklusif. Jabatannya merangkak naik dengan kecepatan yang tidak masuk akal dalam struktur korporasi. Dua tahun berikutnya, posisi *Chief Innovation Officer* resmi disematkan di pundaknya.

Tiga tahun telah berlalu sejak hari pertama Rangga menginjakkan kaki di Bandara Heathrow dengan jaket jins lusuhnya.

Rangga yang sekarang telah menjelma menjadi seorang pria mapan berusia awal dua puluh tahunan yang luar biasa matang. Tubuhnya yang tegap kini dibalut dengan sempurna oleh setelan jas mewah custom-tailored berwarna abu-abu gelap, lengkap dengan jam tangan berkelas yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Aura badung anak jalanan Bina Karya tidak sepenuhnya hilang, namun telah bermutasi menjadi sebuah wibawa dominan, tenang, dan sangat dingin yang disegani di dunia bisnis otomotif Eropa. Dia telah berdiri di puncak dunia, memiliki segalanya, kecuali satu hal yang selama tiga tahun ini dia kunci rapat di dalam hatinya: Cinta Alisya.

Di sisi lain kota London, roda nasib justru bergerak ke arah yang berlawanan bagi keluarga Tuan Kresna.

Ekspansi besar-besaran di bidang properti yang dilakukan Tuan Kresna di daratan Eropa ternyata menemui jalan buntu. Kesalahan perhitungan investasi dan hantaman krisis likuiditas global membuat gurita bisnisnya di London berada di ambang kebangkrutan besar. Proyek-proyek apartemen mewahnya mangkrak, dan utang bank mulai jatuh tempo.

Yang paling menyakitkan bagi Tuan Kresna adalah kenyataan tentang keluarga Nicholas. Begitu mengetahui bisnis Tuan Kresna mulai goyah dan terancam hancur, keluarga Nicholas di Jakarta langsung menarik seluruh saham mereka dan membatalkan semua rencana investasi sepihak. Nicholas bahkan perlahan menghilang dan menjauh dari kehidupan Cinta, membuktikan bahwa cinta dan komitmen kasta elite mereka hanyalah transaksi bisnis yang sangat rapuh. Harga diri Tuan Kresna runtuh sedalam-dalamnya di tanah rantaunya sendiri.

Satu-satunya peluang terakhir untuk menyelamatkan seluruh aset perusahaan Tuan Kresna adalah dengan mendapatkan suntikan dana segar atau kemitraan strategis dari konsorsium otomotif raksasa Eropa, yang kebetulan sedang mencari lahan luas untuk membangun pusat perakitan kendaraan listrik terbesar mereka di Asia Tenggara.

Setelah berbulan-bulan mengajukan proposal yang selalu ditolak oleh sekretariat, Tuan Kresna akhirnya mendapatkan jadwal pertemuan formal dengan pimpinan tertinggi pengambil keputusan proyek tersebut di ruang rapat eksekutif gedung pencakar langit kawasan finansial *The City of London*.

Pintu kaca besar ruang rapat di lantai empat puluh itu terbuka dengan bunyi desis yang halus. Tuan Kresna melangkah masuk dengan guratan lelah dan kecemasan yang tidak bisa disembunyikan lagi dari wajah paruh bayanya. Rambutnya di sekitar pelipis kini telah memutih. Dia didampingi oleh Cinta yang selama setahun terakhir ini terpaksa berhenti kuliah demi menjadi asisten pribadi ayahnya untuk menghemat biaya operasional.

Cinta berjalan menunduk, penampilannya tetap anggun dengan pakaian formal, namun matanya memancarkan redup kekosongan yang sama seperti tiga tahun lalu di bandara.

Di dalam ruang rapat yang sangat luas dengan pemandangan langsung ke arah Sungai Thames, beberapa direksi berkebangsaan Eropa sudah duduk rapi. Namun, kursi utama di ujung meja besar berbentuk oval itu masih menghadap ke arah jendela kaca, membelakangi pintu masuk.

"Selamat sore, Tuan Kresna. Silakan duduk," sambut salah satu direktur senior dengan bahasa Inggris yang fasih. "Proposal Anda sangat menarik, namun seperti yang Anda ketahui, keputusan akhir mutlak berada di tangan Kepala Inovasi dan Investasi Global kami. Beliau yang memegang kendali penuh atas dana lima ratus juta euro untuk proyek Asia Tenggara ini."

Tuan Kresna segera duduk, tangannya sedikit bergetar saat mengeluarkan berkas dokumen dari dalam tas kulitnya. "Saya sangat berharap perusahaan Anda bisa melihat potensi jangka panjang dari lahan properti yang kami miliki di Jakarta, Sir. Ini adalah satu-satunya..."

"Mari kita tanyakan langsung pada pemimpin kita," potong sang direktur sambil memberikan isyarat tangan ke arah kursi utama.

Kursi kulit mewah di ujung meja itu perlahan berputar seratus delapan puluh derajat.

Pria yang duduk di sana meletakkan cangkir kopinya dengan gerakan yang sangat tenang dan elegan. Dia menegakkan tubuhnya, menatap lurus ke arah dua tamu yang baru saja datang dengan sepasang mata elang yang sangat tajam dan berkharisma.

Tuan Kresna seketika menghentikan kalimatnya. Tangannya membeku di udara, wajahnya mendadak berubah menjadi seputih kertas saat mengenakan kacamata bacanya dan melihat dengan jelas siapa sosok yang duduk di kursi tertinggi tersebut. Tubuh pengusaha angkuh itu gemetar hebat, dokumen di tangannya terlepas begitu saja ke atas meja rapat.

"Kamu... kamu..." suara Tuan Kresna tercekat di tenggorokan, matanya melotot tidak percaya melihat "anak jalanan" yang tiga tahun lalu dia usir dengan sekuriti dari hotel mewah, kini duduk sebagai penguasa yang memegang penuh urat nadi hidup-mati perusahaannya.

Di sebelah ayahnya, Cinta langsung membeku di tempat. Tas kecil di genggamannya jatuh ke lantai semenjak jantungnya berdegup dengan kecepatan yang luar biasa. Air mata yang selama tiga tahun ini dia bendung seketika tumpah membasahi pipinya saat melihat kekasihnya kini berdiri tegak di depan matanya dengan setelan jas mewah, tampak begitu tampan, matang, dan berwibawa di puncak kesuksesannya.

Rangga berdiri dari kursinya, memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celana jasnya dengan santai. Dia menatap Tuan Kresna dengan senyuman tipis yang sangat tenang, sebuah senyuman pemenang yang tidak lagi didorong oleh emosi anak SMA, melainkan wibawa seorang pria dewasa yang telah berhasil menjungkirbalikkan kasta dengan kejeniusannya sendiri.

"Selamat sore, Tuan Kresna," ucap Rangga dengan nada suara yang sangat rendah, stabil, namun membawa tekanan yang luar biasa berat di dalam ruangan tersebut. "Senang bisa melihat Anda kembali berlutut di meja kerja saya."

1
Kam1la
keren aksinya Cinta👍😍
Kam1la
👍👍
Kam1la
aksi penyelamatan yang keren...
Kam1la
nah, kan ada pernyataan maaf
Kam1la
keren...💪 tetap semangat Rangga, meski diremehkan
Kam1la
Aldi, ada selera humor juga
Kam1la: siap...👍
total 2 replies
Kam1la
seru....! Pernikahan 2 Rahasia, hadir kak....
Lalat Mu
Ceritanya seru kak, semangat nulisnya ya! /Good/
Raden Saleh: Terimakasih atas partisipasinya, semoga terhibur, dan aku semangat lagi menulis, insya Allah lebih seru lagi 😍
total 1 replies
Kim Borahae
ceritanya bagus. semangat ya 💪

btw saya pun baru mula menulis novel kalau ada masa boleh tinggalkan komen.. Tinggal tekan profile saja, terima kasih /Hey//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!