NovelToon NovelToon
AYAH TIRI UNTUK ANAKKU

AYAH TIRI UNTUK ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Duda / Komedi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Erina Hutomo, single mom yang harus berjuang sendiri mengatasi kekacauan hidup--anak sulung yang beranjak remaja dan banyak ulah, anak bungsu yang autis, tetangga yang selalu nyinyir karena dia janda--hingga tumpukan pekerjaan yang terus menghantuinya di kantor.

Sampai suatu ketika, petir terbesar menyambarnya--Erina divonis mengidap kanker otak, dan usianya tak akan lama.

Di tengah badai, Erina tak sempat menangis. Garis akhir itu seperti bom waktu. Dan ia memilih mati-matian mempersiapkan segalanya, terutama untuk buah hati yang paling dicintainya. Ia hanya ingin anak-anaknya hidup layak dan bahagia--bahkan setelah ia tak ada lagi di dunia.

Termasuk, memberi mereka sosok ayah yang bisa menjaga dan menyayangi mereka seperti darah daging sendiri, sampai akhir.

Berhasilkah Erina menuntaskan misi dan harapan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. BUKAN CACING TAMBANG

BUGH!

Sebuah bogem mentah mendarat di sisi wajah Alvin--begitu tak terduga dan menyakitkan, membuatnya seketika terhuyung dan menabrak meja.

BRUK!

Alvin pun jatuh ke lantai, dan Erina juga mendarat di atas tubuhnya--sebab saat Alvin kehilangan keseimbangan, ia tak melepas genggaman tangannya dan turut menarik Erina hingga roboh bersamanya.

"Aduuh," rintih Alvin dan Erina, nyaris bersamaan.

Jantung Erina bertalu-talu riuh saat menyadari dirinya berada tepat di atas tubuh Alvin. Namun belum sempat otot-ototnya bergerak menjauh, sebuah teriakan terdengar keras memecah udara--nyaris memecah gendang telinganya juga.

"LAHHH?!"

Derek-lah yang berteriak--ia menerobos masuk dan meninju Alvin usai melihatnya menarik paksa Erina hingga menangis melalui rekaman CCTV di ruangannya. Lelaki berperut buncit dan berambut kelabu itu tampak semakin terkejut dan marah ketika melihat Erina jatuh dalam pelukan Alvin.

"Lepaskan Rosalinda--brengsek!"

Derek tanpa ragu menyambar lengan kanan Erina dan menariknya--tetapi di saat yang sama, Alvin masih tidak melepaskan lengan kiri Erina, meski pipinya berdenyut dan mulai bengkak. Kedua lelaki berpangkat tinggi di kantor itu pun saling menarik Erina seperti dua bocah ingusan rebutan mainan di taman.

"Jangan sentuh Erina!" Alvin mendesis seperti kucing yang ekornya terinjak--murka sekaligus kesakitan karena pipinya habis dipukul telak.

"Kamu yang jangan sentuh dia!" bentak Derek tak mau kalah.

Erina berusaha melepaskan diri, tapi tak bisa. Cengkeraman dan tarikan Alvin dan Derek begitu kuat, membuatnya kesakitan.

"Aduh! Lepaskan saya! Saya bukan cacing tambang--eh, tali tambang--tolong jangan ditarik--aduuh!"

"Eeeeh, ada apa ini, cyiiin?" Bonita--atau nama aslinya Boni Saputra, security kantor yang bertubuh besar dan kekar, berkulit sawo matang, berkepala plontos namun gemar memakai wig (kali ini wig hitam keriting sebahu), bergegas lari dengan gaya feminin dan masuk ruangan setelah menangkap keributan itu dari tayangan CCTV di layar komputer jadul posnya.

"Tolong aku, Bonita!" jerit Erina--sekujur tubuh dan kepalanya serasa mau meledak karena terus ditarik-tarik kuat seakan ia properti lomba tujuh belasan.

"LEPASIN BU ERINA, BAPAK-BAPAK!"

Suara Bonita yang tadinya kemayu seketika berubah gahar seperti lelaki paling perkasa di bumi, dan dengan teknik bela diri yang sangat dikuasainya, ia berhasil melepaskan cengkeraman gila Derek dan Alvin di kedua lengan Erina dengan mudah, hingga para pria itu terhuyung mundur.

"Bu Erina nggak apa-apa...?"

Bonita menangkap Erina sebelum jatuh ke lantai. Sekujur tubuh Erina gemetaran dan air matanya bercucuran.

"Sakit...," isak Erina. Ia tidak mengada-ada--kepalanya mendadak terasa bagai kembali dihantam, napasnya sesak seakan tulang-tulang rusuknya retak, dan pandangannya dengan cepat memburam.

"Bu Erina!"

"Erina!"

"Rosalinda!"

Ketiga pria beda usia dan sifat itu menyeru bersamaan ketika Erina tiba-tiba menutup mata dan merosot kaku di dada bidang Bonita. Sekujur tubuhnya kemudian kejang-kejang.

"Baringkan dia di lantai--alasi kepalanya dengan jasku--cepat!"

Alvin yang berpengalaman mengatasi kejang karena anaknya dulu sering kejang jika demam tinggi pun segera melepas jasnya, melipatnya, dan meletakkannya di lantai, sementara Bonita--meski air mukanya ngeri dan pucat--dengan patuh membaringkan Erina di lantai, sesuai instruksi Alvin.

Jemari Alvin dengan lekas dan cekatan melonggarkan kancing-kancing teratas blus dan ikat pinggang Erina, agar Erina bisa bernapas lebih lega. Ia juga memiringkan tubuh Erina yang masih menyentak-nyentak agar Erina tak tersedak air liurnya sendiri.

"Rosalinda--ay amor--sadarlah!" seru Derek panik dan dramatis, persis adegan di telenovela.

Tak lama setelahnya--bagaikan keajaiban--kejang Erina pun mereda, tetapi ia masih belum sadar sepenuhnya.

"Saya panggilkan ambulans ya, Pak!" Bonita bergegas merogoh ponsel dalam kantong celananya.

"Terlalu lama--saya akan bawa dia ke rumah sakit pakai mobil saya, sekarang!" cetus Alvin dengan air muka pias, cepat-cepat berusaha memindahkan tubuh lemas Erina ke dalam pelukannya.

"Tidak--panggil ambulans saja, Boni! Jangan biarkan dia bawa Rosalinda--bisa jadi dia modus, mau bawa Rosalinda ke hotel, bukannya rumah sakit!" sergah Derek tak terima--tangan besarnya pun mencekal kuat bahu Alvin.

"Anda sinting, Pak Derek?!" Alvin membelalak berang. "Bisa-bisanya Anda berpikir--"

"Kamu yang sinting! Tadi kamu menarik paksa Rosalinda sampai dia menangis--kamu mau bawa dia ke hotel, kan? Semua bisa lihat itu di CCTV--makanya dia sampai kejang-kejang dan pingsan sekarang!" bentak Derek. "Saya tak akan membiarkannya terjadi--saya akan melindungi Rosalinda dengan taruhan nyawa saya sendiri!"

Alvin sangat ingin melempar meja ke muka atasannya yang tak waras itu, tetapi ia masih bisa menahan diri. Tak ada gunanya menciptakan tragedi. Benaknya lantas dengan cepat memutuskan solusi.

"Baik--kalau tak percaya, kamu ikut saya bawa Erina ke rumah sakit sekarang, Boni! Jangan buang waktu lagi!" perintah Alvin dengan nada suara tinggi.

"Eh... kalau saya pergi, terus yang jaga pos security siapa, Pak?" tanya Bonita--seketika merasa dilematis dan bingung.

Alvin meraup wajahnya kasar dan nyaris memaki, tepat saat Harum tiba-tiba masuk dan menjerit, "Erina! Kamu kenapa? Sadar, Rin!"

"Harum! Kamu ikut saya bawa Erina ke rumah sakit, sekarang! Kalau kamu juga berani tanya siapa yang jaga ruangan HRD jika kamu pergi--saya bakar gudang ini supaya tak ada yang bisa dijaga lagi! Saya serius!" seru Alvin sarat emosi, napasnya pun memburu.

Harum bengong selama beberapa detik. Ia buru-buru lari ke ruangan Alvin karena juga menyaksikan huru-hara tak terduga melalui tayangan CCTV yang ada di komputer mejanya. Ia belum paham apa yang sebenarnya terjadi, namun akal sehatnya lebih memprioritaskan keselamatan sahabatnya--sehingga ia mengangguk cepat dan tanpa banyak komentar bergegas mengikuti Alvin yang membopong Erina menuju mobilnya di area parkir.

"Harum, kalau Alvin membawa Erina ke hotel, lapor saya--saya akan laporkan dia ke polisi!" teriak Derek, yang diabaikan semua orang.

Begitu Alvin mencapai mobil dan membuka kunci pengamannya, Harum secepat kilat membuka pintu belakang dan duduk di dalamnya. Alvin pun membaringkan Erina dengan hati-hati di jok belakang--kepalanya rebah di atas pangkuan Harum.

"Bonita--cepat buka gerbangnya!" teriak Alvin seraya masuk kursi kemudi dan menyalakan mesin mobil.

"Ya, Pak!" Bonita bergegas membuka gerbang yang besar dan berat itu dengan mudah.

Dalam waktu singkat, Lexus RX putih itu membelah jalan raya dengan kecepatan yang lumayan gila.

"Rin... sadar, Rin... jangan mau noleh dan ikut kalau ada yang manggil lewat pintu bercahaya... ayo bangun, demi Saga dan Nala... demi lihat aku nikah sama Aa... please jangan tinggalin aku sendiri, sahabatku cuma kamu sama kucing di rumah... bangun, Erina, ayolah...!"

Harum terus berusaha membangunkan Erina dengan ocehan yang makin lama makin absurd saking sedih dan paniknya, sementara Alvin tak segan mengebut dengan konsentrasi tinggi menuju rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, Erina langsung ditangani dokter dan perawat yang berjaga di IGD. Harum dan Alvin menunggu dengan tegang dan resah di luar ruang triase merah.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Pak Alvin?" tanya Harum, matanya berkaca-kaca. "Erina kenapa...? Tadi Bapak-Bapak sekalian ribut kenapa...?"

Alvin menghela napas panjang, yang sama sekali tak meringankan beban berat yang kini terasa begitu memadati rongga dada.

"Kamu tahu kan Erina seharusnya kembali ke rumah sakit untuk menjalani MRI?" ujar Alvin pelan. "Sebenarnya, dia..."

***

1
Shamira Zee
Saga nggak pulang, Alvin tiba-tiba diserang... Erina juga kayaknya belum sembuh... mulai dar-der-dorr ceritanyaa
Shamira Zee
Dari tumor ganti jamur... asbun kali Harum 😭🤣 Kayaknya konfliknya mulai naik ya /Chuckle/
Shamira Zee
Jangan macem-macem deh vin... yang ada tambah rusuh bukannya tambah beres /Hammer/
Shamira Zee
Nggak sama vin... emak dan masmu kayak es batu, sementara kamu semprul 🤣🤣🤣
Shamira Zee
🤣🤣🤣🤣
Shamira Zee
Nah lhoo kepergok ibunda ratu... astagaa malu gak tuuh 🤣🤣🤣
Nyonya Billy
😂😂😂😂 alvin ini orang kaya dan baik tapi kayaknya nasibnya kurang baik 😂
Nyonya Billy
Kasihan Saga salah paham terus punya mama kayak Erina 😂
Nyonya Billy
Walau absurd dan kocak, tapi mimpinya nyambung sama kondisi Erina yang lagi diangkat tumornya... bisa aja bikin beginian thor 😂
Nyonya Billy
Perutku sakit, ngak bisa berhenti ketawa... aduuh 😂
Nyonya Billy
Kasihan Erina... semoga lekas sembuh
Nyonya Billy
Rusuh tapi lucu 😂
Nyonya Billy
Rosalinda... makhluk berbatang pisang... astagaa 😂
Nyonya Billy
Kamar bersalin dan Alvin melahirkan... thor kamu kocak amat sih 😂
Shamira Zee
Gimana konsepnya lagi mimpi ena-ena lah kebangun sama ringtone hp sendiri yang nyeleneh 🤣🤣🤣 Alvin emang koplak 🤣🤣🤣🤣
Shamira Zee
🤣🤣🤣 wes gak tahu mau bilanh apa erina absurdnya udah di luar nurul, makanya tumornya juga kocak 😭🤣🤣🤣
Shamira Zee
🤣🤣🤣 capek mgakak 🤣🤣🤣😭🤣🤣🤣
Shamira Zee
Susahnya dapat restu 😭 Bu andin ngidam apa dulu bu anaknya modelan alvin 😭🤣
Shamira Zee
Jangan galak-galak Ga itu calon bapakmu udah baik banget lho mau yang spek kayak gimana lagi coba... mana mamamu absurd orangnya 😭🤣
Nyonya Billy: Setuju 😂
total 1 replies
Shamira Zee
🤣🤣🤣🤣 THOR TOLONG NGAK BISA BERHENTI NGAKAK, SUMPAH INI PALING KOCAKKK AMPUNN 😭🤣🤣🤣
La Rumi: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!