NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 15 – BERTEMU AURORA DAN EVAN

"Astaga, ini banyak banget! Gila, kira-kira ini bisa ngasih makan satu keluarga selama dua tahun," ucap Lily girang.

Tanpa banyak bicara, Lily langsung mengibaskan tangannya ke arah tumpukan persediaan. Seketika itu juga seluruh barang tersebut masuk ke dalam ruang dimensinya.

Lily belum memberi tahu keluarganya bahwa ia memiliki ruang dimensi. Ia masih ingin menguji kesetiaan mereka dan melihat apakah mereka layak mengetahui rahasianya atau tidak.

Setelah memasukkan hampir semua persediaan ke dalam ruang dimensi, Lily mengeluarkan satu tas penuh makanan untuk menghindari kecurigaan.

Setelah itu, ia keluar dari gudang dan menuju tempat yang sudah disepakati bersama keluarganya.

 

Sementara itu, di sisi Mommy Grace, Tante Mauren, dan Mbok Surti...

"Astaga, Ren, ini banyak banget. Kita ke bagian wanita dulu, yuk. Aku mau ambil roti Jepang. Soalnya tamu bulanan sebentar lagi datang," ajak Mommy Grace.

Tante Mauren mengangguk penuh semangat.

Mereka pun pergi ke bagian perlengkapan wanita untuk mengambil roti Jepang. Setelah selesai, mereka beralih ke bagian kosmetik.

"Kira-kira warna apa yang cocok buat bibirku, Ren?" tanya Mommy Grace.

"Kalau menurut aku sih warna merah, Mbak," jawab Tante Mauren sambil mengambil sebuah lipstik merah.

Mbok Surti hanya memperhatikan mereka sambil tersenyum kecil.

Setelah selesai memilih beberapa kosmetik, mereka menuju rak makanan.

"Mbok, kalau mau ambil makanan di bagian lain monggo. Kami juga mau ambil barang di sini," ujar Mommy Grace.

"Nggih, Nya," jawab Mbok Surti.

Wanita paruh baya itu pun pergi ke bagian roti.

"Ren, kamu ambil makanan ringan saja, ya. Aku mau ambil mi instan."

"Oke, Mbak."

Mereka lalu berpencar untuk mengambil kebutuhan masing-masing.

 

Di sisi lain, Lily sudah sampai di tempat yang telah disepakati.

"Astaga, mereka ke mana? Kok belum kumpul sih?" gumamnya heran.

Karena masih menunggu, Lily memutuskan untuk berkeliling.

Saat berjalan-jalan, matanya tidak sengaja menangkap sebuah tumpukan komik.

"Hem, kayaknya ambil beberapa deh. Kasihan si kembar nanti nggak ada kerjaan di mobil."

Lily mengambil beberapa komik, buku gambar, buku tulis, pensil warna, serta dua tas kecil. Satu bergambar Barbie untuk Luna dan satu lagi bergambar robot untuk Kenzo.

Setelah selesai, ia kembali ke tempat utama.

Ternyata keluarganya sudah berkumpul di sana.

"Sudah selesai?" tanya Lily.

Mereka semua mengangguk.

"Kalau begitu ayo pulang ke mobil."

Mereka pun berjalan keluar dan masuk ke dalam campervan.

"Jalan, Mang," ucap Lily.

"Siap, Non," jawab Mang Ujang.

Campervan kembali melaju meninggalkan pusat perbelanjaan.

Lily duduk di atas karpet bulu tempat si kembar sedang bercanda. Saat melihat kakaknya duduk, mereka langsung diam.

"Kak Lily, kita masih jauh ya?" tanya Luna polos.

Lily tersenyum lalu mengusap rambut adiknya.

"Iya, masih lama. Mungkin sekitar tiga hari lagi kita sampai."

"Oh..."

"Oh iya, Kakak punya hadiah buat kalian."

Lily mengeluarkan dua tas yang tadi ia ambil.

"Yang Barbie buat Luna, yang robot buat Kenzo. Di dalamnya ada komik, buku gambar, pensil warna, dan beberapa alat tulis."

Mata si kembar langsung berbinar.

"Terima kasih, Kak Lily!" ucap mereka bersamaan.

"Iya, sama-sama."

Lily tersenyum lalu kembali duduk di sofa.

 

Hampir empat puluh menit mereka berkendara.

Sebagian besar anggota keluarga sudah tertidur.

Si kembar tidur di atas karpet bulu ditemani Mbok Surti dan Darah.

Lily yang sedang menatap ke luar jendela tiba-tiba melihat seseorang yang terasa sangat familiar.

"Bang! Bang! Berhenti sebentar! Aku kayak kenal orang yang lagi dikejar zombie itu!"

Saat ini Alex yang sedang menyetir menggantikan Mang Ujang.

"Memangnya siapa?" tanya Alex sambil memperlambat laju kendaraan.

"Kalau nggak salah itu Aurora, anak kelas sepuluh F."

Alex segera menepikan mobil.

Begitu mobil berhenti, Lily langsung turun.

"Lo di sini aja, Bang. Jaga mereka semua. Jangan dibangunin, kasihan."

Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung berlari.

 

Di kejauhan, seorang gadis sedang berlari sambil menangis ketakutan.

Tiga zombie mengejarnya dari belakang.

Syuttt!

Lily melesat seperti anak panah.

Slash!

Buk!

Dalam sekejap, ketiga zombie itu tumbang.

Aurora yang hampir putus asa langsung tertegun.

"Aurora, kan?" tanya Lily.

"Kak Lily?!"

Mata Aurora membelalak.

Detik berikutnya, gadis itu langsung berlari dan memeluk Lily sambil menangis.

"Hiks... hiks... Kak, tolong! Bang Evan lagi ngelawan zombie di sana. Papi kami udah jadi zombie. Mami aku nggak tahu gimana. Tadi Bang Evan nyuruh aku lari."

"Hei, hei... tenang dulu."

Lily menepuk punggung Aurora dengan lembut.

"Dengar Kakak. Di mana abangmu sekarang? Kakak bakal bantu."

Aurora berusaha menenangkan diri sebelum menjawab.

"Abang dan Mami ada di rumah kecil sebelah sana. Mereka terkepung zombie. Tolong mereka, Kak."

"Baiklah. Tapi kamu ikut ke mobil Kakak dulu, ya."

Aurora mengangguk.

Lily segera membawanya ke arah campervan.

"Bang, tolong jaga dia dulu. Kasih minum juga. Aku mau lihat keadaan Evan."

Alex bahkan belum sempat menjawab ketika Lily kembali berlari.

 

Lily melesat mengikuti petunjuk yang diberikan Aurora.

Tidak butuh waktu lama sampai ia menemukan rumah kecil yang dimaksud.

Puluhan zombie berkumpul di sekitar bangunan itu.

BRAK!

SLASH!

BUK!

SRING!

Tubuh para zombie berjatuhan satu per satu.

Tidak sampai lima menit, seluruh zombie telah tumbang.

Setelah memastikan keadaan aman, Lily mengetuk pintu.

"Evan! Ini gue! Udah aman. Buka pintunya!"

Klik.

Pintu perlahan terbuka.

Seorang wanita paruh baya muncul dengan wajah pucat penuh ketakutan.

"Kamu siapa?"

"Tante nggak usah takut. Aku teman sekolah Evan. Aku ke sini karena Aurora minta tolong."

Mata wanita itu langsung membesar.

"Aurora? Dia di mana? Apa dia selamat?"

"Dia aman, Tante."

Wanita itu menghela napas lega.

"Kalau begitu ayo kita pergi. Evan di mana?"

Wajah wanita itu kembali muram.

"Sebenarnya Evan sedang tidak baik-baik saja. Dia terkena cakaran zombie waktu menyuruh adiknya kabur."

Lily langsung masuk ke dalam rumah.

Di salah satu sudut ruangan, Evan terbaring tak sadarkan diri.

Tubuhnya dipenuhi keringat dingin.

Di lengan kanannya terdapat luka cakaran panjang yang tampak mengerikan.

Melihat kondisi itu, hati Lily terasa tidak nyaman.

Entah kenapa ia merasa khawatir.

Diam-diam, Lily mengeluarkan air spiritual dari ruang dimensinya.

Dengan hati-hati ia membersihkan luka Evan menggunakan air tersebut.

Setelah itu, ia juga meminumkan sedikit air spiritual ke dalam mulut pemuda itu.

Beberapa menit kemudian, warna wajah Evan terlihat sedikit lebih baik.

"Kalau begitu kita harus segera pergi dari sini."

Lily dan ibu Evan bekerja sama membawa pemuda itu keluar rumah.

 

Saat mereka sampai di campervan, seluruh anggota keluarga ternyata sudah berkumpul di luar.

Begitu melihat ibunya, Aurora langsung berlari.

"Mami!"

Aurora memeluk wanita itu erat sambil menangis.

"Mami nggak apa-apa, Sayang."

"Sungguh?"

"Iya."

Aurora akhirnya tersenyum lega.

Di sisi lain, Lily yang membantu menopang Evan mulai kewalahan.

Tubuh pemuda itu jauh lebih berat daripada yang ia kira.

Tanpa sadar, tubuh mereka semakin dekat.

Lily bahkan bisa mencium aroma tubuh Evan yang bercampur dengan keringat.

Aneh sekali.

Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.

Alex yang melihat adiknya kesulitan langsung datang membantu.

"Sini, biar gue yang angkat."

Dengan mudah Alex menggendong Evan dan membawanya masuk ke dalam campervan.

Aurora yang melihat kakaknya masih pingsan langsung panik.

"Mami, Abang kenapa?"

"Abangmu cuma kelelahan karena melawan zombie," jawab ibunya berusaha tersenyum.

"Tapi kok belum bangun?"

"Dia akan baik-baik saja."

Lily yang mengetahui bahwa wanita itu sengaja menyembunyikan kebenaran memilih untuk diam.

Saat ini bukan waktu yang tepat untuk membuat Aurora khawatir.

 

Langit mulai menggelap.

Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat.

Lily segera mengajak semua orang masuk.

"Sudah, ayo masuk. Hari sudah mau malam."

Semua orang menurut.

Mereka masuk ke dalam campervan, termasuk Aurora dan ibunya.

Setelah semua berkumpul, Lily berdiri di tengah ruangan.

"Kita lanjutkan perjalanan besok pagi. Sekarang kita makan malam, mandi, lalu istirahat."

Semua orang mengangguk setuju.

"Kalau yang berjaga malam ini, aku dan Kak Lea."

"Baik."

Malam perlahan turun.

Di tengah dunia yang telah dipenuhi zombie, campervan itu menjadi tempat berlindung sementara bagi mereka.

Tanpa ada yang menyadari, pertemuan dengan Aurora dan Evan pada hari itu akan menjadi awal dari perubahan besar dalam perjalanan mereka ke depan.

Besok aku gak update dulu ya aku besok mau bagi raport doa'in ya semoga naik kelas mungkin nanti malam satu chapter lagi

oke bye bye guys see Next chapter ☺️☺️

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!