Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Couple Istri dah dengan Selingkuhan
Alisha berjalan masuk ke dalam mansion-nya sambil menenteng belanjaan yang Giovan belikan.
Christian yang kebetulan berada di ruang tamu, tak sengaja melihat barang belanjaan Alisha yang lumayan banyak.
"Dari mana kamu?" tanya Christian.
Alisha menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Christian yang sedang duduk.
"Belanja," jawab Alisha acuh tak acuh.
Christian bangkit dari kursinya dan mendekati Alisha untuk melihat barang belanjaannya.
"Pakai uang siapa?"
"Ya tentu saja uang.."
"Wow, pasti enak ya ngabisin uang Kakek Ed?" tanya Fiona yang tiba-tiba saja muncul.
Alis Alisha mengerut, lalu ia berdecak. "Ciih, sok tahu! Ini tuh Giovan yang beliin."
"Apa?!" Fiona dan Christian sama-sama terkejut.
"Jangan bohong deh kamu! Giovan, mana mungkin ngeluarin uangnya buat kamu!"
Fiona tahu, seberapa bencinya Giovan pada Alisha. Karena Alishalah Giovan tidak bisa menikahi Elena.
"Ciih, Tante tidak percaya?"
"Enggak!"
"Oh, ya sudah."
Alisha mengangkat kedua pundaknya dan kembali melangkahkan kakinya untuk pergi.
Fiona dan Christian saling lirik satu sama lain. "Tidak mungkin, Giovan mengeluarkan uangnya untuk Alisha!" seru Fiona.
"Mungkin saja, Alisha kan istrinya," ujar Christian.
"Ya tapi, kamu kan tahu seberapa bencinya Giovan pada Alisha?"
"Siapa tahu, Giovan sudah tertarik dengan Alisha makanya dia jadi baik."
"Apa tertarik??"
"Hm."
Fiona mencerna semua ucapan Christian, jika Giovan benar-benar sudah tertarik pada Alisha, artinya keduanya akan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya.
Lalu Alisha hamil dan melahirkan seorang keturunan Vizcaya dan membuat posisi anaknya Fabian semakin tergeser.
"Tidak, ini tidak boleh terjadi. Alisha tidak boleh memiliki keturunan dulu!" batin Fiona. "Aku harus membuat Giovan kembali membenci Alisha!"
---
Alisha melemparkan paperbag yang dia bawa ke atas kasur dan menjatuhkan tubuhnya.
"Marilah kita lihat sebagus apa selera dia," gumam Alisha sambil membuka satu per satu isi paperbag itu.
Isi paperbag tersebut ada heels, tas, parfum, dan dress merah menyala.
Alisha mengangkat dress itu. "Hm, seleranya cukup bagus."
Ia membawa dress tersebut dan langsung mencobanya. Senyum Alisha terukir karena dia terlihat lebih cantik saat memakai dress tersebut.
---
Di sisi lain, Elena juga mendapatkan kiriman dari Giovan. Wanita yang menyandang status sebagai kekasih Giovan itu pun, turut mendapatkan dress, heels, tas, dan parfum.
"Giovan tahu saja aku menyukai dress merah," gumam Elena.
Elena mengambil ponselnya dan mengucapkan kata terima kasih atas pemberian Giovan.
---
Malam harinya.
Alisha sudah siap dengan penampilannya yang cetar dan membahana.
Gadis itu memakai riasan tipis di wajahnya dengan heels putih di kakinya yang jenjang serta dress merah menyala yang membuat body goals-nya terpampang jelas.
Tak lupa Alisha pun mengeruly rambut panjangnya, dan menyemprotkan parfum.
Ceklek.
Giovan masuk ke dalam kamarnya seraya membenarkan kancing yang berada di bajunya.
"Sudah, belum?" tanya Giovan.
Alisha membalikkan kepalanya. "Sudah," jawab Alisha sambil memakaikan anting di telinganya.
Giovan mengangkat kepala untuk melihat penampilan Alisha. Alisha sendiri tersenyum tipis dan kembali menatap dirinya di pantulan cermin.
"Cantik," batin Giovan.
Lalu tak lama Giovan menggelengkan kepalanya. "Tidak, dia tidak cantik!!" lanjutnya.
Alisha mengambil tas kecil dan mendekati Giovan. "Ayo!"
"Hm."
"Ehh, tunggu dulu!" tahan Alisha.
"Apalagi, Alisha?"
Tangan Alisha terulur untuk membenarkan dasi Giovan yang miring. "Dasimu sedikit berantakan," ujar Alisha.
Giovan memejamkan matanya saat mencium wangi vanila dari tubuh Alisha. Wangi manis yang berasal dari Alisha membuat Giovan hampir saja gila.
Pria itu sedikit menundukkan kepalanya untuk mencium leher Alisha.
Namun, Alisha lebih dulu menjauhi tubuh Giovan. "Sudah," ucapnya.
Giovan tersentak, pria itu segera menatap dasinya. "Oh, ya sudah. Ayo."
"Yuk!"
Tangan Alisha melingkar memeluk lengan Giovan yang kekar. Giovan menatap ke arah Alisha.
"Apa?" tanya Alisha.
"Jangan dekat-dekat!" jawab Giovan seraya melepaskan tangan Alisha yang memeluk lengannya.
"Issh, biar so sweet!"
Alisha yang nakal kembali memeluk erat lengan Giovan. "Sudahlah, ayo kita pergi!"
"Huft!"
Giovan menghembuskan napasnya dengan kasar dan terpaksa keluar dari kamarnya dengan Alisha yang bergelantungan.
---
"Alisha, Giovan, kalian ingin ke mana?" tanya Emeline.
"Kita mau pergi ke acara lelang, Mom," jawab Giovan.
"Kamu ngapain ajak Alisha ke tempat seperti itu?"
Emeline tahu, acara lelang kali ini bukanlah acara biasa. Karena dihadirinya oleh para petinggi dari dunia bawah.
"Alisha yang mau ikut, Mom."
Mata Emeline menatap ke arah Alisha. "Kamu tidak usah ikut, di rumah aja. Di sana terlalu bahaya!"
"Tapi, aku ingin ikut, Mom. Mommy tenang saja, aku bisa menjaga diriku sendiri."
Emeline menghembuskan napasnya dengan kasar. "Kamu itu susah ya dibilanginnya!"
Alisha meringis kecil.
"Ya sudah, Mom, kita jalan dulu ya," pamit Giovan.
"Hm, hati-hati. Ingat, Gov, kamu harus menjaga Alisha!"
"Iya, Mom."
---
Mereka berdua segera meninggalkan rumah dan memasuki mobil sport milik Giovan.
"Kita jemput Elena dulu ya," ucap Giovan saat di pertengahan jalan.
"Apa? Mau ngapain?!" tanya Alisha.
"Ciih, tentu saja mengajaknya!" jawab Giovan.
"Jadi kau mengajak ikan asin juga?!"
"Hm."
"Sialan, putar balik tidak atau aku adukan ini pada Kakek!" ancam Alisha yang pura-pura membuka tasnya untuk mengambil ponsel.
Giovan tersenyum miring mendengar ancaman Alisha yang selalu menggunakan Kakeknya.
"Silakan saja, kalau kau berani lakukan itu maka aku akan menurunkanmu di jalan!"
Alisha menyipitkan matanya. "Kau mengancamku, Giovan??"
"Ya, aku juga bisa mengancammu, Alisha."
Bugh.
"Bajingan!" desis Alisha yang menendang dashboard mobil depan Giovan.
Giovan tersenyum kecil melihat Alisha yang misuh-misuh dan ia segera memutarkan mobilnya ke apartemen Elena.
---
Elena sendiri sudah menunggu Giovan di parkiran. "Sayang!!" pekiknya.
Giovan keluar dari mobilnya dan melihat penampilan Elena yang hampir mirip dengan Alisha namun, bedanya penampilan Elena terlihat biasa saja.
Tidak seperti penampilan Alisha, Alisha terlihat memiliki aura yang kuat dan kecantikannya yang menebar ke mana-mana. Mungkin karena Alisha baru saja memakai dress yang seperti itu.
Grep.
Elena langsung memeluk tubuh Giovan. "Aku kangen banget, sayang. Untung aja malam ini aku bisa berduaan sama kamu!" ucap Elena.
Giovan tersenyum tipis, karena ucapan Elena salah. Malam ini mereka bertiga karena ada Alisha juga.
"Ayo kita jalan sekarang!"
"Hm, ayo!"
Alisha yang sedari tadi memerhatikan tingkah Elena hanya bisa berdecak sebal di dalam mobil.
"Ciih, lihat saja aku akan menghancurkan hubungan kalian berdua!" batin Alisha.
Elena mendekati pintu depan mobil Giovan, saat ia membuka pintu tersebut. Elena dikejutkan dengan kehadiran Alisha.
"Halo," ucap Alisha yang sudah duduk manis di sebelah Giovan.
"Hha, kamu!!"
Mata Elena menatap tajam ke arah Giovan. "Gov, maksud kamu apa bawa dia?!" tanya Elena tak terima.
"Maaf, El, tapi..."
"Aku tidak mau ikut ya, kalau kamu bawa dia!" ucap Elena sambil menunjuk Alisha.
"Loh, bagus dong kalau kamu tidak ikut. Aku jadi bisa berduaan sama Giovan!" ujar Alisha.
"Diam ya, kamu! Kamu tuh seharusnya tidak diajak."
"Kamu yang harusnya tidak diajak! Aku ini istri sahnya, sedangkan kamu siapa, hah?"
"Aku, aku.. Kok baju kita sama sih?!" pekik Elena yang justru jadi salah fokus saat melihat dress yang Alisha kenakan.
---
Bersambung
ini Novel baru aku👈✍️