Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Rencana
Tiba di tanah air, Evert begitu antusias menerima keuntungannya sebagai suami Kiara yang sudah dinyatakan hamil. Walaupun semuanya berdasarkan skenario. Saat ini Evert membaca beberapa poin persyaratan penerimaan perusahaan milik kakeknya.
Tiba di poin ke tiga, ekspresi wajah Evert berubah tercengang. Tubuhnya seakan membeku dengan nafas tercekat. Ia menatap sang pengacara perusahaan yaitu Tuan Ruben.
"Apa-apaan ini....? kenapa penarikan uang lebih dari 500juta harus minta tandatangan Kiara?" tanya Evert menahan emosinya yang hampir meledak.
"Itu karena nona Kiara punya peran besar nantinya untuk mengembangkan perusahaan ini. Apalagi dia adalah ibu dari anak-anakmu kelak. Itu yang disampaikan tuan Hilman padaku. Sebenarnya kakek Hilman inginkan pernikahan cucunya langgeng selamanya. Kakek Hilman tidak mau Evert mempermainkan hati Kiara dengan berselingkuh dengan banyak wanita. Evert diikat dengan dunia agar tidak meninggalkan Kiara.
"Dasar kakek tua sialan....! jika saja dia tahu perempuan itu sudah lebih dulu menceraikan dirinya. Aku harus bagaimana ini. Apa lagi aku belum tahu keberadaan Kiara karena sulit menghubungi kontaknya?" batin Evert berperang dengan dirinya sendiri saat ini.
Mau tidak mau ia harus menandatangani sederet persyaratan yang mencekik lehernya. Sementara itu obrolan Kiara dan Billy yang terekam menjadi pertanyaan Vandem dan Kelly saat ini.
"Apakah mereka saling kenal sebelumnya?" tanya Kelly pada rekannya itu.
"Benar juga saat melihat reaksi keduanya ketika saling menatap wajah mereka satu sama lain, keduanya sama-sama terlihat syok. Kita perlu selidiki tuan Billy," timpal Vandem.
"Aku yakin mereka pasti saling kenal satu sama lain, " timpal Kelly.
"Dua hari lagi sidang kasus Amanda akan digelar di pengadilan, kita harus lebih waspada untuk melakukan pengawalan nanti," ucap Kelly.
"Sebaiknya sidangnya dilakukan besok agar kita tidak kehilangan Amanda. Sepertinya banyak sekali yang membunuh Amanda sebelum dia dijatuhi hukuman mati," Vandem langsung menghubungi seseorang terkait persidangan Kiara.
Walaupun Billy sudah tahu jadwal persidangan Kiara, namun ia yakin keteledorannya tadi bisa menyebabkan sidang Kiara dimajukan atau ditunda. Marco menemuinya untuk memberikan jalur mobil yang biasa dilewati tersangka saat diantarkan ke pengadilan. Marco belum paham dengan rencana Billy pada pembunuh keluarganya.
"Apa yang ingin anda lakukan tuan?" tanya Marco.
"Aku ingin menculik Kiara," ucap Billy namun Marco masih bingung.
"Kiara...? apa hubungannya nona Kiara dengan peta jalur ke pengadilan tuan?" tanya Marco lagi.
"Pembunuh yang mereka tangkap itu bukan Amanda tapi Kiara," jelas Billy.
"Apa....? bagaimana bisa..? mana mungkin nona Kiara berubah menjadi Amanda? wanita buronan itu? tuan ada yang harus aku katakan padamu," ucap Marco sengaja menjeda kalimatnya.
"Katakan. Ada apa ?"
"Nona Anabell hampir kehilangan nyawanya karena salah satu perawat sengaja mematikan tabung oksigen nona Anabell.
"Apa....?!" Billy terlihat syok namun Marco buru-buru menjelaskan lagi kondisi Anabell.
"Tapi nona Anabell berhasil diselamatkan tuan dan sekarang perawat jahat itu sudah diserahkan ke polisi," ucap Marco.
Billy mengepalkan kedua tangannya. Ia menjadi sulit mempercayai rumah sakit untuk merawat keponakannya tersebut.
"Kita harus mengeluarkan Anabell sekarang juga atau aku akan kehilangan satu-satunya keluargaku," Billy segera angkat kaki dari kantornya.
"Tuan, kenapa mereka ingin membunuh nona Anabell?" tanya Marco.
Billy ingat ucapan Anabell saat tiba di Amerika.
"Sialan....! aku tahu sekarang. Mereka ingin Anabell mati karena dia adalah satu-satunya saksi yang mengetahui wanita pembunuh kakakku," jelas Billy.
"Jadi, nona Kiara sengaja dijebak untuk menanggung dosa Amanda? oleh sebab itu mereka harus melenyapkan nona Anabell agar tidak ada kesaksian saat nona Kiara dijatuhi hukuman mati? dengan begitu kasus ini akan ditutup begitu saja? wah, hebat sekali pemikiran para penjahat itu," ucap Marco dan Billy baru paham keterkaitan dua wanitanya.
"Aku akan menangkap amanda yang asli. Aku akan membunuhnya sendiri," gumam Billy yang merupakan mantan mafia itu. Marco mengangguk setuju dengan rencana Billy.
"Patahkan kaki Kelly...!" titah Billy pada Marco.
"Kenapa tuan?"
"Karena dia telah menganiaya wanitaku," jelas Billy.
"Baik tuan, segera." Marco memerintahkan anak buahnya untuk melaksanakan perintah Billy.
Ketika mobil Kelly melintas jalan menuju ke kediamannya, tiba-tiba saja ada sebuah truk besar langsung menabrak mobilnya membuat Kelly terperanjat dan hilang kendali.
Mobilnya terseret cukup jauh lalu menabrak pembatas jalan dan langsung jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam. Kelly memekik ketakutan sebelum mobilnya meledak.
Anabell sudah berhasil dibawa pulang oleh pamannya. Kondisi koma yang dialaminya membuat Billy cukup frustrasi melihat keadaan tidak berdaya Anabell.
"Cepatlah sembuh nak...! kamu harus memperlihatkan siapa wanita yang membuatmu menjadi yatim piatu," ucap Billy sambil mengamati wajah keponakannya. Beberapa peralatan medis sudah memenuhi kamar Anabell. Ada dokter pribadi dan dua orang perawat yang diseleksi langsung oleh Billy.
Keesokan paginya, Kiara sudah siap dibawa ke pengadilan. Kasusnya siap digelar di persidangan dengan beberapa orang saksi dan pengacara yang sudah ditentukan oleh pihak tertentu yang ingin melempar Kiara secepatnya ke penjara.
Anak buah Billy dan Billy sendiri sudah mengikuti pergerakan mobil Kiara dengan jarak aman. Pengawalan ketat yang dilakukan oleh FBI cukup mempersulit pergerakan Billy. Namun tidak dengan satu helikopter di atas sana yang melepaskan tembakan ke arah mobil para pengawal.
"Apa itu....?!" tanya Marco yang sedang menyetir mobil.
"Sepertinya ada yang ingin menculik nona Kiara, tuan," ucap anak buahnya melalui alat penghubung.
Mendengar itu, Billy tidak rela wanitanya dibawa oleh siapapun. Ia meminta orangnya untuk mengirim helikopter. Billy yang sedang mengendarai sepeda motor ducati meluncur ke arah mobil yang ditumpangi Kiara.
Tembakan terjadi di sana sini dan tak lupa juga ada alat peledak yang sudah melesak ke arah para pengawal mobil Kiara.
"Aku akan membunuhnya kalian semua...!" geram Billy saat seseorang memaksa Kiara keluar dari mobil dan pindah ke mobil lainnya.
Kiara berhasil dibawah pergi oleh mereka dikawal dengan helikopter di atas sana. Billy tidak menyerah. Ia terus menambah kecepatan motornya sambil sesekali melepas tembakan ke mobil penjahat. Billy juga tidak lepas dari tembakan penjahat. Namun penjahat tidak mengira ada helikopter lain yang tidak lain milik Billy siap menembak ke arah mereka.
Kiara ketakutan setengah mati. Namun ia berusaha tidak panik karena percuma baginya untuk berteriak meminta tolong. Ia yakin saat ini Billy akan menolongnya atas izin Allah karena Billy sudah berjanji padanya.
Kejar-kejaran antar kendaraan itu membuat mobil penjahat yang membawa pergi Kiara mulai menemui kesulitan. Helikopter milik Billy sudah siap turun ke jalan raya untuk menghalangi mobil penjahat. Billy segera mendekati mobil itu sebelum kecelakaan naas menimpa gadisnya.
"Tunggu aku sayang....!" ucap Billy yang siap melompat ke arah mobil penjahat yang berhenti secara mendadak namun sayang....?
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭