NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panik

"Kak, aku minta maaf sudah merepotkan kak Satya, ganggu kak Satya sedang kerja". Tidak terasa air mataku meleleh begitu saja. Aku tidak enak sekali melihat wajah kak Satya yang tampak kesal kepadaku.

Kak Satya menghentikan sejenak kegiatan mengaduk bubur itu, ia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Wajahnya kusut, mungkin lelah dengan pekerjaan di tambah harus mengurus aku yang sedang sakit.

Aku melihat kak Satya tampak menghela nafas pelan.

"Lain kali, harus lebih peduli dengan diri sendiri" jawab kak seraya berdiri, ia menyimpan mangkuk bubur yang tidak habis itu, baru empat suapan aku sudah mengeluh karena mual. Bubur itu terasa pahit di lidahku. Kak Satya menyodorkan segelas air putih untuk ku minum, aku terus memperhatikan wajahnya yang sulit diartikan itu.

"Tidur, istirahat tidak usah memikirkan apapun" ucap kak Satya seraya membetulkan selimut yang membungkus tubuhku.

"Kamu juga istirahat kak, pasti sangat capek sekali" ucapku pelan, yang disusul oleh anggukan kak Satya.

Aku mulai memejamkan mata, mungkin efek dari obat yang tadi diberikan oleh perawat. Rasa kantuk mulai datang.

***

"Ndra, jangan turun ndra. Aku sayang kamu, kak Satya sayang kamu. Banyak yang sama kamu"

"Raisya, semua orang hanya sayang sama kamu. Tidak dengan aku sa. bahkan kak Satya pun dia seperti tidak peduli dengan pernikahan ini. Orangtua kak Satya bahkan tidak menganggap aku ada sa, semua sayang sama kamu sa. Kembalilah dengan kak Satya, dia sangat mencintaimu"

"Tolong ndra, aku mohon kamu jangan lakukan itu. Kak Satya sangat menyayangimu percayalah padaku ndra. Kak Satya sangat menyayangimu"

"Tidak sa, kak Satya hanya menyayangiku sebagai teman atau adik, dia tidak serius dengan pernikahan ini. Aku capek sa, aku mau nyerah saja. Tolong kembalilah sa demi kak Satya dan Sandrina. Mereka sangat kehilanganmu, mereka sangat mencintaimu"

"Aku mohon Ndra, beri waktu kak Satya untuk itu semua"

"Aku sudah capek sa, aku mau nyerah saja"

"Brukkk" dari ketinggian dua puluh meter lantai rumah sakit, aku menjatuhkan diriku.

DUG,

Aku terbangun dari mimpi buruk itu, bulir keringat dingin membasahi piyama ku, nafasku terasa sesak dan jantungku berdebar cepat. Mimpi itu terasa nyata.

"Kenapa Ndra?" kak Satya ikut terbangun, ia menghampiriku.

Aku masih sibuk mengontrol nafasku, jantungku terus berpacu, berdegup kencang serasa ingin keluar dari dadaku.

Aku meneguk air putih yang disodorkan oleh kak Satya, tanganku sedikit bergetar seperti orang ketakutan. Tanpa di minta kak Satya menggenggam tanganku seolah menyalurkan ketenangan dalam diriku.

"Kak, jantung aku terasa mau copot" aku meraba dadaku. Kak Satya sepertinya panik. kemudian ia memanggil perawat untuk memeriksa kondisiku.

Tidak lama seorang perawat datang dan langsung memeriksa keadaanku.

"Panik Attack, ini sering terjadi pada seseorang penderita asam lambung dan orang yang sedang terkena setres berlebihan atau overthinking. Hanya berlangsung beberapa menit nanti juga reda dengan sendirinya, asalkan ada afirmasi positif dari sekitar. Sekarang ibu Sandra kembali istirahat, besok pagi ada dokter yang akan mengecek keadaan ibu Sandra" seorang perawat menjelaskan apa yang sedang terjadi pada diriku.

"Terimakasih suster"

Waktu sudah menunjukan pukul 23.30, setelah menutup pintu kak Satya berjalan menghampiriku.

Keadaanku saat ini sudah mulai tenang, benar kata perawat tadi, panik attack itu hanya berlangsung beberapa menit saja, tidak lama namun membuatku kaget, aku kira terkena serangan jantung karena mimpi itu.

Kak Satya medudukan tubuhnya di ranjangku. Lagi lagi aku merepotkan kak Satya.

"Aku mimpi buruk kak, mimpi itu terasa nyata. Aku mimpi terjatuh dari lantai atas rumah sakit".

Tampa ku duga sebelumnya, kak Satya ikut merebahkan tubuhnya disampingku, ia membetulkan selimut kemudian menutupi tubuhku dengan selimut itu.

"Hanya mimpi, tidak usah di pikirkan" kak Satya memeluk tubuhku pelan, ada usapan halus disana. Mungkin dia sedikit iba dengan kondisiku saat ini.

Kenapa aku merasa nyaman dan tenang dalam dekapan kak Satya, nyaman sekali rasanya. Mungkin kah ini yang di inginkan oleh tubuhku.

Aku tau kak Satya melakukan ini hanya karena kasihan padaku, tapi kenapa aku merasa nyaman sekali serasa sangat disayangi oleh kak Satya.

***

"Ndra, aku berangkat dulu. Harus menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan" ucap kak Satya, aku membelakanginya dan pura-pura tertidur.

"Nanti ada perawat kesini untuk menjaga dan memastikan kondisimu" tambahnya lagi, aku masih bergeming tidak mau menjawab.

Aku mau kamu yang disini kak.

"Aku pergi" ucapnya, dan aku merasa ada tangan kak Satya yang mengusap puncak kepalaku pelan.

Dalam kondisiku yang seperti ini pria itu memilih untuk berangkat bekerja. Sepenting itu pekerjaannya dibanding dengan kondisi istrinya. Istri?, apakah kak Satya menganggapku istri, di lihat dari sikapnya sepertinya tidak. Ah sedih. menyedihkan sekali kamu Sandra.

"Pagi Bu Sandra" dengan ramah Seorang perawat perempuan memasuki ruanganku.

"Pagi sus"

"Gimana keadaanya sekarang Bu sudah enakan, mual pusing masih ada Bu?" perawat itu bertanya sambil mengecek tensi darah.

"Sedikit lagi sus, tinggal pusingnya sama lemasnya".

"Ibu beruntung sekali ya, punya suami yang sangat perhatian, kemarin waktu Bu Sandra pingsan. Suami ibu terlihat panik sekali, kalau suaminya cuek ga akan sepanik itu sepertinya Bu"

"Suami saya panik sus?"

"Iya Bu, sewaktu ibu pingsan, suami Bu Sandra terus menggenggam tangan Bu Sandra, pokonya ya Bu wajahnya terlihat panik sekali, seperti orang yang takut kehilangan. Sudah tensi ibu normal, kemarin rendah sekali. Dijaga ya Bu pola makannya, jangan sampe telat makan lagi"

"iya terimakasih sus"

Kak Satya panik?, tapi sewaktu aku sadar kak Satya terlihat biasa saja malah seperti orang yang sedang kesal padaku. Aku tidak mengerti dengan pria itu, dia sebenarnya sayang gak sih sama aku?.

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!