"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Daren yang berhasil menyusul motor yang membawa Aurel bergegas turun saat melihat sang adik menangis. Tanpa mengatakan apapun, Daren langsung memukul Excel.
"Bugh!".
"Sialan, beraninya menculik adikku hah!" marah Daren.
Aurel langsung terkejut melihat apa yang kakak pertamanya lakukan.
"Kak Daren".
"Ya ampun, berhenti kak" ucap Aurel saat melihat sang kakak yang sudah siap memukul Excel lagi.
"Princess, kamu gak papa. Udah jangan hentikan kakak princess. Sebaiknya sekarang tutup mata kamu oke, kakak perlu memberi perhitungan pada orang yang udah berani menculik kamu" ucap Daren.
"Tunggu, menculik?" bingung Aurel.
"Iya princess. Dia orang yang udah menculik kamu kan. Tenang kamu gak usah takut lagi, ada kakak disini" ucap Daren.
"Tapi kak....".
Belum sempat Aurel melanjutkan ucapannya, tiba-tiba kepalanya terasa sakit. Aurel yang tidak bisa menahan rasa sakit tersebut akhirnya jatuh pingsan.
"Bruk!".
"Princess/Aurel" teriak Daren dan Excel dengan panik.
Daren dan Excel langsung menghampiri Aurel yang sudah tidak sadarkan diri.
"Princess bangun" ucap Daren dengan panik.
"Aurel, kamu gak papa?" tanya Excel juga dengan wajah panik.
"Ini semua gara-gara kamu. Sebenarnya apa tujuanmu menculik adikku hah!".
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada adikku, aku tidak akan pernah melepaskanmu" ancam Daren.
"Astaga, ini semua salah paham. Gue gak menculik adik lo" ucap Excel.
"Gak usah bohong!". Kalau gak menculik kenapa adikku bisa bersamamu hah!" marah Daren.
"Gue cuma....".
Belum sempat Excel menjelaskan, tiba-tiba anak buah Daren datang.
"Tuan, anda baik-baik saja?".
"Kalian masih tanya, cepat tangkap pemuda itu. Aku akan memberinya pelajaran nanti" ucap Daren.
"Baik tuan" ucap anak buah Daren.
"Eh kalian mau apa, gue gak bersalah ya" ucap Excel memberontak.
"Diam!"
"Sebaiknya menurut, kalau tidak kami bisa memaksamu dengan kekerasan".
"Sial, kenapa jadi kaya gini. Padahal gue cuma berniat menolong kenapa jadi gue dituduh penculik si" batin Excel.
Daren sendiri bergegas menggendong Aurel menuju mobilnya. Dengan wajah panik, Daren menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
"Bertahan princess. Maafin kakak yang udah gagal menjaga kamu" ucap Daren.
Sampai di rumah sakit, Daren langsung membawa Aurel masuk kedalam rumah sakit.
"Daniel!".
"Daniel, dimana kamu" teriak Daren.
Daren bergegas membawa Aurel ke ruangan yang memang menjadi ruangan khusus untuk Aurel di rumah sakit milik keluarganya.
"Brak!".
"Daniel, cepat periksa princess" ucap Daren.
"Princess?" kaget semua orang saat melihat Daren datang sambil menggendong Aurel.
"Princess kenapa Daren?" tanya mommy Alisa.
Mommy Alisa yang baru sadar setelah tadi sempat jatuh pingsan karena terus menerus menangis langsung melepaskan selang infusnya dan mendekati Aurel.
"Princess, bangun sayang. Kamu kenapa?".
"Hiks...hiks...hiks...".
"Mas, princess kenapa ini?" ucap mommy Alisa sambil menatap suaminya.
"Aku juga gak tahu sayang. Tapi kamu tenang dulu ya, ingat kamu gak boleh terlalu emosi".
"Daren, sebenarnya apa yang sudah terjadi" tanya Daddy Dion.
"Non Aurel" ucap Nessa dengan panik.
"Ceritanya panjang, sekarang cepat periksa princess dulu Daniel" ucap Daren.
"Ah iya, letakkan princess di sini kak" ucap Daniel.
Daren bergegas meletakkan Aurel diatas ranjang rumah sakit. Daniel sendiri langsung memeriksa keadaan adiknya. Tapi sebelum itu dirinya meminta keluarganya untuk menunggu di ruangan lain.
"Sebaiknya kalian semua tunggu di ruangan sebelah Biar aku periksa princess dulu" pinta Daniel.
"Enggak, mommy mau tetap disini" ucap Alisa.
"Sayang, lebih baik kita turuti ucapan Daniel. Ini semua demi kebaikan princess" bujuk Daddy Dion.
"Tapi mas...".
"Udah percayakan princess pada Daniel. Kalau kita tetap disini yang ada kita bisa mengganggu pemeriksaan princess" ucap Daddy Dion.
"Yaudah deh. Daniel, mommy serahkan princess sama kamu" ucap Alisa.
"Iya mom tenang aja" ucap Daniel.
Dengan berat hati mommy Alisa menuruti ucapan suami dan anaknya. Daniel sendiri langsung memeriksa keadaan adiknya.
Ruangan yang merupakan kamar khusus milik Aurel memang sangat luas. Terdapat dua ruangan di dalamnya. Dimana satu ruangan untuk ruang rawat Aurel dan satu ruangan lagi merupakan tempat istirahat untuk keluarga.
"Daren, sebenarnya apa yang udah terjadi pada princess?". Kenapa dia bisa pingsan seperti itu?".
"Dan dimana kamu menemukan princess?" tanya mommy Alisa.
"Ini semua gara-gara pemuda brengsek itu mom. Dia udah berani menculik princess" ucap Daren.
"Pemuda siapa?" tanya mommy Alisa lagi.
"Aku gak tahu dia siapa mom. Tapi aku udah minta anak buahku untuk menahannya. Nanti setelah princess sadar baru aku beri dia pelajaran" ucap Daren.
"Sial, siapa yang udah berani menculik putriku. Aku tidak akan pernah melepaskannya".
"Lihat saja pasti akan membuat hidupnya gak tenang" ucap Daddy Dion.
"Mas, aku yakin dia pasti suruhan musuh keluarga kita. Tapi dari mana mereka tahu kalau princess adalah bagian dari keluarga kita".
"Selama ini kan kita selalu menyembunyikan identitas princess. Apa jangan-jangan ada mata-mata di keluarga kita" ucap mommy Alisa.
"Iya mommy benar, selama ini kan tidak ada yang tahu kalau keluarga kita memiliki anak perempuan" ucap Daren.
"Kalian benar. Nanti aku akan menyelidikinya. Kalau sampai terbukti ada mata-mata di keluarga kita aku tidak akan pernah melepaskannya begitu saja" ucap Daddy Dion.
"Oh iya, apa Diego dan Dean sudah tahu kalau Aurel sudah ditemukan?" tanya mommy Alisa.
"Belum, aku belum memberi kabar pada mereka" ucap Daren.
"Lebih baik sekarang kamu kabari mereka berdua. Minta mereka untuk cepat datang ke sini" ucap mommy Alisa.
"Iya mom, aku akan hubungi mereka" ucap Daren.
Tadi Diego dan juga Dean memang sempat datang ke rumah sakit. Tapi keduanya memutuskan untuk ikut turun langsung mencari keberadaan Aurel.
"Hallo".
"Hallo kak" ucap Diego.
"Kamu sedang bersama dengan Dean?" tanya Daren.
"Iya, kenapa?".
"Kita sedang mencari princess. Apa sudah ada kabar terbaru tentang keberadaan princess?" tanya Diego.
"Hem".
"Sekarang princess ada di rumah sakit. Kalian berdua sebaiknya langsung kembali ke rumah sakit" ucap Daren.
"Apa?".
"Jadi princess udah ditemukan. Baiklah, aku akan segera ke rumah sakit" ucap Diego.
"Udah mom, mereka akan segera kembali ke rumah sakit" ucap Daren setelah menghubungi Diego.
Tidak lama, Daniel yang sudah selesai memeriksa Aurel langsung menghampiri kedua orang tuanya.
"Mom, dad" panggil Daniel.
"Daniel, gimana princess baik-baik aja kan?" tanya mommy Alisa.
"Sedikit kurang baik mom, Alisa kelelahan dan sepertinya princess baru saja mengkonsumsi makanan luar" ucap Daniel.
"Apa?".
"Mommy gak mau tahu, kamu harus bisa membuat princess sehat seperti sebelumnya".
"Mas, gimana ini" ucap mommy Alisa menatap suaminya.
"Sayang tenang ya. Aku yakin princess bisa sehat seperti sebelumnya. Kita akan merawat princess. Lagipula ada Daniel kan. Kamu lupa dia itu dokter yang hebat" ucap Daddy Dion.
"Iya mom tenang ya, aku pasti akan menyembuhkan princess" ucap Daniel.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄