NovelToon NovelToon
LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

LEONARA~Misi Menaklukkan Cowok Cuek!

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Obsesi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Aira Putri Manggala tidak tahu arti kata menyerah. Sudah 99 kali ia menyatakan cinta, dan 99 kali pula Leonel menolaknya tanpa ragu.
Cowok paling cuek di sekolah itu seperti tembok es. Sulit didekati, mustahil ditaklukkan.
Tapi Aira bukan tipe gadis yang mundur hanya karena ditolak.
Bagi Aira, cinta bukan soal harga diri. Ini soal perjuangan.
Seluruh sekolah mengenal obsesinya. Sebagian menertawakan, sebagian menunggu keajaiban.
Yang tidak pernah mereka tahu…

AIRA-LEONEL DI SINI!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Visi dan Misi Aira

Taman belakang sekolah pagi itu terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Seluruh siswa kelas 12 berkumpul di area terbuka, menikmati udara pagi yang masih bersih dan sejuk tanpa sekat dinding kelas yang membosankan. Riuh rendah obrolan ringan menggema di mana-mana karena Ibu Nilam belum menunjukkan batang hidungnya. Ada yang asyik berbincang dengan teman lintas jurusan, ada pula yang sibuk tertawa bersama geng masing-masing.

​Di tengah keramaian itu, Aira muncul dengan energi yang meledak-ledak. Sembari mendekap buku tugasnya erat-erat, gadis itu berjalan dengan langkah riang yang nyaris menyerupai tarian kecil. Senyumnya mengembang lebar, seolah-olah pagi ini adalah hari perayaan besar baginya.

​Ia melewati kerumunan teman-teman jurusan IPS-nya begitu saja, mengabaikan lambaian tangan atau panggilan mereka. Tujuan Aira hanya satu. Seperti magnet yang ditarik paksa, langkahnya membawa ia merangsek masuk ke area kerumunan anak-anak IPA.

​Aira akhirnya berhenti tepat di dekat Leonel yang sedang berdiri tenang di sana. Cowok itu tampak kontras dengan kegaduhan di sekelilingnya; diam, datar, namun tetap terlihat dominan. Kehadiran Aira yang tiba-tiba di dekatnya seolah membawa angin puyuh ke dalam ketenangan Leonel, tapi bagi Aira, posisi inilah yang paling tepat untuk memulai paginya yang indah.

"Selamat pagi my mine. Wajahnya cerah banget, secerah masa depan Aira..." goda Aira tanpa tahu malu.

​Ia sama sekali tidak memedulikan tatapan aneh dari teman-teman sekelas Leonel yang mulai berbisik-bisik. Bahkan, beberapa siswi di sana dengan berani melemparkan tatapan tidak suka ke arahnya, namun bagi Aira, mereka semua hanyalah figuran yang tidak penting. Dunianya saat ini hanya berpusat pada satu titik koordinat, yaitu Leonel.

​Leonel tetap bergeming. Ia tidak memberikan tanggapan sedikit pun, bahkan tidak melirik barang sedetik pun ke arah gadis yang sedang cengar-cengir di sampingnya itu. Bagi Leonel, Aira seolah-olah hanyalah partikel debu yang lewat, tidak terlihat dan tidak terdengar.

​"Ih, jangan cuek-cuek gitu lah. Dikira ganteng kalau sok dingin begitu?" tanya Aira sembari memiringkan kepalanya, berusaha mencari celah agar bisa menatap mata Leonel. Namun, sesaat kemudian ia malah tersipu sendiri, "Iya, sih... Ganteng banget, ya Allah," gumamnya pelan dengan nada pasrah namun penuh kekaguman.

Beberapa saat berlalu, Ibu Nilam akhirnya muncul di tengah-tengah kerumunan siswa. Suasana taman yang tadinya riuh rendah seketika berubah menjadi gumaman kecil yang lebih teratur. Aira masih bergeming di posisinya, sama sekali tidak merasa terganggu atau sadar bahwa hanya dialah satu-satunya penyusup dari jurusan lain yang tersesat di tengah-tengah gerombolan anak IPA.

​"Selamat pagi, anak-anak!" sapa Ibu Nilam dengan suara lembutnya yang khas, namun cukup tegas untuk menarik perhatian semua orang.

​"Selamat pagi, Ibu!" jawab mereka serempak, menggema di udara terbuka taman sekolah.

​"Baiklah, pagi ini kita seru-seruan ya di luar ruangan. Kita cari suasana yang berbeda supaya pelajaran ini tidak membosankan," ujar Ibu Nilam sembari tersenyum ramah, memandangi wajah-wajah antusias di depannya.

​"Tapi sebelum dimulai, ayo duduk sesuai jurusan masing-masing. Aira, sayang, teman-teman kamu di sebelah sana. Pindah ya!" lanjut Ibu Nilam sembari menunjuk ke arah kerumunan anak IPS.

​"Mampus!" bisik Cleo tajam. Ia dan teman-temannya, yang sejak tadi melemparkan tatapan sinis karena keberadaan Aira di dekat Leonel, kini tak bisa menyembunyikan rasa puas mereka.

​Mereka melemparkan senyum ejekan yang terang-terangan saat melihat Aira terpaksa berbalik arah. Aira mendengus pelan, melirik Leonel untuk terakhir kalinya, yang tentu saja hanya melihatnya sebentar tanpa ekspresi, sebelum akhirnya melangkah gontai kembali ke habitat aslinya.

.

.

.

​Bu Nilam melangkah ke tengah lingkaran besar yang dibentuk oleh para siswa. Beliau membawa sebuah papan jalan dengan tumpukan kertas, namun tatapannya menyapu wajah satu per satu muridnya dengan hangat.

​"Anak-anak, lihatlah sekeliling kalian," buka Bu Nilam, suaranya mengalun tenang di antara semilir angin taman. "Taman ini, gedung sekolah ini, dan teman di sebelah kalian. Dalam hitungan bulan, semua ini akan menjadi kenangan. Masa seragam putih abu-abu kalian akan usai."

​Suasana yang tadinya sedikit gaduh mendadak sunyi. Beberapa siswi tampak mulai terbawa suasana melankolis pagi itu.

​"Ibu ingin kalian tidak hanya lulus dengan nilai, tapi lulus dengan tujuan. Dunia di luar sana sangat luas. Ada yang ingin menjadi pemimpin, ada yang ingin membangun bisnis, ada yang ingin menyembuhkan orang lain. Visi adalah bintang penunjuk arah kalian, dan misi adalah langkah kaki kalian untuk mencapainya."

​Bu Nilam tersenyum tipis. "Pagi ini, Ibu ingin mendengar beberapa perwakilan dari setiap jurusan. Siapa yang sudah siap dengan visi dan misinya yang paling matang, paling berani, dan paling jujur? Ibu ingin tahu, akan jadi apa kalian sepuluh tahun dari sekarang."

Suasana di taman belakang sekolah mendadak khidmat. Beberapa perwakilan siswa sudah maju ke tengah lingkaran, membacakan lembar demi lembar visi dan misi mereka yang penuh ambisi dan makna. Ada yang ingin menjadi diplomat, pengusaha muda yang membuka lapangan kerja, hingga aktivis lingkungan.

​Tibalah giliran Leonel. Dengan langkah tenang dan suara bariton yang mantap, ia berdiri di tengah. "Visi saya adalah mendedikasikan hidup di dunia kesehatan. Saya ingin melanjutkan studi kedokteran, menjadi seorang dokter yang bisa membantu banyak orang tanpa memandang kasta sosial."

​Tepuk tangan riuh pecah. Ibu Nilam mengangguk bangga, matanya berbinar melihat ketegasan di wajah Leonel. Rasanya atmosfer taman pagi itu penuh dengan aura masa depan yang cerah dan bermartabat.

​"Luar biasa. Ibu sangat bangga dengan tujuan kalian semua yang begitu mulia," ujar Ibu Nilam sembari merapikan papan jalannya. "Baiklah, sepertinya semua perwakilan jurusan sudah—"

​"Saya belum, Bu! Saya perwakilan dari IPS yang paling visioner!"

​Sebuah suara melengking memecah keheningan dari barisan belakang. Aira mengangkat tangannya tinggi-tinggi, melompat kecil agar terlihat dari kerumunan. Seluruh mata seketika tertuju padanya. Nathaniel, Denada dan Anya kompak menutup wajah dengan telapak tangan, seolah sudah tahu bencana apa yang akan terjadi.

​"Oh, Aira? Kamu mau maju juga?" Ibu Nilam tersenyum ragu, namun tetap memberikan ruang. "Silakan, sayang. Mari kita dengar apa rencana besar dari perwakilan IPS kita ini."

​Aira melangkah dengan dagu terangkat, melewati barisan anak IPA sembari memberikan kedipan singkat ke arah Leonel yang baru saja kembali ke tempatnya. Ia berhenti tepat di titik di mana Leonel berdiri tadi, seolah ingin menyerap sisa-sisa aura calon suaminya itu.

​Ia membuka kertasnya dengan gerakan dramatis. "Ehem! Visi dan misi masa depan Aira," bukanya, membuat suasana seketika senyap karena penasaran.

​"Visi, Terwujudnya sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan penuh keberkahan di bawah naungan atap yang sama dengan Bapak Dokter Leonel di masa depan nanti!"

​Hening. Benar-benar hening sampai suara burung di pohon pun terdengar jelas.

​"Adapun misinya," lanjut Aira tanpa memedulikan wajah Ibu Nilam yang mulai pucat pasi.

"Satu, memastikan Pak Dokter Leonel selalu pulang ke rumah yang hangat dan tidak lagi bersikap dingin seperti kulkas dua pintu yang sedang mati lampu. Dua, saya akan belajar masak air tanpa gosong, masak mie instan demi menjaga gizi bapak negara saya nanti. Dan ketiga, ini yang paling penting, mencetak sebelas pemain inti kesebelasan anak-anak kami ditambah manajer tim, agar rumah kami selalu ramai seperti stadion!"

​"Aira!!!" pekik Denada dari kejauhan, tapi Aira malah nyengir bangga sembari menatap Leonel yang kini sedang memijat keningnya dalam-dalam.

"Sudah-sudah! Sepertinya visi dan misi Aira lain dari yang lain ya?" ujar Bu Nilam kemudian, berusaha menetralisir suasana yang mendadak terasa seperti ruang komedi tunggal, bukan sesi konseling serius. Beliau menghela napas panjang, matanya sedikit menyipit, entah karena silau matahari atau karena menahan lelah batin menghadapi murid ajaib satu ini.

​Aira menoleh ke arah Bu Nilam dengan wajah yang masih dipenuhi kepolosan yang dibuat-buat, "Visi saya yang paling mulia kan, Bu? Tidak ada yang bisa menandingi rencana pengabdian saya terhadap masa depan Leonel!" tanyanya dengan nada penuh harap, seolah menuntut pengakuan dari sang guru BK.

​Sontak, seluruh taman meledak.

​"Huuuuuuu! Iya, paling mulia! Mulia banget sampai kita semua mau pingsan!" sorak teman-temannya dari barisan IPS, disusul tawa pecah dari barisan anak IPA yang tadinya kaku.

Di sisi lain, Leonel yang duduk di barisannya, tak jauh dari posisi Aira kini hanya bisa menghela napas panjang. Ia sedikit menoleh ke arah Aira, lalu dengan gerakan sangat halus, ia memalingkan wajahnya dan menarik kerah seragamnya ke atas, menutupi sebagian wajahnya yang terlihat mulai memerah, entah karena marah atau menahan malu luar biasa karena namanya disebut-sebut sebagai bapak negara masa depan oleh gadis di depannya itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kebalek ege😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 🤣🤣🤣Takutnya nanti Leonel hamil benaran
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
bagus kemasan air minum mmg harusnya di buang menyebalkan/Left Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
aaaaa aku maluuuu🫣🫣🫣🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
dih gengsi🤣🤣🤣🤣 noh marai cleo dih kesel dasar merk air minum😑
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kalau kata Anya: Malu Aqua😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jiakkkkk jmkangen sma pembuat onar🤧🤧🤧🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kamu terlalu lama leonel harusnya kl. km mmg suka sama aira jangan belagak gk suka😑 skrg aira ada yg ngejar kmnya cembukur😑
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ah lambat🤣
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
cieee kalah cepat cieee🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya aku bingung kaynaya berangkat dluan thu leonel kok tiba tiba aldaren yg sampe dluan🙄🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wahhh??😱😱😱 bapak negra leonel malu???? 🫣🫣🫣🫣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sih😭😭😭😭😑
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kannnn😭😭😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
plis gk sanggup baca lanjutannya tkt bgt aku yg baca aku juga yg malu😭😭😭😭🤧
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: 😭😭Apalagi aku, malu banget kak🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
gpp thor tpi hari ini tipel ya🫣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih othor gk asik😑🤣
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
eh visi misi mengejar leonel? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: shok aku
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
thor up lgi yokkkk/Slight//Slight//Slight/
wulan dari
kira" leonara itu Aira apa Leonel ya.
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wuahh triel nda thor/Curse//Curse//Curse//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/ duhhh gk bisa aku
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: gk asik/Right Bah!/
total 2 replies
Mey Abimanyu
curiga Leon yg balas ini chat 😆😆😆
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
HAHAHHA kmau lucu sekali sih aira ya ampun🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: laginya oon banget😑🤧
total 2 replies
wulan dari
kira" Aira pilih Leonel apa daren ya klo pilih Leonel trs Daren gmna dan ko g ad kisah Aurora,valerio dan Malvin ya Thor
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Entah kak, pilihan yang syulitt🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
kayanya gelang dukunnya manjur tpi km blm menyadarinya ra😭😭😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kagak manjur kak, Leonel kagak klepek-klepek🤣🤣😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
buhhahhaha kasian sekali 🤣🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: lima juta hangus🤣🤣😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!