NovelToon NovelToon
Father'S Beloved Adopted Daughter

Father'S Beloved Adopted Daughter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Roh Supernatural / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak kecil banyak pikiran

Baru saja akan berlari setelah menghindari ayahnya untuk penyiksaan korban lebih seru lagi tapi, gagal.

"Tidak mau pulang daahhh! Eh!"

Di tarik kerahnya dan membuatnya mundur seketika terangkat dan di bawa di samping dengan bagian perut di angkat. Bagian punggungnya diatas dan kedua kaki tangannya menggantung bebas kepalanya menghadap belakang dengan bagian belakangnya ada di bagian depan.

"Kau mau kemana, aku bilang tidak bisa malah mau berlari seolah kamu itu bisa lolos ku hah?"

Di angkatnya seperti membawa boneka dengan satu tangan di samping.

"Ayah... Aku mau turun kenapa malah seperti membawa barang."

"Tidak akan, kamu selalu saja melawan saat aku bilang untuk tetap diam, sekarang kamu mulai berani memerintah dan membawa Canaria pada hukuman nya ya. "

Seketika itu berubah diangkatnya keatas dengan kedua tangannya ayahnya ada di bagian bawah bahunya di dekat kedua ketiaknya. Anisa menatap ayahnya.

"Ayah mesum turunkan aku, Ayah!"

Kaget meronta kakinya yang mulai panjang hampir menendang wajah James jika tak langsung ia turunkan kebawah. James sadar Anisa bertambah berat ternyata ia semakin banyak makan dan tumbuh tinggi.

"Bagus lah, kamu tambah berat, besok kamu harus makan lebih banyak yaa. " Usapan di pucuk kepalanya lembut tapi, membuat rambutnya cukup berantakan.

"Ih hiiik Rambutku! Ayah!"

Terkekeh sambil berjalan menjauh. Meninggalkan Anisa didekat mobil dan menghadap Canaria.

Melihat ayahnya bicara dengan Canaria seperti memarahi nya Anisa kasihan juga, lebih baik dirinya tak punya ide melawan lagi, ini tak bagus ternyata.

Ayahnya menoleh kearahnya. Berdiri tegap lagi. Di datangi dan di pegang kedua sisi lengannya Ayahnya berlutut dan menunduk sambil membuang nafas di bawah.

"Ayah tidak mau kamu kenapa-kenapa jangan lakukan itu lagi ya, ayah bisa memberikan mu segalanya jangan nekat mengejar ayah, sayang. "

Mata James benar-benar berkaca-kaca, didepan Anisa membuatnya tidak tega bahkan sisi jengkel pada ayahnya yang biasa di tunjukkan sambil marah-marah tiba-tiba berubah lembut.

Tangan kecilnya menyentuh kedua sisi wajah ayahnya dan berjalan maju memeluk leher ayahnya tangan kecilnya menepuk-nepuk punggung ayahnya yang berlutut didepannya.

"Ayah jangan menangis ayah tetap tampan walau sedang menangis, aku tidak akan mengulanginya, jangan sedih ayah aku akan pulang. "

Membalas pelukan putrinya dengan wajahnya sedikit sayang melepaskan putrinya untuk tumbuh dewasa.

Kini Anisa sudah pergi dengan mobil yang di kendarai Canaria, mereka berdua menjauh.

Bersamaan mobil menjauh, Anisa melipat kedua tangannya bersandar kesal.

"Kakak kita harus atur rencana, aku penasaran bagaimana ia di perlakukan ayah, " ucapannya itu membuat Canaria semakin syok karena sepertinya ucapannya tak jauh beda dengan Tuannya saat penasaran bagaimana Tuan besar dulu memperlakukan musuhnya.

"Lebih baik anda mempunyai kegiatan bertemu teman-teman perempuan anda besok atau lusa atau seminggu kedepan nanti, saya akan menanyakan pada Tuan untuk anda Nona. "

Menatap Canaria dari samping.

Anisa menunduk, lalu menghela nafasnya.

"Kakak tahu perempuan itu sangat sulit di tebak dan merepotkan keinginannya. "

Padahal yang bicara itu anak perempuan berusia sepuluh tahun dan ia juga bersama dengan perempuan dewasa yang hampir menikah tapi, belum juga sampai sekarang.

****

Pagi cerah ini terlihat masih gelap karena Anisa bangun lebih awal ia tak tahu harus jadi anak seperti apa agar James tidak membencinya, langkahnya yang perlahan turun dari kasur dan mengambil kursi duduk didepan jendela menatap keluar jendela kamar.

"Kau akan masuk angin dan flu lalu membuatku repot."

Berbalik badan dengan masih duduk di kursi lalu kembali duduk menghadap ke jendela lagi.

"Aku bahkan tak membuka jendelanya tahu!"

James duduk di tepi kasurnya mengikuti Anisa menghadap keluar jendela.

"Aku mendengar suara kursi di seret, kau menghadap ke jendela, kau banyak pikiran?"

"Besar di bilang aku pusing memikirkan masa depanku.."

James merasa tertusuk di sini.

"Kau terjamin hidup denganku, pusing memikirkan apa?"

"Hah... Aku harus bagaimana agar nanti ayah tak berubah pikiran membuang ku walaupun ayah punya anak kandung dan ayah menikah, aku harus tumbuh di sukai ayah yang merasa sayang membuang ku."

Kembali lagi ia merasa banyak pikiran tidak penting menurut James.

"Aku kaya bahkan uangku begitu banyak dan aku juga bisa memberikan mu pakaian mahal di tambah juga sekolah rumah yang tak bisa di terima semua anak bangsawan kau termasuk bisa menerimanya walaupun bukan bangsawan."

Sombong sekali gaya bicara ayahnya, Anisa turun dari kursi dan berjalan mendekat James bersiap di kira akan melompat ke pangkuannya ternyata naik ke kasur sendiri dengan usahanya.

Berbalik miring bersandar pada kepala kasur James mengusap kepala Anisa yang sudah berbaring lengkap setengah badannya tertutupi selimut.

"Ayah, Canaria bilang, bisa membuatku memiliki perkumpulan teman-teman perempuan yang asik besok atau lusa atau seminggu kemudian."

"Kau mau?"

"Tidak, perempuan merepotkan."

Bingung James ia ada di tengah-tengah kebimbangan putrinya.

****

Kejadian setelah Anisa pulang James mendengar jika Adaman melawan dan membuat tiga anak buahnya terluka.

Berakhir James memukuli Adaman dengan brutal bahkan tidak bisa bicara dengan baik.

"Aku tidak mau mengotori sepatuku, kau sudah membuatnya mengingat bagaimana ibunya mati atau aku harus membuatmu mengingat bagaimana ayahmu menyiksa ibumu sampai mati?"

"James !"

Tendangan telak di wajahnya membuat darah muncrat dari mulutnya dan pingsan terkapar di lantai.

Kembali ke masa ini Anisa diam memperhatikan kedepan.

"Aku tidak mau bicara dengan ayah lagi, aku mau berpikir sebentar."

James menganggapnya angin lalu dan keluar kamar Anisa setelah mengucapkan untuk putrinya kembali istirahat.

Siang hari tiba-tiba, Anisa bangun saat matahari ada di jam sembilan pagi. Langkah santai tenangnya menuruni tangga berpegangan pada tepi tangga.

Memilih duduk di antara tangga keatas dan kebawah, memperhatikan semua pelayan sibuk.

"Eh Nona, kenapa diana?"

"Halo, Nenek Sol selamat pagi." Mengangkat tangan melambai.

"Anda tidak menemani Tuan di ruang kerja beliau libur hari ini tapi, masih bekerja."

"Aku tidak mau bicara dengan ayah tiba-tiba saja, nenek Sol."

Eh ada apa ini, Sol merasa anak ini punya mood yang mudah berubah.

"Baik Nona, anda butuh sesuatu panggil pelayan untuk melakukannya." Sol pergi setelah mengatakan itu.

Anisa yang berjalan keluar rumah dan sampai didepan gerbang besar berdiri menatap keluar membuang kasar nafasnya tiba-tiba melihat anak Kumal di balik gerbang.

"Eh.."

"Kau!"

Kaget karena ada yang melihatnya berlari karena takut. Anisa mengejarnya tanpa berpikir lagi kalo ia keluar gerbang tanpa di ketahui siapapun. James yang menghadap kejendela melihat bayangan kecil keluar dari gerbang langsung berlari keluar ruang kerjanya tergesa-gesa.

Di tepi jalan raya, Anis tak kuat lagi berlari.

"Kau! Kenapa kau lari, aku tidak akan memarahiku mengambil sampah plastik depan rumah kami, kau kenapa kau lari hah?"

"Lihat siapa ini, kenapa anak haram Oceanus ada di tepi jalan raya, kau di buang?"

1
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
jangan kasih ampun
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
hajarrr
Jijah Atul
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!