NovelToon NovelToon
CINTA DUA DUNIA

CINTA DUA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:878
Nilai: 5
Nama Author: Deii Haqil

Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.

Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CINTA DUA DUNIA

Bab 15

Setelah menerima kunci dari sang kakak, Sam masuk kedalam kamarnya. Setelah situasi di luar aman dari ayah serta ibu yang telah masuk kedalam kamar. Sam bergegas keluar dengan mengenakan jaket yang tebal supaya tidak terlalu dingin saat berkendara nanti.

Ia membawa motor abangnya dengan mengendap-endap keluar halaman rumah. Dan ketika sampai di pinggir jalan, ia langsung menyalakan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju desa sebelah yang tadi sempat ia lewati bersama abangnya itu.

"Huuh.. Dingin nya.. Untung aku pakai sarung tangan juga, baiklah. Aku cuma punya waktu satu jam, semoga saja tidak terjadi apa-apa." monolog Sam Dengan semangat, walau ada perasaan takut tapi ia akan mencoba lebih dekat lagi dengan makluk astral lain nya, agar kemampuan nya ini bisa berguna untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.

"Kita mau kemana, Sam. Jangan bilang kamu mau ke rumah kosong itu ya?" tanya seseorang yang sudah duduk di belakangnya.

"Oh. Iya Fin, Untung lo udah hadir, jadi gue nggak terlalu takut. Nanti tolong bantuin gue ya.. Mudah-mudahan arwah ibu itu bisa di ajak bicara. Agar kita tau permasalahan nya apa" ucap Sam. Ia sedikit berteriak karena berbicara saat melajukan kendaraannya.

Sedikit demi sedikit Sam mulai terbiasa dengan kehadiran Alfin. Dan ia juga mulai belajar menerima ke istimewaannya itu, saat ini.

.

.

.

Selang waktu 15 menit. Akhirnya mereka tiba di depan rumah kosong itu. Tidak ada tetangga di sana, hanya ada satu, tapi jaraknya lumayan jauh sekitar 100 meter. Dan hanya terlihat lampu depan teras nya saja yang menyala. Karena kampung itu masih minim penduduk dan masih banyak kebun-kebun kecil di sekitaran rumah.

Sam lekas turun dari motor dan memarkirkan nya di pinggir jalan.

Ia, masih berdiri sambil memandang ke arah rumah kosong itu..

"Fin. Kok setelah sampai, nyali gue langsung ciut yah.." ucap sam sambil merinding ngeri merasakan bulu kuduk nya yang mulai berdiri

"Lo tenang aja Sam. Gue, selalu ada di samping lo, walaupun lo gak sadar. Dan gue juga tau kalo karyawan nya abang lo itu salting sama lo, dia gak berhentinya natap'in elo Sam. Bikin gue ilfil..

Tadinya mau gue takut'in dia, supaya kapok. Tapi gue kasihan sama abang lo kalo karyawan nya gak masuk karena ketakutan." ucap Alfin sambil tertawa garing,hanya untuk mengalihkan rasa takut, yang Sam alami saat ini

"Ada-ada saja kamu Fin. Ehh, aku kamu aja yah. Kita kan temenan sekarang." ucap Sam tersenyum manis di hadapan Alfin.

Sesaat Alfin merasa ada getaran di hatinya saat ini,sungguh Alfin pun terpesona oleh senyuman yang di berikan Sam padanya.

Ditambah lagi Alfin hanya memiliki Sam saat ini ,tidak ada siapapun yang ada di sisinya selain Sam seorang. Walaupun raganya telah lama mati,tapi hatinya masih hidup,dan bisa merasakan arti ketulusan yang sesungguhnya.. *Ea,, ;D*

"Oke. Kamu sudah siap..Ingat waktumu hanya satu jam Sam," ucap Alfin mengingatkan agar ia tidak terlalu lama membuang waktunya.

Sam pun mengangguk dan mulai berjalan melewati rumput halaman yang sudah tinggi, serta dedaunan yang berserakan.

Sam mulai membuka pintu kayu yang mulai lapuk itu..dan melangkah masuk ke dalam rumah yang tidak berpenghuni tersebut.. Baru saja Sam melangkahkan kakinya ke dalam, seketika ia langsung disambut oleh hawa sunyi yang mencekam.

Sam mencoba untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang menakutkan, tak tahu mengapa tiba-tiba isi pikirannya menjadi memikirkan sesuatu yang seram.

Seketika terdengar suara langkah kaki dari belakang Sam dan mencoba untuk mendekatinya. Ia mencoba untuk tidak menoleh kebelakang, tapi suaranya semakin keras dan semakin dekat.

Lalu Sam bergegas mencari saklar lampu karena di dalam rumah itu sangat gelap, hanya ada sedikit penerangan dari cahaya rembulan dibalik sela-sela jendela rumah itu.

Namun sialnya ia tidak sempat menemukan saklar lampu tersebut karena rasanya tubuh Sam terasa seperti membeku.

Tiba-tiba, lampu di atas kepalanya menyala, padahal Sam sendiri belum menemukan saklar lampu sama sekali.

Sam melihat sosok wanita berdiri di depan nya,, matanya hitam seperti arang, dan kulitnya yang pucat pasi seperti kapur, hingga terlihat seperti mayat.

Mata Sam membelalak terkejut melihat sosok didepannya ini, perlahan keringat dingin mengucur di pelipisnya.

Bulu kuduknya seketika berdiri. Rasanya Sam sangat ingin berlari, dan berteriak. Namun ia tak bisa melakukannya. Sampai Sam tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya.

Perempuan itu mulai bergerak mendekati Sam, tangannya terulur, dan suaranya yang menggema berbisik di telinganya..."Selamat datang di rumahku.."

Sementara Sam tetap membeku ditempat, ia rasanya sangat amat ingin segera menggerakkan kakinya dan segera berlari keluar dari tempat ini.

Perempuan itu makin mendekat, jari jari tangan dengan kuku panjangnya perlahan menyentuh wajah Sam.

Adegan terasa menjadi seperti slow motion yang selalu ada pada drama sinetron, namun dalam ketegangan itu...

"Eh, rilex Bu. Maaf, kita datang kesini hanya ingin tahu tentang Ibu."

Seluruh pasang mata kini melirik ke arah sumber suara. Dan benar saja, suara itu berasal dari Alfin yang muncul di tengah-tengah diantara Sam dan hantu wanita itu.

Wanita tadi seketika menghentikan langkahnya dan menatap hantu lelaki di dekatnya ini dengan tatapan tajam.

"Mengapa?" tanya sang hantu perempuan itu. Seperti sedang memvertifikasi sesuatu.

Sementara Sam masih hanya terdiam di tempat sambil menonton pembicaran antara dua hantu di depannya ini.

"Tenang, kita cuma penasaran. Mengapa kau selalu mengganggu warga di desa ini? Ada apa memangnya? Kita hanya ingin membantu." Alfin terus menenangkan hantu wanita tersebut.

"Aku tidak mengganggu siapa pun. Aku hanya tertarik kepada gadis ini, dia mirip seperti Wulan putriku...aku sangat merindukannya." ucap wanita itu,dengan meneteskan darah segar di pelupuk mata nya.

"Hufh.. Me–memang nya putri ibu ada dimana?Bo–bolehkah kami tau.." ucap Sam. Ia ikut bertanya walaupun dengan nafas yang tercekat ditenggorokan nya karena masih sangat takut, ia tetap berbicara meskipun dengan suara yang terbata.

"Aku pun tak tahu ia ada di mana...

Wulan hanya meninggalkan secarik kertas yang aku simpan di laci, di dalam lemari." kata hantu wanita berwajah seram itu

"Bolehkah kami melihat nya, Siapa tau kami bisa membantu." ucap Alfin sambil menggenggam tangan Sam yang masih gemetaran.

Hantu wanita itu hanya terdiam dengan wajah sendu nya. Dia melayang memasuki kamar yang hanya sepetak itu dan berdiri di samping lemari kayu tua yang penuh debu.

Alfin masih menggenggam tangan Sam dan berjalan mengikuti kemana arah hantu wanita itu.

"Bukalah lemari ini. Di dalam laci ada kertas kecil yang di lipat, tolong kalian lihat..Mungkin itu bisa membantu untuk mencari putriku," ucap nya sambil memandang ke arah Sam dan Alfin.

Alfin dan Sam pun saling bertukar pandang, lalu dengan langkah yang berat Sam akhirnya memberanikan diri untuk maju dan membuka lemari usang itu. Dan ia pun menemukan kertas kecil berisi kan alamat seseorang di sebuah kota yang tertulis di kertas itu.

Alfin yang tampak penasaran pun akhirnya berjalan mendekati Sam dan ikut melihat kertas yang digenggam oleh Sam tersebut.

"Lho? Inikan alamat kota, tempat ku berkerja." Gumam Sam antara heran dan terkejut ketika membaca alamat yang tertulis di kertas itu.

Sam seketika bersemangat, ia melirik hantu wanita tersebut dengan percaya diri.

"Aku tahu tempat ini. Mungkin aku bisa membantumu." ucap Sam. Karena mulai merasa percaya diri juga sedikit menghilangkan rasa takutnya.

Hantu wanita tersebut merasa lega dan senang, akhirnya ada harapannya untuk bisa melihat sang putri untuk terakhir kali.

Sementara Alfin hanya terdiam sambil melihat interaksi Sam dan hantu wanita tersebut dengan tatapan tajam, sampai kemudian ia ikut berbicara.

"Syukurlah kalau begitu, saya akan ikut membantu Sam untuk mencari putrimu itu. Tapi ada syaratnya, Ibu tidak boleh mengganggu warga desa lagi." ucap Alfin yang tampak serius.

Sementara Sam hanya terdiam dengan ekspresi datarnya. Namun berbeda dengan isi hatinya, rasanya ia ingin sekali berteriak histeris karena satu hantu ini.

Ya, siapa lagi kalau bukan Alfin. Hantu tamvan nan unik itu selalu membuat jantung Sam berdisco party-party setiap saat.

"OMG, Auranya kok berubah. Kalo gini hantunya apa gue cari tutorial cara pacarin hantu ke Google ya?" Gumam Sam dalam hati

Kembali ke situasi saat ini. Hantu wanita hanya terdiam, sampai ia kembali berbicara.

"Sebenarnya aku tidak berniat menakuti mereka, aku hanya ingin meminta bantuan saja... Baiklah mulai sekarang, aku tidak akan mengganggu warga desa lagi." ujar hantu wanita itu.

Alfin menganggukkan kepalanya, merasa lega setelah mendengar ucapan hantu wanita tersebut.

"Oke, kalau begitu. Kami akan segera pergi." pamit Alfin. Sambil menggenggam erat tangan Sam, mereka bersiap untuk pergi keluar dari rumah kosong itu.

Hantu itu hanya terdiam, sampai perlahan tubuhnya kembali menghilang, dan hanya menyisakan Alfin dan Sam yang masih berada dalam ruangan tersebut.

Suasana seketika kembali hening, hawa dingin yang berasal dari angin malam di luar mulai terasa.

Alfin berjalan membawa Sam keluar dari ruangan itu, sampai kini mereka tiba di ruang tengah. Alfin langsung menghampiri pintu depan untuk keluar dari rumah kosong ini.

//Krieet.

Bunyi nyaring memekakkan telinga terdengar langsung dari engsel pintu yang sudah sangat berkarat. Bahkan Sam sedikit kesusahan untuk mendorong pintunya, tapi suara yang dihasilkan sudah sangat menyakitkan.

"Pulang yuk. Aku takut nanti makin kemaleman."

Ajak Sam yang langsung berjalan ke arah motor yang ia pakai sebelumnya.

Motor yang terparkir di depan rumah kosong, Sam mulai menghampiri dan menyalakan mesin motor tersebut lalu bersiap untuk pulang.

*Bersambung*

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih/Smile/
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
emhh visualnya, guanteng🤭
Deii Haqil: diliatin mulu sama aku ge, kak.😅😅
total 3 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf kak klo boleh kasih saran, jangan ada kata-kata yang disingkat, semangat terus kak🤗
Deii Haqil: 😭😭 haturnuhun, kak. makasih😅😅 ini juga lagi di benerin tapi baru separo😂 maklum kemaren belum tempe🙏🤭👍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👍🏼
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak qku mampir lagi🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple ): siip kak, enak bncanya👍🏼
total 2 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
boleh minta folbacknya jga kak🤗
Deii Haqil: syiapp..🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
mampir lagi kak🤗
Deii Haqil: makasih, 🙏🤭
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
aku mampir kak👋
Deii Haqil: terimakasih..🙏🙏 semangat terus yah 💪
total 1 replies
Bunga Jati
sangat bagus....menarik smngt yh untuk mba femula💪🤭
Deii Haqil: terimakasih 😁😁🙏
total 1 replies
Deni Hamdani
cerita nya bagus semangat untuk para pemula,,buat karya yang lebih bagus lagi.
Bunga Jati: sangat bagus cerita nya...semngat mba🤭💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!