Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melawan Sepuluh Bintang Spiritual part 2
Suara mendesing.
Setelah mengatasi tiga teknik milik Vincent. Sepuluh binatang spiritual mulai melakukan serangan balik. Diawali oleh si kera putih yang melakukan tendangan, namun masih berhasil diblok oleh Vincent yang menciptakan tameng kayu. Tak ada luka berarti dari serangan kera putih meski ia terdorong ke udara dengan tameng yang retak
Dua katak sebesar mobil jazz melompat menyusul, lalu melakukan pukulan telapak tangan. Vincent tidak rela jika tubuhnya harus secara sukarela ditampar oleh dua hewan amfibi jadi-jadian tersebut. Maka sebelum kedua pukulan mendarat, Vincent melakukan gerakan cepat layaknya seorang akrobatik yang berkelit di udara.
Pukulan dua katak meleset dan malah saling memukul rekannya sendiri dan apesnya saat mereka lengah dalam sepersekian detik. Vincent dengan cepat melakukan tendangan berlapis aura dan mendarat tepat diperut buncit mereka, hingga kedua tubuhnya menukik tajam dan berdebam menghujam tanah hingga retak menggambar tubuh keduanya.
Vincent tidak memberi mereka bernafas dengan tenang. Ketika tubuh keduanya masih terlentang tak berdaya, Ia langsung melepaskan teknik tombak yang sudah diperkuat dengan teknik Enchantment kaisar kuno.
SPEAR FIRE
Empat tombak bernyala api melesat bagai meteor. Namun Landak jarum es dengan sigap menembakkan duri-duri tajam ke arah tombak, lalu sang rusa melepaskan energi petir di kedua tanduknya untuk menghancurkan tombak yang mengarah ke si katak sebelah kiri.
DUARR
Benturan energi menimbulkan ledakan di udara, si rusa dan landak menatap sombong merasa sukses menggagalkan serangan lawan. Namun si landak lengah dengan satu tombak yang berhasil lolos dari serangan durinya dan berhasil menghujam punggung si katak yang baru saja membalikkan badan, tidak sampai disitu saja penderitaan si katak kian bertambah ketika tombok yang menusuknya tumbuh menjadi sulur yang menjeratnya sampai mati.
"Yes... Satu bahan kualitas bagus sudah digenggaman," ucap Vincent ketika menangkap inti spiritual milik si katak yang dilempar oleh sulur ciptaannya.
"Arrgh..." Teriak Vincent saat cakar tajam menghujam dikedua pundaknya dan ternyata pelakunya adalah si burung hantu yang lolos dari pengamatannya.
Ia membawa Vincent terbang lalu menukik tajam, kemudian melempar ke arah macan bertaring tombak serta serigala api yang sudah bersiap menyambutnya dengan serangan gabungan.
DUARR
Ledakan besar ketika energi petir dan angin menghantam tubuh Vincent sampai terlempar jauh dan menabrak beberapa pohon besar hingga tumbang. Ia kembali bangkit setelah tubuhnya tertahan menghantam batu besar yang berada dibawah bukit, namun ia kembali terduduk dan memuntahkan darah segar menahan sakit yang mulai terasa diseluruh badan. Andai dirinya bukan seorang kultivator tingkat Spirit puncak dengan jiwa yang sudah masuk ke tahap Saint, mungkin ia akan tewas dalam serangan gabungan binatang spiritual tingkat lima tersebut.
"Dimana dua cicak hijau berada?" Vincent menatap ke atas bukit dan tidak menemukan dua iguana berekor gergaji diantara mereka.
"Tsk.... Sial..." Vincent baru menyadari ketika sudah berada dijarak serangan dua iguana yang baru menampakan diri dari kamuflase mereka.
Ia tidak menyangka kesepuluh binatang spiritual tingkat menengah dapat bekerjasama dengan baik selama bertarung melawannya, padahal biasanya para binatang spiritual bertarung hanya menggunakan insting mereka meski bertarung dalam kelompok. Kecuali ada salah satu dari mereka yang telah mencapai tingkat enam keatas yang menjadi pemimpinnya, namun Vincent dari tadi tidak melihat atau merasakan adanya binatang tingkat atas tersebut.
WHUSS
~
CETER
"ARRGH..."
Ia tidak sempat menghindar atau pun melakukan pertahanan diri, sehingga tubuhnya yang baru mendapatkan luka dari serangan sebelumnya kembali terkena serangan telak hingga batu yang tadi hanya retak sekarang hancur akibat kembali dihantam oleh tubuh Vincent.
Matanya mulai kabur saat sembilan ekor binatang spiritual berkumpul mengelilingi tubuhnya yang terkapar tak berdaya. Mereka menatap buas dan puas melihat manusia yang melakukan kekacauan di wilayah mereka kini sedang diambang kematian.
Nafasnya tersengal dengan suara berat.
"Cih... Jangan sombong kalian. Aku belum kalah." Vincent memusatkan aura dikedua jarinya, lalu ia menotok ulu hatinya.
TEKNIK TERLARANG RAJA POHON
BODYSATYA
Vincent menutup mata seakan tidak sadarkan diri, namun beberapa detik kemudian tubuhnya diselimuti aura berwarna hijau dengan unsur hitam lalu tanah sekitarnya bergetar hebat hingga membuat kesembilan binatang spiritual mundur sejauh sepuluh meter. Mereka menatap waspada juga gelisah, karena aura yang dipancarkan membuat mereka gentar.
KRAKK
Tanah dibawah tubuh Vincent terbelah dan sulur-sulur besar muncul dari bawah, kemudian membentuk patung menyerupai seorang petapa dengan tinggi sekitar lima puluh meter berdiri gagah dan terlihat dari kejauhan. Sementara tubuh Vincent tergeletak tak berdaya berada diatas kepala sang petapa yang siap melakukan pukulan mematikan.
Kesembilan binatang spiritual tidak tinggal diam, kali ini mereka mengeluarkan seluruh kemampuan masing-masing dan menggabungkannya menjadi serangan besar, dimana serangan tersebut setara dengan kultivator tingkat Emperor tahap tiga.
DUARR
Ledakan luarbiasa dari dua energi besar yang saling bertabrakan menimbulkan gelombang besar sampai awan diatas bukit lumut tersapu, angin kencang bak badai menerbangkan pohon-pohon besar hingga melewati gerbang desa yang array pelindungnya telah hancur akibat tekanan kuat dari ledakan energi tersebut. Suaranya pun menggema keseluruh penjuru distrik Durma.
Hening
Debu-bedu berterbangan hingga ke alun-alun kota, semua orang terhenyak serasa jantung mereka mau copot ketika mendengar ledakan dari arah area penduduk bukit lumut. Rasa cemas timbul bukan hanya dari penduduk biasa, tapi juga para prajurit kerajaan dan murid sekte kabut.
Mereka yang memang sedari awal mengamati pergolakan yang terjadi diatas bukit lumut dari kejauhan, hanya menatap gelisah dan tubuh gemetar. Apalagi ketika tiba-tiba muncul sosok raksasa yang mengeluarkan aura intimidasi begitu kuat yang membuat mereka tertekan, bahkan prajurit biasa dan tim logistik jatuh pingsan karena tidak mampu menahan aura membunuh yang begitu mengerikan.
"Siapa master beladiri yang tengah bertarung di bukit sana?" ucap kesatria Frederick yang tersengal setelah menahan tekanan aura yang begitu besar.
"Entahlah... Semoga saja dia berada dipihak kita," timpal kesatria Sergei yang juga keringat dingin menahan hal serupa.
"Kalau dia musuh. Akan jadi bencana besar dan kita harus meminta King Ryuji menggerakan holy knight untuk mengatasinya," ungkap kesatria Sergei
Sementara tiga murid terbaik dari sekte kabut yang bertugas menjadi bala bantuan langsung syok ketika mereka baru sampai gerbang desa disambut oleh energi besar yang mendorong mereka seratus meter kebelakang.
"Sungguh gila... Pertarungan macam apa yang terjadi di sana? Bahkan kita terdorong jauh padahal kultivasi kita telah mencapai tingkat Spirit tahap lima-" ucap Lee Ming murid terbaik sekte kabut
"Aku enam," sela Li Jiang murid terbaik pertama milik sekte kabut.
"Iya-iya si paling hebat, padahal kau hanya satu langkah saja di depanku" timpal Lee Ming mencibir.
"Mau menguji kekuatan?" Li Jiang mendengus tak terima.
"Cukup Kak Li... Kak Lee... Jangan mulai berdebat hal yang tidak berguna," Yu'er menengahi kedua seniornya.
"Dimana si bodoh Ah Jun? Kenapa dia tidak datang menyambut kita disini? Apa yang dia lakukan saat ini? Dan sepertinya pesan yang si bodoh ini tidak terlalu akurat," Li Jiang yang geram mengalihkan pandangan kesekitar area gerbang. Ia jadi jengkel karena laporan tentang situasi di distrik Durma saat ini begitu berbeda dengan pesan yang ia kirim ke sekte.