rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pernikahan
hari ini semua terlihat sibuk di kediaman dava karena sore nanti acara akad nikah akan diadakan dirumah ini
rena yang sudah bangun pagi pagi sekali mendapat sms dava..dava memintanya datang ke kamarnya karena ada yang mau dibicarakan
rena yang telah meminta izin sama nenek..akhirnya naik ke lantai dua menuju kamar dava..dia mengetok pintu kamarnya dava.."tunggu" terdengar suara dava dari dalam kamar
klek" pintu kamar terbuka dan dava keluar dari kamarnya..dia mengajak rena ke ruang kerjanya
silakan duduk" ucap dava kepada rena
ada apa kamu memangilku pagi pagi ini" tanya rena kebingungan karena semalam mereka baru saja berbicara
ada yang mau aku tanyakan..semalam aku lupa bertanya" jawab dava melihat kearah rena dengan wajah yang serius
tanyakan saja.." sahut rena melihat kearah lain..dia tidak nyaman setiap mata dava beradu dengan matanya..ada debaran aneh dihatinya
adakah seseorang yang ingin kamu undang di pernikahan kita nanti sore ..kalau ada biar aku suruh beno yang jemput..maaf aku lupa..harusnya semalam aku membicarakannya denganmu..aku tidak ingin kamu kesepian di hari pernikahanmu" ucap dava dengan wajah yang serius
sebenarnya ada dua orang yang aku inginkan hadir di pernikahanku..tapi aku tidak ingin menyusahkan mereka..mereka pasti juga bingung kenapa aku tiba tiba menikah..biarlah nanti saja aku memberitahu mereka diwaktu yang tepat.."jawab rena panjang lebar
baiklah..seperti katamu saja" ucap dava lagi
rena akhirnya meninggalkan dava dan masuk kembali ke dalam kamarnya karena nenek dava sudah menyewa jasa spa pengantin yang akan menyiapkan rena dan siangnya rena akan dirias oleh penata rias sekaligus desainer ternama
desainer itu adalah temannya dava..ketika dava mengundangnya ke pernikahannya dia menawarkan diri menghias pengantinnya sekaligus menyiapkan baju buat sepasang pengantin tersebut karena dia merasa berhutang budi kepada dava yang sering menolongnya saat mereka kuliah dulu
sore harinya diruangan tengah yang luas sudah terlihat pak penghulu yang duduk dengan dava yang terlihat sangat tampan mengenakan pakaian pengantin disertai keluarga terdekat dava
tidak berapa lama rena keluar dari kamar sambil dibawa sang nenek
dava yang melihat rena dengan pakaian pengantin yang senada dengannya seakan tak percaya dengan kecantikan rena begitu juga yang hadir di ruangan tersebut
pakaian putih yang dikenakan rena seakan akan memancarkan kulit rena yang putih mulus..apalagi rena memiliki paras cantik nan ayu ditambah hiasan make up tipis membuat kecantikannya natural... nenek yang melihat wajah cucunya hanya tersenyum dengan sang desainer
acara akad nikah berjalan dengan khidmat..tak terasa air mata rena menetes mengingat papa dan mamanya yang tidak bisa hadir dihari bahagianya
nenek yang melihat itu hanya bisa menggenggam tangan rena memberi rena kekuatan agar tidak merasa sendirian
ada nenek disini...nenek ada dipihakmu" bisik nenek dava yang membuat rena merasa bahagia karena tidak sendirian dihari itu
setelah acara akad nikah..malamnya dilanjutkan dengan acara makan malam mewah yang dihadiri teman dan keluarga dekat dava
malam itu rena sangat bahagia..walaupun dia tidak mempunyai teman ataupun saudara yang datang tapi nenek dava memastikan rena dia tidak kekurangan kehangatan keluarga
akhirnya acara pernikahan pun usai dan para tamu sudah pulang kerumah masing masing
rena yang ingin masuk kekamarnya untuk istirahat keburu dibawa nenek menuju lantai dua kamarnya dava
mulai hari ini kamu harus tidur disini karena kalian sudah sah menjadi suami istri"ucap nenek dava kepada rena
barang barang kamu telah dipindahkan ke
kamar ini sayang..jadi jangan lupa lagi ya" ucap sang nenek
baik oma" sahut rena membenarkan ucapan neneknya dava
oma istirahat dulu ya sayang..kamu jangan lupa istirahat juga..bentar lagi dava akan menyusul kamu ke kamar" ucap neneknya dava sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan rena dikamar sendirian
rena duduk sendirian dikamar..dia bingung harus melakukan apa..dia melihat sekeliling kamar yang luas..ada ruangan nonton tv yang luas..ada ruangan lemari pakaian..kamar mandi dan didekat pintu keluar ada beberapa kursi
" ini kamar atau rumah" gumam rena sendirian melihat isi kamar dava yang lengkap dan luas
entah berapa lama rena menunggu dava didalam kamar hingga dia ketiduran masih mengenakan pakaian pengantin
sementara dava yang masih asyik duduk diluar tidak menyadari kehadiran sang nenek yang berdiri disampingnya
kok belum masuk ke kamar dava" tegur neneknya yang melihat cucunya masih asyik duduk diluar
dava yang terkejut mendengar ada suara langsung menoleh dan melihat omanya berdiri disampingnya
belum ngantuk oma" sahut dava membuat alasan..karena tidak mungkin dia langsung masuk kedalam kamar untuk malam pengantin dengan rena..dia tidak ingin memaksa rena untuk melakukan itu
tapi mukamu udah kelelahan oma lihat..sana gih masuk kamar" perintah oma kepada cucunya itu
baiklah oma..dava akan ke kamar sekarang..tapi oma harus istirahat juga..sudah malam ini" sahut dava sambil berjalan meninggalkan omanya melangkah menaiki tangga kamarnya
oma yang melihat cucunya masuk kamar hanya geleng geleng kepala..dia pun masuk kekamarnya setelah memastikan kedua cucunya telah berada dikamar yang benar
dava yang telah berada dikamarnya berjalan masuk menuju tempat tidur..dia melihat rena yang tertidur pulas..dengan pelan pelan dia melangkah menuju ruangan tempat pakaian berada..setelah mengganti pakaian dia menuju kesofa yang ada di depan tv..dia mulai memejamkan matanya dan akhirnya tertidur
***********
keesokan harinya
rena terbangun karena ada cahaya yang masuk kekamar tidurnya..dia melihat kearah jam dinding yang menunjukkan angka delapan pagi
aduuhh..aku ketiduran" gumamnya sendiri sambil melihat bantal disampingnya masih rapi.." tidur dimana dava semalam" batinnya sambil melihat ke sekeliling ruangan..tapi dia tidak melihat dava
mungkin dia sudah pergi bekerja" gumamnya sendiri
rena turun dari ranjang..membereskan tempat tidurnya dan menuju kamar mandi membersihkan dirinya
didalam kamar mandi rena kebingungan..dia lupa bahwa dia sudah pindah kekamar dava..handuknya berada disana
mungkin bi inah lupa memindahkannya" gumamnya sendirian dikamar mandi
apa yang harus aku lakukan" ucapnya sambil matanya melihat ke sekeliling dan melihat handuk tergantung disana
aku pake aja dulu" gumamnya sambil mengambil handuk dan melangkah kan kakinya keluar dari kamar mandi menuju ruangan sebelah tempat tidur yang berisi banyak lemari
dia bingung melihat banyak lemari mewah diruangan tersebut..ada beberapa lemari kaca berisi sepatu.."sepertinya ini sepatu dava"rena berbicara kepada dirinya sendiri
dia membuka satu persatu lemari itu mencari dimana pakaiannya disimpan bi inah..setelah membuka beberapa lemari..rena akhirnya menemukan pakaiannya diantara pakaian baru dan mewah yang digantung disana
pakaian siapa ini" rena bertanya kebingungan sendiri
nanti aku tanya bi inah aja" ucapnya lagi sambil memakai pakaiannya sendiri
setelah memastikan semua ruangan dikamarnya bersih dia melangkah kan kaki keluar kamar mencari bi inah
Ketika hendak turun tangga dia melihat bi inah yang lagi berjalan kearah dapur
bi inah"panggil rena sambil menuruni tangga
bi inah yang mendengar namanya dipanggil..langsung menoleh kearah rena..kemudian dia berjalan mendekati tangga
ada apa nyonya muda..??tanya bi inah merubah panggilan yang biasa " non" menjadi "nyonya"
rena yang mendengar kata kata itu jadi tidak fokus dan hampir saja terjatuh dari tangga jika saja tidak disambut dava
maaf..maaf" ucap rena sambil melepaskan diri dari pelukan dava..jantungnya berdegup kencang saat dia menyentuh dada bidang dava
lain kali hati hatilah kalau berjalan turun" ucap dava sambil meninggalkan rena menaiki tangga menuju kamarnya
bi inah yang melihat adegan mesra dipagi hari itu hanya bisa tersenyum
kok senyum senyum bi" tanya rena melihat kearah bi inah
senyum ibadah nyonya muda..ada apa nyonya memanggil saya" sahut bi inah mengalihkan pembicaraan
kok panggil nyonya muda sih bi..panggil rena aja" ucap rena yang merasa tak biasa dengan panggilan tersebut
kan udah jadi istri tuan..jadi panggilannya ya harus seperti itu nyonya muda..tolong biarkan bibi memanggil seperti itu ..udah tugas bibi" ucap bi inah dengan wajah minta tolong yang membuat rena tak bisa berkata apa apa
nyonya muda mau sarapan pagi..barusan tuan dava menyuruh bibi mengantarkan sarapan kekamar buat nyonya muda..tapi udah keburu turun" ucap bi inah lagi
ga usah bi..masih kenyang" sahut rena yang merasa senang ternyata dava perhatian juga kepada dirinya
oh ya bi sebelum lupa..pakaian dilemari yang dekat pakaian saya itu pakaian siapa ya bi" tanya rena dengan wajah serius menatap bi inah
oh itu..punya nyonya hadiah dari nyonya besar" jawab bi inah
baiklah bi..oma mana ya..kok dari tadi belum kelihatan" tanya rena celingak celinguk menatap kesemua ruangan
ada tadi sarapan pagi dengan tuan dava..mungkin sekarang lagi ditaman belakang"ucap bi inah sambil berpikir
nyonya ga kekamar dulu menyiapkan semua keperluan tuan dava berangkat kekantor" tanya bi inah yang membuat rena jadi malu
belum terbiasa bi..aku mau nemuin oma dulu..ada yang mau aku bicarakan..bi inah aja ya yang menyiapkan keperluan tuan hari ini ya" ucap rena dengan wajah memelas
bi inah hanya bisa mengangguk sambil tersenyum melihat tingkah rena yang masih malu malu dengan suaminya sendiri