NovelToon NovelToon
SKENARIO TUAN DANENDRA

SKENARIO TUAN DANENDRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Duda
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lovelyiaca

[TAHAP REVISI] [UPDATE 3 HARI SEKALI]

Elleta Clarissa Crassia, ia tahu bahwa nama belakangnya bukanlah hal yang harus di banggakan. Terlahir dari keluarga pengusaha sukses membuatnya menahan beban yang tak seharusnya ia pikul. Keputusan sang ayah membuatnya tak memiliki pilihan, sebuah perjanjian bisnis dengan kata "pernikahan."

Elleta di jodohkan dengan laki-laki, pewaris utama keluarga Danendra. Steve Athariz Danendra, laki-laki dingin yang katanya tak pernah tersentuh. Dan semuanya berawal dari sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lovelyiaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Malam yang Menegangkan

Gadis itu menginjak pedal gas dalam-dalam, membiarkan mesin mobil meraung liar membelah jalanan kota yang mulai gelap. Ia ingin menjauh sejauh mungkin dari gedung kantor pria yang kini menjadi sumber utama kebenciannya. Amarah membuncah di dadanya, nyaris melampaui batas kewarasan.

​Suara klakson dari kendaraan lain yang terganggu oleh manuvernya sama sekali tak ia gubris. Sesampainya di halaman rumah, ia memarkir mobilnya asal-asalan, menyambar totebag hitamnya, lalu membanting pintu mobil hingga dentuman logam itu memekakkan telinga.

Ia melangkah masuk, merasa rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang ini kini tak lebih dari sebuah neraka yang menyesakkan.

​Di ruang tamu, Yuda sedang duduk santai, menyesap kopi hitamnya.

Ia meletakkan cangkir itu di lepekan dengan gerakan lambat yang sengaja dilakukan untuk mengintimidasi. ​"Bagaimana? Sudah bertemu Steve?" tanya Yuda datar.

​Elleta berhenti melangkah tanpa menoleh. "Sudah. Sesuai kemauan Papa, kan?"

​Tatapan Yuda tertuju pada totebag di tangan Elleta. "Itu pemberian Steve?"

​Elleta memutar bola matanya, rasa jengahnya sudah meluap. "Iya. Kalau Papa sudah tahu jawabannya, buat apa bertanya?"

​Yuda kembali menyesap kopinya, lalu menyilangkan kaki dengan angkuh. "Papa harap kamu tidak mengacaukan acara nanti malam."

​Tanpa memedulikan peringatan itu, Elleta berlari menaiki tangga dan mengunci diri di kamarnya. Di sana, dalam kesunyian yang pengap, ia melemparkan tas itu ke lantai hingga isinya berhamburan.

​"Sial! Aku benci kamu, Steve!" teriaknya. Suaranya pecah, menyuarakan sesak yang menghimpit ulu hatinya.

​Energinya terkuras habis. Ia menjatuhkan diri ke ranjang, menatap langit-langit dengan tatapan kosong. Air mata jatuh begitu saja bukan tanda kelemahan, melainkan luapan kelelahan karena harus menjadi pion di papan catur milik ayahnya.

​Ting!

​Sebuah notifikasi muncul. Elleta terbelalak melihat nama pengirimnya: Michael. Abangnya.

​Michael: El, aku dalam perjalanan ke Indonesia.

Michael: Apa kamu tidak merindukan abangmu ini?

​Jemari Elleta gemetar saat membalas.

*​**Elleta**: Ternyata Abang masih ingat kalau punya adik.

Elleta**: Kenapa harus kangen? Abang saja yang lupa kalau punya keluarga di sini*.

​Pesan itu hanya berstatus read. Elleta melempar ponselnya ke samping, lalu membiarkan kelelahan menariknya ke alam mimpi. Namun, ketukan keras di pintu membangunkannya paksa.

​"El! Steve akan menjemputmu tiga puluh menit lagi. Cepat bersiap!"

​"Iya, Pa," sahut Elleta dengan suara parau. Pukul 18.10. Dengan langkah gontai, ia menyeret tubuhnya ke kamar mandi.

​Sepuluh menit kemudian, ia keluar dengan jubah mandi. Matanya tertuju pada kotak hijau zamrud yang terjatuh dari tas tadi. Di dalamnya, tersimpan gaun merah beludru yang tampak sangat kontras dengan kulitnya yang pucat. Ia mengenakannya, merasa gaun itu seperti jeratan yang perlahan mencekik lehernya.

Di depan cermin, ia memoles bibirnya dengan warna merah tegas dan menyemprotkan parfum aroma vanilla-rose yang mewah, menutupi segala kerapuhannya di balik topeng yang sempurna.

​"Ayo, El. Steve sudah menunggu," seru Rena dari balik pintu.

​Elleta menyambar tas jinjingnya. Saat menuruni tangga, ia menciptakan aura yang mempesona sekaligus dingin. Di depan rumah, Steve berdiri mematung. Matanya terpaku, tak berkedip menatap penampilan Elleta.

​"Cantik banget, El," puji Steve tulus. Ia meraih tangan Elleta, hendak mengecup punggung tangannya.

​Elleta menarik tangannya kasar. "Cepat jalan. Jangan banyak bicara, atau aku akan berubah pikiran."

​Steve terkekeh, seolah terhibur dengan sikap ketus itu. "Tentu, silakan masuk, Tuan Putri Elleta Clarissa Danendra."

​"Jangan berani-berani mengganti margaku!" sentak Elleta ketus.

​Sepanjang perjalanan di dalam kabin Rolls-Royce yang senyap, Steve diam-diam mengamati Elleta. Gadis itu tampak tenang, namun Steve bisa mencium aroma bahaya di sana. Aku tahu diammu punya maksud, El, batinnya.

​Saat mobil berhenti di depan gedung acara, Steve menahan lengan Elleta sebelum ia sempat keluar. Ia mengeluarkan sebuah cincin permata putih dan melingkarkannya di jari manis gadis itu.

​"Apa-apaan ini?! Aku enggak pernah setuju dengan perjodohan ini!" protes Elleta, berusaha melepaskan diri.

​"Ini cincin turun-temurun keluargaku. Sangat pas di jemari mungilmu," sahut Steve tenang. Ia menatap Elleta dalam-dalam.

"Aku ingin dunia tahu kamu milikku. Untuk malam ini saja, kenakanlah."

​Elleta akhirnya berhasil melepaskan diri dan turun dengan perasaan campur aduk. Ia melangkah cepat menuju meja penerimaan tamu.

​"Atas nama siapa?" tanya staf di sana.

​Steve menyusul dan langsung merangkul pinggang Elleta dengan posesif. "Steve Athariz Danendra."

​Di dalam aula, Steve tidak melepaskan rangkulannya. "Jangan berulah, El. Ini bukan saatnya," bisik Steve.

​Elleta hanya diam, namun dalam hati ia berjanji. Kali ini, kamu akan menyesal punya calon tunangan seperti aku, Steve.

​Acara dibuka dengan pidato yang megah. MC memperkenalkan Steve sebagai tamu kehormatan dan sponsor utama. Elleta melihat ayahnya di seberang meja, tampak angkuh dan bangga. Ia memutar bola matanya jengah.

​Saat Steve mengajaknya menyapa para kolega, perhatian Elleta teralihkan pada seorang wanita di samping James Millon yang menatapnya dengan tatapan meremehkan.

​"Tuan Steve, apa kabar? Ini putri dari Tuan Crassia?" tanya James Millon.

​"Saya baik. Dan ya, ini Elleta, tunangan saya," jawab Steve bangga.

​Kiara Millon, istri James, memutar gelas wine-nya dengan sinis. "Danendra tidak cocok mendapatkan menantu dengan sikap seperti ini. Video viral itu membuktikan temperamen burukmu, Elleta. Berita mungkin bisa dihapus, tapi ingatan orang tidak."

​Kiara mendekat, berbisik dengan nada menusuk. "Kamu beruntung dilindungi Steve. Tapi sayang, tunangannya punya jiwa yang terlalu bebas. Apa mungkin di California kamu sebenarnya seorang pelacur?"

​Byur!

​Cairan ungu pekat seketika membasahi gaun krem mahal milik Kiara. Elleta berdiri tegak, memegang gelas kosong dengan tangan yang bergetar hebat.

​"Cukup omong kosongnya, Nyonya Kiara Millon," desis Elleta tajam, suaranya membuat kerumunan di sekitar mereka terdiam.

"Anda tidak tahu apa pun tentang hidupku di California, dan aku tidak serendah Anda yang mungkin harus menjual harga diri demi posisi ini. Jangan berspekulasi liar jika tidak tahu kebenarannya. Sekarang, nikmati noda di gaun mahalmu itu." ​Wajah Kiara merah padam karena marah.

Sebelum Kiara meledak, Steve melangkah maju, merapikan jasnya dengan wibawa yang dingin.

​"Saya yang beruntung mendapatkan Elleta, Nyonya Millon. Dan ingat satu hal, jika sekali lagi Anda berani merendahkannya, Millon Group bisa rata dengan tanah hanya dengan satu sentikan jari saya," tegas Steve.

​Elleta berbalik, berjalan menuju sudut aula untuk menetralkan detak jantungnya. Steve segera mengikuti dengan raut wajah yang tak bisa lagi disembunyikan. Ia khawatir, namun juga kagum.

​Tiba-tiba, langkah mereka terhenti.

Seluruh aula mendadak sunyi saat pintu utama terbuka lebar. Seseorang melangkah masuk dengan aura yang begitu intimidatif, membuat Steve menegang di tempatnya.

​Wajah Steve yang biasanya dingin kini tampak mengeras, menunjukkan bahwa sosok yang baru datang ini bukanlah orang sembarangan bagi mereka.

1
Maryati ramlin
cerita bagus di tunggu kelanjutan
Lovelyiaca: Terima kasih sudah membaca karyaku, di tunggu kelanjutannya ya 🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!