Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Mencintai mu mas
Pak hamid terkejut saat tiba di rumah nya, di teras ada pak tarjo,
" Nak Doni kamu sembunyi dulu ya." bisik pak hamid,
" Iya Bapak." sahut Doni seraya buru buru sembunyi.
" Bapak ada juragan tarjo." ucap Sarti saat melihat sang ayah datang, seraya ingin masuk, tapi di larang oleh pak tarjo.
" Mau ke mana Sarti saya ingin bicara." ucap pak tarjo,
" Bicara sama Bapak saja." ucap Sarti seraya buru buru masuk,
" Ibu aku takut." ucap Sarti seraya menghampiri buk ela.
" Dasar tua Bangka." umpat satria geram.
" Maaf juragan tumben kesini." tanya pak hamid.
" Iya mid saya kesini mau melamar Sarti."
" Hah melamar Sarti, apa tidak salah juragan." ucap pak hamid ia sih tidak terkejut lagi karena pak hamid sudah tahu apa tujuan pak tarjo,
" Maaf juragan istri juragan sudah lebih dari satu, terus Sarti itu masih di bawah umur ia belum mau menikah masih mau kerja ke kota." ucap pak hamid,
" Saya tidak peduli ingat hamid kamu punya hutang dengan saya, kalau kamu tidak setuju Sarti saya nikahi, saat ini juga kamu harus bayar hutang kamu." tegas pak tarjo,.
Dan semua perkataan pak tarjo di dengar oleh Doni,
" Berapa hutang Bapak.?." Tanya Doni
" Dua juta rupiah." sahut satria, Doni pun masuk ke kamar nya, Tidak lama ia keluar.
" Kasih uang ini ke Bapak suruh lunasi hutang nya sama pak tua itu." ucap Doni.
" Tapi mas !." Sahut Sarti merasa tidak enak hati.
" Besok kita akan menikah, setelah itu kita kembali ke kota, kamu di sini tidak aman." ucар Doni.
Sarti hanya terpaku, seraya menatap pria tampan di hadapan nya,
" Tapi saat ini saya belum punya uang juragan tolong beri waktu beberapa hari lagi."
" Oh saya tidak mau tahu saat ini juga kamu harus bayar hutang mu, kalau tidak lusa Sarti harus menikah dengan saya." ucap pak tarjo.
" Saya tidak akan mengijinkan juragan menikahi kaka atau pun adik saya, ini uang kami kembalikan dan kami sudah tidak punya hutang lagi." ucap satria seraya melempar kan uang ke tangan pak tarjo,
" Oh rupa nya kamu sudah berani dengan ku satria, lihat saja kalian akan menyesal seumur hidup." ucap pak tarjo seraya pergi dan membawa uang itu.
" Jangan kembali lagi kesini." teriak satria.
" Sudah nak kamu kan tahu siapa dia." ucap pak hamid.
" Aku tidak takut Bapak, dia sok berkuasa karena dia yang paling kayak di Desa ini." sahut satria, ayo Bapak sudah maghrib Ajak satria.
" Bapak, bang satria, bang Doni mau menikahi kaka." ucap sukma,
" Iya emang itu yang tadi kami bicara kan, nak menikah lah dengan Doni."
" Seteleh menikah kalian kembali ke kota, kamu tidak aman tinggal di sini Sarti kamu tahu kan siapa pak tarjo dia tidak akan melepas kan wanita yang ia incar, Bapak tidak ikhlas kamu di jadi kan madu, kamu ingat tidak sifa istri kesekian pak tarjo ia mati karena di siksa sama pak tarjo, Bapak takut kamu di perlakuan seperti itu." ucap pak hamid.
" Iya Pak aku ikut saja apa kata Bapak." sahut Sarti.
" Tenang saja Sarti aku tidak akan menyentuh tubuh mu walau pun kita sudah menikah, tanpa seijin dari mu, kita nikah dulu agar di kota kita bisa tinggal satu atap, aku tahu kamu tidak menyukai ku, tapi jujur saja aku sudah jatuh cinta dari pertama bertemu dengan mu." ucap Doni.
" Iya mas." ucap Sarti seraya tersenyum,
Setelah memperbaiki rumah pak hamid dan menikahi Sarti, Doni pun kembali ke kota dan membawa Sarti, satria dan pak hamid yang mengantar kedua nya sampai ke jalan lintas.
" Nak Doni Bapak percaya kepada mu, Bapak mohon jaga Sarti dengan baik, jika nak Doni sudah tidak cinta lagi dengan Sarti Bapak mohon pulang kan Sarti kepada Bapak jangan sakiti atau pun menyiksa nya." ucap pak hamid seraya memeluk Doni.
" Dengar baik baik Bapak, ini sumpah ku jika aku menyakiti Sarti Bapak dan satria boleh membunuh ku." ucap Doni tegas,
Pak hamid pun tersenyum,
" Kaka hati hati kalau ada apa apa kabari kami." ucap satria.
Satria baru saja di kasih ponsel oleh Doni agar mudah memberi kabar,
" Satria awasi sukma bisa saja ia pun di incar oleh pak tarjo." ucap Sarti.
" Jangan terlalu khawatir dengan sukma karena ia bisa jaga diri sendiri walau pun ia masih kecil." ucap satria,
" Ya sukma memang beda dari satria atau pun Sarti dan sukma pun memiliki kelebihan yang sulit untuk di ungkap kan."
Singkat cerita Doni dan Sarti sudah tiba di kontrakan Doni.
" Alhamdulillah kita sudah sampai, kamu istirahat ya pasti kamu capek, mas mau ke rumah bos dulu."
" Loh mas tidak istirahat dulu, mas juga pasti capek, Nanti saja mas tidak terlalu capek kok, mas hanya sebentar saja, pintu jangan lupa kunci ya."
" Oh iya mas." ucap Sarti.
Setelah Doni pergi Sarti bukan istirahat tapi ia membersihkan rumah nyapu dan mengepel, setelah itu ia pergi ke toko sayur tidak terlalu jauh dari kontrakan nya,
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam." sahut Sarti seraya tergopoh membuka pintu,
" Hmmm, harum apa ini neng, kamu masak ya mas pikir kamu bobo." ucap Doni.
" Iya mas aku masak, ayo mandi dulu setelah itu baru makan agar tidur nya nyenyak, ucap Sarti.
" Baik lah istri ku, oh iya ini kado pernikahan kita dari bos dan mas di kasih libur tambahan." ucap Doni seraya memberikan amplop putih kepada Sarti,
" Uang mas." ucap Sarti saat melihat isi amplop itu,
" Iya uang tapi tidak tahu berapa kata bos untuk kita bulan madu, kamu simpan saja neng kita tidak usah bulan madu mending uang nya kamu simpan buat orang tua mu di Desa."
" Loh kok buat orang tua ku sih mas kasih juga orang tua mas."
" Oh iya mas belum cerita ya, kalau mas sudah tidak punya orang tua, jadi kini orang tua mu orang tua ku juga, yaudah mas mau mandi dulu perut sudah keroncongan nih." ucap Doni seraya mengelus pipi Sarti,
Sarti pun tersenyum, ia sangat bersyukur di nikahi pria sebaik Doni.
" Masakan mu enak rasa nya sama seperti masakan Ibu." ucap Doni yang sedang asik menyantap makan malam masakan sang istri,
" Ah mas bisa saja terus aku kerja di mana mas."
" Kamu tidak boleh kerja neng, kamu di rumah saja, gaji mas cukup kok buat kita dan kirim buat Bapak dan Ibu."
" Tapi pasti aku bakal bosan di rumah terus."
" Tapi kamu harus terbiasa sayang,oh iya kamar ku yang itu saja."
" Loh kita tidak tidur sekamar saja mas."
" Hmmm, emang boleh ??." ucap Doni seraya tersenyum.
" Tentu saja boleh mas, masa tidak boleh kan kita sudah sah suami istri." ucap Sarti.
" Yakin kamu tidak takut dengan mas,? "
" Takut kenapa kamu gak akan gigit kan." ucap Sarti, Doni pun terbahak.
" gak gigit paling nyosor, tapi jangan takut aku kan sudah janji tidak akan melakukan itu, sebelum kamu mencintai ku."
" Aku mencintai mu mas."
" Hah yang benar.? Sejak kapan." tanya Doni.
" Sejak pertama kita ketemu." sahut Sarti seraya tersenyum.
" Alhasil Doni pun langsung memeluk Sarti dan mencium kening Sarti penuh kehangatan, Doni pun langsung membopong tubuh Sarti dan membawanya ke kamar.