NovelToon NovelToon
Sayap Patah Milik Melodi

Sayap Patah Milik Melodi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Persahabatan / Angst / Penyesalan Suami
Popularitas:32.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dae_Hwa

“Apa ... jangan-jangan, Mas Aldrick selingkuh?!”

Melodi, seorang istri yang selalu merasa kesepian, menerka-nerka kenapa sang suami kini berubah.

Meskipun di dalam kepalanya di kelilingi bermacam-macam tuduhan, tetapi, Melodi berharap, Tuhan sudi mengabulkan doa-doanya. Ia berharap suaminya akan kembali memperlakukan dirinya seperti dulu, penuh cinta dan penuh akan kehangatan.

Namun, siapa sangka? Ombak tinggi kini menerjang biduk rumah tangganya. Malang tak dapat di tolak dan mujur tak dapat di raih. Untuk pertama kalinya Melodi membuka mata di rumah sakit, dan disuguhkan dengan kenyataan pahit.

Meskipun dirundung kesedihan, tetapi, setitik cahaya dititipkan untuknya. Dan Melodi berjuang agar cahaya itu tak redup.

Melewati semua derai air mata, dapatkah Melodi meraih kebahagiaan? Atau justru ... sayap indah milik Melodi harus patah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dae_Hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPMM15

Di kantin rumah sakit, Nadia menyantap semangkuk soto medan dengan sangat lahap. Maklum saja, semalam tak ada satupun makanan yang masuk ke dalam perutnya. Kesedihan nya saat mengingat penyakit sang sahabat, membuat wanita bertubuh gempal itu kehilangan selera makan. Untungnya, siang ini Melodi tampak lebih baik, sehingga selera makan Nadia pun kembali.

Keringat di kening Nadia menyembul layaknya biji jagung. Nadia menyeka dengan sehelai tisu, kemudian lanjut menyantap makanannya.

Namun, wanita pemilik senyuman manis itu tiba-tiba berhenti mengunyah. Ia menoleh ke sisi kiri saat menyadari ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Matanya terbelalak ....

UHUK!

Nadia menepuk-nepuk dadanya yang mendadak sengal.

"Ini, di minum dulu." Dokter Andra membukakan tutup botol air mineral dan menyodorkannya pada Nadia. "Kaget, ya? Maaf, ya?"

"Iya, ngagetin aja sih, Dok!" dengus Nadia.

"Sama, saya juga tadi pagi kaget lihat sepatu anda," Dokter Andra tersenyum smirk.

"Dendaman amat jadi orang." Nadia mengangkat satu alisnya. "Hampir mati loh saya ini keselek soto."

"Kan hampir, tapi, belum mati, ‘kan?" Dokter Andra tersenyum jahat.

"Ngarep?" sinis Nadia.

Dokter Andra tertawa pelan, tertawa dengan elegan.

"Idih, ketawa modelan apa itu? Masa ketawa bunyinya 'ehe ehe ehe ehe'. Udah kayak kodok dipanggang aja, Dok! — Di mana-mana, orang ketawa tuh kayak gini, 'HUAHAHAHAHAH', gitu." Protes Nadia sambil menirukan suara tawa genderuwo.

Bulu mata lentik milik Dokter Andra berkedip-kedip. "Memangnya Anda sudah pernah lihat kodok dipanggang?"

"Aauuuu ah gelap!" sahut Nadia cepat.

Dokter Andra tersenyum samar. "Beli di mana sepatu modelan begitu?"

Dokter tampan itu melirik sepatu cobra milik Nadia yang seolah-olah menantang bumi dan langit.

"Barang endorse." Jawab Nadia singkat, tapi, hatinya menggerutu.

'Kapan sih ini dokter pergi? Keburu ngembang soto medan gue, mana enak bener lagi. Mesti bawa pulang nih ntar buat Olive sama Ibu,' batinnya.

Dokter Andra sedikit memutar tubuhnya, "oh, jualan? Aplikasi oren?"

"Bukan, aplikasi tok-tok-tok." Nadia menjawab sekedarnya.

"Oh ya? Apa username nya?" Tanya Dokter Andra penasaran, sambil meneguk sebotol air mineral.

"Janda Tobrut."

BYURRRR!

Air yang baru saja diteguk dokter tampan itu, otomatis menyembur keluar saat mendengar jawaban Nadia.

"Sangat membara sekali ya namanya." Dokter Andra membersihkan bibir dan jas nya dengan tisu. "Anda ... kelihatannya deket banget ya sama Melodi?"

Nadia memutar malas bola matanya. Ia muak jika harus berhadapan dengan pria yang meminta bantuannya untuk mencomblangkan dengan Melodi. Apalagi jika orang itu sekelas dokter yang mengetahui bahwa pasiennya sudah mempunyai suami.

"Dok, Anda tau kan, Melodi udah punya suami?" Nadia meletakkan sendoknya. Lalu menatap Andra sinis. "Jangan minta comblangin, saya nggak mau nolongin."

Kedua alis mata Andra bertaut, mimiknya terlihat heran. Lalu tiba-tiba...

"Hahaha!" Ia tertawa kencang, benar-benar kencang, tak lagi elegan. Andra menepuk-nepuk pahanya. "Kalau sama Anda?" godanya.

'Apa gue tusuk aja ya nih cowok pake garpu? Baru ketemu udah berani banget godain gue. Demen kali ya dia sama tobrut gue yang kayak semangka?' batin Nadia berisik.

Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Enggak enggak enggak! Mikir apa lo, Nad? Mana mungkin ada cowok tampan yang naksir sama cewek gendut kayak lo. Nyadar diri, Nad, nyadaaaar!'

Dokter Andra melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nadia. "Hallo? Masih ada orangnya? Atau sudah ...."

Nadia menatap tajam, lalu kembali fokus dengan makanannya. Sedangkan Dokter Andra, tetap setia menemaninya. Entah apa yang diinginkan dokter tampan itu.

"Dok, apa ... Melodi masih punya harapan untuk sembuh?" tanya Nadia tiba-tiba dengan suara bergetar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Makanya, makan itu yang bener. Yang bergizi. Badan sampai kurus begini, sakit kan jadinya," omel Ajeng pada Melodi.

Dengan wajah kesal, wanita separuh baya itu mengaduk-aduk bubur dan menyuapi menantunya. Melodi hanya menanggapi omelan ibu mertuanya dengan senyuman tipis.

Bagi Melodi, Ajeng tidaklah jahat seperti kebanyakan ibu mertua di luaran sana. Hanya saja, pandangan Ajeng pada dirinya hanya sedang berbeda. Dan, Melodi tau, semua itu karena Vina, adik sepupu Aldrick yang kini tengah menatap sinis dirinya.

"Mau makan yang bergizi pun, kalau memang dasarnya penyakitan, ya bakal tetap sakit, Tan!" nyinyir Vina. "Mungkin karena penyakitan kali ya, makanya sampai sekarang nggak hamil-hamil lagi? Atau, jangan-jangan, udah nggak bisa hamil?"

Wanita si pemilik kulit kuning langsat yang tengah menyandarkan tubuhnya di tembok rumah sakit itu menatap tak suka pada Melodi. Ia tengah menabur umpan, berharap sang tante akan terpancing.

"Vin, mending sekarang kamu keluar, ‘deh. Ada yang perlu aku bicarain sama Ibuku," kata Aldrick dengan raut datar.

"Ya udah sih, tinggal ngomong aja. Nggak mesti juga aku keluar dari sini." Terang-terangan Vina menolak.

Aldrick menghela napas panjang, menatap Vina muak. "Kamu tau apa yang namanya privasi?"

"Yaelah!" Vina memutar malas bola matanya. "Aku ini kan sepupumu, Drick. Bagian dari keluarga mu, toh? Masa iya pakai rahasia-rahasia segala."

Aldrick tetap tenang, meskipun geram. "Emang ada ya, sepupu yang jadiin anggota keluarganya sebagai ladang cuan? —Seperti ... yang selama ini kamu kerjakan."

Ajeng langsung menoleh ke arah Vina. "Maksudnya?"

Vina semaksimal mungkin menyembunyikan gugupnya. "Nggak tau, Tan. Aku juga nggak ngerti. —Apaan sih yang kamu omongin ini, Drick? Nggak paham aku. Ya sudah deh, kalau emang se-privasi itu ... aku keluar dulu."

Vina, wanita yang sudah menginjak usia kepala 3, melangkahkan kakinya dengan tenang. Ia berjalan menuju pintu dengan gerakan super lambat, berharap bisa menguping sedikit saja apa yang akan dibicarakan Aldrick. Namun, suasana di ruangan itu semakin hening. Tatapan di belakang sana seolah mendorong tubuhnya agar cepat keluar.

Pintu sudah di depan mata, tetapi, Vina mematung di sana. Ia masih sabar menunggu, paling tidak sedikit informasi yang ia dapat akan menggagalkan waktunya yang nyaris akan terbuang sia-sia. Namun tiba-tiba...

BUGH!

Arrrggghhh!

Vina menjerit keras.

*

*

*

1
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
lbh
Riaaimutt
eh kenapa yak,, apa melewatkan sesuatu...hm
Riaaimutt
dah lah 😭😭😭
istianah istianah
bagus melodi aq suka gayamu bicara ,lnhsung kena tu lwan ,😅
istianah istianah: bener tu lambe julid ,harus di lawan😜
Dae_Hwa💎: mental serasa di banting 😆
total 2 replies
💕Bunda Iin💕
diri mu hesti wanita sialan🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Dae_Hwa💎: nggak nyadar diri ya kak 😌
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
hahahaha benar itu dajjal akan sungkem sama vina berhati malaikat😂🤣🔥🔥 menyala melodi🥰
Dae_Hwa💎: menyalaaaa~ 🔥
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
good job melodi😘😘😘💖💖💖
Dae_Hwa💎: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
sami² thor 🥰🥰🥰semungut🥰😘💖
Dae_Hwa💎: /Kiss/
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
lah ini napa emak² main nampar aja...waduh² ga sadar diri anak nya berulah malah nyalain orang lain🤦‍♀️😡
Dae_Hwa💎: buah jatuh tak jauh dari pohon 😃
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
hahahahahahaha🤣🤣🤣🤣🤣
Dae_Hwa💎: /Curse/
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
wkwkwkwk ada² aj lo nad kegetok ranting bisa kejang²🤣🤣🤣
Dae_Hwa💎: Nadia emang suka agak-agak 😃
total 1 replies
vj'z tri
aku pada mu thorrrr 🥳🥳🥳🥳🥳 semangattt 🥳🥳🥳🥳🥳
Dae_Hwa💎: 💗💗💗💗💗💗
total 1 replies
vj'z tri
😤😤😤😤😤😤😤yakkkk 😡😡😡😡😡
Dae_Hwa💎: Yihaaaaaa
total 1 replies
vj'z tri
ada ada ajj si author ini lah ....bikin ngakak berjamaah 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dae_Hwa💎: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
istianah istianah
aq selalu menunggu kak ,walau pun kangen tapi, aq tahan🤭🤭
istianah istianah: oke siap menunggu pokoe🥰
Dae_Hwa💎: Terimakasih, Kakak 💗
total 2 replies
Nur Adam
lnjut
Dae_Hwa💎: Siap 💗
total 1 replies
N Wage
maaf nih ya...maaf banget.
itu rumah makan menyediakan saksang,yg dari daging *bebi* kan?
Dae_Hwa💎: betul.
Di tmpt Author, warung medan halal, saksang nya pakai daging kerbau.
ya meskipun gak tau ya, beneran kerbau apa bukan 🗿
N Wage: oh iya ya,yg kalau dr daging kerbau utk sauadara kita di sumut,yg tidak
makan ba** dan anj***.
yg masaknya juga gak pakai darah.
total 3 replies
istianah istianah
ya allah sakit perut aq ...🤣🤣😂😂 ada"aja ide usilnya si nadia itu/Facepalm/
Dae_Hwa💎: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Juhairiah
aku nungguin dr kmrn tor. kok ngk up up
Dae_Hwa💎: Hehehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!