NovelToon NovelToon
Sayap Patah Milik Melodi

Sayap Patah Milik Melodi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Persahabatan / Angst / Penyesalan Suami
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dae_Hwa

“Apa ... jangan-jangan, Mas Aldrick selingkuh?!”

Melodi, seorang istri yang selalu merasa kesepian, menerka-nerka kenapa sang suami kini berubah.

Meskipun di dalam kepalanya di kelilingi bermacam-macam tuduhan, tetapi, Melodi berharap, Tuhan sudi mengabulkan doa-doanya. Ia berharap suaminya akan kembali memperlakukan dirinya seperti dulu, penuh cinta dan penuh akan kehangatan.

Namun, siapa sangka? Ombak tinggi kini menerjang biduk rumah tangganya. Malang tak dapat di tolak dan mujur tak dapat di raih. Untuk pertama kalinya Melodi membuka mata di rumah sakit, dan disuguhkan dengan kenyataan pahit.

Meskipun dirundung kesedihan, tetapi, setitik cahaya dititipkan untuknya. Dan Melodi berjuang agar cahaya itu tak redup.

Melewati semua derai air mata, dapatkah Melodi meraih kebahagiaan? Atau justru ... sayap indah milik Melodi harus patah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dae_Hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPMM15

Di kantin rumah sakit, Nadia menyantap semangkuk soto medan dengan sangat lahap. Maklum saja, semalam tak ada satupun makanan yang masuk ke dalam perutnya. Kesedihan nya saat mengingat penyakit sang sahabat, membuat wanita bertubuh gempal itu kehilangan selera makan. Untungnya, siang ini Melodi tampak lebih baik, sehingga selera makan Nadia pun kembali.

Keringat di kening Nadia menyembul layaknya biji jagung. Nadia menyeka dengan sehelai tisu, kemudian lanjut menyantap makanannya.

Namun, wanita pemilik senyuman manis itu tiba-tiba berhenti mengunyah. Ia menoleh ke sisi kiri saat menyadari ada seseorang yang duduk di sebelahnya. Matanya terbelalak ....

UHUK!

Nadia menepuk-nepuk dadanya yang mendadak sengal.

"Ini, di minum dulu." Dokter Andra membukakan tutup botol air mineral dan menyodorkannya pada Nadia. "Kaget, ya? Maaf, ya?"

"Iya, ngagetin aja sih, Dok!" dengus Nadia.

"Sama, saya juga tadi pagi kaget lihat sepatu anda," Dokter Andra tersenyum smirk.

"Dendaman amat jadi orang." Nadia mengangkat satu alisnya. "Hampir mati loh saya ini keselek soto."

"Kan hampir, tapi, belum mati, ‘kan?" Dokter Andra tersenyum jahat.

"Ngarep?" sinis Nadia.

Dokter Andra tertawa pelan, tertawa dengan elegan.

"Idih, ketawa modelan apa itu? Masa ketawa bunyinya 'ehe ehe ehe ehe'. Udah kayak kodok dipanggang aja, Dok! — Di mana-mana, orang ketawa tuh kayak gini, 'HUAHAHAHAHAH', gitu." Protes Nadia sambil menirukan suara tawa genderuwo.

Bulu mata lentik milik Dokter Andra berkedip-kedip. "Memangnya Anda sudah pernah lihat kodok dipanggang?"

"Aauuuu ah gelap!" sahut Nadia cepat.

Dokter Andra tersenyum samar. "Beli di mana sepatu modelan begitu?"

Dokter tampan itu melirik sepatu cobra milik Nadia yang seolah-olah menantang bumi dan langit.

"Barang endorse." Jawab Nadia singkat, tapi, hatinya menggerutu.

'Kapan sih ini dokter pergi? Keburu ngembang soto medan gue, mana enak bener lagi. Mesti bawa pulang nih ntar buat Olive sama Ibu,' batinnya.

Dokter Andra sedikit memutar tubuhnya, "oh, jualan? Aplikasi oren?"

"Bukan, aplikasi tok-tok-tok." Nadia menjawab sekedarnya.

"Oh ya? Apa username nya?" Tanya Dokter Andra penasaran, sambil meneguk sebotol air mineral.

"Janda Tobrut."

BYURRRR!

Air yang baru saja diteguk dokter tampan itu, otomatis menyembur keluar saat mendengar jawaban Nadia.

"Sangat membara sekali ya namanya." Dokter Andra membersihkan bibir dan jas nya dengan tisu. "Anda ... kelihatannya deket banget ya sama Melodi?"

Nadia memutar malas bola matanya. Ia muak jika harus berhadapan dengan pria yang meminta bantuannya untuk mencomblangkan dengan Melodi. Apalagi jika orang itu sekelas dokter yang mengetahui bahwa pasiennya sudah mempunyai suami.

"Dok, Anda tau kan, Melodi udah punya suami?" Nadia meletakkan sendoknya. Lalu menatap Andra sinis. "Jangan minta comblangin, saya nggak mau nolongin."

Kedua alis mata Andra bertaut, mimiknya terlihat heran. Lalu tiba-tiba...

"Hahaha!" Ia tertawa kencang, benar-benar kencang, tak lagi elegan. Andra menepuk-nepuk pahanya. "Kalau sama Anda?" godanya.

'Apa gue tusuk aja ya nih cowok pake garpu? Baru ketemu udah berani banget godain gue. Demen kali ya dia sama tobrut gue yang kayak semangka?' batin Nadia berisik.

Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya. 'Enggak enggak enggak! Mikir apa lo, Nad? Mana mungkin ada cowok tampan yang naksir sama cewek gendut kayak lo. Nyadar diri, Nad, nyadaaaar!'

Dokter Andra melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nadia. "Hallo? Masih ada orangnya? Atau sudah ...."

Nadia menatap tajam, lalu kembali fokus dengan makanannya. Sedangkan Dokter Andra, tetap setia menemaninya. Entah apa yang diinginkan dokter tampan itu.

"Dok, apa ... Melodi masih punya harapan untuk sembuh?" tanya Nadia tiba-tiba dengan suara bergetar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Makanya, makan itu yang bener. Yang bergizi. Badan sampai kurus begini, sakit kan jadinya," omel Ajeng pada Melodi.

Dengan wajah kesal, wanita separuh baya itu mengaduk-aduk bubur dan menyuapi menantunya. Melodi hanya menanggapi omelan ibu mertuanya dengan senyuman tipis.

Bagi Melodi, Ajeng tidaklah jahat seperti kebanyakan ibu mertua di luaran sana. Hanya saja, pandangan Ajeng pada dirinya hanya sedang berbeda. Dan, Melodi tau, semua itu karena Vina, adik sepupu Aldrick yang kini tengah menatap sinis dirinya.

"Mau makan yang bergizi pun, kalau memang dasarnya penyakitan, ya bakal tetap sakit, Tan!" nyinyir Vina. "Mungkin karena penyakitan kali ya, makanya sampai sekarang nggak hamil-hamil lagi? Atau, jangan-jangan, udah nggak bisa hamil?"

Wanita si pemilik kulit kuning langsat yang tengah menyandarkan tubuhnya di tembok rumah sakit itu menatap tak suka pada Melodi. Ia tengah menabur umpan, berharap sang tante akan terpancing.

"Vin, mending sekarang kamu keluar, ‘deh. Ada yang perlu aku bicarain sama Ibuku," kata Aldrick dengan raut datar.

"Ya udah sih, tinggal ngomong aja. Nggak mesti juga aku keluar dari sini." Terang-terangan Vina menolak.

Aldrick menghela napas panjang, menatap Vina muak. "Kamu tau apa yang namanya privasi?"

"Yaelah!" Vina memutar malas bola matanya. "Aku ini kan sepupumu, Drick. Bagian dari keluarga mu, toh? Masa iya pakai rahasia-rahasia segala."

Aldrick tetap tenang, meskipun geram. "Emang ada ya, sepupu yang jadiin anggota keluarganya sebagai ladang cuan? —Seperti ... yang selama ini kamu kerjakan."

Ajeng langsung menoleh ke arah Vina. "Maksudnya?"

Vina semaksimal mungkin menyembunyikan gugupnya. "Nggak tau, Tan. Aku juga nggak ngerti. —Apaan sih yang kamu omongin ini, Drick? Nggak paham aku. Ya sudah deh, kalau emang se-privasi itu ... aku keluar dulu."

Vina, wanita yang sudah menginjak usia kepala 3, melangkahkan kakinya dengan tenang. Ia berjalan menuju pintu dengan gerakan super lambat, berharap bisa menguping sedikit saja apa yang akan dibicarakan Aldrick. Namun, suasana di ruangan itu semakin hening. Tatapan di belakang sana seolah mendorong tubuhnya agar cepat keluar.

Pintu sudah di depan mata, tetapi, Vina mematung di sana. Ia masih sabar menunggu, paling tidak sedikit informasi yang ia dapat akan menggagalkan waktunya yang nyaris akan terbuang sia-sia. Namun tiba-tiba...

BUGH!

Arrrggghhh!

Vina menjerit keras.

*

*

*

1
Juhairiah
Tor 😭 Karyamu satu ini bikin aku 😭😭😭😭
bagus banget.
Aku setiap baca 😭🤣😭🤣😭🤣😭
Sukses terus kak othor/Determined/
Juhairiah
memang binatang kau vina
Juhairiah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭🥲🥲🥲🥲🥲🥲
Juhairiah
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Juhairiah
SETANNNNN
Juhairiah
😭😭😭😭😭😭😭
Juhairiah
/Cry/
vj'z tri
bener bener Vina lampir satu ini biang Lala nya 😤😤😤😤
Dae_Hwa💎: Biang lala 😄
total 1 replies
Cookies
up
Dae_Hwa💎: Asiappp
total 1 replies
Riaaimutt
gampang meninggal ini kamsud nya apa sih nad.. q kok gagal memahami kata-kata mu..
Dae_Hwa💎: ah sudahlah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💕Bunda Iin💕
😭😭😭😭😭😭
Dae_Hwa💎: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
kaylla salsabella
ya Alloh Thor semoga ibu Ajeng dan melody selamat .....awas aja klu di buat sad ending.....aku mutung pokok nya 😭😭😭🏃
Dae_Hwa💎: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
vj'z tri
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thorrrr novel ini kamu buat dengan campuran bawang merah berapa ton 😭😭😭😭😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧
Dae_Hwa💎: 10 ton kak 😭😭😭😭😭 Biar mata pembaca pada kewer²😭😭😭😭😭
total 1 replies
istianah istianah
kadang seorang suami tidak merasa kalau sang istri lg kesepian ,apa lg blm pnya anak ,dan seorang suami akan sadar apa bila istri tak ada di sampingnya , kalau sudah tak ada baru terasa 😭😭😭
Dae_Hwa💎: betul.
Sifat suami yang selalu berulang itu ya, tidak peka.
total 1 replies
Baek chanhun
,, menunggu,, membuat emosi.
,, penyesalan,, membuat sesak di
di dada, dalam penyesalan hanya
dua kata sering di ucapkan,
,, andaikan dan misalkan,, dua
kata ini tambah penyesalan.

thanks mbak 💪 💪
Dae_Hwa💎: betul.
Andaikan, misalkan. Berujung nyesal
total 1 replies
Raa
Semoga tidak seperti yang ada dalam benakku 🥹
Dae_Hwa💎: Semoga 🙃
total 1 replies
Raa
Nggak ada kata ampun sih untuk Vina & Karin. Jahat banget.
Dae_Hwa💎: Pake bangeeeet
total 1 replies
Raa
Kan ... bener dugaan ku, wajib dimasukkan bui dah dua titisan Dajjal ini🔥
Dae_Hwa💎: Wajib 🥺🥺🥺
total 1 replies
Raa
Kalau nggak ada si Setan Vani, pasti hubungan mertua dan menantu ini manis banget ❤️
Dae_Hwa💎: Manis banget, kalah gulali
total 1 replies
Raa
Nggak tahu mesti komen gimana, yang pasti melow, ikutan deg"an🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!