Seorang presdir wanita gagal menikah karena calon mempelai laki laki meninggal karena kecelakaan tabrak beruntun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan dengan komisaris
Setelah berbincang bincang sebentar,barulah tuan rumah mengajak mereka berempat untuk masuk keruang kerjanya.
"Duduklah"Kata Ahmed sambil menunjuk arah sofa agar mereka berempat bisa duduk dengan nyaman.
Anand,Hassan,Najwa,serta Xander menduduki sofa yang berada didalam ruangan tersebut.Begitu pula dengan dirinya,ia menuju kursi kebesarannya dibalik meja kerjanya.
Setelah melenggang dan melepaskan kancing jasnya iapun duduk dengan wibawanya yaitu satu kaki kanannya dipangku dengan kaki kirinya.
"Langsung saja ke pokok permasalahan."
Ahmed memberi jeda
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi diperusahaan Xander?"Sebenarnya Ahmed sudah mengetahui masalah dikantornya melalui Hassan serta Anand.Tapi Ahmed ingin tau dari yang bersangkutan memimpin perusahaan setahun belakangan ini.
Dengan wajah yang sedikit menunduk Xanderpun bicara"Tuan,maafkan saya"
Hening
"Xander..Jika bicara dengan seseorang,tataplah lawan bicaramu.Tataplah saya,karena saya tidak berada dilantai"Ucap tegas Ahmed hingga membuat Anand ingin tertawa tapi ia tahan.
Dalam hati Anand "Awas anda tuan,jika terjadi sama anakku akan ku bejek bejek biar tau rasa engkau tuan"Senyum Anand menyeringai
Akhirnya dengan menghela nafas panjang,mengumpulkan seluruh oksigen dan keberanian penuh, Xander memberanikan menatap netra mertua sang komisaris BAE corp dan berucap
"Tuan,sekali lagi saya minta maaf.Mungkin keteledoran kinerja saya, perusahaan yang sudah besar bisa kolab dengan sekejab"Xander menunduk dan mulai mengangkat lagi wajahnya"karena ketidak konsentrasinya saya dalam bekerja yang tidak bersungguh sungguh akhirnya banyak yang mengecewakannya tuan.Saya,memang tidak pantas memimpin perusahaan ini.Dan mulai saat ini saya bersedia mundur dari jabatan saya.Sekali lagi saya minta maaf tuan"
Jeddeeerr
Seluruh manusia didalam ruangan itu menoleh kearah Xander
"Maksudnya??!" pertanyaan lolos dari mulut mereka semua hingga mengagah kecuali Najwa.Najwa menoleh tapi hanya diam.Hatinya justru senang jika Xander tidak lagi berada dikantornya.
Xander sudah menunduk seperti tanaman padi yang siap panen karena keberatan isi.
Sementara para istri menyibukkan diri didapur untuk menyiapkan kue dan cemilan yang sengaja dibuat mendadak agar bisa menghilangkan tegang yang dirasakan para suami mereka didalam sana.
didalam ruangan,Ahmed sudah berdiri dan mendekati Xander hingga Xander mendongak untuk bisa menatap sang komisaris yang menjulang tinggi.
"Tadi bilang kau akan mundur dari perusahaan betul yang saya dengar Xander?"Ucap Ahmed serasa mengintimidasi.
Ruangan sudah mulai tegang dengan pertanyaan tersebut.Hingga darah Xander didalam tubuh ikut berdesir naik turun karena berbagai pikiran yang berkecamuk.Begitu pula dengan Anand sang ayah dalam benaknya berkata " Awas saja tuan,jika kau bikin anaku stress akan ku tonjok mukamu tuan"
"Maafkan saya tuan,saya sudah tidak sanggup mengemban tugas besar ini diatas pundak saya"Xander mendongak lalu menunduk lagi dengan kedua tangan yang diatas pahanya sambil mengusapkan satu sama lain untuk menghilangkan tegang.
"Hmmm artinya kau akan mundur sebelum perang?"Tanya Ahmed lagi dengan memutar badan menjauh dari Xander.
Ahmed sudah membalikkan badan hingga sekarang bertatapan lagi dan pertanyaan Xander lolos dari mulutnya "Maksud tuan?"
"Yah...Kau akan mundur disaat perusahaan sedang tidak baik baik!Apa itu yang dinamakan bertanggung jawab Xander?"
"Maaf tuan,jika maksud tuan saya pengecut saya bersedia membenahi perusahaan ini hingga selesai permasalahannya,setelah itu saya tetap akan mundur dari jabatan assisten Ceo ini"
Anand sedikit kaget karena dia juga tidak tau kalau putranya memilih mundur.Tapi dia hanya diam karena diam lebih baik daripada cuap cuap tapi bikin keruh suasana.
"Kenapa kamu kokoh ingin mundur dari perusahaan?saya akan menaikkanmu dari jabatan assisten Ceo menjadi Ceo.Dan sebaliknya Najwa yang akan menjadi assistenmu.Bagaimana kau masih sanggup untuk mengemban perusahaan ini Xan?"
Pertanyaan ini membuat darah naik pemilik nama lengkap Alexander Putra Anandhan dan dia akan berdiri sehingga tangan Hassan serta Anand reflek terangkat untuk menarik Xander agar jangan cepat emosi
"Maaf tuan,saya sudah tidak.......
TBC.....
sepertinya dah terlambat🤦
mungkin bawaan hamil X ya🤔