NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: Karinakarin

Hidupku yang sudah sulit ini,berubah menjadi lebih sulit karena menikah dengan seorang pria yang bahkan aku sendiri tidak tau laki_laki seperti apa,dia.

Pernikahan yang tidak aku harapkan.kurasa,ini juga pernikahan yang tidak di inginkan oleh laki_laki itu juga.

Mungkinkah aku harus menjalani kehidupan ini sebagai seorang istri? atau, hubungan ini akan berakhir dengan perceraian.itu artinya,aku akan menyandang gelar sebagai janda!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karinakarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

"Tinggal saja motormu disini.aku akan mengantarmu bekerja besok!"

Sean mengajak anggun pulang bersama dengannya menggunakan mobil.anggun merasa heran dengan sikap Sean yang tiba-tiba baik padanya.anggun pun menanyakan kejanggalan tersebut pada Sean.

"Jangan menyalah artikan sikap baik ku padamu.apalagi berfikir jika aku mulai memiliki rasa terhadapmu.karna itu sangat sulit untuk aku lakukan."

"Sulit bukan berarti tidak mungkin ,kan.siapa tahu saja dengan terbiasa bersikap baik padaku.kamu bisa...."

"Hentikan omong kosong itu"

Sean dengan cepat memotong ucapan anggun.anggun tidak lagi bicara.dirinya diam sampai ahirnya mereka berdua tiba di rumah.membersihkan diri dari luar.lalu tidur tanpa kata apapun lagi.

Pukul tujuh pagi.sean sudah berdandan sangat rapi.siap untuk berangkat bekerja.sedangkan anggun masih tertidur pulas karna jam kerjanya yang memang masih pukul sepuluh pagi nanti.

"Bangun!hei,cepat bangun!"ucap Sean yang berdiri di pinggir ranjang tempat anggun tidur.

Anggun membuka matanya untuk melihat jam yang ada di ponselnya.karna masih pagi,anggun kembali memejamkan matanya kembali.

Sean membangunkan anggun lagi.menyuruhnya untuk bersiap karna hari ini,Sean yang akan mengantarkan anggun bekerja.

"Sekarang masih pagi.kamu pergilah.aku bisa pesan ojek online untuk ke tempat kerja,"ucap anggun dengan mata terpejam.

"Dia benar-benar tidak memanfaatkan keadaan.dia murni menjalani kehidupan sesuai kemauan dirinya.padahal, jika dia mau.dia bisa berhenti kerja dan mengandalkan uang ku,"ucap Sean dalam hatinya.

Sean ahirnya pergi ke kantor .membiarkan anggun memesan ojek online untuk berangkat kerja nanti.

"Sebenarnya ada apa dengan ku?kenapa sekarang aku jadi sering berdebar saat di dekatnya.apakah aku mulai menyukainya.bagaimana ini,bagaimana jika pada ahirnya akulah yang mulai menaruh rasa terhadap dia lebih dulu,"gumam anggun yang masih berbaring di ranjang setelah Sean pergi meninggalkan kamar.

Anggun sengaja menolak diantar oleh Sean ke bar.lantaran tidak ingin jika Sean tahu bahwa jantungnya berdegup lebih kencang saat bersamanya.

Anggun pergi ke kamar mandi.mengguyur tubuhnya dengan air hangat.berusaha menyakinkan diri,bahwa perasaanya terhadap Sean saat ini bukanlah rasa suka.melainkan hanya sebatas kagum.

Anggun turun dari kamarnya untuk sarapan.di ruang tengah,anggun melihat Jihan yang masih berada di rumah.

"Loh ,aku fikir mama udah berangkat!"ucap anggun yang masih menuruni anak tangga.

"Tadi mau berangkat,tapi nunggu kamu.mama mau minta tolong sama kamu untuk anterin berkas papa ke kantor.tadi ketinggalan soalnya.gapapa kan."

"Iya gapapa kok ma.nanti aku bawa sekalian pas mau berangkat kerja."

Setelah selesai sarapan,anggun pergi ke kantor papa mertuanya terlebih dahulu sebelum ke tempat kerjanya.diantar oleh supir yang Jihan minta untuk mengantarkan anggun.

Saat tiba di kantor,anggun menitipkan berkas tersebut pada front office,sesuai permintaan Jihan.anggun lalu pergi setelah urusannya di kantor tersebut selesai.

brughh.

Anggun tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang saat keluar dari perusahaan mertuanya .anggun lalu segera meminta maaf meski tidak sepenuhnya salah.anggun terdiam sesaat begitu menatap wajah seseorang itu.wajah seorang bapak yang sangat dia kenali.

"Nak,ada apa dengan mu.kenapa kamu menatap saya seperti itu?"ucap bapak-bapak tersebut.

"Ternyata anda tidak mengenali saya!apa anda sudah melihat dengan jelas wajah ini!"ucap anggun penuh kekesalan yang dia tahan.

"Eajah seorang anak yang anda tinggalkan bersama dengan ibunya yang tengah mengandung anak ke duanya.meninggalkan keluarga demi memulai kehidupan baru bersama wanita lain.lepas tanggung jawab begitu saja.taukah anda,sejak saat itu,hidup saya berantakan.saya kesana kemari berusaha mencari pekerjaan.dan sekarang ,kita di pertemukan kembali.tapi bukan lagi sebagai anak dan bapak.karna di hidup saya.bliau sudah tiada,"ujar anggun sembari menahan cairan bening yang mencoba keluar dari kelopak matanya.

"Anggun!"ucap bapak tersebut dengan lirih.dia berusaha mendekati anggun.namun anggun menghindar.

"Maafkan bapak,nak.bapak akan memperbaiki semuanya!"

"Tidak ada yang perlu di perbaiki.kehidupan anggun,ibu dan zova sudah membaik.teruslah menghilang dan jangan pernah temui siapapun di masa lalu,"ucap anggun menegaskan.

Anggun lalu pergi meninggalkan bapak tersebut.tidak lagi mampu menahan tangis,cairan bening itupun berhasil membasahi pipi.

"Sekarang,kita mau ke mana non,"ujar supir yang menghentikan tangisan anggun.

"Klo aku minta supir buat antar ke bar,kayanya ga mungkin.yang ada nanti malah jadi tau dimana tempat kerjaku,"fikir anggun."kita ke rumah makan dekat pusat perbelanjaan di depan sana aja pak,"ucap anggun memberitahukan tujuannya.

Anggun turun di salah satu rumah makan yang ukuranya tidak begitu besar.tapi juga tidak terlalu kecil.anggun lalu berjalan sekitar lima menit untuk tiba di tempat kerjanya.

"Aku masih ga nyangka akan bertemu lagi dengannya.aku berharap dirinya sudah mati.jikapun masih hidup.seharusnya dia tidak muncul dalam kehidupan ku saat ini,"fikir anggun melamun.

"Anggun!kamu tahu tidak,kalo nanti malam tidak ada lembur.manager minta kita untuk datang ke restoran xx untuk memperingati ulang tahun bar ini yang sudah berjalan dua puluh lima tahun,"ucap salah seorang teman anggun yang juga bekerja di bar.

"Oh ya.jam berapa?"

"Nanti malam setengah tujuh sudah harus datang."

"Baiklah.thanks ya infonya."

Anggun pulang pukul lima sore.sampainya di rumah.anggun melihat Sean yang ternyata sudah berada di rumah lebih dulu.

"Untung saja aku sudah selesai memakai baju.jika tidak,kejadian waktu itu pasti terulang lagi,"ucap Sean dalam hatinya ketika anggun membuka pintu kamar dengan tiba- tiba.

"Tumben banget jam segini udah pulang!ga lembur?atau,mau minta ganti dua ratus ribu lagi!"ujar Sean yang sedang menata rambut di depan kaca.

"Aku mau izin pergi lagi,nanti!ada acara bersama rekan kerja yang lainya,"ujar anggun tanpa basa-basi.

"Terserah,aku tidak peduli.lakukan Saja apa yang ingin kamu lakukan.urusan kita ,urusan masing masing,"jawab Sean secara acuh .

"Bukankah kemarin kamu yang bilang sendiri ,kalo urusanku juga urusanmu.ga lupa kan,baru tadi malem loh kamu bilang begitu pada tamu yang memaksa ku untuk duduk bersama nya!"

"Kamu fikir itu serius!aku hanya bicara secara asal,jangan berharap lebih! "ucap Sean yang kemudian keluar dari kamar dengan pakaian rapi, wangi dan tentunya mempesona bagi wanita yang memandangnya.

Anggun ingin menanyakan kemana dia akan pergi.namun keinginan tahuannya itu dirinya tahan.

"Ingat anggun,urusan masing-masing!dia tidak menanyakan kemana kamu akan pergi.aku juga tidak perlu menanyakan kemana dia pergi,"gumam anggun yang kemudian meletakan tasnya di atas meja.

Membuka lemari,lalu memilih baju yang akan dia gunakan untuk acara nanti malam.

Setelah selesai mandi.anggun memakai sedikit riasan di wajahnya.merasa sayang jika make up yang sudah di belikan oleh ibu mertuanya itu tidak dia gunakan sesuai fungsinya.

"Sudah jam enam.lebih baik aku berangkat sekarang saja."

Anggun pergi dengan menggunakan motor matic nya.meski ada delapan mobil yang berjejer di garasi,namun dirinya tetap memilih kendaraan miliknya sendiri.padahal,mertuanya pun memperbolehkan anggun membawa mobil manapun yang dia sukai beserta dengan supirnya jika butuh.namun,anggun tidak menggunakan fasilitas yang di sediakan.

Tiba di restoran xx.anggun menemui beberapa teman sejawatnya yang sudah duduk di salah satu tempat yang sudah di pilih.

Tidak lama kemudian,datang manager bar yang datang bersama dengan wanita paruh baya,wanita itu adalah pemilik bar dimana anggun bekerja.

Semua pekerja bar menikmati berbagai hidangan yang sudah tersaji di meja makan.tidak lupa dengan minumannya.ada yang beralkohol dan non alkohol.

Pemilik bar selalu mengadakan acara tersebut setiap tahunnya.bahkan,tahun kemarin, pemilik bar mengajak semua pekerja nya untuk liburan.dan, sepertinya tahun ini juga akan seperti tahun kemarin.

Di saat yang bersamaan.sean dan kedua teman akrabnya juga berada di resto yang sama.

"Anggun! jadi,saat dia bilang mau pergi tadi, tujuan nya disini!kok bisa kebetulan gini sih,"fikir Sean yang sempat melihat ke arah meja anggun.

Sean kemudian mengajak temanya itu untuk mencari tempat duduk di luar saja,agar anggun tidak mengetahui keberadaannya.

*mohon untuk selalu tinggalkan jejak like dan komen ya.like dan komen yang kalian berikan sangat berarti bagi author.terimakasih*

1
Trisna Wati
Luar biasa
Agus Irawan
Alur yang menarik ♥️
Novan Novansyah
lanjut KK karyanya bagus tapi saran saya buat lah sekali update 4 sampai 5 bab biar agak seru baca nya
Karinakarin: di tunggu ya kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!