Fantasy Wars berlatarkan sebuah dunia dimana semua orang memiliki sebuah kekuatan super yang disebut "trick". Mengkisahkan perjuangan sekelompok remaja untuk mempersatukan negeri mereka, Negeri Arasi.
Di sebuah negeri bernama negeri Arasi, terjadi banyak peperangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya seorang pemimpin di negeri itu, sehingga banyak orang membentuk sebuah kelompok untuk berperang dan menjadi kaisar di negeri itu.
Zeyn, seorang remaja yang "trick"-nya tidak diketahui, bahkan diduga bahwa dia tidak memiliki "trick". Bercita-cita untuk menjadi kaisar dan mengakhiri peperangan di negeri Arasi. Sekaligus membalaskan dendamnya kepada pasukan Demon Warriors, pasukan yang telah menghancurkan desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-Z Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Rill dan Troy
Anggota tim Zeyn dan Vincent yang sudah tidak terlalu mengkhawatirkan Zeyn pun bersiap untuk melawan pasukan Demon Warriors dan anggota pasukan Sanchez.
"Baiklah-" ucap Troy memikirkan rencana.
"Vins kau harus maju dan memisahkan penduduk Kota Chusan dengan pasukan Sanchez. Karena kami tidak tahu yang mana saja penduduk kota ini." Rill mencoba memberi perintah.
"Ehh ...?" gumam Troy terkejut karena Rill bisa memberi perintah.
"Kenapa harus aku?" tanya Vincent yang tidak suka karena harus berhubungan lagi dengan penduduk Kota Chusan.
"Karena hanya kau yang tahu penduduk kota ini!" bentak Rill pada Vincent.
"Ek?!" Vincent terkejut.
"Huh ... baiklah." Vincent menerima perintah Rill. Vincent pun kemudian berlari untuk melakukan perintah Rill.
"Troy, kau serang para anggota Demon Warriors itu!" suruh Rill lagi.
"Khaira, kau bantu aku menyerang pasukan Sanchez dari sini, sekaligus melindungi Troy dan si Vins itu," sambung Rill.
"Rencananya boleh juga," pikir Troy.
Ia pun langsung berlari menyerang prajurit pasukan Demon Warriors. Khaira yang mendengar perintah dari Rill pun mengangguk tanda setuju dengan rencananya.
"Zeyn, kau di mana? Aku tidak bisa menyusun rencana yang baik seperti dirimu ...," kata Rill dalam hati.
"Tapi kuharap, rencanaku ini adalah yang terbaik untuk sekarang," sambungnya.
Sementara itu, Vincent sedang melaksanakan tugasnya. Ia memisahkan penduduk Kota Chusan dengan prajurit pasukan Sanchez.
"Kau ... si monster?" ucap salah satu penduduk yang ditolong oleh Vincent.
"Cih." Vincent yang merasa sakit hati karena orang itu. Namun, ia tetap melaksanakan tugasnya kembali.
*****
Beberapa saat kemudian Rill, Khaira, Troy dan Vincent berhasil mengalahkan seluruh prajurit Sanchez dan beberapa prajurit Demon Warriors.
"Haku, keempat orang itu harus menjadi prioritas utama kita," ucap Eljey.
"Dari tadi aku sudah berpikir begitu," ujar Haku sambil berdiri.
"Eh? Tunggu. Kau bilang empat, bukannya ada lima?" sambung Haku yang tahu betul jumlah tim Zeyn karena ia sudah memperhatikan mereka dari awal mereka datang.
"Tapi yang paling mencolok hanya empat," jawab Eljey.
Haku pun kemudian melihat-lihat ke arah anggota tim Zeyn dan Vincent.
"Di mana si pembuat ledakan itu?" gumam Haku.
Eljey kemudian melihat ke arah belakangnya untuk melihat Leo dan Corna.
"Eh? Komandan Leo dan Corna sudah tidak ada di sana," ujar Eljey terkejut.
"Hah? Kalau begitu ... mungkinkah si peledak itu ...," gumam Haku sambil berpikir.
"Rival Komandan!" ujar Eljey dan Haku bersamaan.
"Heh ... kalau begitu, seharusnya mereka berempat adalah lawan yang tangguh," ujar Haku.
"Tangguh ataupun tidak, mereka harus menjadi prioritas kita," ucap Eljey.
"Hentakan pembagi bumi." Eljey menghentakkan kakinya ke tanah.
Kemudian tanah yang searah dengan hentakan Eljey timbul keluar dengan tinggi dan menciptakan beberapa ujung yang cukup tajam. Serangan Eljey itu bergerak ke arah Vincent.
"Hah?" gumam Vincent terkejut.
Vincent pun terdorong ke belakang karena serangan Eljey itu. Vincent pun mencoba melepaskan diri dengan cara melompat ke belakang.
"Hemh." Eljey menghentakkan lagi kakinya ke tanah yang membuat serangannya tadi bertambah tinggi dan mengenai Vincent lagi.
"Aagh!" ucap Vincent yang terpental ke atas.
"Vins!" teriak Troy yang melihat Vincent.
"Lawanmu di sini," ucap Haku sambil berlari ke arah Troy.
"Tarian air." Haku mengaktifkan trick airnya yang membuat dirinya dapat bergerak dengan sangat lincah.
Dengan gerakan yang sangat lincah itu, Haku berhasil membuat Troy kerepotan.
"Cambuk akar!" teriak Khaira mengeluarkan akar tanaman dari tanah yang kemudian berhasil mencambuk Haku. Haku pun terhempas karena serangan dari Khaira.
"Troy, kau bantu Vins melawan perempuan tanah di sana!" perintah Rill.
"Ya," jawab Troy menerima perintah dari Rill.
"Khaira, kita berdua harus melawan pria itu," kata Rill.
"Em." Khaira mengangguk.
"Ghe! Naga air!" teriak Haku yang kesal sambil mengeluarkan naga air untuk menyerang Rill dan Khaira.
"Venus raksasa!" teriak Khaira mengeluarkan tanaman venus/tanaman insektivora. Tanaman venus itu kemudian memakan naga air dari Haku.
"Khaira kuat sekali," kata Rill dalam hati karena tak percaya bahwa Khaira sangat kuat.
"Hehe." Khaira tertawa kecil.
"Jangan lega dulu! Lihat di atasmu!" ujar Haku.
Sontak, Khaira dan Rill melihat ke atas mereka. Di sana, mereka berdua melihat naga air Haku yang bersiap memerkam mereka berdua.
"Hah?" ucap Khaira terkejut.
"Matilah kalian!!" teriak Haku sambil mengayunkan tangan kanannya ke bawah untuk mengendalikan naga airnya. Naga air itu bergerak ke bawah untuk menyerang Rill dan Khaira.
"Kyaa!!" teriak Rill sambil mengangkat tangannya ke atas untuk mengubah naga air Haku menjadi gelembung. Alhasil, naga air Haku tadi berubah menjadi puluhan gelembung.
"Yaaa!!" teriak Rill sambil mengarahkan gelembung-gelembung itu ke arah Zeyn.
"Gelembung bom!" sambungnya.
"Hah?" gumam Haku terkejut.
DUAAARR
"Aaagh!" Haku pun terpental karena terkena serangan balik dari Rill.
"Huh ... berhasil. Tidak kusangka jurus yang Zeyn sarankan untuk kucoba benar-benar berhasil kulakukan," batin Rill.
'Jika aku saja sudah berkembang, harusnya kau juga sudah berkembang, kan Zeyn?" pikir Rill.
*******
Sementara itu, Troy dan Vincent pun bertarung melawan Eljey.
"Oi, Vins! Apa kau baik-baik saja?" tanya Troy.
"Yah," jawab Vincent. Troy pun tersenyum mendengar jawaban Vincent.
"Tebasan suara." Troy menyerang Eljey.
"Tembok tanah." Eljey membuat tembok dari trick-nya untuk menangkis serangan Troy.
"Sial," gumam Troy yang kecewa serangannya berhasil ditangkis. Eljey menggerakkan tangannya ke depan untuk membuat tembok tadi terdorong ke arah Troy.
"Hah?" ucap Troy terkejut. Troy pun kemudian meloncat ke atas dan berhasil mengehindari serangan dari Eljey itu.
"Huh ...," Troy menghela napas.
"Jangan lega dulu!" ujar Eljey sambil tersenyum. Troy pun kemudian melihat ke belakang.
Troy melihat tembok itu terus bergerak ke arah belakang Troy dan menyerang Vincent yang baru saja berdiri.
"Eehh?!" teriak Vincent terkejut. Alhasil, tembok itu mendorong Vincent. Tak lama kemudian, tembok itu berhenti dan membuat Vincent terpental.
"Aku tidak apa-apa!!" teriak Vincent.
"Tusukan suara!" teriak Troy menyerang Eljey dengan trick suara yang bergerak lurus ke depan untuk menusuk Eljey.
"Tembok tanah," gumam Eljey membuat tembok tanah untuk menangkis serangan Troy lagi.
"Itu tidak akan berhasil," ucap Troy yang percaya diri serangannya kali ini pasti bisa menghancurkan tembok tanah Eljey dan menusuknya.
Dan ya, tusukan suara Troy berhasil menembus tembok tanah dari Eljey. Namun, ketika Troy melihat ke lubang yang dihasilkan oleh tusukan suaranya, Eljey sudah tidak ada di sana.
"Hah? Di mana dia?" pikir Troy sambil melihat ke sekitarnya.
Tiba-tiba, Eljey muncul dari bawah tanah tepat di belakang Troy. Merasa ada sesuatu di belakangnya, Troy pun menghadap ke belakang.
"O ow," gumam Troy.
Eljey pun tersenyum dan menghentakkan kakinya ke tanah untuk menyerang Troy dengan hentakan pembagi bumi. Alhasil Troy pun terdorong serangan Eljey itu.
"Kyaa!!" teriak Vincent sambil melompat ke arah Eljey untuk mencakarnya. Eljey pun hanya merunduk untuk menghindari serangan Vincent.
"Bodoh, cobalah untuk diam ketika kau melakukan serangan kejutan," ujar Eljey.
"Aku tidak akan melakukan serangan dari belakang yang licik seperti itu, hanya untuk melawan wanita," balas Vincent sambil meloncat lagi ke arah Eljey.
"Karena sifatmu itulah kau akan kalah dalam pertarungan ini." Eljey menghentakkan kakinya lagi dan membuat serangan yang sama seperti yang ia lakukan tadi. Vincent pun terpental lagi karena itu.
"Sial, kita dikalahkan oleh wanita," kata Vincent pada Troy.
"Hanya untuk sekarang," ujar Troy percaya diri mereka berdua akan menang sambil berusaha berdiri.
Sementara itu, Eljey terus menerus menghentakkan kakinya ke tanah untuk membuat Troy dan Vincent terdesak.
"Vins, berdiri di belakangku!" suruh Troy.
"Hah?!" tanya Vincent yang menganggap rencana Troy itu aneh.
"Lakukan saja!" ujar Troy kesal.
Vincent pun kemudian melompat ke arahbelakang Troy.
"Kalian hanya memudahkan rencanaku," ujar Eljey sambil menghentakkan kakinya lebih keras.
Lalu, saat serangan itu mengarah pada mereka berdua, Troy menghela napas sebentar.
"Tancapan suara pembelah bumi." Troy menancapkan pedangnya ke tanah sekuat tenaga. Lalu, tanah terbelah dan membuat serangan Eljey ikut terbelah.
"Apa?!" ucap Eljey terkejut.
Getaran suara yang dihasilkan dari tancapan Troy itupun terus bergerak sampai akhirnya keluar dari tanah tepat di depan Eljey. Getaran suara yang sangat kuat itu berhasil membuat Eljey terhempas ke atas.
"Vins!" seru Troy memberi kode pada Vincent.
"Ya." Vincent meloncat ke arah Eljey yang berada di udara.
"Ternyata kau juga bisa membuat rencana cerdas yah, Troy," batin Vincent.
Lalu Vincent menyerang Eljey dengan beberapa cakaran dan menuntaskannya dengan tendangan berputar yang kuat sehingga membuat Eljey terpental cukup jauh.
"Heh. Kurasa otakku semakin cerdas setelah bertemu Zeyn, sampai-sampai bisa membuat jurus baru seperti tadi," kata Troy dalam hati.
"Jika aku saja bisa melakukan ini, kau juga pasti bisa mengatasi masalahmu saat ini, kan Zeyn?" pikir Troy.
~*☆Bersambung☆*\~
hehe, abis baca marathon✌🏻
Ganbatte, ditunggu up nya😆
karya mu semakin keren
Salam Mengintip Jodohku