Bagaimana jika jiwamu bertukar dengan orang yang sangat kamu benci, pria yang selalu mengolok-olok mu karena penampilanmu yang culun?!
Denada seorang siswi berkacamata tebal dengan kawat gigi dan buku ditangannya, Si Empat Mata adalah julukan yang sudah melekat dengannya. Habis habisan merasakan Bullying di Sekolah baik dari teman wanita ataupun pria. Seorang pria yang sangat ia benci bernama Rendra juga sering ikut mengerjainya.
Tiba-tiba mendapatkan accident dan bertukar jiwa dengan Rendra, semua kehidupan menjadi berputar sekarang?!
Bagaimana Denada menjalani kehidupan barunya dengan memakai tubuh pria, dan Rendra yang harus merasakan menstruasi untuk pertama kalinya?!
Read More...
Si Empat Mata Reborn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 | Hisss Geli.
Kelanjutan cerita kemarin...
"Nada?!"
Tengah asik tertawa cekikikan bersama Rendra setelah puas mengerjai Lisa tadi tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Iya... " jawab Denada spontan memakai tubuh Rendra.
Tentu saja Rendra yang asli kaget, Nada masih saja lupa kalau dirinya sekarang sudah memakai identitas Rendra. Lantas dengan cepat Rendra menyenggolnya dan membelalakkan mata, akhirnya Denada terdiam tak bergeming lagi.
"Kamu Nada kan?! Gue gak salah liat?!" ucap Tyo yang sudah mendekati mereka.
Ternyata suara Tyo lah yang memanggil Nada tadi, Rendra yang langsung dituding pertanyaan oleh Tyo langsung gelagapan, serasa malas meladeni orang saat ini ditengah kegembiraannya malah Tyo mengganggu saja.
[Yaelah, ini anak nongol terus sih perasaan tiap gue lagi sama Nada, ganggu aja]
Lamunnya Rendra mulai lagi dengan bola mata yang berputar ke atas, tentu saja Denada yang asli kesal, orang dia sangat senang Tyo mendatanginya. Denada langsung membelalakkan matanya balik ke arah Rendra agar Ia segera menanggapi Tyo. (╬ Ò ‸ Ó)
"Ah, iyaa Tyo ini gue Nada... "
Ucap Rendra akhirnya menjawab Tyo dan mulai berakting lagi sebagai Denada Reborn.
"Astaga, kamu cantik banget, eh bukan... bukan maksudnya hari ini kamu nampak beda!" lanjut Tyo dengan pipi yang nampak merona menatap dalam ke arah Denada yang dikiranya.
Sontak Denada yang asli langsung mesam mesem tak jelas lagi mendengar perkataan Tyo, walaupun tak menatapnya langsung tapi kan ucapan itu untuknya pikir Nada. Ia jadi kegirangan dan tanpa sadar menggigiti bibirnya sambil menggoyangkan kaki layaknya seorang wanita yang sedang terbuai.
Tapi kan ini badan Rendra, tentu saja Rendra geli melihat sikap Nada begitu, bisa hancur telak reputasinya kalau Tyo melihat, belum lagi geli mendengar ucapan Tyo tadi padanya, ini ditambah lihat tingkah Denada lagi.
"Ah Tyo bentar ya, gue mau ngomong sama Rendra bentar!"
Ucap Rendra kepada Tyo dengan suara wanitanya, lantas dengan cepat Ia menarik Denada dan membawanya agak menjauh sedikit dari Tyo.
⋇※※※※※
"Eh Nada bisa gak sih lo jangan mesam mesem gitu depan Tyo, tegap dong tegap, gue nih anak Basket gila, kalau Tyo liat bisa hancur reputasi gue!" sentak Rendra langsung memarahinya kemudian.
"Iya... Iya maaf gue lupa, abisnya lo gak naggepin Tyo sih, nanti dia kira gue sombong lagi!"
"Ya biarin aja, emang kenapa sih cuma Tyo ini... "
"Isssh gak bisa, justru karena Tyo itu, pokoknya lo harus baik-baik sama Tyo pas pake badan gue, jangan sampai Tyo mikir jelek tentang gue, kalau enggak biar gue sendiri yang deket sama dia pake badan lo biarin aja!"
Dari jauh Tyo hanya melihat mereka berdebat seperti biasa tanpa tau apa yang mereka bicarakan. Tyo masih setia menunggu Denada tak jauh dari sana sampai selesai dan mendatanginya.
[Hiss, sialan si Nada, kok gue jadi terpaksa nurutin dia pula, aah yaudahlah dari pada nanti Tyo geli terus ngira gue Gay, hancurlah sudah... #$!@... ]
Akhirnya Rendra terpaksa menuruti kemauan Denada. Setelah lama berfikir dan bergumam sendiri lantas Ia langsung melanjutkan langkah menemui Tyo lagi dan mulai berakting lagi sebagai Denada Reborn.
"Mm, sorry ya Tyo tadi gue ada urusan sedikit sama Rendra!"
"Ah iya gak papa, mm oiya waktu itu gue janji mau traktir lo makan kan, sekarang aja gimana?!" lanjut Tyo kepadanya tanpa basa basi.
[Anj*ng, sejak kapan si cupu dekat sama Tyo ini, wah kacau, masa iya gue harus gantiin dia nge-date pula]
Belum menjawab Tyo dan hanya mengumpat dalam hatinya Rendra terus saja menatap ke arah Denada yang berada beberapa langkah dari sana. Denada dari jauh memberikan kode dengan mengayunkan tangannya agar Rendra menuruti Tyo. Dari pada panjang urusan akhirnya Rendra terpaksa mengalah.
"Ah iyaa Tyo... makan ya... oh yaudah ayo, gue juga kebetulan lagi laper ini haha... "
"Yaudah ayo... "
Rendra berakting sebagai Denada Reborn kini dan menggantikannya untuk makan berdua bersama Tyo. Denada yang asli melompat kegirangan setelah melihat mereka pergi menjauh darinya.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Saat ini di kantin.
Rendra yang saat ini masih memerankan Denada dengan penampilan barunya yang cantik, aduhai, semriwing dan membuat banyak mata menatapnya kini tengah duduk di meja kantin bersama Tyo.
Banyak pria yang ikut makan di kantin sampai tersedak karena memperhatikannya terus, moment ini sangat menjijikkan dan menggelikan untuk Rendra sebenarnya. Kenapa ini harus terjadi padanya pikirnya yang gugup di sana.
Namun nasi telah jadi bubur, tuntaskan saja akting ini sampai selesai. Belum lagi Denada yang asli mengintipnya dari kejauhan pula, terpaksa Ia menarik nafas dalam-dalam.
"Wiis, gila si Nada makin cantik sekarang, hah langsung makan sama Tyo loh, wah telat gue..."
"Apaan lo, selagi janur kuning belom muncul kesempatan masih ada, Tyo doang mah kecil, mending juga gue..."
Perbincangan para lelaki narsis tak jauh dari sana tentu membuatnya geli, Tyo juga yang ikut mendengar hal itu hanya nampak terkekeh kecil.
[Woooeek, mau muntah gue, isss geli najis emang gue cowok apaan mereka liatnya gitu banget... ]
Rendra terus menggerutu dalam hatinya, ya jelas lah mereka lihat Denada Reborn dengan penampilan barunya yang memukau, pastilah bergosip.
"Ini Nada makanannya... " ucap Tyo setelahnya sambil membawakan semangkuk mie ayam.
"Ah makasih Tyo... "
Tanpa basa basi lagi Rendra langsung melahap makanan itu dengan cepat, mulutnya penuh tersumpal saking kesal mendengar celotehan pria di sana.
Tapi ternyata lain hal jika dilihat oleh Tyo, Ia menyaksikan Denada yang dipikirnya sedang makan sangat menggemaskan sampai tangganya langsung menyeka sudut bibir Denada Reborn yang menempel makanan.
"Duh pelan-pelan Nada... "
Moment menggemaskan itu nampak oleh Denada yang asli yang mengintip mereka dari kejauhan, tentu saja membuatnya senang melihat Tyo mengusap sudut bibirnya sangat romantis. Lain hal dengan Rendra di sana, matanya langsung membelalak melihat tangan Tyo menyentuhnya.
"Ahh... Tyo jangan pegang-pegang, bukan muhrim!" sentak Rendra sambil sedikit menjauh dari Tyo.
Tyo hanya terkekeh kecil melihat kelucuan tingkah Denada yang dipikirnya tambah menggemaskan. Batin Rendra sudah meronta-ronta kini.
[Tuhan, gini amat cobaan hidup gue, keperjakaan gue dipertanyakan kalau begini ceritanya, tidaaaakkk... ]
Rendra hanya bisa terus menahan semua dalam dalam, tidak dapat berkutik di situasi ini, Ia terus menghabiskan Mie Ayam itu dengan cepat.
"Oiya, tadi kamu ada urusan apa sama Rendra? Kamu diganggu lagi sama dia?!" ucap Tyo melanjutkan disela-sela suapannya.
"Ah, enggak kok, gak ada Rendra ganggu gitu, dia anaknya baik, tadi cuma... "
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, dari kejauhan mendekatlah seorang nenek lampir yang sedang kesal, siapa lagi kalau bukan Lisa.
"Heh... Emang dasar lo cewek kecentilan!!"
Byuuuurrr...
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Lanjut di Next Bab.
siapa yg datang...nada kah..??
author memang suka bikin penasaran
trus ciuman lagi tukar lagi
ternyata masih dipertimbangkan ya🤭🤭