NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan 101 Hari

Kontrak Pernikahan 101 Hari

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:175k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

follow Ig ainunharahap12.

Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.

Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.

Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.

"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.

"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.

"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Menabrak Livia dan Alvian

"Tapi Livia itu anak baik Adara. Keluarganya juga sudah tidak di ragukan lagi dan dia sendiri juga Sanga baik, pendidikan, karir semuanya sangat baik. Hal ini sangat cocok untuk Brian," sahut Shandra yang mempromosikan Livia kepada Arhan dan Adara.

Arhan dan Adara memang belum pernah bertemu dengan Livia dan memang tidak tahu apa-apa dengan wanita yang sejak tadi mereka bicarakan.

"Iya mbak Shandra. Tapi tetap saya lebih setuju. Jika Alvian memelih pasangan sendiri dan jika memang dia menginginkan Livia untuk menjadi istrinya. Hal itu juga bukan masalah bagi kami berdua. Tapi tetap itu berdasarkan pilihan Alvian dan jika dia suka tidak masalah. Jika ingin di jodohkan," sahut Adara.

"Itu pasti Adara. Kita juga tidak memaksa. Tapi yakin Alvian akan suka," sahut Shandra dengan percaya diri.

Adara dan Arhan memang setuju jika masalah urusan percintaan Alvian harus dicampuri. Mungkin Shandra dan Ramon punya kriteria menantu sendiri untuk putra mereka. Tetapi Adara dan Arhan justru menyerahkan semua kepada Alfian seperti apa yang diinginkan Alvian untuk menjadi istrinya.

*******

Setelah luapkan semua emosinya Alea di pantai dan tidak tahu apa Alea sudah tenang atau belum yang penting Alea sudah mengutarakan semua yang di pendamnya kepada lautan alam semesta yang bisa mendengarnya.

Setelah semua itu akhirnya Alea kembali pulang kerumahnya. Mobil Alea berhenti di depan rumah dan kebetulan sekali ada Alvian dan Livia yang berdiri tidak jauh dari mobilnya .

Dari jarak 12 meter Alvian dan Livia berdiri berhadapan dengan Alvian yang memberikan Livia paper bag dan tidak tau apa isinya. Namun hal itu membuat Livia tersenyum yang sangat bahagia tanpa merasa berdosa sama sekali.

Alea yang masih berada di dalam mobilnya yang duduk di kursi pengemudi melihat kedua pasangan itu. Alea mendengus dengan kasar saat melihat senyum Livia. Dia merasa adik tirinya itu begitu sangat munafik.

Setelah tadi bermesraan dengan calon suaminya dan bahkan menerima semua yang dikatakan calon suaminya yang menikah dengan Alea hanya untuk dekat dengannya dan sekarang Livia dengan tanpa wajah yang tidak berdosa tersenyum seakan tulus kepada Alvian.

"Aku pikir kau itu wanita polos Livia. Tapi tidak, kau justru lebih munafik, sangat naif dengan selama ini yang aku kenal. Aku tidak percaya Livia kau benar-benar menjadi wanita yang sangat murahan, egois," umpat Alea yang mengepal tangannya.

Dari sorot mata Alea begitu tajam dan sangat membenci Livia yang telah mengkhianatinya di belakangnya.

"Aku pikir kau menjadi satu-satunya wanita yang mendukung setiap apa yang aku lakukan. Tapi tidak kau itu wanita yang pintar bersandiwara dan kepolosanmu yang kau gunakan untuk semua kebusukan hatimu. Apa kau sadar Livia, jika kau itu wanita yang paling busuk yang pernah aku temui," umpatnya dengan merapatkan giginya.

Entah apa yang dipikiran Alea jiwanya dipenuhi dengan rasa marah dan juga dendam yang membara sehingga tangannya menarik gas mobil dan menyetir dengan kencang. Alvian dan Livia yang saling berhadapan mendapatkan cahaya lampu dari mobil Alea dan kaget melihat mobil yang melaju kencang menghampiri mereka yang seolah menabrak mereka.

Melihat hal itu langsung membuat Alvian kaget dan menarik Livia ke pinggir sehingga mobil Alea tidak jadi menabrak mereka. Alea merem mobilnya mendadak dan membuat kepalanya terbentur ke stir mobil.

"Kau gila Alea!" lirihnya dengan napasnya yang naik turun yang tidak menyangka dia bisa melakukan hal itu.

Alea yang di rumah sangat berbeda dengan Alea yang di luaran. Mungkin jika Alea yang di luaran dia akan melakukan hal itu. Tetapi dia lupa jika dia adalah Alea yang penurut dan selalu mengangguk dan tidak percaya. Jika nekat melakukan hal itu.

Alea mengatur napasnya yang naik turun dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat dari kaca spion di mana Livia dan Alvian yang masih schok karena mereka berdua yang hampir di tabrak mobil Alea.

"Kamu tidak apa-apa?' tanya Alvian.

"Aku tidak apa-apa. Itu mobilnya kak Alea," ucap Livia dengan suaranya yang terdengar masih shock.

"Alea!" sahut Alvian.

"Iya," ucap Livia.

Tidak lama akhirnya Alea keluar dari mobilnya dengan Alea memegang tasnya dan menghela nafasnya menghampiri Alvian dan juga Livia.

"Kak Alea!" sahut Livia dan Alea berusaha tenang dengan tersenyum tipis.

"Maaf, aku tidak sengaja, tadi rem mobilku blong dan untung saja aku tidak menabrak kalian berdua," ucap Alea dengan gugup.

Kedua tangganya yang di bawah memegang kuat gagang tasnya yang terlihat sangat gugup dan bahkan suaranya bergetar saat berbicara. Alea tidak menyadari jika Alvian memperhatikannya.

"Kakak tidak apa-apa kan?" tanya Livia melihat dahi Alea yang luka dan tangan Livia ingin memegang dahi Alea yang terluka namun Alea langsung menepis tangan Livia.

"Aku tidak apa-apa. Hanya terluka sedikit dan semua itu karena kecerobohanku," jawab Alea menelan salavinya.

"Syukurlah kalau begitu, aku dan Alvian juga tidak apa-apa dan Aku senang melihat Kakak juga baik-baik saja dan mungkin Kakak harus memperbaiki mobil Kakak. Jika tidak ini semua bisa membahayakan Kakak dan juga orang lain," ucap Livia memberi saran.

Wajah Livia seakan tulus mengatakan hal itu yang benar-benar khawatir pada Alea. Namun mendengar suara Livia dan juga melihat wajah Livia yang terlihat sedih membuat Alea rasanya ingin sekali memaki wanita di depannya itu yang terlihat sangat munafik.

"Oh iya kak Alea. Lihat aku di belikan Alvian hadiah," sahut Livia yang pamer pada Alea dengan menunjukkan paper bag kecil yang dipegangnya dan dari paper bag itu terlihat hadiah itu pasti sangat mahal.

"Benarkah," sahut Alea tersenyum getir.

"Iya. Bagaimana dengan kak Alea. Apa kak Galang memberikan kakak hadiah dan iya bukannya ini hari ulang tahunnya kak Galang dan seharusnya Kakak memberinya hadiah," ucap Livia.

Livia yang berbicara seperti itu membuat area muak.

"Tidak. Aku tidak memberinya hadiah karena pasti sudah ada yang memberinya terlebih dahulu," sindir Alea yang membuat Livia heran.

Namun kata-kata Alea yang singkat membuat dirinya tersinggung. Karena dia memang memberikan hadiah pertama kali untuk Galang dan Galang mengakui hal itu.

"Benarkah!" sahut Livia pura-pura tidak tau dan tidak merasa ada yang terjadi.

"Hmmm, ya sudah aku masuk dulu, kalian lanjutkan mengobrol dengan santai," ucap Alea yang langsung pergi meninggalkan dua orang tersebut.

Namun Alvian masih saja memperhatikan Alea dia memang tidak bicara kepada Alea tetapi sejak tadi memperhatikan ekspresi dan seperti mengetahui sesuatu.

"Aneh sekali kak Alea. Untung dia tidak apa-apa," ucap Livia dengan menghela napasnya.

"Alvian kamu kenapa?" tanya Livia yang melihat Alea bengong.

"Tidak apa-apa," jawab Alvian yang merasa ada sesuatu.

"Makasih ya kak Alvian. Kakak tadi sudah menolongku!" ucap Livia.

"Tidak masalah. Aku tadi hanya kaget dengan mobil Alea yang tiba-tiba melaju kencang dan aku refleks melakukannya," sahut Alvian.

"Apapun itu, kak Alvian sudah sangat baik menolongku. Suatu saat nanti, aku pasti akan menolong kak Alvian," ucap Livia.

"Tidak perlu Livia. Kamu membalas hal ini," ucap Alvian.

"Kalau begitu terimakasih, sekali lagi atas semua ini," ucap Livia kembali tersenyum. Alvian hanya menganggukkan kepalanya.

Bersambung

1
Dyah Oktina
bukan ugd(unit gawat darurat)..tp icu(intensif care unit) kali thor.. yg ngurus orang kritis mah..
Dyah Oktina
alea...ngak tahu terima kasih sm alvian..dah d bantu banyak banget kamu..sampai d nikahi dgn mewah.. banyak banget protes dgn ke inginan alvian..mbok ya jd orang yg mau sama2 menguntungkan gitu loh
Dyah Oktina
ngak maksut ..aku nih dgn paragraf ini... maaf banyak yg salah kata jd rancu maknanya... pdhal ceritamu bagus2 loh thor.. sebaiknya d baca ulang sebelum d kirim ya thor... 💪🏻💪🏻😍
Dyah Oktina
???????
Rossida Sity
Thor byk kt kt yg salah tolong diperbaiki
Rossida Sity
Alexa jgn mw ditindas trz
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
🥰
Dian Ariestya
Luar biasa
Dian Ariestya
Lumayan
Noxera
keren
novi a.r
tks thor cerita dg ending yg bahagia.
novi a.r
alvian...alea itu ngidam kepiting yg d masak d atas kapal atuh...
novi a.r
so sweet alvian
novi a.r
good job alvian
novi a.r
good job fisya🤣
Herman Lim
thanks author semangat utk karya baru lain nya
Kasih Bonda
trima kasih
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ana
lnjut
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!