NovelToon NovelToon
Please! Love Me Honey

Please! Love Me Honey

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Kantor / Cinta Beda Dunia / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: lukalama

Selamat datang di karya pertama saya 😆

Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰

Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.

Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.

Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.

Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??

Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩‍❤️‍💋‍👨👩‍❤️‍👨

#Office Romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Numpang Tinggal

"Aaagghhhh...!!! Teriak Gaby di depan pintu apartemennya

Ia baru ingat, karena kebiasaannya menaruh kunci di tas, setelah tadi mengunci pintu apartemennya, tanpa sengaja ia menaruh kuncinya kedalam tas milik Tiara yang sudah dibawa jauh ke RS oleh sopir Tiara.

"Gimana ini...aduh..~" ucap Gaby sambil meringkuk di depan pintu apartemennya, tidak ada yang bisa ia lakukan, semua barang miliknya ada di dalam, Tiara pun tidak bisa di hubungi hpnya mati.

_________

Setelah memarkirkan mobilnya Harris berjalan menuju ke lobby apartement.

"Loh..!! Gaby kok masih pakai baju piyama" ujar Harris yang terkejut melihat Gaby menghampirinya hanya pakai piyama, Cardigan, dan masker di depan lobby, dari sorot matanya terlihat ia sedang putus asa

"Harrisss.... gimana ini..~" ujar Gaby dengan nada kesedihan

Melihat Gaby seperti itu, akhirnya Harris segera mengajaknya untuk berbicara di dalam mobil. Gaby pun langsung naik ke mobil Harris, menceritakan semuanya.

"Gua udah telpon-telpon Tiara tapi gak diangkat, kayaknya Hpnya dimatiin lagi..~" keluh Gaby sambil meremas kasar rambutnya yang panjang

"Kalau ke RS juga bahaya, resiko kita kena covid" ujar Harris yang gak akan mau juga ke RS, bisa-bisa ketularan terus gak bisa kerja

"Gua juga gak mau pulang ke rumah ibu, Abang Justin masih di Jogja, udah pasti kalau tinggal berdua aja bisa ribut tiap hari....." celetuk Gaby masih belum berbaikan dengan ibunya

"Btw aku ada ide" ujar Harris tiba-tiba, mau memberikan ide cemerlang

Rengekan Gaby berhenti, ia melihat Harris dan berharap ide Harris bisa menjadi solusi baginya.

"Hah..!! jadi gimana?, gua seminggu nginap di rumah lu gitu..." ujar Gaby dengan wajah bete, sambil mengambil susu dan cereal di rak supermarket

Sebelum pulang ke rumah Harris, terlebih dahulu berbelanja keperluan selama seminggu, Gaby juga tidak membawa apa-apa, mau gak mau harus membeli beberapa kebutuhan.

"Yoi.., lagian gua tinggal sendiri sekarang, keluarga gua semua lagi di luar negeri, para pekerja juga gak ada yang datang ke rumah" ujar Harris sambil mendorong troli

"Truss.. kantor gimana?" ujar Gaby, sambil memilih apel

"Semua divisi lagi WFH lagi, setelah kemarin dua Minggu mulai pada masuk, banyak karyawan yang terkena covid" ujar Harris sambil mengambil kiwi dan anggur

"Ya gak masalah sih tinggal sementara, aku kan bisa tidur di sofa rumahnya...~" batin Gaby, merasa tidak keberatan tinggal sementara dengan teman Harris, karena ia percaya toh gak akan di serang juga, apalagi anak-anak kantor bilang Harris bukan cowok normal, jadi gak akan macam-macam juga sama wanita.

"Semuanya total Rp. 2.000.000" ujar kasir supermarket

Gaby amat terkejut belum pernah ia berbelanja dengan total sebanyak ini, Setelah Gaby memerhatikan ternyata banyak bahan-bahan yang cukup mahal yang di ambil oleh Harris.

"Pantas saja..." celetuk Gaby, memang kebutuhan anak sultan beda

"Okay... next kita ke toko pakaian~" ujar Harris dengan semangat

"Hmm....Harris kan kita cuma di rumah aja, gak perlu beli, gua kan bisa pinjam kaos sama celana punya lo" ujar Gaby menyarankan

"Maksud gua ke toko pakaian dalam" bisik Harris ditelinga Gaby

Seketika muka Gaby memerah karena malu, ia baru ingat kalau saat ini ia tidak membawa baju dalaman lain untuk ganti.

Setelah membeli semua kebutuhan, mereka berkendara ke rumah Harris, mobil mulai memasuki gerbang perumahan yang elite, sepi tidak ada orang di sekitar perumahan, design perumahannya cukup unik, karena tidak seperti Cluster,  lebih terlihat seperti apartemen tapi dalam bentuk rumah. Mobil memasuki basemen melewati lorong-lorong tempat parkir yang khusus untuk para penghuni saja. Mobil pun berhenti ni no. G26 lalu Harris memencet tombol, pintu garasi terbuka otomatis, dan Harris memarkirkan mobilnya.

"Yuk kita turun" ujar Harris

Gaby turun sambil membawa belanjaannya, pintu garasi pun tertutup otomatis, lampu menyala, dan ada tangga ke atas untuk memasuki rumah. Setelah menaiki tangga dan masuk, Gaby langsung tiba di dapur, dapur yang sangat modern dengan alat-alat yang canggih. Ada pintu kaca untuk memasuki ruang makan, meja makannya tidak besar, hanya ada  empat kursi saja, lalu dekat meja makan ada ruang TV dengan sofa yang ukurannya sangat jumbo.

"Eehh ini sofa raksasa ya" ujar Gaby

"Bukan, itu tempat tidur" ujar Harris sambil menaruh belanjaan di meja makan

"Hah..!! trus dua ruangan itu apa??" tanya Gaby sambil menunjuk kedua pintu di sebelah kanan dan kiri TV

"Oo..., yang kanan ruang pakaian, yang kiri ruang gym, Kalau kamar mandi utama ada di ruang pakaian, di dekat dapur juga ada tapi yang kecil" ujar Harris menjelaskan

"Te..terus gua tidur dimana??" tanya Gaby ragu-ragu

"Di situ lah.. bareng gua" ujar Harris dengan santainya

".........." Gaby terdiam, tidak bisa ngomong apa-apa, ia marah, tapi tidak bisa meluapkan emosinya, tadinya ia berpikir akan tidur di sofa, tapi ternyata tidak ada sofa di rumah Harris.

"Tahan...Gaby..Tahan.." ucap Gaby dalam hatinya

"Oke gak masalah..., lagian dulu waktu kecil, gua udah biasa tidur sama bang Justin" ujar Gaby sambil memaksakan dirinya untuk tenang

"Sip..." ujar Harris sambil memberikan jempol pada Gaby dengan senyuman

Tangan Gaby mengepal dan bergetar, ingin sekali dia memukul wajah Harris, tapi mengingat dia sangat butuh Harris saat ini, ia lebih memilih damai.

"Btw ini handuk buat mandi, kamu belum mandi kan dari pagi, nanti ambil saja bajuku di lemari buat kamu pakai" ujar Harris

"........" Gaby terdiam lagi, mendengar kata-kata Harris barusan, ia merasa sangat malu, tapi ia menutupinya dengan ekspresi muka yang datar, Gaby baru ingat kalau pagi ini dia hanya cuci muka dan gosok gigi saja.

"Aku mandi dulu" ujar Gaby sambil memasuki ruang pakaian

Ketika Gaby masuk ke ruang pakaian terlihat ada banyak sekali Foto-foto Harris yang sedang berpose sok keren seperti artis Korea, bahkan ada satu foto yang di cetak dengan ukuran besar sampai di berikan lampu sorot untuk lebih memperindah fotonya.

"Nih orang sakit, gak ada obatnya" ujar Gaby sambil terheran-heran melihat foto-foto Harris

Walaupun tinggal sendirian, rumah Harris sangat bersih, sampai kamar mandinya juga, Gaby juga senang bisa mandi di bathtub, ia berlama-lama didalam sana, baru kali ini Gaby mandi lama sekali. Sehabis mandi Gaby membuka lemari Harris mencari pakaian santai yang bisa ia gunakan.

"Sebelah mana ya.., banyak amat pintu lemarinya" gumam Gaby

Setelah memakai kaos dan celana panjang, mata Gaby tertuju pada pojok ruangan, seperti ada barang yang gak asing baginya, ia pun mendekatinya dan betapa kagetnya dia.

"Ya ampun, ini kan koper gua yang udah lama" ucap Gaby merasa senang bisa melihat koper itu lagi

Dulu Harris pernah membelikan Gaby barang-barang yang mahal, tapi besoknya Gaby mengembalikan semuanya pakai kedua koper ini, dan Harris masih menyimpannya sampai sekarang.

"Harris.., koper gua masih lu simpen" ujar Gaby yang baru saja keluar dari ruang pakaian

"Oh.. no..~, kamu lihat ya.." ujar Harris yang sedang memotong buah di dapur

"Kopernya manggil-manggil gua" ujar Gaby sambil bercanda

"Gak boleh diambil lagi, sekarang udah jadi milik gua" ujar Harris membalas bercandaan gaby

"Krriiikkk..krrikk.." Terdengar suara jangkrik, di rumah Harris, tidak ada suara orang yang lewat, tetangga, atau pun kendaraan. Gaby dan Harris sedang duduk di meja makan.

"Daerah rumah lu sepi banget ya" ujar Gaby sambil melihat kearah luar jendela

"Selama covid tahun ini banyak penghuni yang keluar negeri, cuma ada asisten rumah tangganya saja yang tinggal" ujar Harris sambil makan anggur

"Pantesan suasananya tenang banget" ujar Gaby sambil melihat sekeliling rumah

Tidak ada foto keluarga yang terpajang di rumah Harris, berbeda dari suasana rumah ibunya yang selalu ramai, apalagi kalau ada dua abangnya yang sedang bertengkar atau adu mulut, mengingat mereka membuat Gaby jadi kangen rumah.

"Sebelum tidur mau nonton film apa nih" tanya Harris sambil menyalakan TVnya yang besar

"Nonton ?? hmm... film action mungkin" ujar Gaby

"Kamu gak suka yang drama-drama gitu ya" ujar Harris

"Tiara yang suka, kalau gua nonton drama pasti tidur" ujar Gaby

"Okay.. kalau gitu yang ini aja" ujar Harris memilihkan filmnya

Beberapa saat film pun di mainkan, film action yang sudah cukup lama tetapi tetap bagus walaupun di tonton berkali-kali. Gaby sangat menikmatinya, biasanya dia selalu menemani Tiara nonton Drama korea sampai ketiduran, tapi kali ini Harris yang ketiduran.

"Astaga....bisa ya, ketiduran nonton film berantem" ujar Gaby sambil melihat Harris tidur dengan nyenyak nya.

Melihat jam di ruangan ternyata sudah sangat larut, Gaby mengambil remote dan mematikan TVnya.

"Zzz..Zzz..." suara Harris tertidur pulas

Gaby berkali-kali mengganti posisi tidurnya agar lebih nyaman, tapi kali ini ia kesulitan, karena ia memakai bra, dan rasanya sama sekali tidak nyaman. Akhirnya Gaby memutuskan untuk membukanya, tapi ia takut kalau tiba-tiba Harris terbangun dan melihat dia, akhirnya Gaby membalikkan tubuhnya ke arah Harris yang sedang tidur, sambil dengan serius menatap Harris yang tidur, Gaby berusaha membuka pengaitnya.

"Ahh.. leganya...~" ucap Gaby karena berhasil membuka bra-nya

"LEGA...!!! EH..!! APANYA!!!" Harris tiba terbangun kaget, lalu melihat ke kanan dan kiri, lalu kembali tidur lagi

"Zzz...Zzz..." Harris tertidur lagi

"........" Gaby terdiam, mematung beberapa saat karena sangat kaget melihat Harris yang baru saja mengigau, ia pun akhirnya melihat ke arah Harris lagi, memastikan kalau kali ini ia benar-benar tidur, sambil melihatnya Gaby memerhatikan, ternyata bulu mata Harris lebat, hidungnya mancung, kulitnya wajahnya mulus sangat terawat, bibirnya agak tebal. Entah kenapa ekspresi Harris saat tidur membuat Gaby merasa gemas ingin mencubit pipinya, tapi ia tidak berani, akhirnya Gaby mengganti posisinya, ia melihat langit-langit ruangan.

Sudah hampir lima tahun Gaby mengenal Harris, hampir tiap hari juga ia bertemu, tapi tidak pernah dengar cerita tentang keluarganya, kalau Gaby ingat sering kali Harris menanyakan tentang keluarganya, ia juga pernah berkunjung sekali ke rumah ibunya saat Gaby pura-pura sakit supaya bisa libur ngantor. Gaby juga sudah tahu soal perasaan suka Harris padanya dan apa yang ia inginkan dari Gaby, tapi Gaby selalu mengabaikan semua itu, malahan ia sering kali marah dan berteriak kesal pada Harris. Sambil memikirkan semua itu Gaby pun tertidur.

Bersambung~

...****************...

1
Teteh Lia
Terimakasih untuk cerita luar biasanya. 🙏
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
Teteh Lia
aq juga ragu... si siwil beneran suka sama caroline
Teteh Lia
nyesel kan ..
tadi aja marah2'in Gabby.
Teteh Lia
bab ini... aq bacanya ikut esmosi...

si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
Teteh Lia
ini berarti waktu Stevan sama Stella otw balikan lagi ya.
Teteh Lia
Steven..
aku jadi rindu padamu
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇: maap teteh belum sempat lanjutin si Epan 😭😭
total 1 replies
Teteh Lia
di bab ini mengsyedih. Gabby dan Harris ketahuan.

tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈

🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
Teteh Lia
mending gitu lah. gass ke KUA
Teteh Lia
saking fokusnya baca, aq sampe lupa komentar di bab ini 🤭
Teteh Lia
usaha banget jadi kompornya. cuan sekoper belum ditangan sih ya, siwill.
Teteh Lia
Siwill mah cuan sekoper Mulu yang dipikirin 🙈
Teteh Lia
ramah ya, Gabby. 🤭
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
Teteh Lia
sikap tegas Gabby 👍
Teteh Lia
sama Harris nya juga nda bakalan bolehlah..
Teteh Lia
kena batunya sendiri 🤣🤣🤣
Teteh Lia
saking bucin nya ya gitu. esmosi kalah oleh rasa c i n t a
Teteh Lia
kamu nya juga mau mau aja... 🤦‍♀️
Teteh Lia
bahaya ini mah... si siwilll bakal ngadu lagi ke ibu Harris
Teteh Lia
niat hati mau bohongin, malah rugi sendiri si harris.
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
Teteh Lia
Harris bingung sendiri 😅
padahal Gabby yang salah paham
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!