NovelToon NovelToon
Mendadak Menikahi Mantan

Mendadak Menikahi Mantan

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Dijodohkan Orang Tua / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:418.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

Dijodohkan sejak bayi, kemudian sempat dekat bahkan pacaran, sebelum akhirnya terpaksa memilih berpisah, Calista tidak menyangka jika pada akhirnya, ia akan kembali bahkan menikah dengan Sabiru, pria berusia 33 tahun yang sempat membuatnya sibuk menghindar.

Sebab demi melindungi Calista yang usianya terpaut enam tahun lebih muda darinya, Sabiru yang selalu bertaruh segalanya asal Calista baik-baik saja, berakhir mengalami patah tulang kaki maupun tangan kanan, selain pengusaha muda sangat bertanggung jawab itu yang juga sampai terkena cacar. Keadaan tersebut membuat Calista dan Sabiru harus secepatnya menikah, agar Calista bisa merawat Sabiru dengan leluasa, seperti yang Calista harapkan.

Menjalani pernikahan karena keadaan yang memaksa, dengan sosok yang pernah ada rasa dan selalu menjadikannya sebagai satu-satunya cinta. Ingin menghindar, tapi rasa peduli apalagi rasa sayang makin lama jadi makin besar. Semua itu membuat Calista menjalani setiap detik waktu yang dimiliki dengan dada berdebar-debar. Terlebih, sekadar menatap saja, Sabiru selalu melakukannya penuh cinta.
💗Merupakan bagian novel : Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia & Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam 💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15 : Dampak Guna—Guna

“Logikanya, jika tidak merasa memiliki power, harusnya Yasnia enggak senekat ini. Harusnya Yasnia enggak punya kepercayaan diri buat menghadapi apalagi sampai menantang aku. Kalau gini caranya, aku makin yakin, dia memang main guna-guna. Dari semprotan tadi, juga kenyataan Mas Bi yang jadi enggak tegaan ke dia. Bisa jadi, andai Mas Bi sampai meninggalkan ibadan, Mas Bi pasti sudah tunduk ke Yasnia,” pikir Calista. “Aku harus menyelesaikan ini segera karena pengaruh guna-guna biasanya sangat fatal. Kasihan Mas Bi, selain hubungan kami yang memang dipertaruhkan.” Dalam hatinya, Calista bertekad menyudahi ulah Yasnia.

“Begini yah, Ibu Yasnia. Sebelum dan sesudahnya, saya benar-benar meminta maaf jika apa yang saya lakukan telah menyakiti Ibu Yasnia. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya benar-benar minta maaf. Namun perlu saya tekankan, apa yang Ibu Yasnia sementara saya bahkan merupakan bos Ibu, sudah sangat kelewatan. Ibu Yasnia ini sangat kura—ng ajar!”

Yasnia langsung merengut bahkan menatap bengis wanita cantik yang sampai detik ini masih duduk tenang di kursi kerja seorang Sabiru.

“Dan akan saya tekankan untuk terakhir kalinya, mengingat saya hanya akan memberi waktu kepada orang waras, ... alasan saya menikah sekaligus memiliki suami bukan untuk dibagi-bagi apalagi digi—lir, meski di agama kita, seorang suami diperbolehkan memiliki istri lebih dari satu layaknya dakwah dadakan yang tadi sempat ibu Yasnia lakukan kepada saya. Sementara mengenai surga dan neraka, biarlah itu menjadi urusan saya dengan Tuhan saya. Tidak perlu bawa-bawa ibadah, agama, maupun Tuhan, kecuali jika saya sudah mencuri apalagi melakukan hal yang lebih fatal,” ucap Calista dengan gaya yang begitu elegan. Tak ada lagi amarah, selain doa dan wirid yang detik itu juga Calista lakukan di dalam hatinya. Sebab Calista tahu, melawan kekuatan atau itu pengaruh guna-guna hanya dengan doa sekaligus kuasa Alloh yang akan menolongnya. Malahan jika diladeni, bisa jadi justru Calista yang jadi terkesan bobr—ok.

“Sudah, ini beneran sudah hanya begini? Duh, andai si Calista enggak puasa dan minum air dariku, pasti dia bakalan tunduk ke aku seperti pak Sabiru. Meski selama ini juga, efek pak Sabiru masih mau menjalani ibadah sekaligus ingat agama dan Tuhannya, guna-guna dariku enggak terlalu berpengaruh,” batin Yasnia makin jengkel lantaran Calista justru mengeluarkan ponsel dan memutar surat yasin.

“Bu Calista, saya belum selesai bicara loh!” tuntut Yasnia yang kemudian berkata, “Ya sudah, nanti kalau sudah buka puasa, Ibu langsung minum air minumnya sekaligus nasi bentonya.”

“Sabar ... sabarrrr ...,” batin Calista sengaja cuek kepada Yasnia.

Seperginya Yasnia yang sangat emosional, Calista sengaja membuang segelas air minum, dan juga makanan di nampan yang Yasnia kirimkan.

“Ke bos saja nyuruh–nyuruh gitu. Aku disuruh minum sama makan yang dia siapkan. Dikiranya aku bo—doh.” Air minumnya Calista tuang ke wastafel kamar mandi. Sementara makanan termasuk potongan buahnya, sengaja Calista tuang ke tong sam—pah. Selain itu, Calista juga kepikiran air semprot milik Yasnia.

“Aku juga harus buang itu!” batin Calista bergegas keluar dari ruang kerja Sabiru.

Kebetulan, ruang kerja Yasnia hanya berupa meja konter yang keberadaannya persis di sebelah pintu ruang kerja Sabiru. Yang mana, ternyata Yasnia juga tidak ada di sana dan tasnya pun ditinggal di sana begitu saja.

Diam-diam Calista mengambil semprotan maupun lapnya. Terlebih dulu, isi air semprotnya Calista tuang ke wastafel. Kemudian, Calista juga sampai mencuci botolnya menggunakan sabun cuci tangan.

“Biar pengaruh guna-gunanya hilang!” pikir Calista sangat bersemangat. Terakhir, ia menaruh lap maupun botol semprotnya ke tong sam—pah.

Namun, Calista yang tak mau meninggalkan jejak, sengaja mengambil kantong sam—pah berisi semua buangannya. Calista sengaja membuang langsung ke lantai dasar, menaruhnya di truk sam—pah yang kebetulan baru datang dan langsung mengangkut. Saking bahagianya karena barang bukti akhirnya langsung dibawa pergi, Calista sampai memberi tukang sam—ahnya uang tips.

Adzan magrib sudah usai, tapi Calista masih tersenyum riang melepas kepergian truk samp—ah yang membawa barang bukti kejahatan Yasnia.

Sabiru yang sejak sebelum adzan magrib sudah datang ke ruang kerjanya, sudah panik karena sang istri tak kunjung pria itu temukan.

“Jangan-jangan, setelah buka puasa, si Calista langsung linglung atau malah setre—s? Kalau memang iya, berarti guna—guna bapak, topcer banget!” batin Yasnia diam-diam kegirangan di atas kekhawatiran Sabiru kepada Calista.

“Astaghfirullah ... kamu bahkan enggak bawa hape,” keluh Sabiru lantaran telepon yang ia coba kepada nomor ponsel Calista, juga disambut dering telepon ponsel Calista yang terdengar dari tas wanita itu di meja kerja Sabiru.

“Kamu yah, tahu saya sedang sangat mengkhawatirkan istri saya, bukannya membantu mencari, tapi malah senyum-senyum begitu!” marah Sabiru kepada Yasnia yang ia pergoki tengah senyum kegirangan memandangi nampan di meja kerja Sabiru.

Kaget dan tidak percaya, Yasnia rasakan detik itu juga. Sebelumnya, Yasnia belum pernah Sabiru semarah itu apalagi kepadanya. “Kok jadi gini?” batinnya.

“Ngapain malah bengong? Cepat bantu temukan nyonya Calista! Cek ke CCTV, cari ke mana dia pergi! Kalau dia sampai kenapa-kenapa bagaimana?!” Sampai detik ini Sabiru masih marah-marah.

Yasnia yang memang langsung ketakutan, tak memiliki pilihan lain selain pergi dari sana. “Aku pergi bukan karena aku mau cari. Maaf-maaf saja, ngapain juga aku cari. Mending bikin kopi apa nyeduh mi di kantin.” Seperti niatnya, Yasnia sungguh melakukan itu.

Padahal di kantin yang dimaksud Yasnia, Calista yang sudah langsung akrab dengan karyawan di sana, membawa nampan berisi dua gelas kopi hitam dan juga dua buah pop—mi.

“Tukang guna—guna ke sini juga. Dia enggak boleh lihat aku!” pikir Calista dengan cekatan bergabung di antara kerumunan karyawan yang juga akan meninggalkan kantin.

“Aku memang awam ke hal-hal mistis gitu. Namun setidaknya, asal sholat lima waktu maupun ibadah sunah lain aku jalani, insya Allah andai sampai kena, dampaknya enggak sefatal yang mereka harapkan,” batin Calista yang lagi-lagi terlibat obrolan renyah dengan karyawan di sana, sebelum mereka benar-benar berpisah.

Calista tak butuh waktu lama untuk sampai di ruang kerja Sabiru karena ia sengaja memakai lift khusus CEO dan para klien. Sabiru tengah berkemas dan tampak akan pulang. Namun, suara langkah dan juga aroma kopi maupun mi yang Calista bawa sudah langsung mengusiknya.

“Astaghfirullah Sayaaaaanggggggggg!” Saking gemasnya dengan Calista, Sabiru yang tak lagi di kursi roda, buru-buru melangkah menghampiri.

“Aku mau pulang sekarang. Yuk pulang yuk Mas Bi. Pulang ke rumah orang tuaku. Ini makannya di mobil saja!” rengek Calista.

Tak lama kemudian, seseorang datang dan itu ajudan Sabiru. Melalui kode mata, Sabiru meminta ajudannya untuk mengambil nampan yang Calista bawa, agar dirinya bisa memeluk sang istri dengan leluasa.

“Ya sudah, ayo kita pulang. Kamu tolong bawa nampan itu ke mobil, nyonyamu mau makan di mobil. Sekalian tas kerja saya!” sergah Sabiru yang sudah langsung menenteng tas milik Calista.

“Kursi rodanya juga wajib dibawa loh Mas!” protes Calista.

“Oke, nanti aku minta bantuan OB saja di luar,” balas Sabiru sangat lembut.

“Serius ini, bukan apa-apa serba Yasnia lagi?” batin Calista makin girang ketika Sabiru mengeluhkan keberadaan Yasnia yang tidak ada di ruang kerjanya.

“Gimana sih tuh kerjanya!” lirih Sabiru benar-benar sewot.

Calista yang masih Sabiru gandeng makin menerka-nerka, sekuat itu pengaruh guna-guna, hingga setelah Calista singkirkan dampaknya sudah sangat luar biasa?

1
sweetie belle
lah ini br tau hyera demen jg ama biru, baca kisah mrk kebalik2 🤣🤣
Nartadi Yana
Luar biasa
Nartadi Yana
wah bahaya lho menyumbangkan Asip tanpa tau yang meminumnya, soalnya itu akan jadi saudara sepersusuan
Nartadi Yana
udah pecat saja itu yasnia mau jadi pelakor
Nartadi Yana
nah ini masalahnya nggak tau bacanya harus yang mana dulu , bila ada urutan kapan outhornya bikin misalkan novel pertama, kedua dan seterusnya ...... aku suka 💗💗💗💗💗
sweetie belle: iy, harusnya gt jd baca jg berlanjut trus gak biz yg ini tus yg ono.. ini aja jujur aq bc dr anak2 akala dulu malahan br lanjur dr ortu mrk wkwkwk
total 1 replies
Nartadi Yana
wah si yasnia pingin jadi istri bos ini
Nartadi Yana
oh alista menghindar karena hyra suka sama sabiru baru ingat akunya
Nartadi Yana
apa alasan Calista menggindar apa ada ulet bulu dan salah paham
Mama lilik Lilik
Luar biasa
anikbunda lala
tingkahnyavsi Rain kok kaya si Azzam ya
anikbunda lala
hahahaha ... keturuanan si ojan asli ini
anikbunda lala
tak kira aqwa ....... ternyata imut2
Azalea New
ceritanya bagus tentang sabiru ma calista, penuuh perjuangan /Heart/
Nadiyah1511
trnyata banyak bngt novelmu yg belum aku baca ya thor,kayanya semuanya bikin greget deh✌️💜
Maulida Hayati
Luar biasa
Nadiyah1511
jadi kangen hyera+elmer💜
Nadiyah1511
Luar biasa
Nadiyah1511
wah kalau pak holis dh bertindak .... selesai kamu yas
Nadiyah1511
waduh serem juga ya mau nan nya s yasinan nih
Nadiyah1511
s rain klu ngomong ya suka bener🤭💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!