Sebuah cerita cinta yang didambakan oleh semua orang yaitu, berakhir dengan bahagia bersama untuk menua namun tidak dengan pasangan dua sejoli Elnara dan Bobby. Kisah cinta mereka harus berakhir tanpa kepastian , tanpa ada kata perpisahan namun masih menyimpan perasaan satu sama lain.
Sekuat apapun kita bertahan dan berkorban demi seseorang jika memang bukan takdir untuk bersama tidak ada yang bisa mengalahkan ketentuan dari-NYA.
Nara yang memilih untuk pergi meninggalkan Bobby dan harus menikah dengan seorang laki-laki yang tidak pernah ia cintai ditambah laki_laki tersebut sudah memiliki istri dan anak. Nara yang harus rela menjadi istri ke dua, mampu kah Nara bertahan di dalam pernikahan yang didasari dengan keterpaksaan ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon listi Sabran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu suci
Reyhan berencana untuk mengantar Nara ke kantor, dan dia sudah berada didepan rumah Nara,tanpa sepengetahuan Nara.
" Loh Han, kamu sejak kapan sudah disini?"tanya Nara yang terkejut melihat Reyhan sudah didepan rumah nya.
"Enggak lama kok Ra, kebetulan tadi aku lewat sini jadi ku pikir mau mampir kerumah kamu dan aku baru ingat hari ini hari pertama kamu kerja, aku antar yah," ajak Reyhan.
" Boleh , tapi enggak merepotkan nih?'' tanya Nara.
" Ya enggak lah Ra, kan kantor kamu searah sama rumah aku, daripada kamu naik ojek mending aku antar.Yuk cepat naik."Memberikan helm kepada Nara.
Nara pun tersenyum hatinya menggelitik.
"Gak sengaja lewat kok bawa helm dua emang sengaja nih anak," gumam Nara dalam hati.
"kamu sudah sarapan, Han?"tanya Nara.
"Belum Ra, soalnya aku enggak terbiasa makan pagi-pagi banget. paling enggak sekitar jam 9 atau jam 10."
" Sama dong aku juga enggak bisa makan kalau terlalu pagi,"sahut Nara.
"Memang sehati ya kita Ra banyak kesamaan nya,"celetuk Reyhan.
" Ya sykur dong kita punya banyak kesamaan," sahut Nara sambil menepuk pundak Reyhan yang hampir saja kelewatan menuju kantor Nara.
" Ra, pulang nya ku jemput yah?"
" Gak usah Han, aku naik taksi aja lah Han, aku enggak mau merepotkan kamu." Padahal sebenarnya Nara mau jaga jarak ke Reyhan.
" Oh ya sudah ,kalau begitu aku pulang dulu ya. Semangat kerjanya."
" kamu hati-hati, makasih yah,ucap Nara"
Rangga yang hobi memotret dia sedang berjalan-jalan untuk menemukan spot yang bagus , kemana pun dia pergi tak pernah ketinggalan dengan kamera nya, karena dari dulu cita-cita nya ingin jadi seorang photografi.
ketika dia sedang memotret , dari arah belakang ada yang menepuk pundak Rangga, sontak ia kaget dan langsung memalingkan tubuhnya.
" Rangga!" sapa Bobby.
" Hah, kamu disini juga Bob?"tanya Rangga dengan sedikit wajah bingung.
" Iya Ga, aku lanjutin kuliah sama kerja disni.Kamu ngapain?"
" Aku jalan-jalan aja sambil jenguk orang tua aku disni mumpung masih menganggur, rencana nya juga aku mau lanjut kuliah disni,"ucap Rangga.
" Oh gitu, gimana kabar teman-teman yang lain?" tanya Bobby.
" Bagaimana kita duduk sambil minum disana Bob,"ajak Rangga menunjuk sebuah cafe yang tak jauh dari tempat mereka mengobrol.
***
" Nah kalau duduk sambil ngopi begini kan enak kita ngobrolnya," ucap Rangga.
" Maksud kamu kabar teman yang lain? Nara?"tanya Rangga .
" Ya,,, Nara, Sesha dan Meghan." jawab Bobby.
" Kalo Sesha sama Meghan sih baik-baik saja, sekarang mereka 1 kantor kerja di perusahaan. Kalo Nara terakhir aku hubungin dia, dia baru diterima kerja juga, memang nya kamu tidak ada kontekkan dengan Nara Bob? mustahil lah kamu enggak ada kontekkan sama dia, ya kan?"tanya Rangga
" ya ada sih tapi jarang juga, karena kami sama-sama sibuk enggak banyak waktu,"ucap Bobby sambil meminum kopi yang sudah dipesan nya.
" Tapi hubungan kalian baik-baik aja kan?"
' Iya baik aja kok ,"ucap Bobby.
" Nara tau kamu disini?" tanya Rangga lagi seolah-olah ia ingin mengetahui sejauh mana hubungan Nara dan Bobby sekarang.
" Iya tau, emang kenapa Ga?"
" Loh waktu aku telpon dia ngabarin kalo aku lagi di Jogja enggak bilang kalau kamu juga di Jogja, soalnya waktu aku telpon Nara dari suaranya kayanya dia lagi sedih gitu enggak tau lah tu anak sedih terus hidupnya, padahal kan dia baru diterima kerja seharusnya bahagia,"ucap Rangga.
Tiba-tiba Bobby tersedak saat minum setelah mendengar omongan nya Rangga.
" Kenapa kamu Bob?wahh,,, ada yang kangen nih sama kamu jadi minum sampai kesedak gitu,"goda Rangga kepada Bobby.
Bobby pun tertawa." Kopi nya manis banget," sahut Bobby.
"Gimana kita video call saja Nara?"ajak Rangga.
" Gak usah Ga, dia mungkin lagi kerja enggak usah diganggu," sahut Bobby.
" Ya sudah Bob kalo kamu mau lanjut , aku juga mau cari spot bagus lagi nih."
" Oke Ga, aku disini aja soalnya ada janjian sama klien , kamu duluan aja," sahut Bobby.
Rangga pun berjalan dan berkeliling mengitari tempat-tempat yang bagus, dan dia penasaran Bobby memang mau ketemu sama klien atau sama wanita lain, dia pun bersembunyi untuk memata-matai Bobby.
Dan tak lama kemudian datanglah seorang perempuan menghampiri Bobby yang masih duduk di cafe tersebut, dan menyalami Bobby, dan tak pikir panjang Rangga memotret Bobby dan wanita itu. Mungkin untuk ditunjukkan ke Nara.
Ternyata perempuan yang disebut Bobby sebagai klien tadi adalah Suci, Suci teman kecil nya Bobby dan Reyhan sekaligus wanita yang disukai Bobby waktu SMA. Bobby pun kaget dan tidak bisa berkata-kata ,lidah nya terasa kaku karena hampir 5 tahun mereka tidak pernah bertemu.
" Bobby? masih ingat enggak sama aku? aku Suci?"tanya Suci.
" Astaga apa kabar kamu Ci? pangling loh aku sekarang kamu berubah banget lebih dewasa,"sahut Bobby sambil menyalami Suci.
" Ah kamu bisa aja Bob gombal nya enggak hilang ya, kabar aku baik."
" Beneran Ci sumpah aku kaget lihat kamu yang sekarang."
" Oiya kita langsung saja bahas masalah acara buat minggu depan ,nah kebetulan kan kantor aku nunjuk EO nya kamu, jadi nanti kita adakan meeting aja kali yah? kapan kamu bisa Bob?" tanya Suci .
"Besok gimana? nanti kamu kabarin saja Ci waktu dan tempat nya."
" Oke Bob, oiyaa ngomong-ngomong kamu sudah nikah?"tanya Suci.
" Belum, belum kepikiran Ci,pacar aja gak punya.,"sahut Bobby.
" Masa sih Bob? laki-laki se keren kamu masih jomblo?' goda Suci.
" Ya mau gimana lagi, memang belum dapet yang srek aja Ci,"
"Ya sudah aku duluan ya soalnya mau jemput anak-anak aku dulu,"ujar Suci.
" Mau ku antar Ci? kebetulan juga aku mau keluar biar sekalian?"ajak Bobby.
" Gak Bob , aku bawa mobil sendiri , nanti deh kapan-kapan ya."
Entah kenapa perasaan Bobby sangat bahagia, setelah bertemu dengan Suci, Suci cinta pertama nya.
yang tidak pernah bisa dia lupakan, meskipun sekarang di hatinya ada Nara.
Nara yang dari tadi menunggu kabar dari Bobby, selalu melihat Hp nya, dan kemudian yang ditunggu Nara akhirnya kak Bobby pun menelpon.
" Hallo Ra? maaf ya kakak baru ngasih kabar soalnya hari ini kakak ketemu sam klien buat acara minggu depan, kata Bobby.
" Iya gak papa kok kak, Nara ngerti. Sekarang kaka lagi dimana?"
" Masih diluar Ra, mau lanjut mengerjakan tugas kampus, kamu sudah makan?" tanya kak Bobby.
" Sampai malam gini kakak belum juga pulang kerumah? Nara sudah makan kok."
" Ya sudah nanti kakak hubungin lagi ya, kakak mau lanjut ngerjakan tugas dulu.Kak Bobby pun langsung menutup telpon nya."
" Yah padahal aku masih pengen bicara sama dia, pengen cerita hari ini masalah di kantor. tapi ya sudah lah dia juga lagi sibuk mana sempat dengerin cerita aku,"kata Nara dalam hati nya.
Tiba-tiba kak Bobby mengirimkan foto selfie dia lewat whatsapp, Nara pun langsung tersenyum dan sambil mencium-cium hp nya . Membuat Nara semakin kangen dan pengen cepat-cepat bertemu.
Keesokan hari nya, Nara keluar untuk berangkat kerja dengan jalan pelan menuju ke depan pintu pagar, dia takut kalau Reyhan sudah ada di depan. sesampai didepan pintu pagar ternyata Reyhan tidak ada .
"Kok tumben hari ini dia gak jemput aku? tapi ya sykur deh aku juga enggak pengen terus-terusan sama dia, nanti kak Bobby marah lagi sama aku?" tanya Nara dalam hati.
Beberapa hari Reyhan tidak ada kabar, Nara pun mulai khawatir, dan dia pun berinisiatif untuk telpon Reyhan duluan. Karena tidak seperti biasanya Reyhan tidak ada kabar nya.
Namun telpon nya tidak aktif, menambah kecemasan Nara dan ia memutuskan untuk kerumah Reyhan. Sesampai dirumah Reyhan, mamah Reyhan pun membuka kan pintu.
" Selamat sore tante, aku Nara temen nya Reyhan. Reyhan nya ada tante?"
" Kebetulan Reyhan nya sedang keluar , ada apa ya?"
" Sudah lama tan keluarnya? enggak tan mau main saja soalnya beberapa hari Reyhan tidak ada kabar nya dan nomer telpon nya juga tidak aktif, takut dia sakit atau kenapa-kenapa," sahut Nara.
" Oh,,, ya sudah masuk saja dulu Ra, yuk," ajak mamah Reyhan.
Nara pun masuk kerumah Reyhan, ternyata Reyhan anak orang yang berkecukupan, rumahnya besar, dan banyak perabot antik kelihatan nya sih mahal.
" Silakan duduk, mau minum apa?" tanya mamah Reyhan.
" Ah tidak usah repot-repot tante, aku sudah minum kok tadi, lagian Nara cuman sebentar saja, gak lama tante."
" Oh iya Ra, Reyhan memang kelihatan nya beberapa hari ini aga murung, enggak tau deh kenapa, setiap tante tanya kenapa, dia enggak mau jawab dia bilang enggak apa-apa. Tante jadi khawatir sama dia, apa nak Nara tau ? Reyhan kenapa?"
"Nah justru Nara kesini tante mau tau, Reyhan gimana kabarnya, soalnya hampir 5 hari dia enggak ada kabar dan enggak pernah antar Nara ketempat kerja lagi, biasanya dia pagi-pagi sudah tunggu didepan rumah Nara buat ngantar Nara kerja. Padahal terakhir ketemu kami baik-baik aja gak ada masalah tan."ujar Nara.
" Ya itu anak gak biasa biasanya loh dia begitu, biasanya dia orang yang ceria. Ra tolong nanti kalau Reyhan ada ngabarin kamu, tolong tanyakan dia punya masalah apa ya? nanti kamu kabarin tante, tante boleh minta nomer telpon kamu gak?"
" Iya tan boleh,nih tan nomer aku." Memberikan kartu nama nya.
" Tante,, aku pulang dulu ya, soalnya takut kesorean,"ucap Nara.
" Oh iya Ra, hati-hati ya, ingat kalau Reyhan ada cerita sesuatu ke kamu, kasih tau tante ya. makasih ya Ra."
" Iya tante , siapp."
Mamah Reyhan pun mengantar Nara sampai pintu depan, tiba-tiba datanglah Reyhan .
"Nah itu Reyhan, kemana aja kamu, Han ?"tanya mamah Reyhan.
" Hey Ra, kok kamu disni, ada apa? sudah lama?"tanya Reyhan
" Kebetulan tadi aku lewat depan rumah kamu jadi aku mampir, soalnya kamu engggak ada kabar beberapa hari ,aku takut kalo kamu sakit."
" Kamu mau pulang? yuk ku antar,"sahut Reyhan.
"Iya Han antar aja Nara, kasian wanita pulang sore gini," timpal mamah Reyhan.
" Ya sudah mah, Ehan mau antar Nara dulu ya."
' Iya nak, hati-hati ya."
atau yg bunuh kekasih si Alvian dulu juga Siska haduh ntar Nara juga dibunuh heh benera iblis muka dua tuh