NovelToon NovelToon
Lady Engagement

Lady Engagement

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Tamat
Popularitas:281.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kaptenperi

#ladyseries

Victoria Heart Maxwell tidak tau jika mencintai seseorang butuh usaha dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Dari kecil ia sudah mengagumi Olliver, sepupu tiri yang selalu menemaninya bermain. Olliver yang gagah, baik, dan perhatian berubah seketika saat mereka sudah beranjak dewasa. Victoria selalu menunggu saat dimana cinta pertamanya itu akan balik menyukainya.

Namun, siapa sangka, ketika hatinya tengah berbunga-bunga, seorang pangeran tampan datang ke rumahnya dan melamar nya di depan kedua orang tuanya.

Keadaan bertambah semakin pelik ketika perang mulai berkecamuk dan Victoria harus menentukan hatinya berlabuh dimana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaptenperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15: He Is Coming

"The hunger for love is much more difficult to remove than the hunger for bread."

-Mother Teresa of Calcutta

***

Apa semalam aku bermimpi? Apa benar Ollie menyatakan bahwa ia mencintaiku? Apa bibir ini...

Tanganku meraba bibirku yang sedikit bengkak karena ciuman panas kami semalam. Ya Tuhan! Ini semua bukan mimpi! Aku memegang pipiku yang menghangat sambil tertawa pelan. Aku sudah dewasa! Apa aku akan hamil jika terus berciuman seperti yang Maria selalu katakan?

"Victoria!"

Sontak saja badanku menegang mendengar suara pekikan bak tikus yang terjepit terdengar keluar dari bibirku. Aku menatap Ibuku yang memakai kacamata bacanya dan sibuk dengan kertas serta pena nya.

"Baik Lady Mother?" kataku setelah menetralkan tenggorokanku. Aku memberanikan diriku menatap mata hazel Ibunda dan mencari bukti bahwa dia tidak mengetahui kejadian semalam.

"Apa yang membuat seorang lady melamun di siang hari? Apa kau sakit?" Tanyanya santai. Tanpa kusadari, badanku kembali relaks. Sepertinya dia tidak tau perihal kejadian kemarin.

"Hanya memikirkan ini dan itu,"

Kali ini Ibuku mendongak, lalu melepas kacamata bundar kecilnya itu lalu menatapku dengan tatapan yang aneh.

"Kau berbohong," jawabnya bagaikan petir menyambar.

Aku menelan salivaku sebelum berdiri dari sofa dan menatapnya penuh. Bagaimana bisa Ibu tau? Hanya ada aku dan Ollie kemarin malam. Tidak mungkin Ibu menguntitku bukan?

"A—aku tidak! Kau tau, aku sedang mencari objek untuk lukisanku," dalihku

Ibu memincingkan matanya lalu kembali memakai kacamatanya dan menekuni kertas-kertas diatas mejanya.

Untunglah...

***

Matahari telah terbenam saat kami tiba di rumah. Dengan segala keletihanku, aku segera mengganti gaunku dengan gaun tidur dan langsung merebahkan badanku diatas kasur. Mataku langsung terpejam begitu lampu di kamarku padam.

Keesokan paginya, tidur nyenyak ku terganggu oleh seorang manusia yang seenaknya duduk diatas perutku.

"Louis! Minggir! Badanmu berat!" Ucapku sambil menepuk punggungnya

Ia tertawa lalu berdiri, dan mau tidak mau aku pun harus rela membangunkan diriku dan menyambut adik kecilku yang tidak lagi kecil lagi itu.

"Apa kau merindukanku?" tanyaku setengah sadar dan langsung disambut dengan pelukan eratnya

Louis semakin menempatkan kepalanya ke dalam pelukanku. Aku menyisir rambut pirangnya. "Apa kau begitu merindukanku?" ucapku lagi sambil tertawa melihat kelakuan adik bungsuku itu. Tidak biasanya dia memelukku

"Apa kau akan menikah?"

Mendengar pertanyaan yang terlontar keluar dari adikku itu sontak aku mengurai pelukan kami dan menatap wajahnya yang sembab. "Siapa yang mengatakannya padamu?"

Louis mengusap air matanya yang keluar lalu menatapku dengan wajah sedihnya, mengingatkanku saat terakhir kali ia menangis karena ditinggal pergi oleh Ollie.

"Louis, apa kau mendengarku? Darimana kau mendengar kabar itu?"

Louis tak menjawab ia hanya menunjuk pintu kamarku yang terbuka menampakkan sosok Ibu dan Maria.

Aku segera beranjak dari tempat tidurku dan menghampiri mereka. "Apa perkataan Louis benar? Astaga! Apa Ollie sudah datang?" Aku melompat dari kasur dan mendekati keduanya

Ibu dan Maria menatapku dengan wajah kebingungan sementara degub jantungku sudah berdentum tak karuan. "Tidak ada noda di wajahku kan, Bu? Ya Tuhan.. Aku tidak percaya dia benar-benar datang," aku segera berlari ke bawah

Awalnya aku tidak mendapati siapapun melainkan para pelayan di lantai bawah, namun melihat wajah Forest dan beberapa pelayan kami yang menatapku dengan wajah berseri, seketika hatiku berbunga.

Dengan bersenandung, aku menuju meja makan dan lagi-lagi tidak mendapati barang siapapun kecuali para pelayan yang sedang membersihkan sisa sarapan.

Aku membawa kaki ku berjalan begitu ringan sambil menuju ruang tamu, namun, saat melihat pintu ruang kerja Ayah terbuka sedikit, dengan cepat aku masuk ke dalam.

Melihat Ayah sedang berbicara serius dengan seorang pria yang duduk membelakangiku. Aku tersenyum. Aku tidak percaya, Ollie akan benar-benar melamarku seminggu setelah malam panas kami.

Ah, romantisnya! Batinku bersemangat.

Aku merapikan rambutku yang berantakan, kemudian mengelap segala noda di wajah sebelum berjalan mendekati mereka.

"Aku tidak percaya kau benar-benar akan menepati janjimu," ucapku sebelum memeluknya dari belakang

Namun, ada yang aneh. Ayah membelalakkan matanya, lalu tiba-tiba ia menegurku dengan suara yang lantang

"Victoria!"

Dan sepersekian detik setelahnya, aku juga ikut terkejut saat pria yang kupeluk memutar badannya.

"Bloody Hell!" Aku segera menutup mulutku sesaat kata-kata itu keluar dengan mulusnya.

"Good morning too, sweetheart," balas pria itu sebelum menarik tangan kananku dan mencium nya.

***

TBC

1
hanachi_🌷
49 bab yang sangat berkesan. sederhana tapi mengena di hati

terima kasih banyak untuk novelnya.

semangat berkarya ya kakak author.
hanachi_🌷
ya betul. mereka berdua memang butuh waktu untuk meyakinkan perasaan dan posisi masing masing.
hanachi_🌷
bukan happy ending . tapi menurutku ending dari novel ini sangat realistis.

kalau aku sih ga meragukan kesetiaan Victoria dalam mencintai seseorang.

entah dengan cinta Henry ? mengingat dia masih labil dan banyak kepentingan politik yang membayangi posisinya sebagai King of England.
hanachi_🌷
keputusan yang bijaksana, Victoria.
hanachi_🌷
ya mau bagaimana lagi, di usianya yang masih segitu, wajar saja kalau Henry labil dan mudah dilema. /Grimace/
hanachi_🌷
kadang aku bertanya tanya, kenapa cowok itu mengaku cinta sama seorang cewek, tapi 'tidur' nya sama cewek lain. 😥
hanachi_🌷
ah ...Ya Allah kenapa aku ikutan pengen nangis /Grimace/
hanachi_🌷
maka berusahalah memberikan hal yang sama tulusnya kepada Henry, Victoria. buatlah dirimu pantas.
hanachi_🌷
iya sih. menurutku Baptiste ini kadang terlalu lancang dan ga sadar di mana tempatnya.
hanachi_🌷
Babtiste ya, kak author. bukan Henry.
hanachi_🌷
kalau diamati, pose patung Aphrodite emang mirip patung lumba lumba 😄
hanachi_🌷
so sweet banget Pangeran Henry.
hanachi_🌷
perasaanku campur aduk baca bab ini. marah, kecewa, sekaligus iba.
hanachi_🌷
berarti waktu ngajak ketemuan Victoria di jembatan dan di basecamp kala itu Ollie sudah menikah dengan Carry, mengingat anak mereka - Fiona - sudah berumur 5 tahun an. /Left Bah!/

keterlaluan banget ni Ollie.
hanachi_🌷
kamu kok tega amat sih, Ollie ? ngasih harapan palsu /Cry/
hanachi_🌷
sudah menikah ?? /Doubt/
hanachi_🌷
wah aku salah duga. ternyata Carry adalah tunangannya Ollie.

tapi Ollie bilang dia dipaksa bertunangan, sedangkan Carry bercerita kalau dia dilamar kekasihnya di negeri sakura.

Ollie menyimpan rahasia apa ni ?
hanachi_🌷
perang Perancis melawan Britania Raya kah ?
hanachi_🌷
setting waktunya di era Perang Dunia kedua ?
hanachi_🌷
lupa janjinya sama Ollie.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!