NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Menikah adalah hal yang tak akan Aleeya Addhitama impikan. Dia tak ingin mengecewakan siapapun laki-laki yang bersedia menikahinya karena dia sudah menjadi wanita yang tak sempurna.

Untuk sekarang dan ke depannya dia hanya ingin menikmati karmanya. Menjauh dari keluarga karena dia tidak ingin mencoreng nama baik keluarga besarnya. Dia sudah melakukan sebuah kesalahan besar yang menurutnya tidak bisa ditolerir.

Ada trauma yang tidak bisa dengan mudah disembuhkan. Ada luka yang menganga yang begitu dalam. Itulah yang membuat Aleeya tidak berani untuk membuka hatinya. Walaupun ada pria yang mendekatinya, dia menekankan pada si pria itu untuk tidak mengharapkan balasan cinta darinya.

"Aku tak melarang kamu mencintaiku, tapi jangan berharap balasan cinta dariku."

Apakah Aleeya memilih melajang seumur hidup? Atau akan datang seorang pria lain yang tulus mencintainya dan bersedia meminangnya? Walaupun Aleeya sudah tak sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Perempuan Hebat Sesungguhnya

Aleeya terdiam mendengar kalimat dari Khairan. Dia menatap Khairan dengan begitu dalam.

"Lu mabok?"

Khairan tertawa dan menyentil dahi Aleeya hingga perempuan itu mengaduh.

"Kebiasaan!" Aleeya sudah mengomel. Sedangkan Khairan malah memakan ayam krispi yang ada di tangan Aleeya.

"Katanya gak suka. Itu dimakan lagi." Khairan tak menanggapi ocehan Aleeya.

Lelaki itu mulai berdiri dan membuat Aleeya sontak bertanya, "mau ke mana?

"Balik ke IGD."

Aleeya meletakkan makanannya dan mulai ikut bangkit. Dahi Khairan pun mengerut. Dia menatap Aleeya dengan sangat tajam.

"Gua takut di sini sendirian. Gua takut khilaf dan berujung lompat dari rooftop ini."

Mata Khairan melebar dan refleks tangannya mencengkeram rahang Aleeya. Tatapan bagai elang Khairan tunjukkan.

"Sakit," keluh Aleeya.

"Ngomong yang aneh lagi gua ci pok lu!"

Kepala Aleeya seketika menggeleng. Dia tidak mau Khairan bertindak seperti itu.

"Lepas, Khai!"

Aleeya berkata dengan wajah menahan sakit. Sebenarnya Khairan mencengkeramnya tidak terlalu keras.

"Janji dulu sama gua gak akan ngelakuin hal bodoh seperti apa yang lu bilang tadi."

Aleeya pun mengangguk. Dua sudah menunjukkan jari kelingkingnya bertanda dia sungguh-sungguh dalam berjanji. Akhirnya, Khairan melepaskan cengkeramannya. Dia menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Aleeya.

"Kalau lu pengen mati, bilang sama gua. Biar gua yang dorong lu dari sini."

Aleeya memukul pundak Khairan. Wajahnya merengut lucu dan itu membuat Khairan tersenyum. Tangannya mengusap lembut ujung kepala Aleeya.

"Jangan tinggalin gua dulu. Gua masih lapar."

Kini Khairan tertawa dan kembali duduk menemani Aleeya yang ternyata sangat manja. Sifat yang tidak dia ketahui sebelumnya. Tidak bosan Khairan memandang wajah cantik Aleeya yang tengah menikmati makan malam di tengah malam.

"Alhamdulillah."

Makanannya pun sudah habis dan Aleeya membungkus sampahnya dan akan dia buang ke tempat sampah.

"Ayo!"

Aleeya sudah mengajak Khairan untuk bangun dan mereka turun ke lantai satu di mana IGD berada. Ketika tiba di IGD ada korban Kecelakaan satu keluarga dan itu membuat mereka berdua kembali sibuk.

Jam tiga pagi Khairan dan Aleeya baru beristirahat karena korban mengalami luka yang cukup parah. Aleeya duduk di kursi jaga sambil meletakkan kepalanya di atas meja.

"Pokoknya besok gua mau tidur seharian." Begitulah keluhnya.

Khairan malah tertawa dan menyodorkan kopi dalam bentuk botol ke arah Aleeya. Aleeya menoleh ke arah Khairan dan senyum mengembang di bibir lelaki yang memakai jas putih tersebut.

"Minumlah!"

"Gua pengen tidur bukan disuruh melek."

Semakin Aleeya merajuk, membuat Khairan semakin gemas dan ingin terus melihat wajah Aleeya. Perasaannya kepada Aleena sudah benar-benar menghilang. Otaknya mampu mengatur dengan sangat baik perihal melupakan Aleena. Wanita yang dia sayang, tapi tak mampu dia gapai sudah bahagia. Kini, saatnya dia juga bahagia.

Jam enam pagi, Aleeya dan Khairan akhirnya bisa keluar dari IGD. Mata Aleeya sudah sangat layu. Khairan hanya menggelengkan kepala. Aleeya keluar dari rumah sakit dengan tubuh yang lemas. Ketika dia baru keluar dari pintu masuk rumah sakit, klakson mobil mengejutkannya. Jendela kaca mobil terbuka dan Khairan sudah tersenyum kepadanya.

"Masuk! Gua antar lu pulang."

Tanpa menolak Aleeya langsung masuk ke dalam mobil. Dia tak banyak bicara dan baru lima ratus meter mobil melaju, Aleeya sudah tertidur. Khairan terkekeh geli melihat kelakuan Aleeya. Melihat Aleeya terlelap dengan begitu damainya, Khairan tersenyum dengan begitu hangat.

Setiap kali melihat wajah Aleeya, ada rasa sedih yang menjalar di hatinya. Senyum penuh kepalsuan, beban yang begitu berat, juga rasa sakit yang terus dia pendam seorang diri. Luka yang dia miliki sangatlah dalam, tapi sengaja luka itu dia tutupi dengan begitu hebat. Padahal, luka itu sudah bernanah. Sakitnya bukan main pula. Namun, perempuan yang tengah tertidur itu masih mampu menanggung semuanya sendirian. Mencoba baik-baik saja di tengah rasa sakit, perih, dan hancur yang sedang dia rasakan.

Hembusan napas kasar keluar dari mulut Khairan. Dia melajukan mobilnya dengan pelan karena tidak ingin membuat Aleeya terbangun. Tibanya di depan kosan, Khairan membangunkan Aleeya.

"Makasih, ya." Khairan hanya mengangguk.

Aleeya turun dari mobil dan Khairan masih memperhatikan Aleeya sebelum perempuan itu menghilang dari pandangannya. Dia teringat akan ucapan sang ayah perihal Aleeya.

"Perempuan yang kuat sesungguhnya adalah rekan kerja kamu di IGD, Aleeya Addhitama."

Apa yang dikatakan oleh ayahnya memang benar. Khairan pun mulai penasaran dengan diri Aleeya sesungguhnya. Dia seperti memiliki dua kepribadian. Selalu tersenyum ke semua orang meskipun hambar. Terlihat ceria walaupun hatinya menjerit dengan begitu kencang karena luka yang begitu dalam.

.

Aleeya baru bangun ketika adzan ashar. Tubuhnya benar-benar lelah. Aleeya tidak akan langsung beranjak dari tempat tidur. Dia mengumpulkan nyawa terlebih dahulu di atas kasur busa yang tak terlalu besar. Dia teringat akan pertemuannya dengan Mirza ketika Khairan sudah mengantarnya pulang setelah ibu dari Mirza ke rumahnya, kemarin malam.

"Aku sangat mencintai kamu, Aleeya. Aku tidak bohong dengan perasaanku ini."

Pada malam itu, Mirza menggenggam tangan Aleeya dengan begitu erat tepat di halaman depan rumah Aleeya.

"Aku tidak pernah seserius ini kepada wanita. Sampai aku kenalkan pada kedua orang tuaku."

Aleeya tak bisa berkata. Aleeya hanya membeku. Dia melihat mata Mirza nanar mengatakan itu semua.

"Sekarang aku minta kamu jujur kepada aku, Ya. Kamu hanya berdrama dengan lelaki itu 'kan? Kamu tidak pernah pacaran dengannya 'kan. Katakan padaku, Ya."

Aleeya menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan Mirza yang bertubi-tubi.

"Kak Mirza, mau aku punya hubungan atau tidak dengan Khairan, sedari awal aku sudah mengatakan kepada kakak. Aku sudah jujur kepada Kakak. Aku tak melarang Kakak untuk jatuh cinta kepada aku, tapi jangan berharap lebih karena aku tak akan pernah bisa membalas perasaan Kakak. Aku tidak ingin mengecewakan Kakak. Aku tidak ingin membuat Kakak sedih. Kalau Kakak tahu yang sesungguhnya pasti Kakak akan membenciku. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk membenciku. Aku bukan wanita yang pantas untuk Kakak."

Jika, mengingat kejadian malam itu dia merasa sangat bersalah. Aleeya menundukkan kepalanya. Dia telah jahat kepada pria yang sangat baik. Tengah asyik memikirkan kejadian kemarin malam, ponselnya berbunyi.

"Kebo! Lu udah bangun belum?"

Siapa lagi jika bukan Khairan. Aleeya membiarkannya saja. Tak dia balas sama sekali. Dia ingin menyendiri merenungi dirinya juga hidupnya.

Berkali-kali Khairan menghubungi Aleeya, tak pernah Aleeya jawab. Pesan pun hanya dibaca tanpa dibalas.

"Ada apa sama nih anak?" Khairan kesal sendiri.

Khairan menuju kosan Aleeya. Dia bertanya kepada pihak keamanan perihal Aleeya, dan pria itu mengatakan jika Aleeya belum keluar kosan dari pagi. Khairan memilih untuk menunggu Aleeya di pos keamanan tersebut. Hingga seorang ojek online datang laporan ingin mengantarkan makanan kepada anak kos yang bernama Aleeya. Sontak Khairan terkejut. Dia mengambil kantong makanan tersebut.

"Biar saya yang kasih ke orangnya."

Ketukan pintu terdengar. Aleeya yang baru mencuci muka segera membuka pintu karena suara di depan pintu kamar kosannya menyebut salah satu perusahaan ojek online yang sedang Aleeya gunakan jasanya.

"Iya, Mas--"

Tubuh Aleeya menegang ketika melihat bukan ojek online yang datang melainkan Khairan.

"Khai--"

Khairan menerobos masuk ke kosan Aleeya dan tangan Aleeya pun dia tarik. Tak lupa dia mengunci pintu dari dalam.

...***To Be Continue***...

Komen dong ...

1
Visencia Alingga
semangat terus berkarya ❤❤❤
Visencia Alingga
👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣
falea sezi
salah sendiri uda jebol/Sleep/ makanya inget jd cwek harus bisa jaga diri kecuali lu korban perkosaan
falea sezi
kn emank aleeya murahan pantes aja dulu bela ini kalfa bgt ampe musuhin restu wong dia uda jebol/Sleep/
dwi'x
Luar biasa
Kusii Yaati
ya Allah dulu emaknya ngidam apa ya Thor, anak,cucu plus menantu cakep dan bening semua 😍
Santy
😂😂😂
Santy
betapa tulusnya beliau😭
Eka Masuku
ceritanya bagus 👍🏼
Putri Anisa
sukaaa bangeeet...semangat thooor
Putri Anisa
mau dong tooor....dibuatin ceritax Agha ma salju
Lia Kiftia Usman
sebenci apapun kita...kalo masih ada persaudaraan tetaplah kita tolong ...

terjadi saat alm.kakak kandung saya meninggal... segalak (yg negatif) apapun dia ke saya ...tetap saya urus sd pemakaman sementara saudara yg lain lepas tangan.
Mbak Yuliana
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
u apa mirza hadir...khaii?
Lia Kiftia Usman
kalfa..kah....masih hidup yaaa😑
Lia Kiftia Usman
masih kurang yakin kah....papa radit
Lia Kiftia Usman
suka kamu khai.....
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
hi... thor, pertama baca karyamu...

lanjut baca ah..😊
Lia Kiftia Usman: baca ulang thor.... saya nya😊
total 1 replies
Yus Nita
Aa pendapat Papa khai Dan mama yaya
ketika mendengar doa anak2 ny yg mustajab 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!