Seorang gadis yang terjebak cinta satu malam bersama seorang pria asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mirip
Menyeringai saat mendapati anak istrinya sangat tidak menyukainya. Lebih tepatnya anak kandungnya sendiri.
"Tentu saja aku datang kemari karena istri ku tinggal di rumah ini" sengaja membuat Ronald, bertambah marah padanya.
Anak itu semangkin menajam netranya mendengar jawapan pria dewasa di hadapannya yang membuatnya geram. "Siapa yang Om anggap istri? Memang situ di anggap sama Mommy?" Sinis Ronald pada Braylee.
"Dasar bocah, apa yang kau tau? Kau itu masih anak kecil" mengangkat satu alisnya, menatap menantang pada Ronald.
''Lihat saja, Mommy-ku tidak akan menyukai laki-laki kayak Om ini, pemaksa!''
''Kau menantang ku bocah? Apa yang aku dapat darimu jika Mommy-mu, menyukaiku satu hari nanti,'' sombong Braylee memanas-manasi Roland.
Tiba-tiba terdengar suara dari arah dapur. "Ronald" panggil Riana menghampiri mereka berdua yang berdebat melalui kontak mata.
Ronald memutus kontak matanya pada Braylee, melihat ke arah Mommy-nya. "Ada apa Mom?" Tanya Ronald mendekati Mommy-nya menarik lengan sang Mommy duduk di posisi dengan jarak aman dari Ayah tirinya. Ronald sangat tidak menyukai Braylee.
Untung saja kau putraku, kalo tidak, aku pasti sudah memberimu pelajaran bocah. Batin Braylee menyadari tingkah Ronald, yang sengaja menjauhkan Mommynya dengannya, ia memperhatikan penampilan istrinya yang acak-acakan.
(Flash back)
Braylee sudah bersiap-siap untuk mengadakan upacara pernikahan bersama Riana.
Ia duduk memegang fotonya yang berusia sekitaran enam tahun. Siapa sebenarnya Ayah dari anak itu, kenapa dia sangat mirip dengan ku. Batin Braylee terus memikirkan putra wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Tiba-tiba timbul satu idea dari benaknya. "Xan'' panggil Braylee.
"Iya tuan," sopannya.
"Di acara pernikahanku nanti bersama Sonata, aku mau kau usahakan bagaimana caranya bisa mendapatkan rambut putranya, aku ingin membuat ujian DNA, aku curiga dengan wajah anak itu"
"Baik tuan, akan saya usahakan tuan"
"Hm"
Tak berapa lama mereka berangkat ke acara pernikahan. Riana dan Braylee mengadakan upacara pernikahan dengan sangat lancar, Riana juga menolak membuka kaca mata bulatnya, meski ia sudah di dandani. Tentu saja ia tak ingin jika ada yang melihat wajah sebenarnya. Pernikahan mereka berdua juga sangat sederhana.
Braylee bahkan belum memberitahukan pada Mommy-nya dan juga tunangannya Monica jika ia menikah dengan Riana.
Selepas acara pernikahan mereka, Braylee beralasan jika ia ada perjalanan bisnis untuk beberapa hari kedepannya, ia hanya berbohong, di Markas Dark Revenge sedang ada masalah yang harus di selesaikan dengan segera.
Dalam masa kesibukannya, Braylee mengambil kesempatan untuk membuat ujian DNA dari rambut putra Riana, untuk di cocokkan dengan-nya. Asisten Xan yang mengambil rambut Ronald tanpa sepengetahuan Riana dan putranya. Tentu saja itu bukan hal sulit bagi Asisten Xan, seorang tangan kanan kepercayaan mafia seperti Braylee.
Saat hasilnya keluar Asisten Xan langsung membawa hasilnya pada Braylee yang berada di Markas.
Perlahan mulai membuka keputusan yang berada di sebuah amplop coklat, ia itu keputusan DNA.
Kaget saat mendapati ternyata benar dugaannya jika Ronald ada lah putranya.
Berpikir keras. "Siapa wanita itu ... Aku sama sekali tidak mengenalinya, bagaimana bisa dia melahirkan benihku," gumam Braylee sambil mengingat-ingat wajah Riana.
Tapi suaranya mirip satu-satu wanita yang pernah bermalam bersama ku di indonesia beberapa tahun lalu. Batin Braylee.
"Xan, kau cari tau identitas istriku di Indonesia, sepertinya ada yang tidak beres dengan identitas yang dia pakai, sepertinya identitasnya itu palsu" perintahnya pada Asisten Xan.
"Baik tuan, akan segera saya laksanakan"
,,,
Beberapa hari berlalu, Asisten Xan mencoba untuk mencari tau dan membobol identitas Riana.
Tapi ia sama sekali tidak bisa membobol sistem pertahanan identitas asli milik Riana.
Dia kembali menemui tuannya dan memberitahukan pada Braylee, jika ada seseorang yang sangat handal telah menutup akses sistem identitas Sonata, dan dia tidak bisa membobolnya.
"Max ... Apa ada hubungannya dengan Max? Hanya dia hacker yang sangat handal dalam menyembunyikan identitas seseorang." gumam Braylee mengingat teman baiknya yang telah beberapa tahun menghilang bagai di telan bumi semenjak perusahaan Ayahnya bangkrut tanpa sisa. Dan terjadi kesalahpahaman di antara dirinya dan Max yang membuat mereka putus bertemanan.
(Flash Back Selesai)