Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa Menikah Dengan CEO #Pekerjaan Baru
Hari ini awal baru untuk Lin karena hari ini adalah pekerjaan baru yang harus Lin harus jalani.
Jam menunjukkan pukul 5.45, Lin bergegas masuk lif.
Tinggg...pintu lif terbuka.
di loby sudah ramai menunggu transport menjemput mereka.
Lin berdiri sambil melihat pesan masuk, di HPnya.
Tiba tiba di sebelahnya menegurnya.
Anak baru i-ya..? sambil memandang lin dengan tatapan tidak suka.
I-ya mba, ucap Lin.
Kamu bekerja dibagian apa? "tanya perempuan lagi.
Housekeeping mba, jawab Lin
Hemm " ucap perempuan itu sambil meninggalkan Lin tanpa sepatah ucapan.
Mobil Hiace yang menjemput staf hotel telah tiba.
Semua staf masuk di mobil hiace,
karena Lin tidak kebagian di belakang.
akhirnya Lin duduk depan.
Loh, loh, loh..kamu mau ngapain ? tanya perempuan itu.
Mau duduk depan mba, di belakang sudah penuh, ucap Lin.
karena mendengar, Driver itu langsung berbicara.
Geser kamu, biar dia bisa naik, ucap driver itu.
Ga sudi aku duduk dekat dia, ntar baju gue bisa bau, ucap perempuan itu dengan kentusnya.
Kalau tidak mau bareng, kamu bisa naik transport sendiri atau online, ucap driver itu dengan tegas.
Perempuan itu pun turun dan menyuruh Lin duduk di tengah driver dan perempuan itu.
Setelah itu, Perempuan itu masuk lagi ke mobil dengan terus memegang hidungnya. Lin hanya diam saja melihat apa yang dilakukan perempuan itu.
15 menit kemudian mobil hiace berhenti di belakang gedung hotel.
Mungkin pintu ini keluar masuk staf hotel, gumam Lin dalam hati.
Ehhh jangan sentuh sentuh gue dong, ucap perempuan itu dengan nada marah.
Maaf mba, ucap lin.
Mba,,. mba..emang gue mba loe " ucap perempuan itu.
Lin diam, tanpa membalas ucapan perempuan itu.
Lin turun dari mobil dan melangkah masuk.
Tiba tiba ada yang memanggil Lin dari arah belakang..
Lin,..Lin...
Lin membalikkan badannya.
kakak, ucap lin sambil memeluk shima.
Kamu pasti belum sarapan, ucap Shima.
Yuk kita sarapan dulu ucap Shima
Di mana kak, tanya Lin.
Shima langsung memegang tangan Lin.
Sini kakak tunjukkan kantinnya.
Hari ini Lin belum bisa absen menggunakan sidik jari. Besok baru bisa.
Besok setelah absen, Lin baru lah bisa ke kantin buat staf, di kanti tidak perlu bayar. Makan sepuasnya, ucap Shima.
Lin belum dapat baju seragam housekeeping kah? " tanya Shima.
Belum kak, jawab Lin.
Nanti kak Shima telefon manegar housekeepingnya ucap Shima.
Lin,,.Hotel ini menyediakan breakfast dan lunch buat staf hotel.
Jadi Lin tidak perlu keluar lagi cari makanan, ucap Shima.
Wah enak dong kak, jadi gajiku bisa utuh, ucap Lin sambil tertawa.
Makanya di tabung, beli seperlunya saja. ucap Shima
I-ya kak, Jawab Lin.
Ini Lin kantinnya,.." ucap Shima pada Lin
Lin melihat perempuan itu sedang duduk memandang Lin, seperti tidak menyukainya.
Lin hanya menunduk.
Tetapi lawan jenis yang ada di kantin, semua tertuju pada Lin. Jadi perempuan itu tambah kesal saja dengan Lin
Lin dan Shima berbaris mengambil makanan.
Menu hari ini yang di sajikan lengkap.
Ada Jus oren, teh, kopi, roti, buah, sosis, bubur ayam, dan 2 jenis nasi goreng.
Walaupun kantin hanya buat staf, tapi nyaman banget dan di lengkapi AC.
Setelah selesai mengambil makanan.
Shima melangkah menuju perempuan itu.
Rika, bangku di sebelah ini kosong kah ? "tanya Shima. Lin hanya mengikuti Shima dari belakang.
Kosong, silakan duduk. ucap perempuan itu.
Ooo namanya Rika ucap Lin dalam hati.
Lin, duduk sini. ucap Shima.
Apa cewek itu teman Shima ? gumam Rika dalam hati.
Gue duluan i-ya shima, ucap Rika.
Ok... jawab Shima.
Lin dan Shima sarapan sambil ngobrol.
Tidak terasa sudah 15 menit, mereka ngobrol,
bunyi seperti alarm.
tiitttttt..
Itu bunyi tanda masuk keruangan Lin, ucap Shima.
Semua yang ada di kantin tergesa gesa meninggalkan kantin.
Shima dan lin juga keluar dari kantin.
Shima mengantar Lin ke ruangan manager housekeeping di lantai 16.
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu