NovelToon NovelToon
Bertukar Tubuh

Bertukar Tubuh

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:91.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Di fitnah oleh mama mertua hingga hubungan rumah tangganya berantakan. Medina masih tetap bertahan hingga jebakan besar itu datang.

Sang suami yang ikut menyalahkan membuat Medina semakin tersudut, hingga rumah tangganya hampir berakhir. Namum, saat itulah keajaiban datang menghampiri keduanya.

Mampukah Medina mempertahankan rumah tangganya berkat keajaiban itu? Akankah suaminya sadar dengan kesalahan yang telah dia perbuat? Ikuti kisah mereka di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Main Part 15

"Apa karena mama ingin aku menikah dengan Sela? Maka dari itu dia benci dengan Dina."

Albi berucap pada dirinya sendiri.

"Tapi, mama setuju saat aku mengatakan ingin menikah dengan Dina waktu itu. Jika benar karena dia ingin menikahkan aku dengan Sela, harusnya dia marah. Bukan malah menyetujui pernikahan itu, bukan?"

Albi masih terus di serang oleh pemikiran akan penyebab dari kebencian mamanya pada sang istri. Tanpa dia sadari, tangan sang istri yang dia genggam sedang bergerak pelan.

Gerakan itu pada akhirnya Albi sadar setelah Dina menggerakkan tangannya dengan keras. Sontak saja, Albi kaget bukan kepalang dengan tanda-tanda kesadaran yang Dina perlihatkan.

"Di--Dina! Kamu ... tangan kamu bergerak sayang. Kamu sudah sadar sekarang?"

"Dokter! Dokter! Suster! Tolong ... tolong periksa istriku. Dia sudar bisa menggerakkan tangannya," ucap Albi dengan suara sangat bahagia.

Sangking bahagianya Albi dengan tanda-tanda kesadaran yang Dina perlihatkan, dia sampai berlari cepat dengan suara yang terus memanggil dokter juga suster untuk datang. Sedangkan Dina yang masih belum membuka mata itu, dia tinggalkan untuk sementara waktu.

"Dokter tolong. Tolong periksa keadaan istriku, Dok. Dia menggerakkan tangannya tadi. Aku yakin, dia sudah sadar dari komanya sekarang," kata Albi ketika dokter yang bertugas datang menghampirinya.

Sedikit bingung dengan kata-kata yang Albi ucapkan, dokter itu menatap Albi sebentar dengan tatapan yang lekat. Albi paham apa yang dokter itu rasakan. Dia yang lupa akan keadaan karena bahagia, langsung menarik senyum canggung.

"Maksud saya, suami saya, Dok. Tolong periksa dia. Saya yakin, dia baru saja memberikan tanda kesadarannya setelah mengalami koma beberapa lama."

"Baiklah. Saya akan periksa keadaan suami anda. Tapi mbak sebaiknya jangan terlalu berharap banyak. Karena ada beberapa keadaan, gerakan itu hanya gerakan yang tidak disengaja saja."

Kata-kata itu sedikit membuat hati Albi merasa kecewa. Namun, dia berusaha berpikir positif dengan harapan besar untuk kesadaran sang istri.

'Tolong aku Tuhan. Bangunkanlah Dina sekarang. Aku ingin bicara dengannya sebelum aku meninggalkan rumah sakit ini besok,' kata Albi dalam hati sambil menggenggam erat kedua tangannya yang dia letakkan ke depan muka.

Dokter itu ingin melakukan tugasnya buat memeriksa keadaan Dina. Namun, belum sempat dia meletakkan alat medisnya ke dada Dina, Dina yang kini sedang menghuni tubuh Albi langsung membuka matanya lebar. Hal itu tentu saja membuat Albi yang berada tak jauh dari si dokter kaget. Kaget sekaligus sangat bahagia tentunya.

"Dina! Akhirnya kamu sadar juga sayangku. Syukurlah, sayang," kata Albi dengan raut wajah yang sangat bahagia.

Lagi, karena terlalu bahagia, dia sampai lupa dengan keadaan mereka saat ini. Hal itu tentu saja membuat si dokter lagi-lagi menatap Albi dengan tatapan yang dipenuhi dengan kebingungan juga tanda tanya.

"Mas ... Albi. Mas .... " Panggilan itu langsung tertahan saat Dina menyadari akan sesuatu.

Ketika matanya bertatapan dengan tubuh yang seharusnya dia huni, dia jadi kaget bukan kepalang. Karena tubuh itu kini berada di depannya, sedangkan dia malah sedang merasa lemas dan tidak bisa menggerakkan tubuh dengan leluasa.

"Mas. Apa ... yang terjadi sekarang? Aku ... apa ... apa aku sudah mati, mas Albi?" tanya Dina dengan suara pelan yang terdengar begitu dia paksakan.

Suara itu saja masih terbata-bata saat berucap. Namun, karena kaget, suara itu terasa sedikit keras meski dipaksakan dengan susah payah.

Albi langsung mengukir senyum manis untuk istrinya yang sedang terbaring lemas. Dia genggam erat tangan si istri dengan penuh kasih sayang. Berusaha mencurahkan semua kehangatan agar Dina tidak berpikir yang macam-macam karena dia baru saja membuka mata setelah tidurnya yang cukup panjang.

"Sayang, kamu masih hidup. Hanya ... hanya saja, ada sesuatu yang terjadi di antara kita berdua. Nanti aku akan ceritakan. Karena sekarang, sebaiknya kamu diperiksa dokter terlebih dahulu agar kita sama-sama tahu bagaimana kondisi kamu saat ini."

"Tapi, Mas .... "

"Dengarkan apa yang aku katakan ya. Ini demi kebaikan kita berdua." Albi berucap sambil membelai lembut kepala Dina.

"Dokter, tolong periksa dia. Aku ingin tahu bagaimana keadaannya saat ini."

Dokter itu langsung melakukan tugasnya dengan cepat tanpa mengatakan sepatah kata pun terlebih dahulu. Mungkin, si dokter sedang berpikir akan tidak waras nya dua manusia yang sedang berada di ruangan ini sekarang. Tapi, Albi tidak ingin memperdulikan apapun yang dokter itu pikirkan. Karena sekarang yang paling dia pikirkan adalah kebahagiaannya karena kesadaran Dina.

"Bagaimana, Dok? Apa dia baik-baik saja?" tanya Albi dengan cepat setelah dokter tersebut selesai melakukan tugasnya.

"Syukurlah. Keadaannya sangat baik sekarang. Tidak ada yang perlu dicemaskan dengan kondisi pasien untuk saat ini. Karena semaunya sudah baik-baik saja."

Albi langsung melepas napas lega setelah mendengar apa yang dokter itu katakan. Senyum lebar terukir dengan indah di bibirnya.

"Syukurlah kalau begitu. Sekarang, aku bisa sedikit lega."

Dokter itu hanya menjawab dengan senyum saja. Lalu, dia berucap pamit untuk meninggalkan ruangan tersebut setelah tugasnya selesai.

Setelah kepergian si dokter, Dina langsung meminta Albi menjelaskan apa yang sudah terjadi dengan mereka saat ini.

"Katakan, Mas! Ada apa ini? Ke--kenapa dengan tubuhku? Kenapa aku bisa melihat tubuhku sedangkan aku tidak ada di dalam tubuhku. Tapi, malah sebaliknya. Kamu yang ada di tubuhku sekarang. Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi dengan kita."

"Sayang, tenang. Kamu .... "

"Tunggu, Mas! Kamu bilang apa barusan? Sayang?" Dina berucap sambil menatap tajam wajah Albi yang kini berada di tubuhnya.

Terasa agak aneh memang. Tapi itulah yang sedang terjadi saat ini. Dia menatap tubuhnya sendiri. Seperti sedang bicara sendirian di depan cermin saja. Bedanya, ekspresi yang tubuhnya berikan saat ini berbeda dari dia yang sedang bicara di depan cermin. Karena tubuh itu ada penghuni lain yang tentunya akan melakukan apa yang si penghuni ingin lakukan.

Sementara Albi yang sudah terbiasa dengan hal itu, tentu saja tidak ada rasa canggung lagi. Dia sudah terlihat menguasai semua hal aneh yang Dina rasakan saat ini.

"Iya. Aku panggil kamu sayang, Dina. Kenapa? Apa kamu merasa keberatan dengan panggilan itu?"

"Bukan keberatan lagi, Mas Albi. Tapi aku merasa sangat jijik dengan panggilan itu. Karena panggilan itu terasa bukan untuk aku. Soalnya, sejak kita bersama, kamu tidak pernah sekalipun memanggil aku dengan panggilan itu. Lalu, kenapa sekarang panggilan itu muncul? Jangan bikin aku yang pusing dengan semua ini, menjadi semakin pusing lagi, Mas."

Albi langsung menatap wajah sang istri dengan tatapan penuh penyesalan karena rasa bersalah yang sedang menguasai hati. Tatapan sendu itu membuat Dina tiba-tiba merasa sesuatu yang sedikit menggores hati.

1
Evy
mungkin bukan Ibu kandung ya Thor...kok bisa ya seperti itu..
Dede Mila
Albi lemah....
Dede Mila
biar nyahok nih si Abi Mak sama sela gimana orang nya...🤣🤣🤣
Dede Mila
baca nya sambil tarik nafas dalam....
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
kadang tidak perlu patuh terus kepada suami pecundang.. perlu dihajar agar tahu membedakan mana baik mana buruk ..
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
ingat Di,, setelah Badai akan ada pelangi 🌈
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
walaupun aku belum berkeluarga..
tapi setidaknya dalam suatu hubungan ada nya kepercayaan, untuk saling melengkapi gitu loh 😔
Cantik Jelita
Harusnya Alby selidiki Lebih jauh dong jangan asal menyimpulkan
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
dalang dibalik semua ini pasti si anu..
sini lu biar ku 🔪🔪🔪
Cantik Jelita
Alby percaya sama dina aja dong
🏡 ⃝⃯᷵ᎢᶬKristin⒋ⷨ͢⚤
awal bab aja aku sebagai reader udah esmoni...
lihat mama mertua begini karakter nya 😒
Cantik Jelita
Gak suka sama mertua yang terlalu ikut campur
𝓓𝓮𝓪
🙀🙀🙀🙀kalo ada buaya gimna
𝓓𝓮𝓪
nah ngomong juga akhirnya
𝓓𝓮𝓪
baju mana tuh
Muzie✰͜͡v᭄
Kasihan dina di fitnah terus sama mama mertua dan sela,,,,
Masa Albi percaya saja sih sama mama dan sela kan cctv nya mati separuh belum tentu dina pelaku nya,,,
Apa dina akan kuat menghadapi cobaan yang kali ini,,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Sela ngapain sih ngejar2 laki orang kaya kagak ada laki2 lain saja,,,
Kasihan dina di fitnah terus sama mama mertua nya dan Sela,,,
Semoga dina kuat dan sabar menghadapi cobaan,,,,
Muzie✰͜͡v᭄
Cobaan pernikahan medina dan albi adalah mertuanya medina yang tidak suka sama medina jadi cari2 masalah saja ke medina,,,apa yang medina lakukan selalu saja salah🙆🙆
kepercayaan dalam rumah tangga itu perlu tapi saat hasutan datang maka kadang pondasi akan bergeser dari tempatnya kasian Medina
bikin esmosi mertua gila kelebihan pinter makin gedek 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!