Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sudah Berumur Matang
Dewo masih sibuk dengan tawanya yang menggema di mobilnya beruntung dia ada di mobil sehingga yang menuduhnya gila itu cuma semut yang lewat mungkin kalau Dewo tertawanya di jalan tertawa sendiran di jamin Dewo bakalan di cap orang gila oleh semua orang yang berlalu lalang dan melihat Dewo tertawa sendirian bahkan bisa di cap orang gila oleh semua orang yang ada di dunia
"Haha haha papa ada ada saja sudah tua masih cemburu juga padahal sudah punya anak dan gue anak yang sudah berumur tua maksudnya sudah berumur matang koq malah jadi kayak bahas buah pakai ada kata matang segala intinya gue sudah berumur ngga berumur juga kali nanti gue di kira berumur tua renta padahal gue masih muda dan masih perkasa" batin Dewo sambil meneruskan tawanya yang belum selesai
Ane yang telah menutup sambungan telpon dari suaminya langsung melompatkan telpon miliknya ke meja riasnya lalu Ane mengambil bedak yang tergeletak di atas meja yang dari tadi ingin berteriak kenapa dari tadi pakai bedaknya belum selesai selesai mungkin kalau bedaknya bisa protes bakalan demo semuanya ke Ane karena memakai bedak lama sekali setelah bedak ada di tangan Ane dengan gesit Ane membuka bedak lalu melemparkan isi bedaknya ke wajah cantiknya Ane
"Apaan sih suami aku dari tadi nelpon aku terus katanya pengin mendengar suara merdunya aku sudah aku beri saran supaya aku menyanyi lalu di rekam dan di kirimkan ke nomor suami aku tapi suami aku ngga ngebolehin takut suara merdunya aku di dengar oleh rekan bisnis atau teman bisnis dan karyawan suami aku padahal ngga masalah kalau mereka semua mendengar suara merdu aku cemburu banget suami aku sama aku memang cemburu tanda cinta tapi aku sudah tahu koq kalau suami aku cinta banget sama aku dari sebelum menikah gara gara suami aku telpon ke aku terus aku jadi belum kelar kelar memakai bedaknya" kata Ane sambil menaburkan bedak ke wajahnya
Diran masih melongo melihat perlakuan Ane yang mematikan sambungan telpon darinya kenapa istrinya tega mematikan sambungan telpon darinya apakah karena mukanya dia jelek sehingga bikin dia mual tapi kenapa kalau sedang berhubungan intim istrinya malah mendesah dan ngga mual sama sekali tapi mukanya Diran lebih tampan di banding mukanya istrinya kan istrinya wanita jadi ngga bakalan mukanya tampan tapi cantik
"Kenapa istrinya aku malah mematikan sambungan telpon dari aku ? apa gara gara mau ke supermarket sehingga istri aku mematikan sambungan telpon dari aku karena sibuk berdandan dan memakai bedak ? tapi kenapa kenapa istri aku harus memakai bedak tebal memangnya bedaknya ngga capek di oleskan terus menerus oleh istri aku ke wajahnya istri aku ? apa aku pulang ke rumah sekarang tapi aku banyak kerjaan gimana dong semoga saja Dewo cepat sampai ke rumah supaya istri aku tidak memasukkan pria lain ke rumah" oceh Diran dalam hati lalu meletakkan handphone miliknya ke meja
Argo tercengang melihat perbuatan anaknya yang tiba tiba mematikan sambungan telpon darinya saat akan menelpon nomor istrinya tiba tiba ada semut yang mengetuk pintu maksudnya ada orang yang mengetuk pintu sehingga membuat Argo menatap ke arah pintu ruangan kerja miliknya
TOK TOK
Suara ketukan pintu terdengar di telinganya Argo membuat Argo yang hendak memencet bel maksudnya memencet nomor telpon istrinya langsung menoleh ke arah sumber suara sambil mempersilahkan orang itu untuk masuk
"Masuk" perintah Argo sambil menatap ke pintu sementara orang yang ada di balik pintu perlahan membuka pintu ruangan kerja miliknya Argo
"Permisi pak apa benar ini ruangan pak Argo" kata pengantar makanan sambil menenteng makanan pakai plastik sementara Argo menganggukkan kepalanya mantap namun dalam hatinya berpikir apakah isi di dalam plastik itu apakah isinya semut ? atau isinya tikus ? atau yang lebih menyeramkan lagi isinya adalah bom yang siap di makan maksudnya siap meledak ?
"Iya benar saya sendiri yang namanya Argo ada apa pak ?" tanya Argo sambil beringsut berdiri bukan karena menghormati orang itu namun Argo takut orang itu melemparkan kresek yang berisi bom itu kepada dirinya kalau Argo berdiri memudahkan dirinya untuk langsung berlari seandainya orang itu melemparkan bom ke dirinya sehingga cuma orang itu yang terkena bom dirinya bisa kabur
"Ini pesanan makanan yang bapak pesan tadi" jelas orang itu sambil melangkah mendekat ke meja kerja miliknya Argo sementara Argo langsung tercengang mendengar omongan orang itu ternyata orang itu adalah pengantar makanan go food Argo kira orang itu ******* karena mukanya seram tapi lebih seram mukanya Argo maksudnya lebih seram mukanya orang itu dari pada mukanya Argo
"Iya pak berapa total semuanya ?" tanya Argo setelah tersadar dari semua pikiran buruk yang menyerang otaknya sedangkan pengantar makanan itu meletakkan makanan yang ada di tangannya ke meja Argo
"Total semuanya itu sembilan puluh lima ribu rupiah" jawab pengantar makanan tersebut sambil tersenyum ramah sementara Argo langsung mengambil dompet yang ada di saku celananya lalu mengambil uang satu lembaran ratusan ribu
"Ini kembaliannya buat bapak saja" ucap Argo sambil melayangkan uang di tangannya sementara pengantar makanan tersenyum lebar sambil menerima uang dari tangannya Argo
"Makasih pak selamat makan" balas pengantar makanan tak pernah melunturkan senyuman di wajahnya sedangkan Argo mengangguk anggukkan kepala
"Iya sama sama pak" sahut Argo sambil menebarkan senyum di wajahnya lalu dirinya menjatuhkan bokongnya lagi ke kursi kebesaran miliknya sementara pengantar makanan tersenyum sangat lebar
"Saya permisi dulu pak" kata pengantar makanan lalu Argo menganggukkan kepalanya sebagai jawaban membuat pengantar makanan berbalik badan dan melangkah menuju ke pintu ruangan miliknya Argo setelah sampai di depan pintu tanpa di perintah pengantar makanan langsung membuka pintu dan keluar dari ruangan miliknya Argo tak lupa dirinya juga menutup pintu terlebih dahulu sebelum melangkah
Ema dan Aya melanjutkan perjalanannya menuju ke parkiran mobil mereka berdua berjalan menuju ke parkiran tanpa gangguan sedikitpun sehingga tanpa terasa mereka berdua sudah sampai di samping mobilnya Aya lalu tangan Aya melepaskan tangannya Ema lalu tangannya Aya membuka pintu mobilnya sementara Ema masih setia berdiri di samping mobilnya Aya
"Ema ayo masuk" perintah Aya masih tetap berdiri di samping mobilnya walaupun pintu mobil sudah terbuka lebar bahkan semut juga bisa masuk sementara Ema menatap ke Aya
"Mah lebih baik aku pulang ke rumahnya bawa mobil aku sendiri mama pulangnya pakai mobil mama saja" usul Ema sambil tersenyum tipis sedangkan Aya menautkan kedua alisnya
"Ema kamu pulangnya bareng sama mama pakai mobilnya mama ngga pakai mobil kamu biarkan saja mobil kamu di tinggal di perusahaan ngga akan hilang atau papa dan mama yang akan menjemput mobilnya kamu" jelas Aya sambil tersenyum lebar sementara Ema langsung mengerucutkan bibirnya lima centi ke depan
"Tapi aku mau bawa mobil sendiri lebih baik kita berdua bawa mobilnya sendiri sendiri saja mah dan mama tunggu aku di rumah pasti aku bakalan sampai dan ngga akan nyasar aku juga ngga bakalan di culik oleh semut dan tikus" Ema masih berusaha merayu sang mama sedangkan Aya nampak berpikir sebentar dalam pikirannya takut kalau Ema tidak pulang ke rumah dan dalam hatinya Aya rencana perjodohan antara Ema dan anaknya Ane harus di laksanakan sehingga nanti malam Ema harus ikut makan malam bareng dengan Aya dan suami Aya tercinta, dan calon suaminya Ema bersama dengan kedua calon mertuanya Ema lalu Ema berkata
"Ema kalau kamu mau bawa mobil sendiri lebih baik kamu jangan pulang ke rumah terserah kamu mau bawa mobilnya ke got, nyangkut ke atas pohon, atau ke kolong jembatan mama tahu kalau kamu ngga bakalan nyasar tapi pokoknya kamu harus pulang sama mama dan naik mobilnya mama ngapain semut dan tikus menculik kamu yang banyak makan yang ada bukannya tikusnya dapat keuntungan malah dapat kerugian gara gara menculik kamu" cibir Aya menatap Ema dengan tatapan mengejek lalu dirinya masuk ke dalam mobilnya lalu Aya mendaratkan tubuhnya di kursi kemudi setelah itu Aya menutup pintu mobilnya sementara kedua matanya Ema terbelalak lebar dengan mulut menganga kalau ada lalat lewat mungkin bakalan masuk ke dalam mulutnya Ema
"Mama koq mengancam aku ingat mama sama papa cuma punya anak dua orang dan aku adalah anak pertama aku pintar bawa mobil dan aku sudah punya sim jadi sudah mahir bawa mobil jadi mobil yang aku bawa ngga bakalan masuk ke got, nggs bakal nyangkut ke atas pohon soalnya bukan monyet, atau ke kolong jembatan karena bukan tikus dan semut mama kenapa memaksa ke aku jangan jangan mama ketularan papa yang sering meminta jatah ke mama secara paksa aku makan banyak supaya sehat lagian mama sama papa itu orang kaya raya jadi walaupun aku makan banyak setiap saat ngga akan menyebabkan mama sama papa bangkrut dan mama sama papa ngga akan miskin semut dan tikus malah senang menculik aku karena dapat teman mengobrol" ketus Ema sambil menatap ke Aya yang ada di dalam mobilnya sementara Aya menurunkan kaca mobil yang ada di sebelahnya lalu berucap
"Ema ayo buruan masuk ke mobil atau mama tinggal kamu di sini jangan harap mama membuka pintu rumah kalau kamu ngga ikut pulang sama mama dan perusahaan kamu bakalan papa kelola lagi sehingga kamu tidak punya harta satu perak pun" ancam Aya sambil tersenyum licik sementara Ema melongo mendengar semua ancaman Aya
"Mama ngapain pakai mengancam aku segala jangan mentang mentang papa memaksa dan mengancam mama setiap minta hubungan intim sama mama jadi melampiaskan ke orang lain kalau mama mau melampiaskan harusnya ke papa dengan cara potong burungnya papa supaya ngga minta jatah terus ke mama" jawab Ema dengan nada ketus sambil mendelik ke Aya
"Ema mama hitung sampai dua ribu kalau belum masuk juga mama tinggal" ancam Aya sambil tersenyum licik sedangkan Ema tercengang masa menghitung sampai dua ribu di kira sedang belajar berhitung anak sd
"Mama jangan banyak banyak masa sampai dua ribu harusnya yang benar itu sampai lima ribu" sahut Ema sambil tersenyum devil sedangkan Aya melototkan kedua matanya
"Ema buruan masuk ngga ada hitung hitungan nanti kelamaan kalau kamu ngga masuk juga mama bakalan seret paksa kamu dan mama bakalan usir kamu dari rumah" ancam Aya dengan tatapan mata serius membuat Ema langsung membuka pintu mobil miliknya Aya lalu menjatuhkan bokongnya di samping kursi kemudi tak lupa Ema menutup pintu mobil miliknya Aya setelah Aya melirik dengan ekor matanya bahwa Ema telah memakai sabuk pengaman tanpa komando Aya langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sementara Ema memalingkan wajahnya dari Aya sambil menatap ke arah luar jendela