Cerita ini merupakan cerita sambungan atau sequel dari Kisah Cinta Dalam Perjodohan (Tian dan Bianka) yang memiliki dua anak Fillio dan Fillona.
Dan kali ini akan menceritakan kisah kehidupan Fillona atau Lona dengan suami (Zicko) juga Anak mereka (Zilo).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zi_14
Bianca juga Tian sudah dalam perjalanan menuju Bandung dengan menggunakan mobil.
Mereka berangkat sengaja pagi-pagi Agara sampai di Bandung tidak terlalu siang.
Sementara Lona tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk anak dan suami nya, Hari ini Zilo yang sudah mulai aktif sekolah membuat Lona bangun pagi dan menyiapkan semuanya.
" Mba,, Tolong lanjutkan dulu ya "
" Baik Mba Lona "
Lona kembali menuju lantai dua dimana kamar Zilo juga dirinya,,
Dia akan membangunkan Zilo lebih dulu.
Ceklek,,
Pintu terbuka dan terlihat putranya yang masih terlelap pulas.
Lona berjalan masuk dan menghampiri nya, dia pun duduk di tepi ranjang dengan mengusap lembut pucuk rambut Zilo.
" Sayang,, Bangun yuk "
" Bentar lagi Mom "
Lona tersenyum,,
Zilo memang selalu menjawab seperti itu saat di bangunkan.
" Tapi hari ini harus sekolah Nak, bangun Yuk Mommy sudah masak Nasi goreng tolor ceplok kesukaan Kamu "
Zilo membuka matanya dan Lona tersenyum..
" Yuk bangun, Nanti kesiangan dan telat "
" Ya Mom "
Zilo bangun dan beranjak menuju Kamar mandi, Lona pun menyiapkan seragam putranya setelah sekitar satu bulan libur sekolah.
Sedangkan Di kamar lain,,
Zicko sudah terbangun dan baru saja selesai mandi,,
" Aku kira belum bangun " Ucap Lona membuat Zicko menoleh dan tersenyum.
" Good morning Sayang " Ucap Zicko memeluk dan mencium kening Lona.
" Jadi,, Hari ini aku ikut anterin Zilo ke sekolah ya "
Zicko mengangguk,,
Selama ini memang Lona yang mengantar Zilo, namun setelah Kepergian Ara, Dirinya lah yang mengantar Zilo.
" Kita turun sekarang, pasti Zilo sudah menunggu di bawah." Ajak Lona
Zicko mengandeng tangan Lona turun, dan benar saja Zilo sudah berada di meja makan menunggu nya.
" Daddy,, Mommy,, " Sapa Zilo
" Pagi Nak "
Zicko mengusap pucuk rambut Zilo dan menarik kursi nya.
" Sayang,, Mommy boleh anterin Ke sekolah" Ucap Lona
Zilo kaget,,
Namun dia sangat senang karena Mommy nya sudah kembali seperti dulu.
" Serius Mom,, "
" Serius dong,, "
" Yeey,, Boleh Lah Mom "
Lona tersenyum,,
" Sekarang makan dulu, Sini Mommy ambilin "
Zilo mengangguk dan terlihat Lona yang mengambil kan nasi goreng juga telor ceplok di piring Putranya begitu juga dengan Piring Zicko suaminya.
Mereka pun menikmati sarapan nya .
********
Bandung.
Tidak berbeda jauh dengan Keluarga Lona yang sedang menikmati makanannya, Lio pun sedang menikmati sarapan paginya bersama Sasha juga Dava .
Kebahagiaan Lio akan semakin bertambah karena kehamilan Kedua Sasha.
mereka sudah menantikan kehamilan ini cukup lama dan di saat tau Sasha hamil Lio begitu menjaga istrinya.
" Papa sama Mama jadi Datang Mas " Ucap Sasha
" Jadi Sayang,, mereka bahkan sudah di jalan "
" Apa Dad, Opa dan Oma mau datang " Ucap Dava yang tak kalah senang mendengar mereka akan datang.
Bianca juga Tian memang selalu menyempatkan waktu untuk bertemu Cucu nya, namun kadang mereka juga yang akan di datangi oleh anak, menantu juga cucu mereka.
" Ya Nak, Tapi Dava tetap harus sekolah dan setelah pulang Nanti Opa juga Oma pasti sudah datang" Ucap Lio .
" Oke Daddy "
" Anak pintar " Lio mengusap pucuk rambut Putranya.
" Gimana perut kamu Sayang, apa sudah enakan"
Sasha mengangguk,,
di kehamilan Kali ini Sasha sering sakit bahkan sangat lemah, tidak seperti saat hamil Dava dulu.
" Setelah mengantar Dava sekolah, aku akan pulang "
" Gak Usah Mas, Gapapa Kok aku di rumah lagian ada Bibi juga "
" Tidak Sayang,, Aku bisa bekerja di rumah dan menemani kamu ."
Sasha mengangguk,,
Inilah suaminya, yang masih sangat protektif terhadap nya dari dulu hingga sekarang.
Bahkan Sasha merupakan wanita yang sangat beruntung memiliki suami seperti Lio yang begitu mencintai nya.
Begitu banyak wanita yang mengejarnya, Namun Cinta Abadi mereka sangat dalam bahkan di saat dirinya hilang ingatan Lio masih saja setia kepada nya.
" Sudah selesai sarapan nya, Kita Berangkat "
" Oke Daddy "
" Pamit dulu sama Mommy Nak "
Dava mengangguk dan menghampiri Sasha yang masih duduk di kursi nya.
" Mom,, Dave berangkat sekolah dulu ya "
" Ya Nak, belajar yang pintar Oke "
" Iya Mommy "
" Aku antar Dave dulu, Ingat jangan capek istirahat saja , Aku langsung pulang. " Ucap Lio
" Hati Hati "
Lio mengangguk dan mengecup dalam kening Sasha.
Sasha tersenyum menatap suami juga Anaknya berjalan keluar.
" Bi,, Tolong bereskan semuanya ya " Ucap Sasha beranjak.
" Baik Nyonya "
" Makasih Bu "
Sasha tersenyum dan berjalan menuju ruang tengah, dia akan duduk di sana.
Perutnya sedikit tidak enak pagi ini.
______
Lona Sampai di sekolah Zilo, sekolah Internasional yang Zicko sengaja Carikan untuk putra kesayangannya.
bahkan Walau dengan biaya yang sangat mahal.
Bagi Lona dan Zicko biaya bukan suatu masalah besar untuk pendidikan Putranya.
" Ingat pesan Mommy, belajar yang pintar.. Mommy jemput pulang nanti "
" Iya Mommy "
" Bye,, Daddy Mommy "
Zicko tersenyum melihat Putra nya yang berjalan masuk,,
" Kita pulang " Ajak Zicko dan Lona mengangguk.
mereka masuk ke dalam mobil nya ,dan melaju pergi meninggalkan sekolah Zicko.
" Jadi, Kamu mau pulang ke rumah atau ke Cafe "
" Em,, Ke Cafe kayaknya ."
Zicko mengangguk,,
Mobil melaju pesat menyusuri jalanan yang sedikit padat namun tidak macet.
Siapa yang tidak mengenal kota Jakarta, Ibu Kota yang terkenal dengan kemacetan nya.
Beberapa Karyawan Cafe sudah datang, mereka terlihat membereskan dan membersihkannya, menatap Kursi dan Meja.
mereka bekerja dengan semangat, karena baik Lona ataupun Zicko selalu berbuat baik kepada mereka, bahkan mereka akan selalu mendapatkan bonus di saat penjualan Cafe meningkatkan.
Tiba tiba terlihat dua pemuda masuk,,
" Maaf Kak, kita belum buka " Ucap Abel.
" Iya Kami tau Cafe belum buka, "
" Terus ada yang bisa di bantu Kak "
Kedua remaja itu malah menatap sekeliling seperti mencari seseorang.
" Oya, Kakak Cantik ada Kan "
Abel menautkan alisnya,,
Dia tidak paham dengan mereka, siapa yang mereka maksud.
" Kakak Cantik yang mana ya "
" Itu Loh, yang kemarin jaga di Kasir "
Abel semakin di buat bingung, selama ini Aji lah yang berada di Kasir karena memang Dia bertugas menjaga Kasir.
" Maksud nya Aji ?"
" Gak usah becanda deh,, Aji cowok kan masa Iya Cowok di bilang Cantik."
" Tapi Aji memang yang selalu berjaga di Meja kasir."
" Udah Al,, kayaknya memang gak ada deh itu cewek, mending kita cabut dan balik siang nanti" Ucap salah satu remaja itu.
Mereka berjalan keluar membuat Abel menggeleng,,
Ada Ada saja,,
Bukannya sekolah malah bolos dan mencari Kakak Cantik,,
Abel mengangkat kedua bahunya dan kembali membersihkan dan menatap Meja juga kursi.
Cafe memang baru akan buka jam 10 siang, namun mereka datang pagi untuk membersihkan dan membereskan semua lebih dulu.