NovelToon NovelToon
Kesucian Yang Ternoda

Kesucian Yang Ternoda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta beda status / Cintapertama / Tamat
Popularitas:329.2k
Nilai: 4.4
Nama Author: Amallia

Nirmala tak pernah menyangka jika kesuciannya akan di rampas paksa begitu saja. Sejak kejadian itu dia membenci sosok lelaki tak di kenalnya yang sudah menodainya. Namun siapa sangka, lelaki itu ternyata atasan yang baru di kantornya. Dia Alvin Sanjaya Kusuma, yang merupakan satu-satunya penerus perusahaan Sanjaya Group.

Akankah Alvin bertanggung jawab dengan perbuatannya? Atau dia akan pergi begitu saja? Sedangkan dia sangat mencintai mantan kekasihnya yang bernama Cantika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.15

Alvin menggendong Nirmala dan membawanya ke rumah sakit. Cantika juga ingin ikut, namun dia melarangnya. Tapi bukan Cantika namanya yang membiarkan suaminya berduaan dengan wanita lain. Cantika memilih untuk menyusul suaminya dengan di antar oleh sopirnya.

Sesampainya di rumah sakit, Cantika menelepon suaminya dan bertanya dimana suaminya berada  saat ini. Sebenarnya Cantika malas untuk datang, namun dia takut jika Nirmala mengatakan semua faktanya, bahwa dia yang sudah membuatnya pingsan.

Cantika melihat suaminya yang baru keluar dari ruang inap.

''Mas, kamu mau kemana?'' tanya Cantika yang baru sampai disana.

''Mau pergi ke kantin beli minum,'' jawabnya.

''Kapan kamu pulangnya?''

''Nanti, memangnya kenapa?''

''Aku mau ngajakin Mas Alvin untuk pulang bersamaku.''

''Lagian baru datang kok langsung pulang. Tadi Mas sudah kasih tahu kamu biar kamu di rumah saja. Kenapa sekarang menyusul?"

''Aku tidak ingin jauh darimu, Mas.''

Alvin tahu jika bukan itu alasan sebenarnya istrinya datang. Pasti istrinya itu cemburu  kepadanya. Karena beberapa kali istrinya mengatakan jika dia cemburu saat melihat suaminya ada bersama Nirmala.

''Mau ikut ke kantin tidak?''

''Mau dong,'' Cantika menggandeng tangan suaminya. Mereka melangkah berdampingan menuju ke kantin rumah sakit.

Sebenarnya Alvin kurang nyaman di gandeng seperti itu di tempat keramaian. Namun dari pada nanti jadi debat, lebih baik dia izinkan saja istrinya menggandeng tangannya.

Saat melewati lorong rumah sakit, mereka mendengar ada yang memanggil Cantika dari arah samping.

''Bu Cantika,'' ucap seorang dokter wanita yang merupakan dokter kandungan Cantika.

''Eh dokter Irma,'' Cantika tersenyum menatap dokter Irma.

''Dia siapa, Canti?'' Alvin bertanya kepada istrinya.

''Dia dokter Irma yang merupakan dokter kandunganku,'' ucap Cantika.

''Sayang sekali loh bapak tidak pernah ikut istrinya jika periksa kandungan. Padahal anak kalian yang .... '' ucapan dokter Irma terhenti saat Cantika memotong perkataannya.

''Maaf, Dok. Kami sedang terburu- buru,'' ucap Cantika.

Sebenarnya Cantika sengaja memotong perkataan Dokter Irma, karena dia takut jika dokter Irma mengatakan usia kandungannya kepada suaminya. Cantika tidak mau jika itu terjadi, dan nantinya suaminya jadi mencurigainya.

''Oh iya maaf, Bu. Lagian saya juga terburu-buru mau pulang.''

Setelah selesai mengobrol dengan dokter Irma, Cantika menggandeng suaminya dan melangkah pergi dari sana.

Alvin merasa jika istrinya sedang menyembunyikan sesuatu. Apalagi saat dokter kandungannya berbicara, sepertinya istrinya sengaja memotong perkataanya.

'Mungkin aku bisa sedikit bertanya kepada dokter Irma. Karena Cantika tertutup sekali menyangkut kehamilannya. Apalagi jika mau di temani periksa, dia selalu menolak,' Alvin tampak bergelut dengan pikirannya.

Hanya sebentar Cantika disana. Setelah melihat Nirmala sadar, dia sedikit membisikan sesuatu agar Nirmala tidak mengatakan yang sebenarnya, jika dia yang menyuruhnya untuk memakan makanan pedas itu.

Alvin tidak ikut pulang bersama istrinya. Dia beralasan kepada istrinya jika dia akaan pulang setelah Bi Ijah sampai ke rumah sakit. Padahal dia sama sekali tidak menghubungi Bi Ijah untuk datang. Itu hanya alasannya saja agar istrinya mau pulang.

Alvin menatap Nirmala yang sedang berbaring di ranjang pasien. Sejak tadi dia sudah bertanya kepadanya, kenapa dia memakan makanan pedas. Padahal biasanya sangat menghindarinya. Nirmala menjawab jika dia sedang ingin.

"Baiklah jika belum mau bicara," ucap Alvin kepada Nirmala yang masih tak mau bicara juga.

"Tuan Alvin tidak pulang?"

"Tidak, aku akan jagain kamu disini," jawabnya.

"Lebih baik Tuan pergi saja. Nanti Non Cantika nyariin."

"Saya tidak peduli. Saya tidak mau pulang."

Nirmala diam, dia tak lagi berbicara apa pun.

"Kamu mau apa? Biar saya yang siapkan. Mungkin mau makan buah atau apa?" Alvin tampak perhatian.

"Aku tidak ingin apa pun," jawabnya.

"Baiklah, nanti kalau ingin apa-apa bilang saja."

"Iya, Tuan." Nirmala mulai memejamkan matanya. Dia memilih memejamkan matanya menahan rasa sakit yang dia rasakan. Dia tidak mau bicara sama Alvin jika perutnya masih sangat sakit. Padahal tadi sudah meminum obat.

.......

Hanya dua hari Nirmala di rawat di rumah sakit. Kini dia baru saja pulang.

Terlihat Nirmala yang jalan berdampingan bersama Alvin. Bi Ijah mengikuti mereka dari belakang. Nirmala menolak saat Alvin mau mengantarnya ke kamar.

"Biar saya sama Bi Ijah saja, Tuan. Tuan Alvin tidak perlu ikut," kata Nirmala.

"Baiklah, kamu langsung istirahat saja ya. Jangan beraktivitas dulu," pintanya.

"Baik, Tuan."

Dari arah tangga, terlihat Cantika yang memperhatikan mereka. Dia tidak suka melihat suaminya dekat-dekat dengan Nirmala.

Alvin langsung pergi ke kamarnya. Dia berpapasan dengan istrinya yang hendak menuruni tangga. Namun tak jadi, Cantika memilih untuk ikut ke kamar dengan suaminya.

Cantika melihat suaminya yang sedang melepaskan kemeja yang di kenakannya.

Dia mendekat mencoba untuk membantunya.

"Biar aku bantu lepas kancingnya, Mas."

"Tidak usah, aku bisa sendiri." Ucapnya.

Cantika merasa jika suaminya ini aneh. Tidak biasanya suaminya itu menolaknya. Dia berpikiran jika ini ulah Nirmala. Mungkin saja Nirmala sudah meracuni otak Alvin sehingga Alvin bersikap dingin kepadanya.

'Awas saja Nirmala, aku akan mengusirmu,' batin Cantika, lalu dia menjauh dari suaminya.

Cantika duduk di sofa, lalu dia menyalakan televisi yang ada di kamar.

Alvin yang sudah membuka bajunya, dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Cantika tak fokus menatap layar televisi, namun dia lebih memperhatikan aktivitas suaminya di dalam kamar. Suaminya sedang merapikan rambutnya yang berantakan.

Saat suaminya hendak keluar kamar, Cantika menghentikan langkahnya.

"Mau kemana, Mas?" tanya Cantika.

"Mau keluar," jawabnya singkat.

"Disini saja Mas temani aku," pintanya.

"Bosan jika di kamar terus," Alvin membuka pintu, lalu dia keluar dari kamar.

'Pasti mau menemui Nirmala. Apa bagusnya sih pembantu itu,' batin Cantika yang merasa tak suka.

Benar saja, Alvin pergi untuk menemui Nirmala. Saat ini dia berada di depan kamarnya.

Tok tok

"Mala, bolehkah saya masuk?" Alvin mengetuk pintu kamar Nirmala.

"Masuk saja," ucapnya dari dalam.

Alvin masuk ke kamar itu, namun dia tidak menutup pintunya. Takutnya malah menjadi fitnah, nanti di kira berbuat macam-macam.

Tok tok

Terlihat Bi Ijah berdiri di depan pintu. Bi Ijah mengetuk pintu kamar Nirmala.

"Neng Mala, ini Bibi bawakan bubur untuk Neng Mala," ucapnya sambil melangkah masuk ke dalam kamar.

"Terima kasih, Bi. Saya jadi tidak enak nih sudah merepotkan."

"Sama-sama, Bibi tidak merasa di repotkan kok. Neng Mala makan dulu ya buburnya, setelah itu minum obat."

"Baik, Bi. Oh iya, apa Bibi bisa temani Mala disini? Mala tidak enak jika cuma berduaan saja dengan Tuan Alvin."

"Siap, Neng." Bi Ijah mendudukkan dirinya di pinggir ranjang. Sedangkan Alvin duduk di kursi kayu yang ada di kamar itu.

Nirmala mulai melahap makanannya, namun dia sedikit malu karena di perhatikan oleh Alvin.

1
Idasesoega
ada yg aneh, knp othor menganggap pelakor merupakan hal wajar... dan .. sah...
bgmn pun pelakor justru dihindari..
tetapi kok aneh ya... 🤭
Meyma Chamie
mala thor bukan cantika mantan si Alvin
Meyma Chamie
udah tukar watak ya thor, Rania apa Nirmala?
ayu cantik
suka
Wiwik Hartoyo
baru kali ini ada cerita punya bapak bodoh bangett/Frown//Frown//Frown/
Wiwik Hartoyo
kok ada laki laki bodoh macam itu yaa
Dewi Dama
baik..tapi sebel baca nya...laki2gk.punya harga diri...
Dewi Dama
Alvin laki2 yg gk.tegas..mau aja sm.istri yg gk.bener
Dewi Dama
Luar biasa
Dewi Dama
klo langsung nemuin dr..langsung abis cerita nya
Fie Lian
Luar biasa
Syamsul Bahri
membosankan
Safa Almira
bagus
Herta Siahaan
tapi Dengan Nirmala tinggal dirumahnya orang tua Doni bisa memicu masalah jg .bisa bisa Alvin tuduh Nirmala sengaja lari krna selingkuh dengan Doni . bagus nya Nirmala tdk ada hubungannya dengan Doni
Dian Sumaryanto
mantap mantap mantap ceritanya lanjutkan/Smile//Smile//Frown//Smile/
Hari Saktiawan
kenapa ceritanya kebanyakan perkosaan
Leo girl
Alvin bodoh,mala pura² polos pdhl udah ada ank..nt Alvin 'mkn luar' lari dr rumah lagi
Qurratul A'yun
ayo donk lnjut
Anonymous
Extra part dong
Anonymous
Lanjutannnnnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!